...🐉Happy reading ziyeng 🐉...
.
Malam semakin sunyi menandakan jika semua orang tengah tertidur lelap, namun beberapa perajurit sedang berjaga dan berkeliling istana...
Hap...
Moza dengan pelan menginjakan kakinya di atap kediaman selir Chu, Moza melihat kanan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya...
Perlahan ia meringankan badannya untuk turun ke bawah lalu Moza membuka jendela sedikit.
Kreeeettt...
Moza bisa melihat selir Chu dari jendela tengah tertidur dengan nyaman.
"Ku pastikan besok, kau akan mendapatkan balasan karna mengganggu Xiomei ku.. Kau tidak boleh mati secepat itu, kau harus mendapatkan penghinaan terlebih dahulu sebelum mati.." ucap Moza.
Moza mengeluarkan jarum yang sudah ia siapkan dan sudah dilumuri dengan racun.. Moza menjentikkan jarinya hingga jarum itu menancab di punggung selir Chu..
Shuuttt..
Thak..
Moza tersenyum senang setelah melihat jarum itu sudah menancab, ia pun langsung pergi dan menunggu besok pagi kabar yang menggemparkan di dalam istana maupun luar istana...
Namun tanpa ia sadari, seorang pria tengah tersenyum memperhatikan dari balik pohon menyaksikan apa yang Moza lakukan..
"Sudah aku duga, rubah kecil itu pasti datang ke sini.." ucapnya pria itu.
"Ampun yang Mulia, sekiranya apa yang akan dia lakukan dengan selir Chu.??
Pria itu menoleh ke arah bawahannya, "Bukankah kita akan tau besok. Kita lihat apa yang bisa rubah itu lakukan.!!
.
Di pagi hari yang sangat cerah.#
.
Para pelayan istana sudah bekerja sesuai dengan pekerjaannya masing masing, saat dayang selir Chu akan membangunkan majikan nya ia berteriak kaget..
Aaaaaaa______
Praaanggg____
Nampan yang ia bawa berisikan air, jatuh seketika karna melihat jung-jungan nya..
Selir Chu bangun seketika karna mendengar kegaduhan, para pelayan pun masuk ke dalam dan melihat dayang Muwen yang berteriak histeris..
"Lancang. Kenapa kalian membuat kegaduhan di saat aku sedang tidur.!!bentak selir Chu
Para dayang dan pelayan mematung melihat keadaan jung-jungan mereka..
"Yang Mulia selir Chu, apakah ini anda.? Tanya dayang Muwen..
"Apa maksud dari pertanyaan mu itu.?!!
Huuaaaaa___
"Yang Mulia wajah anda...
Dayang Muwen tak bisa melanjutkan perkataannya ia malah menangis melihat jung-jungan nya.
"Kenapa kau menangis, kenapa dengan wajahku.? Tanya selir Chu yang langsung berdiri melihat cermin..
Bola mata selir Chu membulat sempurna, ketika melihat wajah dan tubuhnya terdapat luka seperti luka bakar yang sangat menjijikkan..
Aaaaaaahhhhhh_____
Ia berteriak kencang membuat burung burung berterbangan karna kaget mendengar teriakan selir Chu..
Tak butuh waktu lama, kabar mengenai wajah dan badan selir Chu yang rusak seperti terbakar sudah menyebar di dalam istana dan sudah terdengar ketelinga sang Kaisar namun Kaisar tak terlalu memperdulikan nya
"Pangilkan tabib untuk mengobati selir Chu, dan kurung dia di kediamannya jangan sampai berkeliaran di dalam istana." Titah sang Kaisar
"Baik yang Mulia.." ucap sang kasim membungkuk dan pergi..
Kaisar menghela nafasnya karna merasa beruntung kejadian yang menimpa kepada salah satu selir di harem belakang, sudah selesai dari acara ulang tahunnya dan para Pangeran maupun Kaisar sudah pulang ke Kisarannya masing masing...
BRAAAKKK...
Pintu kokoh itu terbuka lebar memperlihatkan selir Chu yang berjalan tergesa gesa, kasim dan pengawal yang berada di belakangnya mencoba menghentikan selir Chu..
''Salam Yang Mulia.. '' sapa selir chu membungkuk
Kasim bersujud, ''Ampun yang Mulia, selir Chu memaksa masuk dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba..
''Berdirilah...
Kaisar Xin melihat selirnya menggunakan cadar di wajahnya dengan gaun yang tertutup di seluruh badannya..
''Yang Mulia hamba meminta keadilan, lihatlah dalam satu malam badan dan wajah hamba yang cantik ini menjadi buruk rupa. Tolong beri hukuman kepada orang yang mencelakai hamba.'' Mohon selir Chu sambil berlutut..
''Baiklah, aku akan meminta anak buahku untuk menyelidikinya sekarang kau boleh pergi. '' ucap dingin kaisar Xin.
