Part 7. Selir Chu

...🐉Happy reading ziyeng 🐉...

.

Malam semakin sunyi menandakan jika semua orang tengah tertidur lelap, namun beberapa perajurit sedang berjaga dan berkeliling istana...

Hap...

Moza dengan pelan menginjakan kakinya di atap kediaman selir Chu, Moza melihat kanan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya...

Perlahan ia meringankan badannya untuk turun ke bawah lalu Moza membuka jendela sedikit.

Kreeeettt...

Moza bisa melihat selir Chu dari jendela tengah tertidur dengan nyaman.

"Ku pastikan besok, kau akan mendapatkan balasan karna mengganggu Xiomei ku.. Kau tidak boleh mati secepat itu, kau harus mendapatkan penghinaan terlebih dahulu sebelum mati.." ucap Moza.

Moza mengeluarkan jarum yang sudah ia siapkan dan sudah dilumuri dengan racun.. Moza menjentikkan jarinya hingga jarum itu menancab di punggung selir Chu..

Shuuttt..

Thak..

Moza tersenyum senang setelah melihat jarum itu sudah menancab, ia pun langsung pergi dan menunggu besok pagi kabar yang menggemparkan di dalam istana maupun luar istana...

Namun tanpa ia sadari, seorang pria tengah tersenyum memperhatikan dari balik pohon menyaksikan apa yang Moza lakukan..

"Sudah aku duga, rubah kecil itu pasti datang ke sini.." ucapnya pria itu.

"Ampun yang Mulia, sekiranya apa yang akan dia lakukan dengan selir Chu.??

Pria itu menoleh ke arah bawahannya, "Bukankah kita akan tau besok. Kita lihat apa yang bisa rubah itu lakukan.!!

.

Di pagi hari yang sangat cerah.#

.

Para pelayan istana sudah bekerja sesuai dengan pekerjaannya masing masing, saat dayang selir Chu akan membangunkan majikan nya ia berteriak kaget..

Aaaaaaa______

Praaanggg____

Nampan yang ia bawa berisikan air, jatuh seketika karna melihat jung-jungan nya..

Selir Chu bangun seketika karna mendengar kegaduhan, para pelayan pun masuk ke dalam dan melihat dayang Muwen yang berteriak histeris..

"Lancang. Kenapa kalian membuat kegaduhan di saat aku sedang tidur.!!bentak selir Chu

Para dayang dan pelayan mematung melihat keadaan jung-jungan mereka..

"Yang Mulia selir Chu, apakah ini anda.? Tanya dayang Muwen..

"Apa maksud dari pertanyaan mu itu.?!!

Huuaaaaa___

"Yang Mulia wajah anda...

Dayang Muwen tak bisa melanjutkan perkataannya ia malah menangis melihat jung-jungan nya.

"Kenapa kau menangis, kenapa dengan wajahku.? Tanya selir Chu yang langsung berdiri melihat cermin..

Bola mata selir Chu membulat sempurna, ketika melihat wajah dan tubuhnya terdapat luka seperti luka bakar yang sangat menjijikkan..

Aaaaaaahhhhhh_____

Ia berteriak kencang membuat burung burung berterbangan karna kaget mendengar teriakan selir Chu..

Tak butuh waktu lama, kabar mengenai wajah dan badan selir Chu yang rusak seperti terbakar sudah menyebar di dalam istana dan sudah terdengar ketelinga sang Kaisar namun Kaisar tak terlalu memperdulikan nya

"Pangilkan tabib untuk mengobati selir Chu, dan kurung dia di kediamannya jangan sampai berkeliaran di dalam istana." Titah sang Kaisar

"Baik yang Mulia.." ucap sang kasim membungkuk dan pergi..

Kaisar menghela nafasnya karna merasa beruntung kejadian yang menimpa kepada salah satu selir di harem belakang, sudah selesai dari acara ulang tahunnya dan para Pangeran maupun Kaisar sudah pulang ke Kisarannya masing masing...

BRAAAKKK...

Pintu kokoh itu terbuka lebar memperlihatkan selir Chu yang berjalan tergesa gesa, kasim dan pengawal yang berada di belakangnya mencoba menghentikan selir Chu..

''Salam Yang Mulia.. '' sapa selir chu membungkuk

Kasim bersujud, ''Ampun yang Mulia, selir Chu memaksa masuk dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba..

''Berdirilah...

Kaisar Xin melihat selirnya menggunakan cadar di wajahnya dengan gaun yang tertutup di seluruh badannya..

''Yang Mulia hamba meminta keadilan, lihatlah dalam satu malam badan dan wajah hamba yang cantik ini menjadi buruk rupa. Tolong beri hukuman kepada orang yang mencelakai hamba.'' Mohon selir Chu sambil berlutut..

''Baiklah, aku akan meminta anak buahku untuk menyelidikinya sekarang kau boleh pergi. '' ucap dingin kaisar Xin.

Selir Chu membungkuk dan pergi dari sana..

Sepeninggalan selir Chu. Kaisar Xin berdiri dan membuka jendela, melihat pemandangan kota kekaisarannya yang luas, ia tengah memikirkan wanita yang ia cari selama ini ternyata menyamar menjadi seorang pria...

