Kania perlahan membuka mata nya saat merasakan elusan lembut dari tangan Luis, Luis tersenyum melihat Kania yang sudah sadar...
"Bagaimana keadaan mu?..."Tanya Luis masih mengelus rambut Kania dengan lembut, Tentu saja apa yang Luis lakukan membuat Kania kaget sekaligus merasa risih...
"Sa-saya tidak apa-apa tuan muda..."jawab Kania gugup, ia semakin terkejut saat Luis meriah tangan nya dan mengenggam nya dengan lembut...
"Terima kasih Kania, terima kasih atas hadiah terindah yang kamu berikan pada saya..."Ujar Luis lembut, Kania semakin bingung dibuat nya, ia merasa Luis sedang dirasuki iblis sesama nya sehingga membuat sikap nya seperti itu...
"Apa Maksud Tuan, saya sama sekali tidak mengerti?..."tanya Kania yang benar-benar bingung, Kuis tersenyum dan menyentuh perut rata Kania,perilaku Luis sukses membuat Kania kaget...
"Karna kamu telah mengandung anak saya..."
"Apa? Apa maksud tuan saya mengandung, a-apa saya hamil?..."Tanya Kania sterkejut sekaligus tidak percaya, ia berharap Luis hanya bercanda akan hal itu, bukan nya Kania tidak mau hamil, bahkan itu adalah keinginan Kania sewaktu kecil ingin mengandung dan melahirkan tetapi tidak dengan cara yang salah seperti ini, bagaimana tanggapan orang-orang nanti nya jika mengetahui kalau ia sedang hamil tanpa suami, dan itu akan berimbas pada anak nya nanti...
Tetapi sayang, anggukan Luis membuat Kania menyadari jika diri nya benar-benar hamil, Kania mneyentuh perut nya yang masih rata ia mengelus nya pelan sungguh Kania berasa seperti mimpi saat ini...
Ia memang Luis dengan tatapan yang sulit diartikan...
"Tuan, bebaskan saya dari situasi ini, saya tidak ingin orang-orang menghina saya karna hamil diluar nikah, biarkan saya pergi jauh dari kota, saya ingin merawat anak ini tanpa ada mengetahui jika saya hamil diluar nikah, saya tidak ingin jika anak ini menjadi bahan ejekan dari teman-teman nya nanti..."Mohon Kania menggenggam tangan Luis ia berpikir jika Luis tidak menginginkan anak nya dan menyuruh nya mengugurkan kandungan nya...
Luis langsung berdiri mendengar permintaan Kania, Ia memandang tajam kearah Kania, kemudian ia menundukkan badan nya dan mencengkaram kuat pipi Kania...
"Apa kamu berniat membawa anak saya kabur, kamu ingin memisahkan saya dengan darah daging saya, dengar Kania saya tidak akan pernah memberikan satu orang pun menjelek-jelekan bahakan menghina anak saya, saya akan membuat nya mati ditempat itu juga, dan jangan berani-berani kamu berfikir untuk membawa anak saya kabar jika tidak, maka kamu yang akan saya bunuh..."ucap Luis tegas, ia langsung mendorong pipi kania dan meninggalkan kamar itu...
Brakkk...
Kania menutup mata nya saat Luis menutup pintu dengan sangat keras, Kania bingung akan perkataan Luis, apakah dia menginginkan anak yang ada didalam rahim nya atau tidak....
Kania kemudian turun dari ranjang dan memutuskan mencari Luis, Kania akan meminta maaf pada pria arogan itu...
Sementara Luis, laki-laki itu kini sendang berdiri didekat kaca, ia mencoba mengatur nafas nya yang terenggah-enggah karna marah,...
"Tuan Muda..."panggil Kania pelan, Luis tak menjawab, ia masih sangat parah pada Kania...
"Pergilah Kania, sebelum saya melakukan sesuatu yang bisa melukaimu!!..."Seru Luis dingin, bukan nya pergi Kania malah semakin mendekati Luis, ia meraih tangan Luis dan meletakkan diperut rata nya, seketika Luis menoleh dan memandang Kania bingung....
