"Tapi Tuan muda, saya sangat bosan dihotel terus, biarkan saya ikut saya mohon saya berjanji saya akan baik-baik saja...."Mohon Kania menggenggam erat tangan Luis, Luis menghela napas kasar dan mengangguk, percuma saja melarang wanita kepala batu seperti Kania pikir Luis
"Sebaiknya kita makan, nanti kita terlambat kalau hanya mengobrol saja didalam kamar mandi seperti ini,!!..."Seru Luis yang berniat ingin keluar dari kamar mandi tapi segera ditahan oleh Kania...
"Maaf tuan muda, bukan nya saya tidak menghargai anda, tapi saya tidak bisa keluar jika Udang goreng itu masih dimeja makan itu akan membuat saya muntah lagi..."Ujar Kania yang membuat kening Luis berkerut...
"Apa kamu tidak suka udang?..."Tanya Luis yang langsung mendapat gelengan kepala dari Kania hal itu semakin membuat Luis bingung...
"Saya sangat menyukai udang Tuan muda, itu adalah makanan kesukaan saya, tapi entah mengapa melihat udang itu perut saya seperti diaduk-aduk dan saya selaku ingin muntah..."Luis seketika terdiam, ia melihat Kania kemudian keluar dari kamar mandi...
setelah beberapa menit berlalu, Luis kembali masuk kedalam kamar mandi dan mengajak Kania untuk keluar...
"Ayo keluar, saya sudah meminta seorang pelayan untuk membawa udang itu keluar!!..."Seru Luis yang diangguki Kania mereka pun keluar dan berjalan kemeja makan....
"Maafkan saya tuan muda karna telah banyak merepotkan anda..."Ujar Kania setelah duduk berhadapan dengan Luis....
"Tidak masalah, saya tidak ingin kamu sakit disini kamu adalah tanggung jawab saya, makanlah cepatnanti kita terlambat..."Seru Luis mengambil beberapa makan untuk nya begitu pun dengan Kania...
Luis sedari tadi memperhatikan Kania yang makan dengan sangat lahap ia kembali teringat akan perkataan Kania saat dikamar mandi....
"Apa dia sedang? apa mungkin tapi dari tanda-tanda yang ia berikan semua nya sama?..."Luis menggelengkan kepala nya, ia pun melanjutkan makan nya karna tidak ingin terlambat...
Usai makan, Luis dan Kania berangkat kekantor, bersama, sepanjang perjalanan Luis dan Kania saling diam, mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing...
Setelah beberapa menit, mobil pun berhenti tepat didepan kantor, Kania terpukau melihat kantor Luis, walaupun hanya cabang saja tetapi tak kalah bersar dari kantor pusat, Kania terkejut saat melihat semua karyawan dan penjaga telah berbaris dan menundukkan badan nya memberi hormat pada Bos mereka, Sepanjang perjalanan semua karyawan yang mereka temui menunduk dengan sopan seraya menyapa tapi tak satupun sapaan dari Karyawan yang dibalas oleh Luis...
"Kamu duduk saja disofa itu, aku akan bekerja untukmenyelesaikan masalah disini dan secepat nya kita pulang... "Ujar Luis menunjuk sofa....
"Terus guna nya saya ada disini untuk apa Tuan kalau tidak membantu anda dalam pekerjaan?..."Tanya Kania yang merasa percuma dirinya ikut kejepang hanya untuk duduk manis saja...
"Untuk menemani saya Kania, masalah perusahaan ini sangat sulit dan kamu tidak bisa mengurus nya, lebih baik kamu duduk saja disitu sambil nonton tv kek main hp atau apapun.."Kania menghembuskan nafas nya dan berjalan kearah sofa, ia mendudukkan pantat nya dengan keras, sementara Luis duduk dimeja kerja nya dan memulai bekerja sebagai seorang Ceo besar didunia...
Kania sangat bosan, ia mencoba menonton tv untuk menghilangkan kebosanan nya tapi sama sekali tak berpengaruh begitupun saat dia bermain hp, Kania melihat Luis yang sedang serius bekerja,....