"Pantas saja para pengawal ku tidak bisa menemukannya ternyata ia menyamar.."

Sss____

Bayangkan hitam datang dan berlutut.. "Salam Yang Mulia.." sapa pengawal bayangan Kaisar Xin yang di tugaskan mencari Moza..

Kaisar Xin berbalik."Apa kau sudah menemukannya."

"Melapor yang Mulia, gadis itu ternyata tinggal di dalam hutan bersama sodarinya yang saat ini masih belum sadarkan diri. "

Kaisar Xin diam sejenak. "Baik antarkan Zhèn kesana malam ini juga. "

"Baik yang Mulia." Ucapnya sambil membungkuk lalu pergi..

.

Malam hari.##

.

Kaisar Xin bersama bawahannya yang bernama Feng, tengah berada di perjalan menuju kediaman Moza yang ada di dalam hutan..

"Mohon ampun yang Mulia, lebih baik kita tidak menggunakan kuda agar tidak di ketahui..'' ucap sang bawahan.

Kaisar Xin mengaguk dan turun dari kudanya, lalu melompat ke atas pohon menggunakan ilmu peringan tubuh..

Meraka meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya hingga mereka melihat cahaya dari dalam hutan.. ''Yang Mulia sebelah sana.''

Kaisar Xin melompat dengan cepat tanpa menimbulkan suara, lalu berdiri tak jauh dari kediaman Moza..

Kaisar Xin dapat melihat Moza yang sedang berlatih memanah..

Syuuuuutttt..

Thak..

Moza melepaskan anak panahnya dengan sempurna, Ia mengambil anak panah itu dan bersiap melepaskannya namun telinga Moza merasakan ada pergerakan dari arah samping ekor mata Moza melihat kanan kiri, setelah tau ada seseorang yang tengah memperhatikan dirinya Moza melepaskan anak panah itu ke pohon arah samping..

Syuuuutttt..

Thak..

Feng melotot tak percaya, jika saja jung-jungan nya tidak menarik tangannya mungkin kepala Feng sudah bocor..

''Pengecut, keluarlah..

Kaisar Xin tersenyum lalu turun ke bawah bersama Feng..

Hap..

''Kau disini rupanya.'' ucap Kaisar Xin menghampiri Moza yang terlihat malas melihatnya..

''Untuk apa seorang kaisar sepertimu datang ke gubukku yang kumuh, apa di istanamu sudah tidak ada pekerjaan lagi..!! ucap Moza dingin..

Bukannya tersinggung Kaisar Xin malah terkekeh mendengar Moza berbicara dengan dingin kepadanya, ia baru pertama melihat seorang gadis yang tak terpesona olehnya dan itu membuatnya merasa tertarik..

''Apa kau masih marah terhadap Zhèn ini, karna tidak bisa mengabulkan permohonan mu.? tanya Kaisar Xin.

Moza tak menjawab ia memalingkan wajahnya ke arah lain, sungguh Moza merasa muak melihat Kaisar di hadapannya ini..

''Bukankah kau sendiri telah memberikan pelajaran kepada selirku itu.?! ucapnya sambil tersenyum yang mana membuat Moza langsung melihat ke arahnya dengan tatapan tak suka..

''Kau menuduhku tanpa bukti.!! kelak Moza.

''Apa kaisar sepertiku memerlukan bukti.!! bagaimana jika kaisar sendiri yang menyaksikan kau mengendap ngendap masuk ke dalam istana..''

Wajah Moza semakin tak bersahabat, namun bagi Kaisar Xin itu sangat mengemaskan..

''Apa aku peduli, pergilah dari kediamanku.!! ucap Moza yang melangkah masuk..

''Jadilah permaisuri ku..

Moza berhenti melangkah ketika ia mendengar kata kata horor keluar dari mulut sang Kaisar..

''Dalam mimpimu.!! ucap Moza yang langsung masuk.

Bukannya sakit hati, Kaisar Xin malah tersenyum dengan penolakan Moza..

''Yang Mulia..

Kaisar menoleh kearah bawahannya, ''Ayo kita pergi.!!

.

.

.

...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...

...JANGAN LUPA TINGGALKAN JEMPOL KALEN YAA...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

terkadang manusia itu memang aneh.. saat ada yg mengejar dan tegila² pd nya justru yg bersangkutan merasa sebel dan terkesan muak atau malah gak di pandang sebelah mata pun..

