“Tidak. Itu-”
Belum menyelesaikan ucapannya, Adam melihat sosok Jennifer yang berlari melewatinya begitu saja. Wanita itu sempat memandangnya dengan jijik seolah sedang memandang sampah. Menganggap dirinya adalah sosok egois yang tidak peduli dengan kehidupan orang lain.
Jennifer langsung melompat ke sungai lalu berenang menuju anak yang tenggelam itu. Namun ketika dia semakin dekat, hal aneh tiba-tiba terjadi. Empat tangan kecil yang pucat muncul dari air lalu menangkap keempat anggota badan Jennifer.
Dua tangan yang sebelumnya dia kira adalah anak yang tenggelam juga tiba-tiba bergegas ke arahnya dan mencekik lehernya. Ya … dalam satu malam, Jennifer benar-benar dicekik dua kali.
Sebelum Jennifer sempat bereaksi, sebuah tarikan kuat membawanya masuk ke dalam air.
Melihat wanita ceroboh itu, Adam menggertakkan gigi. Pemuda itu langsung mengambil bokken dari tasnya dan berlari menyusul Jennifer. Dengan lompatan indah, dia masuk ke dalam sungai lalu mulai menyelam.
Sebenarnya hal itu sangat berbahaya. Selain karena di malam hari sangat gelap sehingga membuat Adam tidak bisa melihat banyak hal, gerakan pemuda itu juga sangat dibatasi di dalam air.
Alasan Adam masih melakukannya sebenarnya tidak terlalu bisa diandalkan. Dia berani melawan makhluk itu karena merasa auranya kira-kira sekuat salah satu roh jahat penjaga kantin di SMA Blue Rose. Pemuda itu masih dengan kemenangannya!
Karena tidak bisa melihat banyak hal di dalam air yang gelap, Adam hanya menyelam lebih dalam sebelum berhenti untuk merasakan gerakan kuat di dalam air. Gerakan yang digunakan makhluk tidak dikenal untuk menyeret Jennifer jelas cukup kuat. Hal itu membuat Adam masih bisa mendeteksi keberadaan mereka.
Ketemu!
Adam berseru dalam hati lalu segera menyelam menuju lokasi Jennifer dibawa pergi. Melihat sosok wanita yang tidak jelas di kejauhan, dia langsung berenang dengan cepat lalu menebas dua tangan yang mencekik leher Jennifer.
Melapisi bokken dengan aliran Qi, Adam dengan ganas langsung memotong dua tangan itu. Namun pemuda itu juga mengerutkan kening.
Melihat bagaimana empat tangan lainnya juga melepaskan Jennifer dan menghilang dalam kegelapan, Adam dengan tegas meraih wanita itu lalu membawanya berenang menjauh.
Meski berhasil memotong dua lengan dan membuat makhluk tak diketahui itu kabur, Adam merasa tidak puas. Dia jelas masih merasakan vitalitas kuat dari makhluk itu. Kelihatannya hanya terkejut dan melarikan diri.
Sebelum makhluk itu kembali, Adam langsung membawa Jennifer ke daratan. Benar saja, ketika mereka berdua sampai di tepi sungai, sebuah bayangan hitam bergegas menuju keduanya dari sungai.
Menyadari kalau kedua orang itu telah menginjakkan kaki di daratan, makhluk itu berhenti mengejar. Makhluk itu hanya membuat gelombang kuat sebelum pergi yang pada akhirnya menghilang. Sungai kembali menjadi tenang.
Adam memegang bokken di tangan kanannya lebih erat. Dia merasa kurang puas. Karena pertarungan di dalam air membuat gerakannya terhambat, pemuda itu tidak bisa memotong makhluk itu dengan ‘bersih dan rapi’ seperti yang dia inginkan.
Jika itu pertarungan jangka panjang dalam air, Adam tidak memiliki keyakinan 100% untuk menang. Belum lagi ketika harus melindungi Jennifer. Itu akan membuat tingkat kemenangannya menjadi semakin turun.
Sedangkan menyuruh Nix untuk mendukung … itu lebih mustahil. Meski si ayam masih keturunan Suzaku, dia hanya seekor unggas darat. Bahkan bukan makhluk semi-akuatik.
Menghadapi musuh kuat dengan dua beban? Adam tidak akan melakukan hal sebodoh itu.
Uhuk! Uhuk!
Jennifer yang tersadar langsung batuk sebelum duduk dan mulai memuntahkan air. Wanita itu kemudian memandang Adam dengan ekspresi terkejut. Dia masih ingat dengan jelas kejadian sebelum dirinya kehilangan kesadaran.
Wanita itu mengingat bagaimana Adam berenang ke arahnya dengan sebuah pedang kayu. Namun Jennifer merasa berhalusinasi karena … pedang kayu di tangan pemuda itu benar-benar memancarkan cahaya redup.
“Sebenarnya … kamu siapa?”