Selir Chu membungkuk dan pergi dari sana..
Sepeninggalan selir Chu. Kaisar Xin berdiri dan membuka jendela, melihat pemandangan kota kekaisarannya yang luas, ia tengah memikirkan wanita yang ia cari selama ini ternyata menyamar menjadi seorang pria...
"Pantas saja para pengawal ku tidak bisa menemukannya ternyata ia menyamar.."
Sss____
Bayangkan hitam datang dan berlutut.. "Salam Yang Mulia.." sapa pengawal bayangan Kaisar Xin yang di tugaskan mencari Moza..
Kaisar Xin berbalik."Apa kau sudah menemukannya."
"Melapor yang Mulia, gadis itu ternyata tinggal di dalam hutan bersama sodarinya yang saat ini masih belum sadarkan diri. "
Kaisar Xin diam sejenak. "Baik antarkan Zhèn kesana malam ini juga. "
"Baik yang Mulia." Ucapnya sambil membungkuk lalu pergi..
.
Malam hari.##
.
Kaisar Xin bersama bawahannya yang bernama Feng, tengah berada di perjalan menuju kediaman Moza yang ada di dalam hutan..
"Mohon ampun yang Mulia, lebih baik kita tidak menggunakan kuda agar tidak di ketahui..'' ucap sang bawahan.
Kaisar Xin mengaguk dan turun dari kudanya, lalu melompat ke atas pohon menggunakan ilmu peringan tubuh..
Meraka meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya hingga mereka melihat cahaya dari dalam hutan.. ''Yang Mulia sebelah sana.''
Kaisar Xin melompat dengan cepat tanpa menimbulkan suara, lalu berdiri tak jauh dari kediaman Moza..
Kaisar Xin dapat melihat Moza yang sedang berlatih memanah..
Syuuuuutttt..
Thak..
Moza melepaskan anak panahnya dengan sempurna, Ia mengambil anak panah itu dan bersiap melepaskannya namun telinga Moza merasakan ada pergerakan dari arah samping ekor mata Moza melihat kanan kiri, setelah tau ada seseorang yang tengah memperhatikan dirinya Moza melepaskan anak panah itu ke pohon arah samping..
Syuuuutttt..
Thak..
Feng melotot tak percaya, jika saja jung-jungan nya tidak menarik tangannya mungkin kepala Feng sudah bocor..
''Pengecut, keluarlah..
Kaisar Xin tersenyum lalu turun ke bawah bersama Feng..
Hap..
''Kau disini rupanya.'' ucap Kaisar Xin menghampiri Moza yang terlihat malas melihatnya..
''Untuk apa seorang kaisar sepertimu datang ke gubukku yang kumuh, apa di istanamu sudah tidak ada pekerjaan lagi..!! ucap Moza dingin..
Bukannya tersinggung Kaisar Xin malah terkekeh mendengar Moza berbicara dengan dingin kepadanya, ia baru pertama melihat seorang gadis yang tak terpesona olehnya dan itu membuatnya merasa tertarik..
''Apa kau masih marah terhadap Zhèn ini, karna tidak bisa mengabulkan permohonan mu.? tanya Kaisar Xin.
Moza tak menjawab ia memalingkan wajahnya ke arah lain, sungguh Moza merasa muak melihat Kaisar di hadapannya ini..
''Bukankah kau sendiri telah memberikan pelajaran kepada selirku itu.?! ucapnya sambil tersenyum yang mana membuat Moza langsung melihat ke arahnya dengan tatapan tak suka..
''Kau menuduhku tanpa bukti.!! kelak Moza.
''Apa kaisar sepertiku memerlukan bukti.!! bagaimana jika kaisar sendiri yang menyaksikan kau mengendap ngendap masuk ke dalam istana..''
Wajah Moza semakin tak bersahabat, namun bagi Kaisar Xin itu sangat mengemaskan..
''Apa aku peduli, pergilah dari kediamanku.!! ucap Moza yang melangkah masuk..
''Jadilah permaisuri ku..
Moza berhenti melangkah ketika ia mendengar kata kata horor keluar dari mulut sang Kaisar..
''Dalam mimpimu.!! ucap Moza yang langsung masuk.
Bukannya sakit hati, Kaisar Xin malah tersenyum dengan penolakan Moza..
''Yang Mulia..
Kaisar menoleh kearah bawahannya, ''Ayo kita pergi.!!
.
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...
...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL KALEN YAA...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sandisalbiah
terkadang manusia itu memang aneh.. saat ada yg mengejar dan tegila² pd nya justru yg bersangkutan merasa sebel dan terkesan muak atau malah gak di pandang sebelah mata pun..
2024-05-16
0
Patrish
nice... aku suka ceritanya
2023-01-11
1
Kiss me💋
👍
2022-12-18
0