"Kania, Kania..."Panggil Luis yang berhasil membuat Kania tersadar dari ingatan masa lalu nya yang pahit,...
"Ada apa tuan muda?..."tanya Kania melihat sekeliling yang ternaya sudah sampai...
"Kita sudah sampai, Apa kamu menangis?..."Tanya Luis saat melihat air mata Kania, Kania terkejut ia langsung melap air mata nya dan menggeleng...
"Ti-tidak tuan muda, saya tidak menangis, saya hanya kelilipan saja..."Elak Kania berbohong, Luis tersenyum, ia bukanlah anak kecil yang bisa dibohongi begitu saja...
"Baiklah, maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk mengingatkan kamu pada kejadian 15 tahun silam...."Ujar Luis sedikit menyesal...
"Tidak apa-apa tuan muda,..."Jawab Kania mencoba tersenyum...
"Kania sebentar lagi kita akan menikah, walaupun pernikahan ini tanpa ada nya cinta tapi saya berharap kita bisa berkerja sama untuk merawat dan membesarkan anak ini, dan ingat panggil saya Luis bukan tuan muda, rasa nya sangat tidak enak diperdengaran jika Seorang calon istri memanggil calon suami nya dengan panggilan tuan muda, saya tidak suka, panggil nama saja!!..."Seru Luis yang terdengar seperti perintah...
"Baik tu, maksud saya Lu-Luis..."Ujar Kania meralat...
"Bagus, kamu sudah siapkan bertemu papa dan mama saya?..."Kania sebenar nya sedikit ragu,ia takut jika papa dan mama Luis tidak menyukai nya dan tidak merestui hubungan mereka, bagaimana dengan nasib anak nya nanti...
"Mama dan papa saya baik Kania, kamu tidak perlu khawatir, mereka pasti menerima kamu dengan tangan terbuka,..."ujar Luis seolah bisa membaca pikirkan Kania...
Kania pun mengangguk dan keluarga dari mobil begitu pun dengan Luis...
"Genggam tangan saya!!..."Seru Luis menyodorkan tangan nya dengan ragu Kania pun menggenggam tangan Luis, ia sedikit terkejut saat Luis membalas genggaman tangan nya dengan hangat, mereka pun melangkah bersama...
Sepanjang perjalanan Kania terus melihat tangan nya yang digenggam kuat oleh Luis, ada sedikit gejolak aneh dalam diri Kania, ia merasa nyaman berada didekat Luis, Mungkin bawaan bayi pikir Kania...
"Selamat malam ma, pa..."Sapa Luis setelah sampai dimeja tempat kedua orang tua nya duduk...
"Selamat malam sayang...."jawab mama Luis berdiri dan memeluk putra nya sulung nya, Mama Luis melihat Kania yang tersenyum sopan pada nya...
"Selamat malam Tante, Om, perkenalkan nama Saya Kania senang bisa bertemu dengan om dan tante..." Sapa Kania menyalami kedua orang tau Luis...
"Selama malam juga Sayang, kamu sangat cantik, pantas saja Luis jatuh cinta padamu, Luis kamu pintar sekali mencari istri, Bagaimana kandungan kamu apa baik-baik saja?..."Ujar mama Luis yang membuat Kania terkejut ia melihat kearah Luis yang terlihat santai..
"Duduk sayang nanti kamu capek berdiri itu bisa mempengaruhi janin yang ada di dalam kandungan kamu!!..."Seru Mama Luis yang diangguki oleh Kania, Kania sekali-kali melirik kearah Luis ia sungguh tidak menyangka jika Luis telah mengatakan jika dirinya sedang hamil...
"Terima kasih tante...."Ujar Kania sopan mama Luis tersenyum ramah dan mengangguk...
"Jangan panggil tante ya, panggil mama Liana saja dan dia Papa Johan..."Seru Mama Liana mengelus lengan Kania dengan lembut..
"Ia Tan maksud nya Mama Liana..."Jawab Kania sedikit gugup...
"Luis telah mengatakan semua nya pada kami Kania, dan kami sangat setuju kalau kalian menikah secepat nya, Luis juga telah menceritkan tentang kehidupan kamu termasuk dengan kejadian meninggal nya mama kamu, jadi kalau kamu kenapa-napa atau butuh sesuatu katakan pada Mama ataupun papa jangan sungkan..."Kania mengangguk pelan, ia tersenyum bahagia karna keluarga Luis bisa menerima nya tanpa mempermasalahkan apa pun, Kania sekali-kali melirik Papa Johan yang sedari tadi diam saja, ia berpikir jika Papa Johan tidak menyukai nya...
