“Yui … bagaimana kamu menemukan tempat ini?”
Melihat sosok gadis di depannya, Adam tampak terkejut. Tidak menyangka kalau gadis itu secara tiba-tiba muncul di tempat ini.
“A-Adam??? Kenapa kamu ada di sini?”
Melihat gadis yang bingung itu, Adam tersenyum pahit.
“Seharusnya aku yang menanyakan itu, Yui.”
“Aku datang untuk wawancara kerja. Aku dengar tempat ini menerima pekerja paruh waktu.”
“Wawancara kerja? Sepagi ini?”
Memang, Adam sengaja melakukan wawancara kerja di hari minggu agar orang-orang yang ingin bekerja di tempatnya bisa datang. Karena biasanya … minggu adalah hari senggang di mana mereka menghabiskan waktu untuk liburan.
“Itu …” Yui menunduk dengan ekspresi malu.
Gadis itu masih terlalu polos. Dia menduga dengan datang lebih awal dirinya bisa diterima kerja. Padahal, dunia kerja tidak berjalan seperti itu.
Adam sendiri memakluminya karena dia juga tidak memberi waktu yang pas. Dalam pengumumannya, dia hanya membuat batas paling lambat adalah jam 12 … sebelum makan siang.
Biasanya, orang yang datang akan sampai di lokasi paling awal setengah delapan. Melihat jam yang menunjukkan pukul 06.45 membuat Adam menggeleng ringan.
“Masuk dulu. Kamu belum sarapan, kan? Makanlah terlebih dahulu.”
“Kamu???” Yui memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
“Apakah kamu tidak membaca baik-baik lowongan kerja, pekerjaan, nama tempat, dan nama pemilik sebelum mendaftar?”
“...”
Melihat gadis yang benar-benar masih hijau, Adam menggeleng ringan.
“Namaku Adam Bladefield, pemilik Cafe Starlight. Mungkin kamu harus memanggilku dengan sebutan Bos atau Tuan setelah diterima bekerja di tempat ini.”
“...”
Yui mengerjap. Memandang sosok pemuda tampan di depannya, gadis itu merasa otaknya berjalan lambat. Dia berpikir kalau Adam masih kuliah karena terlihat begitu muda. Tidak menyangka kalau pemuda tampan itu ternyata tempat dia ingin bekerja.
Ternyata … Adam adalah generasi kedua dari keluarga kaya?
Tidak terlalu memperdulikan apa yang dipikirkan Yui, Adam mengajaknya masuk ke dalam cafe. Dia langsung membawa gadis itu menuju ruang makan dan memintanya duduk.
“Duduk.”
Melihat Yui yang duduk dengan patuh, Adam menyiapkan beberapa potong sandwich di depan gadis itu. Karena dirinya sering berlatih dengan keras, biasanya pemuda itu makan lebih banyak daripada kebanyakan orang.
Jadi, untuk pagi ini … dia memilih makan lebih sedikit dan memberikan sebagian untuk Yui. Dia kemudian menoleh ke gadis itu sambil membawa gelas.
“Jus apel … tidak apa-apa?” tanya Adam.
“Ah!” Tersadar dari lamunannya, Yui segera mengangguk. “Tidak apa-apa.”
“Makan dulu. Kita bisa membicarakan hal lain nanti.”
Setelah mengucapkan itu, Adam kembali memakan sarapannya. Dia kemudian melihat ke arah ayam yang berhenti makan dan menatap Yui dengan wajah konyol. Kelihatannya heran.
“Jangan buat masalah Nix,” ucap Adam.
Mendengar ucapan Adam, Nix berkokok tidak puas sebelum kembali mematuk sarapan di mangkuknya.
Yui akhirnya ikut memakan sarapan dengan ekspresi malu-malu di wajahnya. Sementara sesekali melirik ke arah si ayam hitam dengan pandangan heran. Gadis itu masih merasa aneh. Ayam pejantan seperti itu biasanya dipelihara di kampung untuk diadu. Sedangkan Adam benar-benar memperlakukannya seperti peliharaan normal, bukan sebagai ayam aduan.
Jika Nix tahu apa yang dipikirkan Yui dan bisa bicara, dia pasti sudah mengeluh.
‘Ada yang salah dengan matamu, Gadis kecil! Tuan Nix yang hebat ini telah diperlakukan sebagai ayam aduan oleh bos jahat itu.
Bukan untuk melawan ayam lemah lainnya, tetapi beradu melawan hantu dan roh jahat!’
Selesai makan sarapan bersama, Adam dan Yui duduk di ruang depan. Tempat para pengunjung akan duduk dan menikmati waktu mereka dalam cafe. Sedangkan Nix, Adam membiarkannya untuk pergi bermain di halaman belakang.
“Jadi … kamu ingin bekerja di sini?” tanya Adam.
“Iya.” Yui mengangguk, tampak agak gugup. “Saya ingin bekerja di sini, tapi sebagai pekerja paruh waktu.”
“Tenang saja. Aku juga tidak membuka cafe secara penuh waktu.” Adam berkata dengan nada santai.
