Malam hari pesta lampion akan segera di mulai, Moza dan Xiomei sedang dalam perjalanan menuju tempat lokasi. Para rakyat sudah berkumpul di sudut kota dekat sungai Yae Mu, yang mengalir tenang menunggu sang Kaisar dan anggota istana lainnya datang..
Moza dan Xiomei bergabung dengan kerumunan, sedangkan Xiomei berlari kesana kemari dengan riang gembira.
Moza hanya memperhatikan Xio dari jauh, namun dari jarak yang tak jauh ada sosok gagah perkasa sedang memperhatikan Moza sedari tadi...
''Aku menemukan mu..'' Ucap Kaisar Xin yang melangkah menghampiri Moza, namun langkahnya terhenti ketika dia melihat sosok Putra Mahkota Wanghilin menghampiri Moza..
''Nona kau disini rupanya.? sapa Putra Mahkota Wanghilin dengan senyuman manis di wajahnya..
Moza menoleh lalu memberi salam.'' Salam Yang Mulia putra Mahkota.''
Putra Mahkota Wanghilin mengangguk, ''Jadi kita tidak sempat bertukar nama.? siapa nama mu nona dan dari mana asalmu.? tanya Putra Mahkota Wanghilin..
''Nama hamba Young Moza Tuan, panggil hamba Moza..
''Baiklah,, dari man___
''Kau disini rupanya istriku.!! sapa Kaisar Xin memeluk pinggang Moza dengan Posesif..
Putra Mahkota Wanghilin yang melihat pria bertopeng, mengaku sebagai suami dari gadis yang ia cintai menggeram marah dan mengepalkan tangannya..
Sedangkan Moza mencubit pinggang Kaisar Xin dengan sangat kencang, namun Kaisar Xin menahannya sebisa mungkin agar ia tak berteriak..
''Ayo kita pergi istriku.'' Kasar Xin membawa Moza ketempat sepi..
..........
''Lepaskan aku brengsek.!! bentak Moza memberontak tak suka.
Dugh..
Kaisar Xin mendorong Moza ke pohon yang ada di belakangnya..
''Beraninya kau pergi tanpa seijin Zhèn ini.!!
"Apa maksud mu yang Mulia.?
"Kau hanya boleh pergi atas izin dariku, karna kau adalah calon permaisuri Zhèn.!!
''Aku bukan milik mu, dan aku tidak sudi menjadi permaisuri dari Kaisar tak memegang janji sepertimu.!!
"Suka atau tidak suka, Zhèn akan membawa mu ke istanaku.'' ucap Kaisar Xin yang langsung memukul tengkuk Moza sampai ia pingsan lalu membawanya..
Sementara Xiomei sedang mencari junjungan nya, yang sejak tadi menghilang entah kemana..
.
ISTANA XIN.##
.
Moza tidur dari semalam di kasur empuk milik Kaisar Xin.. Sementara sang Kaisar telah terbangun dari tidurnya dan duduk di sisi ranjang memandangi Moza dengan tatapan penuh kekaguman..
Di usapnya pipi Moza yang putih dan lembut. ''Kau hanya milik Zhèn seorang, tidak akan pernah Zhèn biarkan kau dimiliki oleh orang lain selain Zhèn ini.'' gumam Kaisar Xin..
Tak berapa lama pintu terbuka dengan lebar..
Krekeeet..
''Hamba menghadap yang Mulia.'' sang Kasim membungkuk hormat..
''Ada apa.?
'' Ibu suri dan para selir ingin menemui anda yang Mulia.''
''Baiklah, suruh mereka menunggu Zhèn di taman Istana..
''Baik yang Mulia.''
Sang kasim pergi membungkuk hormat, sementara Kaisar Xin berdiri dan mencium kening Moza..
Cup..
''Aku akan pergi sebentar, jangan pernah kabur lagi.!! ucap Kaisar Xin melangkah keluar dari kamarnya, namun di ambang pintu ia menoleh dan menatap pengawal dan dayang dengan tatapan dingin dan tajam..
''Jaga permaisuri ku!! awasi dia dan jangan sampai kabur lagi.!!
''Baik yang Mulia.'' ucap mereka serempak..
.
Sementara disisi lain.#
.
''Apakah kalian tidak bisa merebut hati Kaisar.? sampai sampai ia membawa calon permaisuri yang tidak jelas asal usulnya.?! Bentak Ibu suri penuh penekanan..
Pertanyaan itu membuat tiga selir itu bungkam, karna memang selama ini tak ada satu pun yang bisa mendekati Kaisar..
''Dan lihatlah dirimu selir Chu, sampaikan wajahmu buruk seperti itu.?!!
Selir Chu menundukan kepalanya, ia merasa malu karna wajahnya belum juga sembuh..
''Yang Mulia telah tibaa.'' teriak sang kasim membuat semua orang yang sedang nerbincang langsung berdiri memberi salam secara bergantian..
