“Tidak. Nama itu terlalu mencolok. Memang benar, kamu keturunan Suzaku … tetapi nama itu bisa membahayakan kita!”
Adam segera menjelaskan. Karena sudah tidak melarang si ayam pejantan bergerak, makhluk itu memiringkan kepalanya sambil menatap pemuda tampan itu secara manusiawi.
‘Apakah kamu begitu pengecut?’
Jika bisa bicara, mungkin pertanyaan itu langsung dilontarkan kepada Adam. Hanya saja, pemuda itu bersikeras untuk tidak menggunakan nama yang mencolok semacam itu. Dia bahkan mengabaikan tatapan menghina si ayam.
Adam tiba-tiba mengingat sahabatnya Nicholas. Pemuda pirang itu memiliki panggilan Nick. Melihat ke arah Black Chicken, matanya berbinar.
“Bagaimana dengan Nix? Nix dari kata Phoenix. Bukankah itu singkat, keren, dan mudah di ingat?”
“...”
Si ayam jago terdiam beberapa saat kemudian berkokok dengan ceria. Jelas, makhluk itu setuju. Bahkan matanya juga menyampaikan apa yang dia ingin katakan.
‘Ya! Panggil yang satu ini dengan sebutan Tuan Nix mulai sekarang!’
Melihat bagaimana si ayam jago masih begitu sombong, Adam berencana untuk mengajarkan si ayam nilai-nilai kehidupan. Ya … daripada nilai kehidupan, itu lebih ke arah bagaimana kita harus hidup secara baik dan nyaman.
Adam merapikan kamar terlebih dahulu dan membuang beberapa perabotan rusak ke tempat sampah. Meski tempat itu rapi dan indah, dia sendiri tidak suka menyimpan lukisan mahal, vas mahal, atau barang-barang antik. Jadi, semuanya aman-aman saja.
Setelah membersihkan kamar, Adam membawa Nix ke dapur. Dia kemudian menyuruh si ayam jago mengamati dari meja makan sementara dia mulai melakukan sesuatu.
Adam mengeluarkan ayam dari dalam kulkas. Di depan Nix, dia memotong-motong ayam, sayur, dan menyiapkan bumbu. Pemuda itu benar-benar membuat sup ayam di depan seekor ayam jago yang cerdas. Sesekali dia akan menjelaskan.
“Jangan terlalu sombong. Kita tidak tahu seberapa kuat musuh dalam bayangan. Tahu apa yang terjadi jika kamu dikalahkan?” Melihat Nix menggeleng manusiawi, Adam menunjuk panci yang mengepul lalu berkata, “Kamu akan dipotong lalu dijadikan sup seperti itu. Kamu mau?”
Kok kok kok!
Nix berkokok seolah berkata kalau dirinya tidak setuju. Ayam jago itu merasa kuat dan sangat sulit untuk dihadapi. Bahkan dia sedikit mengejek Adam karena tidak bisa menyainginya.
“Bagaimana kalau kamu cepat dan memiliki paruh tajam? Pada akhirnya kamu tetap aku tangkap, kan? Maksudku … tertangkap berarti disembelih, disembelih berarti satu panci sup ayam. Apakah kamu paham?”
Meski agak meragukan kebenaran, pada akhirnya Nix mengangguk secara manusiawi. Melihat itu membuat Adam puas.
Jika ada orang yang melihat pemuda tampan sedang berbicara dengan ayam, mereka pasti mengira orang itu sudah gila.
Meski terlihat konyol dan bodoh, Adam tahu kalau Nix bukan sembarang ayam. Mungkin karena cukup yakin dengan sistem miliknya, dia menganggap gen dari Suzaku membuat si ayam lebih cerdas. Ya … walau itu masih tampak seperti ayam jago biasa.
Entah karena terlalu bersemangat atau apa, Adam sama sekali tidak merasa mengantuk. Pada saat dia selesai memasak, jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi.
Adam tidak langsung memakannya. Lagipula, apa yang dia lakukan sebelumnya hanya untuk contoh bagi Nix. Pemuda itu berencana memakannya nanti ketika sarapan. Meski harus memanaskannya terlebih dahulu dan rasanya agak berbeda, itu pilihan yang terbaik untuk saat ini.
“Kalau begitu aku akan menunggu matahari terbit di atap.”
Selesai memasak, Adam naik ke atap. Berbeda dengan rumah yang dia beli, kafe miliknya ini memiliki atap datar. Lebih tepatnya, perbedaan dengan atap genting dengan cor.
Adam merasa kebetulan karena bangunan yang dia beli ini memiliki posisi bagus untuk melihat matahari terbit atau tenggelam. Sampai di atap, pemuda itu melihat sekeliling yang masih kosong.
Awalnya Adam berencana untuk membuat atap sebagai tempat santai para pekerja setelah cafe tutup. Kelihatannya rencana itu harus sedikit diubah.
Duduk langsung tanpa menggelar alas, Adam yang sedang menunggu matahari terbit mulai bermain dengan handphone miliknya. Apa yang dia lakukan sekarang adalah mencari informasi tentang keberadaan hantu, roh, atau makhluk spiritual lainnya.
