“Sudah selesai?”
Melihat ke arah Yui yang telah mengganti bunga yang lama dengan yang baru, Adam segera bertanya.
“En.”
Yui mengangguk. Setelah mengemas bunga lama dan membawanya, gadis itu bangkit. Dia dan Adam segera meninggalkan tempat itu dengan tenang. Ekspresi lega tampak di wajah gadis itu.
Sedangkan Adam, dia tampak sedikit tidak yakin. Masih memegang bokken di tangannya, pemuda itu mengamati sekitar. Suasana masih sangat sunyi, hal yang membuat perasaannya kurang nyaman.
Setelah berhasil meninggalkan area gedung olahraga, Adam tampak sedikit lebih lega. Aura dingin yang mencekik dari dalam gedung olahraga membuat pemuda itu tidak tahan. Meski belum masuk, dia sudah yakin kalau ada sosok mengerikan yang ada di sana.
Terlalu kuat … jangan diprovokasi.
Layaknya pemain game RPG, di awal, Adam memilih untuk mencari goblin untuk dibunuh. Menantang musuh tingkat boss benar-benar bunuh diri, dan dia tidak mau melakukan hal ceroboh seperti itu.
Pada saat melewati halaman belakang, Adam merasa sesuatu membuatnya nyaris tersandung. Melihat kalau itu hanya tali sepatu yang lepas lalu terinjak, dia menghela napas lega. Sangat tidak lucu jika dia tanpa sadar menginjak kepala orang atau hal-hal aneh semacamnya.
Adam segera berjongkok untuk kembali menali sepatu. Agak tidak puas, dia merasa perlu memakai jenis lainnya di waktu berikutnya. Pada saat menunduk, sebelum pemuda itu sempat merespon … dua tangan hitam dan kering muncul dari bayangan dan mencekik lehernya.
Merasakan tarikan kuat, wajah Adam langsung membentur ke tanah berlumpur. Hanya melihat warna hitam, dia merasa kalau rumput di sekitar kepalanya menggeliat dan mulai membungkus kepalanya. Tidak hanya itu, Adam merasa semakin sulit bernapas karena tangan yang mencekik lehernya semakin kuat.
Adam langsung menarik tangan itu untuk mencoba melepaskan cekikan di lehernya. Namun tangan hitam dan kurus itu sangat kuat. Bahkan dengan tenaga yang melebihi orang bisa, dia masih tidak bisa melepaskannya.
Pada saat itu … Adam mendengar suara ayam berkokok.
Ketika mendengar suara ayam, tangan dan rumput yang mencekik dirinya mengendur. Tidak berani melalaikan kesempatan, dia langsung bangkit untuk melawan. Namun ketika dia bangkit, pemuda itu tidak lagi melihat tangan hitam yang kering itu.
Mengamati sekitar sambil menyeka wajahnya yang dipenuhi lumpur, ekspresi Adam menjadi dingin. Dia kemudian melihat ayam hitam yang menatapnya. Penampilan ayam itu agak berantakan dengan banyak bulu yang rontok. Kelihatannya bahkan si ayam mengalami serangan. Kemudian Adam menyadari sesuatu ...
Yui tiba-tiba menghilang!
Apa yang Adam ingat tiba-tiba adalah sensasi kenyal di tangannya lalu suara detak jantung gadis itu ketika dia menyentuhnya. Pemuda itu langsung merasa aneh dan bingung.
“Seharusnya Yui itu hidup, kan? Dia bukan hantu yang berpura-pura, kan?” gumam Adam dengan ekspresi serius.
Dia kemudian mengamati sekitar dengan teliti, tidak berani lengah dan sembrono. Adam juga menatap ke arah Nix. Pemuda itu agak bingung bagaimana suara ayam kokok membuat hantu takut.
Seolah menyadari sesuatu, Adam memandang Nix dengan aneh.
“Jangan bilang … itu adalah skill Suzaku’s Cry?”
Melihat ayam yang mengangkat kepalanya dengan bangga, sudut bibir Adam berkedut. Dia tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa. Hanya saja, pemuda itu tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.
Bukankah Suzaku’s Cry seharusnya mirip dengan Tangisan Phoenix yang legendaris? Bagaimana bisa menjadi suara ayam berkokok?
“AAAHHH!!!”
Teriakan putus asa tiba-tiba terdengar dari bangunan utama sekolah. Mendengar itu, ekspresi Adam langsung menjadi lebih buruk. Dia tidak menyangka kalau para pemuda itu benar-benar masuk ke dalam tempat mengerikan itu. Mereka jelas mengganggu sosok yang ada di sana!
