Pagi hari, Moza seperti mendengar Xiomei tengah membangunkan dirinya..
''Nona..
''Nona, ini sudah pagi..
''Hmmm, aku masih mengantuk Xio.
''Bangun nona, tidak enak jika anda belum bangun Nona.!
Moza membuka matanya dengan perlahan, mau tak mau ia harus bangun!! sebenarnya Moza sedikit kesal jika Xio membangunkan tidur nyenyaknya, karna terlalu bising di telinga seperti jam weker berbunyi nyaring..
Moza duduk dan bersender di peraduan, ia mengucek matanya dan menguap. ''Xio kau kah itu.? apa kau baik baik saja.? tanya Moza.
''Hmm hamba baik baik saja Nona, cepat nona bersihkan diri anda karna Ibu suri meminta anda untuk datang ke kediamannya..
''Untuk apa nenek lampir itu mengundangku..
''Maaf nona, namun apa nenek lampir itu.? tanya Xio dengan heran..
''Ahh lupakan, jika aku memberi tahumu maka sudah di pastikan akan ada yang menyampaikan nya kepada nenek lampir itu! bukankah pribahasa mengatakan! jika di istana dinding juga mempunyai telinga.? Ujar Moza yang melangkah pergi ke pemandian untuk membersihkan dirinya..
Xio tak memperdulikan ocehan junjungan nya, ia melihat isi lemari yang penuh dengan hanfu yang sangat indah. Xio pun memilihkan salah satu Hanfu untuk Moza pakai..
Sementara di dalam pemandian, Moza melepaskan semua pakaiannya dan berendam di air hangat yang sudah penuh dengan bunga..
''Ahh segarnyaaa..
..........
Sedangkan di Kekaisan Wu, Purta Mahkota Wanghilin tengah sibuk mencari tau wanita yang pernah ia jumapi itu!! Karna ia kehilangan jejak semanjak Kaisar Xin membawa Moza ke istananya..
''Apa kau sudah menemukannya.? tanya Putra Mahkota Wanghilin kepada bawahannya..
''Ampun yang Mulia, sepertinya orang yang pangeran cari sudah tidak ada lagi di kekaisaran kita, Karna hamba sudah mencarinya di setiap kota namun tidak menemukannya..
''Cari lagi sampai dapat! bawa dia kesini dan bunuh pria yang bersamanya..
''Baik yang Mulia..
............
Moza sudah tampil cantik dengan Hanfu hijau muda berpadu dengan hijau tua, rambutnya di kuncir satu dengan riasan natural yang membuat Moza terlihat seperti dewi..
Ia melangkah keluar dari kediamannya menuju kediaman Tulip milik Ibu suri negri ini..
Di sepanjang lorong, banyak mata yang mencemooh dan menghina Moza. Namun ia tak perduli, semakin banyak yang meremehkan dan mencemooh dirinya, semakin ia akan mengangkat tinggi dagunya keatas.
Sesampainya di depan gerbang kediaman Tulip, Moza memberi tahu kepada penjaga bahwa jika ia sudah datang memenuhi undang Ibu suri..
Salah satu penjaga itu menganguk dan memberi tahu sang majikan, yang sekarang berada di gazebo meminum teh dengan selir Zhaojun..
''Salam Yang Mulia Ibu suri.''
''Ada apa.?
''Di luar pintu, Nona Sin sudah datang berkunjung..''
Ibu suri dan selir Zhaojun saling pandang dan mengangguk. ''Panggil dia kemari..
Penjaga itu membungkuk dan melangkah pergi, sementara Xio sedang was-was dan berbisik pada junjungan nya..
''Nona anda harus hati hati, di dalam istana tidak ada namanya teman.'' bisik Xio.
Moza tersenyum dan menganguk..
Pengaja itu telah sampai danmempersiilahkan Moza dan Xio masuk menemui Ibu suri.
Moza masuk dengan langkah anggun, mengikuti kasim di depannya yang akan mempertemukan ia dengan Ibu suri. Moza tidak yakin akan keluar dari kediaman ini baik baik saja, untuk itu dia harus menguatkan mentalnya..
Hmmmm..
Moza membuang nafas panjang..
Xiomei menoleh,''Ada apa nona.? bisiknya.
''Tidak ada..
Dari jarak Moza berjalan, ia melihat Ibu suri tengah berbincang dengan salah satu selir Kaisar..
''Sudah aku duga ini tidak akan berjalan dengan lancar.'' Gumamnya dalam hati..
.
''Salam Yang Mulia Ibu suri, Nona Sin Moza sudah disini.'' ucap sang kasim.
''Salam Yang Mulia Ibu suri, salam selir Zhaojun.'' Moza memberi salam dengan sedikit menundukan kepala..
''Lihatlah ****** ini tidak memberi hormat dengan benar.!! gumam selir Zhaojun dalam hati.
''Kemari dan duduklah..
''Baik yang Mulia Ibu suri..'' ucap Moza yang langsung duduk di kursi yang kosong
Pelayan menuangkan teh untuk Moza..
''Sin Mo, apa kau tau maksud apa aku mengundang mu.?
''Tidak yang Mulia Ibu Suri.
''Aku tidak suka berbagai basi, aku hanya minta kau untuk tidak berharap menjadi permaisuri negri ini. Karna yang pantas menjadi permaisuri negri ini hanya selir Zhaojun seorang.'' ucapnya dengan menatap sinis Moza.
Moza tersenyum lalu meminum teh yang sudah di tuangkan untuknya..
''Hamba tidak sedikitpun menginginkan posisi permaisuri di negri ini yang Mulia, namun jika kau ingin tau. putramu lah yang telah menjanjikan posisi itu kepada hamba.'' jawab Moza dengan tenang..
''Tidak mungkin.!! bentak selir Zhaojun. "Kau pasti berbohong, tidak mungkin yang Mulia Kaisar menjanjikan itu semua kepadamu.!! bentaknya lagi
''Selir, untuk apa hamba berbohong.? jika kau tidak percaya, kenapa anda tidak tanya langsung kepada yang Mulia Kaisar.?!
''Kau berani sekali berdebat denganku ****** sialan."
''Ck, Dilihatnya dari tutur kata bahasa selir Zhaojun yang terlalu frontal, apakah itu mencerminkan sosok permaisuri dimasa depan nanti.?ejek Moza sambil terkekeh..
''Ka__
''Cukup.'' bentak Ibu suri, dan mentapa Moza dengan tatapan tak suka..
''Kau tidak bisa menjadi permaisuri, jika kau menginginkan posisi Selir akan aku pertimbangkan.''
Moza tersenyum dan meletakkan cangkir di meja. ''Sebelumnya hamba sangat berterima kasih, kepada yang Mulia Ibu suri karna telah menawarkan hamba menjadi selir di harem Kaisar. Namun hamba tidak ada niatan untuk menyandang Status apapun di istana ini.'' ucap Moza dengan membalas tatapan Ibu suri dengan berani..
Moza tiba tiba berdiri dan sedikit membungkuk. ''Jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, hamba undur diri yang Mulia.''
''Ka__
Ibu suri mencekal lengan selir Zhaojun yang akan memaki Moza atas tidak kesopanannya..
''Biarkan dia pergi...
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
cekek aja kaisar itu sampe mati
2024-08-20
0
Sandisalbiah
kenapa tdk mengajak Xio kabur aja..
2024-05-16
0
lily
fokus perjalanan ke arah selatan Moza
2024-04-26
0