Setelah mencari cukup lama, Adam hanya bisa menggeleng ringan.
“Mengecewakan.”
Apa yang Adam temukan di internet kebanyakan adalah foto editan, rumor yang dibuat-buat, dan video tidak jelas. Kemungkinan hanya orang-orang yang iseng dan ingin apa yang mereka buat itu menjadi viral.
Melihat matahari hendak terbit, Adam segera mematikan telepon. Mengabaikan Nix yang duduk di dekatnya, dia mulai duduk dalam posisi lotus. Pemuda itu kemudian mulai bernapas dalam ritme tertentu seperti yang tertanam dalam ingatannya.
Adam menjadi lebih tenang dan semakin tenang. Tidak bergerak dari tempatnya, hawa keberadaannya menjadi semakin menipis. Jika tidak diperhatikan baik-baik, orang yang sekilas melihat mungkin menganggapnya sebagai patung. Benar-benar menyatu dengan alam di sekitarnya.
Merasakan sinar matahari pertama di hari itu, kulit tubuhnya merasa hangat. Dia mulai menyerap Qi yang bisa dianggap tipis melalui pernapasan dan pernyerapan kulitnya.
Setelah mengumpulkan cukup banyak Qi, Adam mulai membimbing Qi melalui pembuluh darah dalam tubuhnya. Tanpa terburu-buru, pemuda itu membuat Qi bergerak sesuai dengan arahan dalam benaknya.
Setelah bersabar membimbing Qi melalui rute yang rumit, akhirnya satu rotasi terselesaikan. Adam merasakan arus hangat yang menyebar di seluruh tubuhnya. Membuatnya lebih berenergi. Tidak hanya itu, dia juga merasa kalau seluruh tubuhnya seperti bijih besi yang dipanaskan dan ditempa perlahan.
Ya … perlahan tapi pasti, Adam merasa tubuhnya menjadi lebih kuat.
Mengabaikan perasaan bahagia yang muncul, Adam kembali untuk mengumpulkan Qi dan mulai berkultivasi. Karena dirinya belum memiliki titik pengumpulan Qi, dia menyerap Qi lalu segera mengedarkannya ke seluruh tubuh.
Prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Kumpulkan Qi lalu edarkan ke seluruh tubuh melalu rute khusus yang telah ditentukan. Itu mirip bijih besi yang dipanaskan perlahan lalu mulai ditempa sedikit demi sedikit.
Setelah tubuhnya menjadi cukup baik, Adam akan mulai membangun pusat pengumpulan Qi di dantian, tempat dirinya akan menyimpan cadangan Qi untuk bertarung. Tubuhnya yang lemah masih perlu banyak perubahan sebelum dirinya bisa melakukan itu.
Lagipula, Adam masih pemula dan perlu menyesuaikan diri. Apa yang dia perlukan sementara adalah terus berlatih untuk meningkatkan tubuhnya. Jalani apa yang ada di depan mata sebelum melangkah lebih jauh!
Tanpa terasa, waktu berlalu dan jam tangannya menunjukkan pukul enam pagi.
Pada waktu itu, Adam masih bisa berlatih untuk menyerap dan memurnikan Qi. Hanya saja, dibandingkan dengan beberapa waktu khusus, kecepatan pengumpulan Qi beberapa kali lebih lambat. Jadi dia memutuskan untuk berhenti.
Menghembuskan napas panjang, uap tebal keluar dari mulut pemuda itu. Dia kemudian berdiri dan meregangkan tubuhnya. Setelah itu, Adam mencoba mengepalkan tangannya. Ekspresinya tiba-tiba berubah.
“Kekuatan seperti ini …” Adam bergumam pelan. “Apakah kultivasi memang ajaib seperti ini?”
Jika seperti ini … mungkin aku akan naik sampai ke tier Silver Spirit dalam satu bulan.
Ketika Adam memikirkan hal itu, catatan kejam dari sistem muncul dalam benaknya.
Batasan untuk saat ini adalah level Bronze Spirit (high).
Untuk menaikkan batasan diri, sebagai Beast Master tuan rumah harus menaikkan level Spirit Beast terlebih dahulu. Syarat untuk naik level adalah sebagai berikut.
Level Silver Spirit, satu Spirit Beast level silver.
Level Gold Spirit, dua Spirit Beast level gold.
Level Platinum Spirit, tiga Spirit Beast level platinum.
…
Melihat catatan yang dingin dan kejam membuat Adam merasa tertekan. Dia kemudian menoleh ke arah ayam yang duduk di sampingnya. Mengamati wajah bodoh itu, sudut bibir Adam berkedut.
Itu berarti sistem memaksaku untuk merubah seekor ayam menjadi Phoenix?
Bukannya aku menolak, hanya saja … bukankah itu terlalu berlebihan?
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 313 Episodes
Comments
F_Zaida_C
bisa jadi sihh
2023-10-12
0
F_Zaida_C
hmm... ayam makan ayam? kanibal nih ceritanya?
2023-10-12
1
nath_e
tidak ada yg tidak mungkin asal percaya n usaha😁
2023-07-28
0