Sebuah mobil BMW 4 melesat keluar dari Kota B. Mobil itu langsung menuju barat. Setelah beberapa waktu, mobil itu pun akhirnya sampai di sebuah desa tak jauh dari sana.
Mobil langsung menuju ke selatan desa, lebih tepatnya menuju ke sungai yang ada di selatan desa. Sampai di sebuah tempat parkir luas yang sepi, Adam menghentikan mobilnya.
Tempat yang dia kunjungi kali ini adalah sebuah lokasi yang biasanya digunakan digunakan untuk orang-orang yang hobi memancing. Beberapa waktu yang lalu, ada kejadian aneh di daerah itu.
Beberapa anak kecil menghilang secara misterius. Jika hanya satu orang anak, mungkin anak itu tanpa sadar terjatuh dan hanyut di sungai. Namun, anak yang menghilang di tempat itu berjumlah empat!
Dicurigai sebagai ulah penculikan anak, lokasi itu ditutup sementara. Ya … memang ditutup dan Adam masuk ke tempat itu secara ilegal.
Adam curiga kalau penyebab anak-anak menghilang bukan karena penculikan, tetapi ulah roh jahat atau hantu!
Meski tidak yakin seratus persen, Adam masih mencoba untuk mendatangi tempat itu secara langsung. Jika itu memang penculik, berarti tugas polisi untuk mengurusnya. Apabila itu memang berhubungan dengan roh jahat atau hantu … polisi sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.
Alasan kenapa Adam datang di malam hari tentu untuk memastikan kalau hantu itu mau muncul. Ya … mungkin bisa muncul di siang hari. Namun, Adam lebih memilih malam hari untuk menghindari masalah yang tidak perlu. Salah satunya polisi.
Hanya saja … pemuda yang sering merasa beruntung itu ternyata sedang sial. Baru turun dari mobil bersama dengan Nix, suara sirene terdengar. Sebuah mobil polisi tiba di lokasi tersebut.
Melihat mobil polisi yang diparkir di samping mobilnya, Adam tercengang.
Bukankah aku memiliki keberuntungan yang baik? Kenapa bisa menjadi seperti ini?
Apakah aku menjadi sial setelah membangunkan sistem? Selain mendapat seekor ayam, aku benar-benar harus berurusan dengan polisi dua kali!
“Apa yang kamu lakukan di sini?”
Mendengar suara yang akrab itu membuat sudut bibir Adam berkedut. Ketika pintu mobil polisi terbuka, sosok akrab muncul di hadapan Adam. Dia adalah wanita yang sebelumnya menangkap pemuda itu bersama beberapa rekannya.
“Aku … jalan-jalan?” Adam memasang ekspresi ‘tidak bersalah’ di wajahnya.
Jika itu di siang hari, polisi wanita itu mungkin masih percaya. Namun sekarang adalah malam hari dan Adam benar-benar muncul di lokasi kejadian kriminal. Jelas … wanita itu langsung curiga kepadanya.
“Jangan berpura-pura bodoh!” seru wanita itu dengan ekspresi marah.
“Anu … apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Adam mengalihkan pembicaraan.
“Kita bertemu sekitar satu bulan yang lalu! Aku Jennifer. Jangan berpura-pura tidak mengenalku, Mr Adam!”
“...”
Apakah semua polisi wanita itu harus tegas dan keras seperti itu? Setahuku … ada yang lemah lembut, kan?
Menyadari kalau Jennifer sedang memelototinya, Adam berpura-pura batuk.
“Wanita cantik sepertimu tidak pantas untuk keluar malam-malam, Nona Jennifer, itu berbahaya. Ada banyak-”
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Jennifer sudah menghampiri Adam dengan borgol di tangannya. Melihat itu, Adam sadar kalau wanita itu tidak datang kepadanya dengan niat baik.
“Huuh …”
Adam menghela napas panjang. Ekspresi ‘polos’ di wajah pemuda itu berangsur-angsur berubah menjadi dingin. Dia tampak tak acuh ketika memandang Jennifer.
“Sebaiknya kamu tidak bertindak impulsif, Nona Jennifer.”
Mendengar perkataan Adam, Jennifer mengangkat alisnya dengan ekspresi cemberut.
“Apakah anda tahu, Mr Adam? Mengancam seorang petugas polisi bisa dianggap sebagai tindak kejahatan.”
