...🐉Happy reading ziyeng 🐉...
.
Di kediaman mawar, selir Chu sedang menangisi nasibnya yang begitu memalukan, bagaimana tidak. Tadi saat ia pergi ke pasar untuk membeli beberapa gaun untuknya. Para nona bangsawan tengah menggosipkan dirinya dan penyakit yang ia derita sebagai kutukan karna terlalu sombong dan angkuh..
Aaaaggggrrrrhhh___
Selir Chu membanting gelas yang ada di meja..
"Berani sekali mereka membicarakan diriku.!! Awas saja jika penyakitku sudah sembuh, akan aku buat perhitungan kepada mereka semua.
Selir Chu terus saja membanting barang yang ada di kediamannya dan itu membuat para pengawal mau pun pelayan mengira jika selir Chu sudah gila..
Dan rumor tentang selir Chu yang sudah gila tersebar begitu cepat ke seluruh penjuru istana, harap di maklum dinding istana pun mempunyai telinga.
"Benarkah itu, Malang sekali nasibnya." Ucap salah satu pelayan yang mendengar bisikan dari temannya.
''Kenapa harus kasihan? biarkan saja sepeti itu. Mungkin dewa sedang menghukumnya.'' ketus dayang satunya lagi. Dan rumor itu menjadi luas karna dari mulut ke mulut telah sampai di luar istana..
.
.
Sementara Moza begitu senang saat Xiomei sudah sadarkan diri, setelah beberapa hari tergeletak tak berdaya. Yang mana Moza selalu menunggu nya siang dan malam berharap jika Xiomei sadar..
"Apa kau perlu sesuatu Xiomei.? Tanya Moza.
"Tidak nona..
"Ck. Sudah berapa kali aku katakan, jangan memanggil ku dengan sebutan nona.'' tegur Moza
"Tidak bisa nona, karna bagiku nona majikan sekaligus temanku sodaraku. Terima kasih sudah mau merawat hamba nona.''
hmmm__
"Ya sudah terserah dirimu, aku malas berdebat denganmu. Aku akan pergi mencari ikan di sungai untuk kita makan malam, Tunggulah di sini jangan kemana mana mengerti.?!
Xiomei tersenyum dan menganguk, sementara Moza pergi membawa tongkat yang biasa untuk menangkap ikan. Moza berjalan sambil melihat ke bawah, dan memungut buah apel yang jatuh dari atas pohon lalu melihat ke atas. "Wah ternyata banyak sekali buah apel di atas sana..
Moza sedikit menggunakan ilmu peringan tubuh untuk naik ke atas, Moza pun dengan riang memetik beberapa apel untuk di bawa pulang..
Hap...
Moza turun dari atas pohon dan melanjutkan perjalanannya ke arah sungai untuk menangkap ikan..
Sesampainya di sungai Moza melepaskan jubahnya dan turun ke sungai, Sedangkan dua pria sedang mengamati Moza dengan intens dari jarak cukup jauh..
Cantik..
Itulah yang keluar dari mulut Kaisar Xin Yuhuan yang memang sengaja mengikuti Moza sedari tadi..
"Yang Mulia apakah anda yakin, akan menjadikan nona itu menjadi permaisuri negri Xin ini.? bukankah itu akan membuat konflik di istana, terlebih dia tidak mempunyai dukungan siapa pun dan pasti akan ada debat membosankan para menteri kerajaan yang pasti akan menolaknya dan yang Mulia pasti tau ujung ujungnya mereka pasti menawari putri mereka untuk di jadian selir di harem mu..!! ucap Feng panjang lebar.
Kaisar Yuhuan terkekeh mendengarnya. ''Kau tau Feng, Zhèn tidak memerlukan dukungan siapapun untuk menjadikan dia permaisuri di haremku..
''Tunggulah disini..
Hap..
Kaisar Yuhuan turun dan menghampiri Moza yang sedang fokus menangkap ikan..
''Apa kau sudah mendapatkan ikan nya permaisuriku.? tanya Kaisar Xin duduk di batu besar..
Moza menoleh ke arah belakang dan menemukan kaisar menyebalkan menurut Moza. ''Untuk apa dia datang kesini.'' kesal Moza dalam hati..
''Salam Yang Mulia. '' ucap Moza walau ia merasa nggan untuk memberikan salam, namun Moza tetap menghormati kaisar Xin sebagai kaisar negeri ini. Ia tak mau di penggal karna tak menghormati penguasa di jaman kuno..
Setelah Moza memberi salam, ia kembali menombak ikan yang ada di sekitarnya..