"Papa memang begitu sayang, dia itu sangat irit bicara, tapi dia sangat perduli pada orang lain, jangan khawatir papa juga merestui kalian kok..."Bisik Mama Liana yang seperti bisa membaca pikirkan Kania...
"Ia ma..."Jawab Kania pelan, pelayan pun mulai datang satu persatu untuk mengantar makanan, usai menatap makan dengan rapi para pelayan pun meninggalkan meja itu, Dan ke 4 insan itu pun mulai menyantap makanan nya masing-masing...
"Aku tidak menyangka keluarga Luis seharmonis ini, aku kira orang kaya itu semua nya sombong ternyata aku salah..." Ujar Kania memandang Luis, mama Liana, dan papa Johan bergantian....
"Luis bagaimana persiapan pernikahan kamu apa sudah siap?..."tanya Mama Liana setelah mereka selesai makan, kini mereka berbincang-bincang ringan...
"Mama tenang saja semua nya sudah siap 100%,..."Jawab Luis...
"Bagus, Setelah menikah kalian akan tinggal dirumah mama, mama ingin menjaga Kania sampai melahirkan..."Ucap Mama Liana yang tidak disetujui oleh Luis...
"Tidak ma, Luis dan Kania akan tinggal dimansion bagaimana mana bisa Kami tinggal dirumah mama sehingga Luis punya Mansion sendiri..."Mama Liana memelototkan mata nya mendengar penolakan Luis sedetik kemudian Mama Liana memasang wajah sedih ini lah senjata ampuh yang biasa ia gunakan dan selalu saja berhasil...
Dan benar saja, Terlihat Luis menarik napas panjang dan membuang nya perlahan...
"Baiklah, hanya sampai Kania melahirkan setelah itu Aku dan Kania akan tinggal dimansion...."Ujar Luis mengalah, Mama Liana langsung mengangkat kedua jempol nya pertanda setuju...
"Luis..."Panggil Papa Johan, Luis pun melihat kearah papa nya,...
"Kamu harus melindungi Kania, kamu tau sendirikan musuhmu berkeliaran diluar sana, mereka mencari cara untuk menjatuhkan kamu, papa dan mama tidak ingin terjadi sesuatu pada Kania dan anakmu, jika Kania sampai dan bayinya kenapa-napa karna musuhmu maka kamu yang akan bertanggung jawab..."Ujar Papa Johan yang diangguki Luis, Kania begitu bahagia karna kedua orang tua Luis begitu perhatian dan peduli pada nya...
"Terima kasih Ma,Pa kalian sudah mau menerima Kania menjadi menantu mama dan papa..."Ujar Kania terharu, mama Liana tersenyum dan mengelus rambut panjang Kania...
"Sayang, Mama dan papa menyanyi kamu seperti kami menyayangi Luis, walaupun kita baru bertemu tapi mama dan papa yakin kalau kami adalah wanita yang baik dan tepat untuk Luis, dan maafkan sikap Luis yang kasar padamu, dia sebenar nya tidak seperti itu, jika kamu mengenal nya lebih dalam pasti kamu akan tau seperti apa sifat asli nya..." Kania melirik Luis yang tak menunjukkan ekspresi apapun, kemudian Kania beralih menatap mama Liana dan mengangguk...
"Ma apa Kania bisa memeluk mama sebentar saja?..."Tanya Kania dengan mata berkaca-kaca, Mama Liana yang mengerti pun langsung mengangguk dan merentangkan tangan nya menyambut Kania masuk dalam pelukan nya...
Kania dengan cepat masuk dalam pelukan mama Liana, ia sangat bersyukur karna bisa merasakan pelukan seorang ibu setelah 15 tahun terakhir....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Natalia or Sunari ☺️❤️🩹
semangat author. semoga typo nya nggak ada lagi ya/Smile//Smile/
2024-07-16
0
avriillll
maaf thor tulisan nya agak diperbaiki, kalo masalah alur sh bgs bgt
2021-11-23
1
AjmiL
diakhir cerita ada bawang nyelip 😂 bikin mewek
2021-11-15
0