“Lalu menangkap waga tanpa bukti yang jelas itu bukan kejahatan?” Adam balas bertanya dengan ekspresi tak acuh.
“...”
Keduanya saling memandang dalam diam.
“Meski sebelumnya anda tidak bersalah, tetapi perilaku anda terlalu mencurigakan. Saya menduga anda mungkin terkait dengan organisasi penjahat tertentu, Mr Adam.
Tolong ikut saya ke kantor polisi untuk menjawab beberapa pertanyaan.”
“Maaf, aku menolak.” Adam berkata dengan nada dingin.
Belum sempat suara Adam memudar, Jennifer langsung mengambil pistol dari pinggangnya dan mengarahkannya kepada pemuda itu. Namun hal aneh terjadi …
Sebelum Jennifer meluruskan tangan untuk mengatur posisi menembak, Adam langsung menutup jarak beberapa meter dan muncul di depan wanita itu. Adam kemudian memukul pergelangan tangan Jennifer, membuat wanita itu melepaskan pistol dari tangannya.
Adam langsung menendang pistol menjauh. Pemuda itu kemudian menangkap salah satu tangan Jennifer dengan tangan kanannya dan menariknya ke belakang punggung wanita itu, membuat gerakan mengunci. Ketika Adam di belakang Jennifer, dia langsung mencekik leher wanita itu dengan tangan kirinya.
Jennifer terkejut melihat gerakan Adam yang begitu kuat dan cepat. Tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan merasakan rasa sakit baik di leher atau lengannya … wanita itu menggertakkan gigi. Kelihatannya marah dan tidak puas.
Sebuah fantasi langsung muncul di kepala Jennifer. Seorang polisi yang ditangkap oleh mafia jahat, lalu …
“L-Lepaskan aku.”
Jennifer berkata dengan nada panik. Napasnya mulai tak karuan. Wanita itu jelas begitu gelisah.
Melihat ekspresi Jennifer, Adam langsung melepaskannya. Wanita yang kehilangan tenaga dan lemas itu langsung menjatuhkan dirinya ke tanah. Mulai menghirup udara dengan rakus karena sebelumnya kesulitan bernapas.
Masih merasakan sensasi sakit di lehernya, Jennifer menyentuh lehernya sendiri lalu menatap Adam dengan penuh kebencian.
“Aku sama sekali tidak salah.” Adam berkata dengan nada tak acuh. “Kamu yang terlalu impulsif dan mencoba menyerang terlebih dahulu.”
“Kamu-”
“Lagipula, aku di sini bukan untuk berurusan denganmu.”
“Lalu untuk apa kamu datang ke tempat ini!” seru Jennifer dengan ekspresi tidak puas.
“Menyelidiki menghilangnya anak-anak di tempat ini.”
Mendengar jawaban dari Adam, Jennifer langsung terkejut. Tidak menyangka kalau pemuda itu sedang melakukan hal yang sama dengan dirinya.
“Apakah kamu seorang detektif swasta? Kelihatannya tidak. Jika kamu detektif swasta, seharusnya kamu memeriksa di siang hari. Lalu …” Jennifer bergumam pelan. Kelihatannya sedang menebak indentitas ‘asli’ Adam.
Pada saat itu juga, suara percikan air terdengar. Karena lokasi tempat parkir tidak jauh dari sungai, keduanya mendengar suara itu dengan jelas.
Jennifer dan Adam langsung menoleh ke arah sungai. Di sebuah sungai lebar dan gelap, air terus bergejolak dan memercik. Sepasang tangan kecil muncul dan menghilang dalam air.
Melihat hal itu, Jennifer memucat. Wanita itu jelas melihat anak kecil yang tenggelam dan langsung menatap Adam.
“Apa yang kamu tunggu! Selamatkan dia!”
Mendengarkan perintah Jennifer, Adam hanya diam. Pemuda itu terus memandang ke arah sungai. Meski terlihat sangat mirip, pemuda itu merasakan sensasi yang akrab.
Itu adalah aura dari roh jahat!
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 313 Episodes
Comments
F_Zaida_C
d1p3rk0s4 🗿
2023-10-12
0
Arya-Senpai
lohe
2023-09-08
0
nath_e
hantu air anak kecil pula weeh sadis ini😅tipe roh jahat level sekian😁
2023-08-21
0