Pagi harinya, Kania dan Mutia sudah siap untuk berangkat kekantor, hari ini Kania tidak akan mengulangi kesalahan lagi seperti yang kemarin....
"Kania tadi malam gimana pestanya lancar ngak?..."Tanya Mutia setelah mereka masuk kedalam mobil, Kania menggeleng pelan kemudian menceritakan kejadian tadi malam....
"Wah gila tuh Si Alika, orang dia yang selingkuh seandainya nih ya aku ketemu sama dia aku remas tuh muka nya...."Geram Mutia mendengar cerita Kania, kemudian ia tersenyum dan melirik Kania...
"Kenapa sih,?..."Tanya Kania saat melihat Mutia tersenyum senyum sendiri seraya melihat kearah nya...
"Ngak papa, cuman mikirin Tuan muda Luis, ternyata dia romantis juga ya,..."Kania memutar bola mata nya malas mendengar pujian Kania untuk Luis,...
"Tapi kamu tau ngak sih?..."
"Ngak tau kan belum kamu kasih tau..."Jawab Kania yang langsung mendapat pelototan dari Mutia...
"Makanya dengar dulu, Kan kemarin aku sempat dengar tuh karyawan bercerita tentang Tuan muda yang baru saja memecat lebih dari 100 karyawan hanya karna 1 orang yang membuat masalah,..."Ujar Mutia bercerita...
"Kok kamu ngak kaget sih?..."tanya Mutia melihat Kania biasa-biasa saja...
"Ohh aku lupa kaget, coba ulang cerita nya..."Seru Kania membuat Mutia kesal...
"Haha, Aku udah tau kok, soal nya aku juga dengar dari karyawan saat aku ketoilet,..."Kania terkekeh melihat wajah Mutia yang terlihat kesal, tanpa mereka sadari mereka telah sampai diperusahaan karna asyik bergosip...
"Nanti siang kita makan bareng ya,...."Ajak Mutia yang disetujui oleh Kania, mereka pun berpisah dan keruangan masing-masing,...
"Semangat kerja nya Kania..."Ujar Kania pada diri nya sendiri, saat tengah asik bekerja ponsel nya berdering, ia melihat layar ponsel nya dan tertera nama Tuan Fahmi alias ayah kandung nya, dengan malas Kania mengangkat nya...
"Ada keperluan apa sehingga Tuan Fahmi yang terhormat ini menelfon saya?..."Tanya Kania ketua, terdengar helaan napas dari seberang telfon..
"Nak, tadi malam kamu kemana kenapa ngak pulang, Ayah sangat mengkhawatirkan kamu?..."Tanya Ayah Fahmi yang terdengar sendu,Kania terkekeh mendengar kecemasan ayah nya..
"Tidak perlu berpura-pura perduli pada saya Tuan Fahmi, saya ingin tidur dan pergi kemanapun bukan urusan anda, urusin saja anak dan istri kesayanganmu itu,dan ingat satu hal, saya adalah anak yatim piatu, saya sudah tidak memiliki Mama dan juga Ayah, Ayah saya Sudah meninggal disaat mama saya bunuh diri didepan mata kenapa saya sendiri, camkan itu baik-baik..."Ujar Kania panjang lebar dan langsung memutuskan sambungan telfon nya, Kania kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda karna ayah nya....
"Sampai kapan kamu akan seperti ini pada ayah nah, Ayah sangat merindukan mu, ayah merindukan Kania yang begitu manja dengan ayah,..."Ujar Ayah Fahmi menatap sendu foto putri kesayangan nya,...
Kania yang sedang sibuk bekerja seketika mengangkat pandangan nya saat mendengar suara langkah kaki yang terdengar semakin mendekat, Kania langsung berdiri saat Melihat Tuan muda Luis berjalan kearah nya diikuti oleh Marko sang asisten pribadi...
Kania langsung menundukkan badan nya memberi hormat...
"Selamat pagi Tuan muda Luis, semoga hari anda menyenangkan..."Sapa Kania setelah menundukkan badan nya, Luis tak menjawab, bahkan melirik pun tidak, ia langsung saja masuk kedalam ruangan nya diikuti Marko...