“Tunggu sebentar. Aku akan mengambil dokumen tentang persyaratan untuk bekerja. Selain syarat untuk bekerja, di sana juga tertera jam kerja, gaji, dan semacamnya,” tambah Adam sebelum pergi meninggalkan Yui yang sedang linglung.
Setelah beberapa waktu, Adam pun kembali sambil membawa dokumen terkait. Dia kemudian menyuruh Yui membacanya.
Usai membaca dokumen itu, Yui tampak heran.
“Adam … kamu membuka cafe hanya di sore hari?”
“Aku membukanya pukul empat sore sampai jam sepuluh malam. Hari jum’at libur, tetapi di hari lain kalian harus sampai di lokasi kerja sebelum jam setengah empat.
Untuk jam setengah empat sampai jam empat, kalian akan menyiapkan semuanya agar tertata dan memastikan kebersihan sebelum membuka cafe. Dalam enam setengah jam kerja, kalian memiliki jam istirahat tiga puluh menit. Jam istirahat dilakukan bergiliran.
Sedangkan masalah gaji … aku akan memberi sesuai gaji standar daerah ini.”
“Eh???” Yui memiringkan kepalanya dengan ekspresi aneh. “Enam setengah jam kerja tetapi dengan gaji seperti delapan jam kerja? Selain itu, membuka cafe hanya pada sore hari sampai malam? Tidakkah kamu takut rugi, Adam?”
“Menurutku sendiri, aku tak akan rugi. Namun … aku juga tak memiliki hasil yang banyak setelah pendapatan penjualan dipotong gaji karyawan, membeli bahan, dan perawatan cafe,”
“Lalu kenapa kamu melakukan ini?” tanya Yui dengan bingung.
Menurut Yui sendiri, pengusaha biasanya mencoba memaksimalkan keuntungan mereka bahkan sampai menekan para pekerja dengan keras. Sedangkan yang dilakukan oleh Adam adalah hal sebaliknya.
“Mungkin … hanya hobi?” Adam tersenyum lembut. “Tidak masalah tidak memiliki hasil yang banyak, asal cukup untuk hidup.”
Adam tidak mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Pemuda itu sebenarnya hanya ingin membuka lapangan kerja bagi seorang pelajar atau mahasiswa yang membutuhkannya. Tidak banyak tempat, tetapi … paling tidak bisa membantu beberapa dari mereka.
Sedangkan untuk uang? Dia sudah mendapatkan cukup banyak dari hal-hal lainnya.
Setelah berbincang dengan Yui, beberapa orang yang mendaftar mulai berdatangan. Selain Yui, Adam memilih yang lain dengan hati-hati karena pemuda itu tidak memerlukan banyak orang untuk menjalankan cafe miliknya.
Dalam Cafe yang ingin dia buka, Adam hanya memerlukan 16 orang termasuk Yui yang akan dia pekerjakan sebagai kasir. Delapan orang lainnya adalah 8 pelayan, 3 orang juru masak (chef dan asistennya), 2 barista, dan 2 dishwasher.
Dari delapan tempat yang tersisa pun, Adam juga telah menyisihkan 5 tempat yaitu chef dan barista. Jadi, dia hanya memiliki lowongan untuk 10 orang.
Tentu saja, kriteria untuk pelayan cukup keras. Selain berpenampilan menarik, Adam juga memastikan mereka rajin dan ramah kepada pelanggan.
Pada siang hari, akhirnya semuanya diurus dengan baik. Adam menerima empat waiter, empat waitress, dan dua dishwasher. Ditambah Yui yang menjadi kasir, enam slot langsung terisi.
Adam dengan santai memberi beberapa pengantar kepada para bawahannya itu sebelum menyuruh mereka kembali dan mulai kerja besok. Tentu saja, mereka telah menandatangani kontrak sesuai yang dijelaskan Adam sebelumnya.
Melihat orang-orang yang pergi dengan ekspresi bersemangat karena mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan waktu mereka dan memiliki penghasilan cukup, Adam menggeleng ringan dengan senyum lembut di wajahnya.
Cafe miliknya tidak bisa dikatakan besar, tetapi juga tidak kecil. Adam sendiri puas dengan pencapaiannya saat ini. Ya … meski rintangan sebenarnya akan muncul setelah cafe didirikan.
Malam harinya.
Berada di mobilnya, Adam terlihat tampan dengan kaos turtleneck yang dilapisi dengan coat berwarna navy di bagian luar. Sebuah tas berisi bokken terlihat di dekat Nix yang duduk di kursi co-pilot.
Adam berencana untuk pergi menuju ke suatu tempat yang …relatif tidak berbahaya dibandingkan SMA Blue Rose sebelumnya. Tujuannya sudah pasti, berburu roh jahat dan hantu!
Menyalakan mesin mobilnya, Adam menatap ke arah ayam konyol yang tampak serius. Pemuda itu membuka mulutnya.
“Waktunya mulai berbisnis!”
Menginjak pedal gas, mobil berwarna abu-abu metalik itu melesat pergi.
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 313 Episodes
Comments
F_Zaida_C
bukan berbisnis tapi berburu hantu
2023-10-12
0
Arya-Senpai
Berpenampilan menarik, wtf bruh
2023-09-08
0
nath_e
bisnis ayam???eeh🙈😂
2023-08-21
0