kenangan pahit

Jam menunjukkan pukul 4 sore, Semua pekerja kini telah pulang kerumah masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah karna bekerja seharian begitupun Kania dan Mutia....

"Akhirnya impian aku bekerja diperusahaan pusat tercapai juga, semoga kedepan nya aku bisa menjadi lebih baik lagi..."Ujar Kania tersenyum lebar, ia terus mengemudikan mobil nya menuju rumah yang selama ini ia tempati, Saat perjalanan pulang, Kania melewati kantor ayah nya, ia menoleh sejenak kemudian fokus pada kemudi mobil...

Keluarga Kania bukanlah keluarga yang tidak mampu, Ayahnya juga memiliki perusahaan, ia pernah ditawari oleh ayah nya untuk memimpian perusahaan tetapi Kania tolak mentah-mentah, bukan tanpa alasan, Kania tidak ingin menerima barang sepeserpun dari ayah nya, ia sangat membenci ayah nya karna mama nya bunuh diri saat mengetahui bahwa ayah nya selingkuh dan memiliki anak yang tidak jauh berbeda dari umur Kania dan pada saat ini Kania yang penurut dan sangat menghormati ayah nya berubah 360 derajat, ia menjadi Wanita kasar pembangkang dan sangat membenci sang ayah begitupun dengan adik tiri dan ibu tiri nya...

Kania menghapus air mata nya, mengingat kenangan paling pahit dalam hidup nya membuat dadanya terasa sesak, tanpa orang ketahui, Sikap Kasar dan bar-bar Kania menyimpan sejuta luka yang mencoba ia lupakan...

Sekuat dan sekeras apapun Kania mencoba untuk mengikhlaskan kepergian mama nya dia tetap tidak bisa, ia akan tenang apa bila tidak melihat Ayah dan kedua wanita ****** yang tinggal dirumah nya, dan apa bila Kania melihat wajah mereka kenangan pahit itu kembali melintas diingatan nya...

tanpa Kania sadari, mobil yang ia bawa kini sudah masuk kepekarangan rumah, Kania memarkirkan mobil nya dengan sembarang dan langsung turun begitu saja, begitulah Kania, ia akan mencari gara-gara dengan orang-orang yang ia benci dari rumah itu...

"Non Kania, Mau bibi siapin makan malam apa?..."Tanya seorang wanita paruh baya saat melihat Kania ingin menaiki tangga...

"Apa saja yang penting baik untuk dimakan..."Jawab nya ketus dan berlalu begitu saja, Bi Ani memandang sendu Kania yang naik kelantai dua, Bi Ani sangat merindukan sikap ramah dan sopan santun Kania yang telah berubah...

"Bini Tau Non, Non pasti masih tidak terima dengan kematian Bu Kinan, Bibi juga tua kalau Non Kania itu rapuh, Non hanya berpura-pura kuat untuk menutupi sakit hati Non Kania,...."Ujar Bi Ani sendu, Bi Ani tau betul bagaimana kejadian saat ini, karna ia telah bekerja dengan pak Fahmi sejak Kania masih bayi...

Malam hari pun tiba,, semua orang sudah berkumpul dimeja makan kecuali Kania, Ririn sedari tadi menggerutu karna ia sudah sangat lapar tetapi Ayah Fahmi melarang nya untuk makan karna Kania belum turun untuk makan malam...

Tak lama kemudian Kania pun turun, Ayah Fahmi tersenyum kepada putri sulung nya tetapi tak dihiraukan oleh Kania...

"Sini sayang duduk disamping ayah!!..."Seru Ayah Fahmi menyiapkan Kursi untuk Kania, tetapi Kania sama sekali tak melirik Ayah nya, ia malah berjalan dan duduk dikursi sudut jauh dari Ayah dan kedua wanita yang paling ia benci...

Ayah Fahmi tersenyum kecut, Kania benar-benar tidak menganggap nya lagi, tetapi ayah Fahmi tidak menyerah ia akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari putri nya kembali...

Mama Rina dan Ririn menghela napas kasar, ia begitu tidak suka dengan sikap Ayah Fahmi yang terlalu perduli pada Kania...

"Kania mau makan apa biar ayah siapkan?..."Tanya Ayah Fahmi yang lagi dan lagi dihiraukan oleh Kania...

"Bi tolong makan kesukaan aku udah masak kan?..."Tanya Kania tidak mempedulikan Ayah nya...

"Sudah Non, bentar Bibi siapkan..."Bi Ani pun menyiapkan makan untuk Kania, Ayah Fahmi memandang sendu putri nya, ia duduk kembali dan memakan makanan yang ia ambil untuk Kania...

Setelah selesai makan, Kania langsung berdiri dan berniat meninggalkan ruang makan tetapi ayah Fahmi langsung menahan nya...

