Pagi harinya, Kania membuat matanya perlahan dan mendapati seorang laki-laki tampan sedang tidur disamping nya, Kania tersenyum mengira itu mimpi, tapi seketika matanya terbuka sempurna saat mengingat kejadian diklup malam dan bertemu seorang pria tampan....
"Akhhh..."Teriak Kania saat menyadari dirinya sendang tidak memakai baju sama sekali, Ia memekik kesakitan saat merasakan sakit luar biasa disela-sela pangkal pahanya...
Karna Teriakan nya yang sangat nyaring Luis terbangun dari tidur nya, ia memandang kesal kearah Kania yang menganggu tidur nya....
"Apa yang telah kamu lakukan padaku, kenapa aku tidak memaki baju?..."Tanya nya dengan wajah panik, Kening Luis berkerut dalam, sedetik kemudian senyum licik nya terlihat....
"Nona brandal ingat baik-baik,, bukan kah kamu yang memaksaku tadi malam?.."Bukan nya menjawab, ia malah balik bertanya, Kania seketika terdiam, ia mencoba mengingat peristiwa tadi malam tapi nihil ia sama sekali tidak bisa mengingat nya, Luis yang melihat jam yang bergantung diatas dinding menghela napas kasar, laki-laki tampan berhidung mancung dan berbadan kekar itu turun dari ranjang dengan telanjang bulat sontak saja Kania langsung menutup mata nya....
Luis berjalan kearah meja dan mengambil ponsel nya yang ia gunakan untuk merekam kejadian tadi malam, selepas itu, ia pun melempar ponsel itu keatas ranjang....
"Lihat baik-baik Video itu, supaya kamu tau siapa yang memaksa dan siapa yang dipaksa!..."Seru Luis berjalan kearah kamar mandi, setelah mendengar kamar mandi tertutup, Kania pun membuka tangan nya, ia melihat ponsel mewah Luis ada didepan nya....
Dengan ragu, Jari lentik nya meraih ponsel mewah itu, terdapat sebuah video rekaman, Kania sebenar nya sedikit ragu, tapi ia harus mematikan jika memang pria itu yang memaksa nya, dan dia bisa menuntut Luis dengan bukti yang ada, Kania pun mulai memutar Rekaman nya...
"Hah,..."Kaget Kania melihat rekaman itu menunjukkan bahwa dialah yang memaksa Luis, ada mengedipkan mata nya berkali-kali berharap apa yang ia lihat itu semua nya bohong, tetapi sesering apapun ia berkedip rekaman itu tetap menunjukkan bahwa dirinya lah yang memaksa Luis, bahkan ia terlihat sangat agresif...
"Ternyata aku benar-benar ganas ya,?..."Pertanyaan konyol pun terlontar dari mulut mungil Kania melihat dirinya yang begitu ganas, sedetik kemudian, Ponsel yang ada ditangan nya terjatuh, ia kembali melihat tubuh nya yang polos dan kemudian terdiam...
"I-itu berarti aku bukan perawan lagi? Aku sudah tidak suci lagi, dan laki-laki itu yang mengambil nya?..."Air bening seketika meluncur begitu saja dipelupuk mata Kania, dirinya sangat menyesal karna telah pergi keklub malam, andai saja dia mendengar kata Mutia semua ini tidak akan terjadi...
"Mommy, maafkan Kania, Kania ngak sadar Mom, maafkan Kania..."Ujar Kania sesegukan, Ia sungguh menyesal dengan keadaan nya sekarang uang berstatus gadis tapi bukan perawan...
Seketika Kania menghapus air mata nya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, ia memperkuat pegangan selimut nya saat melihat Luis keluar dari kamar mandi...
Tringg....
Kedua insan itu menoleh kearah pintu saat bel berbunyi, Luis yang hanya menggunakan haduk yang melilit dipanggang nya berjalan kearah pintu, perlahan ia membuka pintu itu dan terlihat seorang laki-laki berjast hitam sedang berdiri didepan kamar nya membawa dua Paper Bag, Luis langsung meraih Paper Bag itu dan menutup pintu tanpa mengatakan apapun..