2024-05-16

0

Patrish

Patrish

nice... aku suka ceritanya

2023-01-11

1

Kiss me💋

Kiss me💋

👍

2022-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1. Pindah dimensi
2 Part 2. Kehidupan kedua
3 Part 3. Bertemu namun tak kenal
4 Visualnya
5 Part 4. Berburu
6 Part 5. Berburu II
7 Part 6. Menolak permintaan
8 Part 7. Selir Chu
9 Part 8. Penolakan
10 Part 9. Kabur.
11 Part 10. Berjudi
12 Part 11. Pertengkaran kecil
13 Part 12. Pria misterius
14 Part 13. Kaisar pemaksa
15 Part 14. Ibu suri menolak
16 Part 15. berkunjung
17 Part 16. Kabur
18 Part 17. Pergi ke Kerajaan HAN
19 Part 18. Kerjaan HAN.
20 Part 19. Musibah
21 Part 20. Kehilangan
22 Part 21. Mengintainya
23 Part 22. Target selanjutnya
24 Part 23. Hangus terbakar
25 BAB 24
26 Pria di pemandian
27 BAB 26
28 FLASHBACK
29 28
30 Perjalanan
31 Sampai
32 Moza mengetahui
33 Berdebar
34 Kembali ke istana
35 Kembali ke istana II
36 Permaisuri yang sombong.
37 Pengakuan
38 Nasib Kaisar Wei
39 Dibantai
40 Kaku
41 Pernikahan
42 Malam Yang
43 Bergulat di pemandian
44 Angkuh
45 Tak ingin jauh
46 Kunjungan
47 Nasib Shuwan
48 Kabar duka & membosankan
49 Jalan Jalan
50 Terkejut
51 Bertanding
52 Bertemu
53 Tak bisa menolak
54 Nasib Kaisar Xin
55 Perjamuan teh
56 PK : Permaisuri selalu benar!
57 Kota Sun Ya
58 Para bandit
59 Eksekusi
60 Mencintainya
61 .......
62 Perjamuan makan malam
63 Membosankan
64 Belajar etika
65 Belajar Etika II
66 Gosip hangat
67 Kepergok
68 Berangkat.
69 Perjamuan.
70 Cemburu
71 Pertikaian
72 Pertikaian
73 Yuan..
74 Apakah....
75 Kabar bahagia
76 Menjahili.
77 Nasib para pelayan.
78 Kaisar Jing Hui
79 LORD sesungguhnya
80 Perang
81 The baby will come out
82 Dua pangeran kecil
83 Kehidupan
84 Keluarga bahagia
85 Bonus cap 1
86 Bonus cap 2
87 Bonus cap 3
88 Bonus cap 4 Sn 2
89 Bonus cap Sn 2
90 Bonus cap Sn 2. malam pengantin
91 Bonus cap Sn 2. Alicia dan Han Mo
92 Bonus cap Sn 2. Pernikahan
93 Kuy merapat
94 KARYA BARU
95 A Grandmother's Time Trevel.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Part 1. Pindah dimensi
2
Part 2. Kehidupan kedua
3
Part 3. Bertemu namun tak kenal
4
Visualnya
5
Part 4. Berburu
6
Part 5. Berburu II
7
Part 6. Menolak permintaan
8
Part 7. Selir Chu
9
Part 8. Penolakan
10
Part 9. Kabur.
11
Part 10. Berjudi
12
Part 11. Pertengkaran kecil
13
Part 12. Pria misterius
14
Part 13. Kaisar pemaksa
15
Part 14. Ibu suri menolak
16
Part 15. berkunjung
17
Part 16. Kabur
18
Part 17. Pergi ke Kerajaan HAN
19
Part 18. Kerjaan HAN.
20
Part 19. Musibah
21
Part 20. Kehilangan
22
Part 21. Mengintainya
23
Part 22. Target selanjutnya
24
Part 23. Hangus terbakar
25
BAB 24
26
Pria di pemandian
27
BAB 26
28
FLASHBACK
29
28
30
Perjalanan
31
Sampai
32
Moza mengetahui
33
Berdebar
34
Kembali ke istana
35
Kembali ke istana II
36
Permaisuri yang sombong.
37
Pengakuan
38
Nasib Kaisar Wei
39
Dibantai
40
Kaku
41
Pernikahan
42
Malam Yang
43
Bergulat di pemandian
44
Angkuh
45
Tak ingin jauh
46
Kunjungan
47
Nasib Shuwan
48
Kabar duka & membosankan
49
Jalan Jalan
50
Terkejut
51
Bertanding
52
Bertemu
53
Tak bisa menolak
54
Nasib Kaisar Xin
55
Perjamuan teh
56
PK : Permaisuri selalu benar!
57
Kota Sun Ya
58
Para bandit
59
Eksekusi
60
Mencintainya
61
.......
62
Perjamuan makan malam
63
Membosankan
64
Belajar etika
65
Belajar Etika II
66
Gosip hangat
67
Kepergok
68
Berangkat.
69
Perjamuan.
70
Cemburu
71
Pertikaian
72
Pertikaian
73
Yuan..
74
Apakah....
75
Kabar bahagia
76
Menjahili.
77
Nasib para pelayan.
78
Kaisar Jing Hui
79
LORD sesungguhnya
80
Perang
81
The baby will come out
82
Dua pangeran kecil
83
Kehidupan
84
Keluarga bahagia
85
Bonus cap 1
86
Bonus cap 2
87
Bonus cap 3
88
Bonus cap 4 Sn 2
89
Bonus cap Sn 2
90
Bonus cap Sn 2. malam pengantin
91
Bonus cap Sn 2. Alicia dan Han Mo
92
Bonus cap Sn 2. Pernikahan
93
Kuy merapat
94
KARYA BARU
95
A Grandmother's Time Trevel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!