Mendengar pertanyaan Jennifer, Adam menoleh ke awah wanita itu lalu memperkenalkan diri dengan santai.
“Namaku Adam, pemilik cafe kecil biasa. Ya … meski tempat itu baru dibuka besok.”
“...”
Jennifer tertegun. Mungkin apa yang dikatakan Adam sama sekali tidak salah. Namun wanita itu ingin mendengar jawaban lain. Dengan kata lain … identitas Adam yang sebenarnya.
Karena Jennifer merasa … pemuda itu sama sekali bukan tokoh sederhana.
Tentu saja Adam mengabaikan pemikiran Jennifer tentang dirinya. Selain itu, dia malah terlihat serius ketika memandangi sungai luas yang gelap dan tenang. Pemuda itu diam-diam merasa sangat tidak puas.
Terlalu gelap. Menghindari serangan lawan masih mungkin, tetapi hampir tidak mungkin menyerang tubuh lawan karena terlalu gelap. Kelihatannya … perburuan akan ditunda terlebih dahulu.
Lain kali, aku akan datang di pagi hari.
Adam kemudian mengalihkan pandangannya dari sungai ke arah Jennifer.
“Kelihatannya kita harus kembali, Petugas Jenn. Kalau tidak … mungkin kita akan masuk angin atau demam keesokan harinya.”
Tidak menunggu Jennifer membalas, Adam segera berbalik untuk pergi dari tempat itu. Dia segera menuju mobil miliknya sendiri sebelum pergi dari tempat itu.
Sementara itu, Nix yang duduk di co-pilot menatap tuannya yang basah kuyup dengan ekspresi aneh.
‘Kenapa kalian para manusia begitu aneh? Benar-benar mencuci tubuh di malam yang begitu dingin …’
‘Tidak bisakah kalian di siang hari? Bahkan kalian tidak secerdas Tuan Nix ini.’
Merasakan tatapan menghina dari Nix, sudut bibir Adam berkedut. Pemuda itu kemudian berkata dengan nada tak acuh.
“Mulai besok, kamu harus membuat sepuluh lubang per hari.”
Mendengar ucapan Adam, ekspresi Nix langsung stagnan. Mematuk lempengan besi dan melubanginya membuat paruhnya kesemutan. Membuat lima lubang per hari sudah menjadikan paruhnya mati rasa dan sangat tidak nyaman.
‘Sepuluh lubang? Apakah kamu masih manusia? Benar-benar menaruh dendam kepada ayam seperti ini?’
Sementara Adam dan Nix pergi dari lokasi, Jennifer yang ditinggalkan sendiri tertegun. Dia tidak menyangka pemuda itu meninggalkannya begitu saja. Wanita itu menunduk sambil menggertakkan gigi. Namun saat menunduk, Jennifer tiba-tiba tertegun.
Awalnya wanita itu tidak menyadarinya. Karena basah kuyup, seragam polisi menempel erat pada kulitnya. Benar-benar menampilkan lekuk dan bentuk tubuhnya seutuhnya.
Ditambah beberapa kancing yang terbuka karena berusaha melawan ketika di seret ke dalam sungai, itu menyebabkan bra hitam dengan motif bunga terlihat. Menyadari bagaimana Adam menatapnya dengan tatapan agak canggung tetapi tidak mengalihkan perhatian sebelumnya membuat wajah Jennifer langsung merah.
Menggertakkan gigi, dia langsung bersumpah dalam hati.
Tidak hanya berbohong, tetapi berani memandangi tubuh wanita ini! Adam Bladefield … aku akan mengungkap identitasmu yang sederhana!
Dalam perjalanan menuju cafe, Adam yang sedang menyetir tiba-tiba bersin.
“Apakah aku masuk angin? Mungkinkah terjadi secepat itu? Bukankah setelah fisik menajdi lebih kuat … aku tidak mudah sakit?”
Mendengar bagaimana Adam bergumam pelan, Nix hanya menatap dengan ekspresi kosong.
‘Kalau tahu akan sakit karena itu, kenapa kamu masih mencuci tubuh di malam hari? Mungkinkah kamu bodoh?
Ck ck ck … kenapa Tuan Nix yang tampan ini harus memiliki master yang bodoh seperti itu?’
Bisa mengerti apa yang sedang dipikirkan Nix membuat Adam benar-benar tercengang. Dia tidak bisa berkata-kata ketika melihat sosok ayam yang memandanginya, tidak hanya menganggapnya lemah …
Bahkan ayam itu menganggap dirinya bodoh!
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 313 Episodes
Comments
kwon dae
minimall systemm bantu dikitt kek elahh,malah diem doang,kyk kagak ada guna ajee
2025-03-08
0
penghancur novel mc tolol
udah mulai muncul beban mcnya
baru juga mulai ceritanya udah muncul tiga beban
2024-01-06
1
nath_e
🤣🤣udaaah sembelih aja deh kesel!!
2023-08-24
0