"Ini pakaian untukmu,..."Ujar Luis melempar Paper bag berwarna merah keatas ranjang, dan Luis sendiri kembali masuk kedalam kamar mandi untuk mengenakan pakaian yang dibelikan sang Asisten...
Setelah selesai memakai pakaian, Luis pun keluar menggunakan Jast hitam dipadukan dengan celana hitam, ia berjalan kearah Ranjang dan memberikan sebuah kartu nama pada Kania...
Itu alamat dan Kartu namaku, kamu bisa menghubungiku jika kamu merasa rugi, aku akan membayar atas apa yang telah aku renggut darimu, aku akan memberikan berapapun yang kamu minta, walaupun kamu yang memaksaku..."Ucap Luis dengan smirk jahat nya, Mata Kania terasa perih, dada nya kembang kempis, pandangan tajam nya tak pernah lepas dari Luis...
Plakkk....
Satu tamparan keras mendarat dipipi Luis dengan sempurna, saking keras nya tamparan Kania Luis sampai memalingkan wajah nya kekanan...
"Dengar baik-baik orang kaya,aku tak butuh uangmu yang berlimpah, aku juga tidak butuh pertanggung jawaban, yang aku inginkan kamu pergi dari sini sekarang juga!!..."Seru Kania dengan tatapan penuh membunuh, Luis tersenyum tipis, ia pun mengangguk dan berniat untuk pergi, tapi beberapa langkah kaki nya terayung, ia pun berhenti dan membalikkan badan nya dan kembali melangkah kearah Ranjang dimana Kania masih duduk meringkup...
"Ingat jika Benihku tumbuh dan menjadi bayi, kamu harus merawat nya dengan baik, jika sampai kamu berani-berani menggugurkan nya maka kamu akan menanggung akibat nya, aku akan membuat kamu hidup seperti dineraka...."Ujar Luis dengan tatapan membunuh, Bukan nya takut Kania malah membalas tatapan Luis....
Tak lama kemudian, Luis pun benar-benar meninggalkan tempat itu diantar oleh tatapan sinis Kania...
"Akhhh, Dasar Laki-laki brengsek, aku berjanji akan membuat kamu merasakan apa yang aku rasakan...."teriak Kania penuh amarah, setelah sedikit tenang, Ia pun berdiri dan masuk kedalam kamar mandi...
Brakkk....
Kania mendorong pintu dengan sangat keras, dirinya kini telah hancur, Apa yang ia jaga selama ini telah hilang sekejap mata karna laki-laki yang sama sekali tak ia kenal, Sungguh Kini Kania merasa dirinya sangat kotor, ia terus melangkah menuju tangga, tetapi seketika langkah nya terhenti saat mendengar suara bariton ayah nya...
"Kania..." Kania membalikkan badan nya dan menghela napas kasar...
"Ada apa?..." tanya nya cuek...
"Darimana saja kamu, kenapa kamu tidak pulang tadi malam? apa kamu tau Ayah sangat khawatir sama kamu..."Tanya Sang Ayah berniat memegang lengan Kania tetapi langsung ditepis kuat oleh wanita itu...
"Apa pedulimu Tuan Fahmi, aku merasa anda tidak perlu mengurus kehidupan saya, Urusin saja Istri dan anak tercintamu itu,..."Tandas Kania dengan ucapan tajam nya, ia kemudian berbalik dan menaiki tangga satu persatu dan sekali-kali berlari...
"Kania, Kania tunggu ayah mau bicara Kania!!..."Terik ayah Fahmi yang sama sekali tak mendapatkan respon dari Sang putri, Ayah Fahmi menghela napas, ia memandang sendu putri sulung nya, sudah hampir 15 tahun hubungan nya dengan Kania merenggang...
"Akhhh aku benci dengan kehidupanku, Kenapa engkau selalu membuat aku menderita tuhan kenapa?..."Teriak Kania dengan penuh kemarahan, Semua barang yang semula tersusun rapi kini telah berserakan diatas lantai, Kania masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur tubuh nya dan menggosok nya dengan keras....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Septi Wijaya
lagi dong... 😍😍😍
2021-10-07
2