"Ternyata kalau Tuan muda sedang serius begitu dia sangat tampan ya,bahkan ketampanan nya semakin meningkat, astaga apa yang sedang aku pikirkan sadar Kania sadar,..." Seru Kania menggelengkan kepala nya, Ia pun memutuskan untuk menelpon Mutia untuk menghilangkan kebosanan nya...
Kania dan Mutia sangat asyik berbicara sampai mereka merasa dunia milik berdua, dan Kini giliran Luis yang terus memperhatikan Kania yang sedang sibuk bercanda dengan sahabat nya sampai tertawa terbahak-bahak....
"Yasudah kembali lah bekerja tidak ingin kamu diomeli sama Pak Marko yang menyebalkan itu...."Seru Kania tanpa sadar, Luis membulatkan mata nya sungguh baru kali ini ada orang yang berani mengatai Marko yang terkenal kejam itu sungguh luar biasa wanita satu ini pikir Luis dalam hati...
Luis kembali fokus pada pekerjaan nya saat Kania memutuskan sambungan telfon nya, ia tidak ingin jika sedari tadi ia memperhatikan Kania...
Kania memegang kepala nya saat merasakan kepala nya sangat pusing, ia melirik Luis yang masih sibuk bekerja, Kania berkali-kali memejamkan mata nya berharap rasa pusing nya sedikit berkurang, ia tidak ingin membuat Luis kesusahan dan pekerjaan nya kacau karna diri nya, Kania pun membaringkan tubuh nya disofa dan berpura-pura tidur agar Luis tidak tau jika kepala nya sangatlah sakit....
"Yatuhan ada apa dengan kepalaku mengapa rasanya sakit sekali...."Tanya nya seraya memijat kening nya, semakin lama kepala Kania semakin sakit, Ia sudah tak bisa menahan rasa pusing nya dan perlahan kesadaran nya mulai hilang hingga ia pun pingsan tanpa sepengetahuan Luis...
Saat jam makan siang tiba,, Luis mengakhiri pekerjaan nya, ia melihat Kania yang sedang tertidur menghadap sandaran sofa, ia pun bangkit dan menghampiri Kania...
"Kania bangun saat nya makan siang,..."Seru Luis yang tidak digubris oleh Kania, Luis yang kesal pun menggoyangkan lengan Kania tetapi Kania tidak bergerak malah hampir saja terjatuh tetapi Luis menahan nya...
"Astaga, apa sedari tadi Kania pingsan, aku mengira dia sedang tidur...."Ujar Luis mengangkat tubuh Kania dan membawa nya masuk kedalam kamar pribadi milik nya dan menghubungi Dokter....
"Kamu ini lama sekali, apa kakimu perlu disambung supaya kamu lebih cepat berjalan..."Pekik Luis memarahi Dokter yang baru saja masuk kedalam kamar...
"Maafkan saya tuan muda, jalanan sangat macet..."Cicit Dokter wanita itu membela diri...
"Aakhh sudahlah kamu ini memang Dokter Lambat, kali ini kamu saya maafkan tapi tidak dengan lain waktu, cepat periksa dia...."Dokter itu pun memeriksa Kania dengan tangan bergetar, kemudian ia tersenyum mengetahui keadaan Kania, sudah Dokter itu pastikan jika Tuan muda Luis akan bahagia mendengar kabar bahagia ini...
"Selamat tuan muda, Nona muda sedang hamil, dan usia kandungan nya memasuki 4 minggu, keadaan hamil muda seperti ini akan membuat istri anda muntah-muntah apa bila ia mencium aroma yang ia tidak susai..."Ujar Dokter itu sukses membuat Luis terdiam, ternyata dugaan nya benar Kania dengan hamil dan bayi itu adalah anak nya, sudah jelas terbukti dengan usia kandungan Kania yang baru 4 minggu dan kejadian itu pun baru 4 minggu berlalu...
Setelah Dokter pergi, Luis pun mendekati Kania,ia memandang wajah pucat Kania,....
"Ternyata kamu memang hamil anakku..."Ujar Luis tersenyum bahagia....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Indri Anggraiini
wah tokcer sekali aja main langsung jadi
2021-11-22
3
Anima Kiraniazhea
aku ikut bhagia😃😃😃
2021-10-10
4
atteu
buat mereka menikah thot
2021-10-10
5