"Dasar Bos menyebalkan, ngak disapa marah sampai-sampai ingin dipecat, giliran disapa ngak di jawab, aku cekik leher nya bisa tau rasa kamu tuan muda menyebalkan...."Gerutu Kania menggelengkan kepala nya, ia pun menyusun jadwal untuk Tuan muda hari ini,...
"Nona muda Kania, apa jadwal Tuan muda sudah anda susun?..."Tanya Marko saat keluar dari ruangan Luis...
"Sudah pak..."Jawab Kania menunduk sopan, Marko hanya mengangguk kemudian pergi dari hadapan Kania...
"Ngak Bos ngak asisten sama aja, dunia ini benar-benar aneh..."Ujar Kania menggelengkan kepala nya melihat Marko yang sudah masuk kedalam ruangan nya, Kania pun mengetuk pintu ruangan Luis setelah mendengar perintah masuk dari sang empuh ruangan ia pun masuk...
"Ada apa?..."tanya Luis datar...
"Saya ingin menyampaikan jadwal Tuan muda hari ini..."Jawab Kania sopan, Luis mengangguk kemudian menyuruh Kania membacakan jadwal nya...
"Bisakah kamu memakai baju yang lebih longgar lagi saat bekerja?..."Tanya Luis yang berhasil membuat Kania berhenti membacakan jadwal nya, Mata Kania melotot tajam kearah Luis, ia kemudian melihat kearah baju nya yang sedikit terbuka menampakkan bra warna hitam milik nya, Kania dengan sigap menutup nya dengan tangan...
"Maaf Tuan, bajunya memang sangat kecil, saya akan menganti nya,..."Cicit Kania merasa malu....
"Bukan baju nya yang kecil, punyamu yang terlalu besar..."gumam Luis pelan...
"Tuan muda bilang apa?..."tanya Kania yang tidak mendengar jelas ucapan Luis...
"Aku tidak bicara apapun,, cepatlah ganti pakaianmu!!.."Seru Luis yang diangguki oleh Kania, Kania berbalik hendak pergi dari ruangan itu tapi Luis kembali memanggil nya...
"Kamu mau kemana?..."tanya Luis melihat Kania yang hendak keluar...
"mau ganti baju tuan muda..."Jawab Kania menunjuk pintu keluar...
"Ini kunci kamar pribadi saya, kamu bisa mengganti nya disana, kebetulan pakaian mama saya tertinggal waktu berkunjung kesini..."Seru Luis memberikan sebuah kunci pada Kania...
"Ta-tapi Tuan muda...."
"sudahlah Kania, setelah ini kita akan meeting ingat waktu adalah uang!!..."Kania menghela napas pelan dan mengambil kunci yang disodorkan oleh Luis, ia pun masuk kedalam kamar pribadi Luis untuk mengganti pakaian...
Kania tercengang melihat kamar pribadi Luis yang begitu besar, Pandangan Kania berkelana menyusuri tiap sudut ruangan...
Kania yang takut dimarahi oleh Luis karna terlalu lama segera mencari baju yang dikatakan Luis, ia membuka satu persatu lemari Luis, setelah mendapatkan, Kania langsung mengenakan...
"Gadis Bar-bar itu hampir saja membuat aku hilang kendali, tapi kenapa bagian itu nya sangat besar bahkan lebih besar dari pertama kali aku meremas nya..."Luis menggelengkan kepala nya berusaha tersadar dari fantasi kotor nya, sekali-kali ia melihat kearah Kamar yang masih tertutup rapat...
"Apa benih yang aku simpan tidak jadi ya, kan sudah ada satu minggu, kenapa belum ada tanda-tanda kalau Kania hamil...."Tanya Luis pada diri sendiri saja mengingat semua milik nya masuk kedalam rahim Kania dan ia bermain cukup lama...
tak lama kemudian, Kania keluar dengan memakai dress miliki mama nya, Luis sangat terpukau melihat kecantikan Kania...
"Tuan, Tuan muda Luis..."Panggil Kania yang berhasil membuyarkan lamunan Luis...
"Anda tidak apa-apa tuan muda?..."tanya Kania pelan...
"Hem i-iya saya tidak apa-apa,..."Jawab Luis gelagapan, Kania pun kembali membacakan jadwal Luis...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
dsy
lanjut thorr
2021-10-09
3
atteu
lanjut thor
2021-10-09
2