''Perlu bantuan Permaisuriku.?!
''Tidak yang Mulia terimakasih..
''Baiklah, bagaimana dengan penawaran Zhèn tentang menjadi permaisuri di istana.?
Moza tak menjawab pertanyaan sang Kaisar, ia naik ke atas lalu memakai jubahnya..
''Hamba undur diri yang Mulia. " ucap Moza beranjak pergi dengan banyak ikan di tangannya..
Kaisar Xin tak sakit hati atas penolakan dari Moza, ia malah mengikuti Moza dari belakang, ''Kenapa kau menolakku.? tanya Kaisar Yuhuan..
''Hamba merasa tidak pantas yang Mulia, mohon untuk tidak mengikuti hamba. '' jawab Moza tegas.
Namun Kaisar tak memperdulikannya, ia terus saja mengikuti Moza sampai mereka sudah berada di gubuk tempat tinggal Moza..
Xiomei yang melihat nona nya telah kembali, menyambutnya dengan senyuman yang lebar.'' Nona anda sudah kembali. '' sapa Xiomei dengan riang, namun seketika matanya melotot ketika ia melihat Kaisar Xin berada di belakang Moza..
''Sa sa__salam yang Mulia.. ''
''Hem...
Moza memberikan apa yang di perolehnya tadi.'' Kenapa kau bangun, apa kau sudah membaik.? tanya Moza..
''Tentu Nona, kalau begitu aku akan memasak ini terlebih dahulu..'' ucap Xiomei yang merasa canggung karna melihat Kaisar berada di tempat mereka..
''Jika kau mau menjadi permaisuri Zhèn, kau tak perlu susah payah mencari makan.! bagaimana apa kamu mau? tawar Kaisar Xin..
''Tidak. Aku sangat mengenal bagaimana kehidupan di dalam istana yang Mulia, memasuki istana tak semudah membalikkan telapak tangan..
''Ah baiklah-baiklah akan Zhèn tanyakan lain waktu kepadamu, siapa tau kau berubah pikiran..'' ucapnya sambil tersenyum. ''Kalau begitu Zhèn akan pergi terlebih dahulu permaisuri ku, karna Zhèn ini sudah mengantarkan mu selamat sampai rumah. Maka Zhèn bisa tidur dengan nyenyak..
Moza tak bergeming dan masih diam di tempatnya tanpa mau menoleh ke belakang. Ia sangat muak dengan orang yang tidak menepati janjinya..
.
.
Xiomei dan Moza sudah selesai makan malam, kini mereka duduk memakan apel di teras depan beralaskan seadanya..
'' Xio. '' panggil Moza
Xio menoleh.''Ya nona.''
''Jika aku pergi dari kekaisaran ini, apa kau mau ikut denganku.? tanya Moza.
Xiomei menatap Nona nya dengan intes. ''Tentu saja aku akan ikut dengan mu nona, kau adalah keluarga ku satu satunya yang ku anggap kakakku..
Moza tersenyum dan membelai kepala Xio.''Baiklah, besok kita akan berangkat mengembara dan persiapkan keperluan mu, namun jika kau masih tidak enak badan kita akan urungkan lain waktu..
Xio menggeleng mantap. ''Tidak nona, Hamba sudah sembuh dan besok kita bisa langsung pergi.'' tutur Xio.
''Hmm baiklah.''
Malam hari.#
Moza berlatih meningkatkan tenaga dalamnya. Bermain pedang dan mencoba beberapa anak panah yang baru ia beli tadi pagi di pasar..
Syuuuttt..
Thak..
Anak panah itu menanjab dengan sempurna, Xiomei bertepuk riang saat melihat jung-jungannya begitu mahir memanah..
''Wahhh nona benar benar hebat.'' teriak Xiomei.
Moza harus memperkuat ilmu beladirinya, karna bisa Moza lihat berada di jaman kuno ini yang kuat akan di jung-jung dan yang lemah akan di injak..
.
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...
...LIKE.KOMEN.VOTE JANGAN LUPA YAA.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sandisalbiah
mungkin krn Moza yg sebatang jara dan terbiasa mandiri dulunya jd instingnya selaku bergerak cepat untuk menyesuaikan diri di tempat baru dan dlm kondisi apapu... dan otak cerdasnya itu mendukungnya utk belajar cepat dgn situasi di sekiratnya
2024-05-16
0
mama yuhu
bukan jaman kuno sj yg mesti kuat 😁jaman modern juga
2023-01-22
1
Kiss me💋
👌
2022-12-19
0