"Nak Ayah mau bicara sebentar, sudah lama kita tidak ngobrol bareng kan..."pinta Ayah Fahmi memegang tangan Kania tetapi segera ditepis kuat oleh Kania...

"Aku tidak ada waktu untuk bicara dengan anda Tuan Fahmi, aku sibuk, masih ada istri dan putrimu yang bisa kamu ajak bersantai, dan jangan berharap kebaikan hatiku Tuan, Hati saya sudah membeku untuk memaafkan anda,...."Ujar Kania dengan tajam nya, ia berjalan menaiki tangga satu persatu...

"Apa yang harus ayah lakukan supaya kamu mau memaafkan ayah Kania..."Teriak Ayah Fahmi yang langsung membuat Kania berhenti melangkah, Kania membalikkan badan nya dan menghampiri sang ayah...

"Dengan membuat mamaku hidup kembali, aku akan memaafkan semua kesalahanmu jika kamu mampu membuat mamaku hidup kembali, anda tidak bisa kan? tidak perlu berharap saya akan berbaik hati memaafkan dosa-dosa anda karna itu sangatlah mustahil..."Ujar Kania dengan tajam nya, Ayah Fahmi terdiam, ia menundukkan kepala nya tak lama kemudian Kania berlari menaiki anak tangga datu persatu dan membanting pintu kamar...

Kania menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang, pandangan nya menatap kosong kedepan, ia berusaha mengatur nafas nya yang tersenggal karna emosi, kemudian pandangan nya mengarah pada foto wanita bersama seorang gadis cantik sedang tersenyum kearah kamera....

"Maafkan Nia mah, Nia belum bisa memanfaatkan Tuan Fahmi, sekeras apapun Nia mencoba Kania tetap tidak bisa,kata benci itu sudah melekat dan susah untuk hilang..."Ujar Kania menatap foto sang mama, Kania yang merasa lelah mencoba untuk tidur dan tak butuh waktu lama gadis cantik itu pun tertidur....

"Ayah sudahlah, percuma saja kan ayah selalu meminta maaf pada Kania, dia kan anak yang keras kepala jadi susah untuk bicara baik-baik..."Kelakar mama Rina yang disetujui oleh Ririn...

"Mama ngak boleh gitu, ini semua memang salah kita, Kania memang pantas membenci kita, kamu tau sendiri Kinan bunuh diri didepan kepala mata Kania saat mengetahui kita berselingkuh dan memiliki anak...."Ujar Ayah Fahmi menyesali perbuatan nya, Mama Rina menghela napas kasar dan mengajak Ririn untuk pergi dari sana...

Krinnggg... Krinngg...

Kania menggeliat, ia meraba ponsel nya dan mematikan alarm yang sudah ia pasang sebelum makan malam, ia segera bangkit dan masuk kedalam kamar mandi, senyum bahagia sedari tadi tak pernah luput dari bibir tipis nya, bagaimana tidak, pekerjaan sebagai Sekretaris yang selama ini ia inginkan terkabul juga, Ia sudah tidak sabar ingin segera berangakat bekerja dan memulai pekerjaan baru nya sebagai Sekretaris....

Sebelum berangkat, Kania menelepon Mutia terlebih dahulu untuk menjemput nya hari ini ia memutuskan untuk menginap dirumah Mutia karna malas bertatap muka dengan orang-orang yang akan membuat hati nya terluka....

Terpopuler

Comments

Liesdiana Malindu

Liesdiana Malindu

mudah2han Ririn bukan anak kandung tuan Fahmi. supaya mereka di usir dari rumah Kania.