“Aku harus melapor polisi.”
Tidak ingin terlibat dengan sesuatu yang di luar kemampuannya, Adam memilih untuk menghubungi polisi. Namun ketika mengambil ponselnya, ekspresi pemuda tampan itu menjadi lebih buruk.
“Kamu pasti bercanda. Di bukit dekat kota …. tidak ada signal?”
Menemukan kejanggalang demi kejanggalan, Adam merasa tertekan. Dia akhirnya sadar, kedatangannya bersama orang-orang itu telah mengusik roh jahat yang ada di tempat ini. Masalahnya ... tidak hanya ada satu roh jahat, tetapi banyak!
Adam segera berlari menuju halaman depan sekolah. Sampai di sana, dia melihat sosok yang familiar. Itu adalah Yui yang berjalan memasuki bangunan utama sekolah. Melihat punggung gadis yang memasuki gedung lalu menghilang dalam kegelapan, ekspresinya menjadi lebih buruk.
“Apakah aku harus masuk atau tidak? Bagaimana kalau mereka semua hantu? Bagaimana kalau itu hanyalah jebakan?”
Ketika Adam mulai bingung, dia mendengar suara ayam. Menoleh ke arah Nix, pemuda itu menyadari tatapan serius si ayam.
“Apakah kamu yakin mereka berenam adalah manusia … yang hidup?”
Melihat Nix mengangguk dengan manusiawi, ekspresi Adam berangsur-angsur menjadi tenang. Karena besar di panti asuhan pemuda itu selalu diajari untuk saling peduli sesama, dia merasa agak tertekan. Adam ingin menyelamatkan mereka. Hanya saja …
Perasaannya berkata kalau itu sangat berbahaya!
“Hey, Nix!”
Mendengar panggilan Adam, Nix memiringkan kepalanya dengan wajah bodoh.
“Untuk sekarang aku akan mencoba percaya kalau kamu keturunan Suzaku, jadi … bantu aku untuk menghadapi makhluk-makhluk yang tak dikenal itu.”
Bukannya Adam ingin bunuh diri. Setelah berpikir panjang, dia sadar kalau tidak ada hal yang pasti dalam menghadapi hal yang di luar nalar manusia. Bahkan jika kali ini dia melarikan diri, bukan berarti dia akan bertemu makhluk yang lebih lemah atau semacamnya.
Jadi … Adam memutuskan untuk mencoba bertarung!
Seorang pemuda tampan dengan bokken di tangan yang diikuti seekor ayam hitam akhirnya memutuskan untuk memasuki bangunan utama sekolah. Ketika keduanya memasuki gedung, pintu depan langsung tertutup. Hal itu membuat sudut bibir Adam berkedut.
Plot klasik? Terkunci dalam sekolah berhantu?
Adam memegang bokken di tangannya menjadi serius. Energi berwarna emas yang terlihat sangat tipis melapisi bokken di tangannya. Tanpa ragu, pemuda itu menebas pintu depan sekolah.
BLAR!
Ledakan terdengar keras ketika pintu hancur dan serpihan kayu berterbangan di mana-mana. Dengan ekspresi tak acuh di wajahnya, Adam mendengus.
“Bermain trik klasik denganku? Jangan bercanda!”
Pada saat pintu rusak, Adam sempat mendengar suara hantu melolong dari kegelapan. Entah dari lantai pertama, dua, atau tiga … jelas ada ‘tuan’ yang menguasai tempat itu.
Pada saat itu, Adam mendengar suara ayam. Menoleh ke arah Nix, dia melihat si ayam menatapnya dengan sombong dan tidak puas.
“...”
Adam tiba-tiba merasa agak malu ketika melihat tatapan yang menyiratkan penghinaan.
‘Apakah kamu benar-benar tuanku? Kamu masih memerlukan seekor ayam untuk mengingatkan?’
Benar. Ketika dicekik oleh tangan hitam sebelumnya, Adam cukup panik dan melupakan kalau dirinya sudah berlatih Qi dan belajar skill bertarung Autumn Sword. Tidak menggunakan Qi untuk melawan, dia malah hanya menggunakan fisik.
Okay. Aku merasa agak tertekan sekarang. Aku agak ragu …
Mungkinkah aku benar-benar lebih buruk dari seekor ayam?
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 313 Episodes
Comments
kwon dae
yaelahh
2025-03-08
0
ennnxy
.
2024-10-26
0
F_Zaida_C
terkadang ayam lebih pintar dari mu 🗿
2023-10-12
0