''Salam ibunda.'' sapa Kaisar Xin kepada ibunya..
Kaisar Xin duduk dan menatap selirnya dan ibundanya. ''Apakah ada hal yang penting.? tanyanya tanpa basa basi.
''Anakku, apakah benar rumor yang beredar jika kau membawa seorang wanita yang akan menjadi permaisuri di kekaisaran ini.. ? tanya ibu suri.
''Ya, dan saat ini dia tengah beristirahat di kediamanku.!! jawab Kaisar Xin dengan tegas..
Tiga selir itu mengepalkan tangannya di balik gaun, mereka tak terima jika di gantikan dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya..
''Apa kau tau asal usulnya putraku.?
''Itu tidak penting.!!
''Itu sangat penting anakku, kau harus memiliki pendamping yang mendukung mu di kekaisaran ini!! supaya tidak ada yang bisa menggantikan dirimu, para mentri dan pejabat pasti akan menolaknya karna dia bukan dari kalangan bangsawan..
''Itu tidak penting ibunda, tak akan ada yang bisa membantahku atau melawan perintahkanku.'' ucap Kaisar Xin lalu beranjak pergi meninggalkan keempat wanita itu dengan rasa kesal..
.
............
.
Sementara Moza yang sedari tadi bangun dari tidurnya, merasa heran dengan keberadaannya. terlebih dimana Xiomei berada kenapa ia tidak melihatnya..
''Dimana aku.!!
Moza melangkah ke arah pintu dan mencoba membukanya, namun pintu besar dan kokoh itu sangat susah ia buka..
''Kenapa pintu ini susah sekali di buka..
Dor..
*Dor..
Dor*..
''Heiii, Apa ada orang di luar sana..? Teriak Moza menendang pintu dengan keras..
Krekeett..
Pintu itu terbuka, bersamaan sang dayang masuk menghampiri Moza..
''Salam Yang Mulia permaisuri..'' sapa empat dayang secara bersamaan..
Moza tak memperdulikan sapaan dari dayang dayang yang ada di depannya, ia sedang mengumpulkan tenanga untuk kabur dari sini...
Dalam hati Moza, ia sedang berancang-ancang menghitung mundur! dalam hitungan ke tiga Moza berlari, membuat para pengawal dan dayang melotot tak percaya..
''Kaburrrr..'' Teriak Moza lari terbirit-birit..
''Permaisuri kau mau kemana.? tunggu permaisuri.!! teriak para dayang mengejarnya dari belakang..
Moza terus saja berlari tanpa menghiraukan teriakan para dayang dan pengawal. ''Awas jangan menghalangi jalanku!!'' teriak Moza menubruk beberapa orang pelayan yang sedang mengerjakan tugasnya..
Dugh..
Ahhh..
Dugh..
Dugh..
''Lancang!! heii tangkap dia dan jangan sampai dia lolos..'' teriak kepala pelayan, yang di tubruk Moza hingga tersungkur di tanah..
Para pengawal mengepung Moza hingga Moza tersudutkan.
Moza menggigit bawahnya karna bingung. ''Heii apa yang kalian lakukan! kenapa menghalangi jalanku.!! teriak Moza..
''Maaf nona kami akan menangkapmu, karna sudah membuat keributan di kediaman Naga milik Kaisar..''
''Biarkan aku pergi..
''Ada apa ini..
Suara dingin terdengar dari arah belang, sementara para pengawal langsung membungkuk hormat saat melihat Kaisar mereka datang..
''Salam Yang Mulia.'' sapa mereka secara bersamaan..
Moza yang melihat Pria pemaksa yang telah membawanya kabur seketika tanduknya keluar dari kepalanya..
''Kau..'' tunjuknya. ''Dasar Kaisar pemaksa! kenapa kau menculik ku ke istana mu yang jelek ini.'' teriak Moza.
Bukannya marah, Kaisar Xin malah tersenyum dan menghampirinya..
''Kau adalah permaisuriku, sudah seharusnya kau berada di kediamanku.!!
''Dimana Xiomei ku.!! teriak Moza.
''Kenapa kau berteriak permaisuriku, bawahanku sedang menjemput dayang mu. Ayo kembali ke kamar dan Makanlah sesuatu agar kau bisa berteriak kembali..
''Aku tidak mau.!!
Kaisar Xin memangku Moza sepeti karung beras dan membawanya masuk ke kediamannya kembali. Sementara Moza memukul punggung sang Kaisar dan mencaci maki pria yang menyebalkan ini..
Semua pengawal dan dayang saling pandang satu sama lain, mereka merasa heran dengan tingkah calon permaisuri mereka yang tidak memiliki sopan santun..
.
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
aku malah suka kaisar tuh mati
2024-08-20
0
Sandisalbiah
segala sikap dan perbuatanmu terhadap Moza.. itu cinta atau sekedar obsesi, kaisar Xin..
2024-05-16
0
🌸 Airyein 🌸
Ner bener lu kaisar
2024-02-13
0