2021-10-24

9

lihat semua
Episodes
1 Masih Perawan
2 Rekaman
3 Menarik
4 dipindahkan
5 kenangan pahit
6 Bertemu
7 memasak untuk Luis
8 Dia calon istriku
9 sulit dipercaya
10 tanda-tanda hamil
11 Jet pribadi.
12 Sekamar
13 Hukuman satu ranjang
14 susah ditebak
15 Hamil Anakku
16 Hadiah terindah
17 Luis Wiguna
18 Peliharaan kesayangan
19 Kejadian menyakitkan
20 diberi Restu
21 Bayi kita berdua
22 Terpesona
23 Kedatangan Alika dan Kemarahan Luis
24 tidak butuh cinta
25 Kedatangan Ayah Fahmi
26 Pertengkaran Kania dan Ayah Fahmi
27 Kemarahan Luis part 2
28 Laki-laki bersifat iblis berhati malaikat
29 Rujak buatan Tuan muda
30 masalalu Luis
31 Luis Sakit
32 Drama memilih Gaun
33 Sahabat kecil Luis
34 Kesederhanaan Kania
35 Membalikkan Fakta
36 Masalalu Tiara
37 Dilarang bertemu
38 Kedatangan Amara
39 Apa ini yang dinamakan rindu
40 Hari pernikahan
41 Meminta Hak
42 Drama koper dipagi hari
43 Masalalu Fahmi dan Rina
44 Karna Anak
45 Terlalu berharap
46 Wanita murahan
47 Sikap dingin
48 merindukanmu
49 Perasaan yang aneh
50 Perasaan
51 Kekejaman Luis
52 Dikerjain
53 Rasa nyaman
54 Istriku sayang
55 Kewajiban seorang istri
56 Penghinaan
57 Wanita sempurna
58 Rindu yang menyiksa
59 Kehilangan
60 Pengakuan Luis
61 Laki-laki misterius
62 Jesika
63 Rencana
64 Masa lalu Liana dan Johan
65 Masa lalu Liana dan Johan 2
66 Luis pulang
67 Keajaiban cinta
68 kedatangan Jesika
69 Ciuman
70 Permen pembangkit gairah
71 Luis cemburu
72 Jesika diusir
73 Memulai semua nya dari awal
74 ungkapan cinta
75 Minta maaf
76 Kedatangan Dion
77 Kenikmatan
78 Bangkai Kucing
79 Hukuman
80 Apa yang disembunyikan
81 Pertarungan
82 Terjebak
83 Diserang
84 Pengorbanan Fiona
85 Laki-laki bertopeng
86 Johan dan Siva
87 Kesalahan dimasa lalu
88 Kesadisan Luis
89 Wanita Tua
90 Kania Ketemu
91 Masalalu Sria
92 Masalalu Sria 2
93 Ayah kandung Diko
94 Syarat pernikahan
95 Pemandangan indah
96 Meminta Restu
97 Kencan
98 Terpana
99 bertemu calon mertua
100 Rania Wiguna dan Leo wiguna
101 Hari pernikahan
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Masih Perawan
2
Rekaman
3
Menarik
4
dipindahkan
5
kenangan pahit
6
Bertemu
7
memasak untuk Luis
8
Dia calon istriku
9
sulit dipercaya
10
tanda-tanda hamil
11
Jet pribadi.
12
Sekamar
13
Hukuman satu ranjang
14
susah ditebak
15
Hamil Anakku
16
Hadiah terindah
17
Luis Wiguna
18
Peliharaan kesayangan
19
Kejadian menyakitkan
20
diberi Restu
21
Bayi kita berdua
22
Terpesona
23
Kedatangan Alika dan Kemarahan Luis
24
tidak butuh cinta
25
Kedatangan Ayah Fahmi
26
Pertengkaran Kania dan Ayah Fahmi
27
Kemarahan Luis part 2
28
Laki-laki bersifat iblis berhati malaikat
29
Rujak buatan Tuan muda
30
masalalu Luis
31
Luis Sakit
32
Drama memilih Gaun
33
Sahabat kecil Luis
34
Kesederhanaan Kania
35
Membalikkan Fakta
36
Masalalu Tiara
37
Dilarang bertemu
38
Kedatangan Amara
39
Apa ini yang dinamakan rindu
40
Hari pernikahan
41
Meminta Hak
42
Drama koper dipagi hari
43
Masalalu Fahmi dan Rina
44
Karna Anak
45
Terlalu berharap
46
Wanita murahan
47
Sikap dingin
48
merindukanmu
49
Perasaan yang aneh
50
Perasaan
51
Kekejaman Luis
52
Dikerjain
53
Rasa nyaman
54
Istriku sayang
55
Kewajiban seorang istri
56
Penghinaan
57
Wanita sempurna
58
Rindu yang menyiksa
59
Kehilangan
60
Pengakuan Luis
61
Laki-laki misterius
62
Jesika
63
Rencana
64
Masa lalu Liana dan Johan
65
Masa lalu Liana dan Johan 2
66
Luis pulang
67
Keajaiban cinta
68
kedatangan Jesika
69
Ciuman
70
Permen pembangkit gairah
71
Luis cemburu
72
Jesika diusir
73
Memulai semua nya dari awal
74
ungkapan cinta
75
Minta maaf
76
Kedatangan Dion
77
Kenikmatan
78
Bangkai Kucing
79
Hukuman
80
Apa yang disembunyikan
81
Pertarungan
82
Terjebak
83
Diserang
84
Pengorbanan Fiona
85
Laki-laki bertopeng
86
Johan dan Siva
87
Kesalahan dimasa lalu
88
Kesadisan Luis
89
Wanita Tua
90
Kania Ketemu
91
Masalalu Sria
92
Masalalu Sria 2
93
Ayah kandung Diko
94
Syarat pernikahan
95
Pemandangan indah
96
Meminta Restu
97
Kencan
98
Terpana
99
bertemu calon mertua
100
Rania Wiguna dan Leo wiguna
101
Hari pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!