"Maafkan saya tuan muda, saya tidak bermaksud untuk memisahkan anda dengan anak anda, sya hanya berpikir Tuan muda tidak menginginkan nya, saya berjanji tidak akan memisahkan nya dari anda..."Cicit Kania tersenyum manis, Luis mengangguk kemudian menarik tangan nya dari perut Kania...
"Istirahatlah didalam kamar, sebentar lagi akan ada pelayan yang datang membawa makanan untukmu, kamu harus menjaga kesehatanmu dan Anakku, ingat jika terjadi sesuatu pada anakku kamu yang akan bertanggung jawab...."Kania tersenyum dan mengangguk, ia pun kembali kekamar untuk beristirahat...
Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk...
"Kania buka pintu nya, saya tidak bisa membuka nya..."Seru Luis diluar pintu, Kening Kania berkerut, Ia pun berjalan dan membuka pintu...
"Astaga Tuan muda, sini biar saya yang membawa nya..."Pinta Kania berniat mengambil nampan yang berisi beberapa jenis makanan, Luis seketika menjauhkankan nampan itu dari jangkauan Kania...
"Tidak usah, aku bisa membawa nya sendiri, duduklah diatas ranjang..."Seru Luis yang dituruti oleh Kania, sebenar nya Kania merasa tidak enak tapi Kania juga tidak bisa melawan...
"Duduklah baik aku suapai..."Seru Luis beralih mengambil kersi, Kania gelagapan, ia sungguh sangat risih melihat Luis yang begitu perhatian pada nya...
"Tuan muda, anda tidak perlu repot-repot saya makan sendiri saja..."Tolak Kania berniat mengambil makanan dari tangan Luis tetapi seketika tangan nya digenggam oleh Luis....
"Biarkan saya yang menyuapimu Kania, saya ingin lebih dekat dengan anak sayangnya, apa susah nya, kamu tinggal makan tak perlu melakukan apapun..."tandas Luis tegas, Kania menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan, percuma berdebat dengan Luis itu tidak akan mengubah apapun...
Dan pada akhir nya, Kania pun makan disuapi oelh Luis, Kania makan dengan sangat lahap sungguh makan itu sangat enak entah karna Luis yang menyuapi atau memang makanan itu yang enak...
"Apa tuan tidak makan?..."tanya Kania yang mendapat gelengan kepala dari Luis...
"Nanti saja setelah pekerjaan saya selesai,..."jawab Luis santai, Kania langsung merebut piring yang ada ditangan Luis....
"Tuan,jangan gila bekerja, Walaupun bekerja itu bagus tapi kesehatan anda lebih penting,..."omel Kania bergantian menyuapi Luis...
"Ayo tuan makan!!..."Seru Kania terus memaksa Luis, dan pada akhir nya Luis pun mengalah,ia membuka mulut nya, Kania tersenyum senang, ia terus menyuapi Luis bergantian dengan nya, tanpa mereka sadari mereka telah makan satu piring dan satu sendok yang sama...
Luis terus memandang wajah cantik Kania, ia sangat bingung pada diri nya karna dengan mudah nya ia menuruti permintaan Kania tanpa protes, sementara saat dirinya bersama Alika ia susah sekali dibujuk....
"Cantik...."Ucap Luis tanpa sadar...
"Tuan bilang apa?..."Tanya Kania yang tidak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan oleh Luis..
"Aku tidak mengatakan apapun.."Luis mengelak, Kania hanya menaikkan kedua bahu nya dan kembali menyuapi Luis hingga makanan itu habis...
Setelah minum, Luis pun bangkit dan berniat melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda tapi seketika ia berhenti saat Kania memanggil nya...
"Tuan Muda..."Luis menoleh dan menaikkan alis nya pertanda bertanya...
"Terima kasih..."Ujar Kania tersenyum manis, Luis pun mengangguk dan keluar dari kamar itu meninggal Kania sendiri...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Anik Lestari
😍😍😍😍
2021-12-14
1
Anima Kiraniazhea
senyum sndiri bcanya...😍
2021-10-10
5