Part 3. Bertemu namun tak kenal

...🐉Happy reading ziyeng 🐉...

.

Di pagi hari, Moza bersama Xiomei pergi dari Hutan menuju Istana. Mereka ingin melihat perayaan ulang tahun Kaisar Xin secara terbuka untuk masyarakat..

Butuh beberapa jam dari hutan yang Moza tempati menuju ke kota. Sesampainya di aula yang luas dan terbuka, para rakyat sudah berdatangan untuk melihat Kaisar mereka yang jarang mereka temui..

Moza bersama Xiomei melihat kanan kiri, mencari tempat duduk yang pas agar bisa melihat dengan jelas wajah Kaisar negri Xin ini. Walau sebenarnya Moza pernah bertemu sekali waktu pertama ia datang ke jaman ini namun tak bisa di pungkiri Moza sangat lupa akan rupa sang Kaisar..

Disana juga sudah ada Kaisar maupun Putra Mahkota, yang berasal dari kekaisarannya masing-masing turut hadir di perjamuan ini..

Dong...

Dong..

Dong..

Suara gong berbunyi sangat kencang hingga membuat para rakyat terdiam sunyi seketika, disana sudah berdiri sang kasim dengan tegak..

''Kaisar Xin Yuhuan telah tiba..'' teriaknya.

''Ibu suri Ximei telah tiba..

''Putri Xianlu telah tiba..

Semua orang berdiri tegak dan membungkuk, terkecuali para Kaisar atau putra Mahkota dan Moza tentunya.. Kaisar Xin duduk di kursi tertingginya lalu mengisyaratkan dengan tangannya supaya semuanya duduk..

Teriakan sang kasim ternyata belum usai, ''Para selir Kaisar telah tiba.'' Teriaknya lagi..

Datanglah tiga selir Kaisar Xin Yuhuan dengan anggun dan mempesona yaitu..

Selir Zhaojun.

Selir Xiao haoren..

Selir Chu..

''Salam Yang Mulia..'' ucap ketiga selir itu sambil membungkuk hormat. Kaisar Xin mengagukan kepalanya dan menyuruh para selirnya untuk duduk..

.

.

.

Kaisar Xin berdiri dari duduknya. ''Zhèn mengucapkan banyak terima kasih sudah mau menghadiri perayaan untuk kelahiran Zhèn ini, semoga kalian menikmati jamuan yang Zhèn suguhkan..'' ucapnya sambil mengangkat gelas tinggi tinggi.

Zhèn juga akan mengadakan pertandingan berburu yang terbuka untuk para rakyat, dan para Putri maupun Pangeran yang bersedia.. Zhèn akan menghadiahkan satu keinginan untuk tiga pemenang..''

Bersulang..

Hidup yang Mulia..

Hidup yang Mulia..

Hidup Yang Mulia..

Teriakan para rakyat yang antusiasi menggema di lapangan yang luas, acara pun di mulai dengan tarian para gadis dan para selir kekaisaran masing masing.. Di lanjut dengan pertandingan pedang untuk para pangeran..

Dan yang terakhir memberikan Kaisar hadiah dari setiap kerajaan.. Moza yang melihat perayaan ini, ia merasa bosan dan beberapa kali menguap menutup mulutnya..

Moza ingin pulang namun ia menatap Xiomei yang sangat antusiasi melihat para Pangeran istana sampai-sampai Xiomei tak berkedip. Para rakyat di suguhkan makanan untuk mereka, dan mengantri sesuai yang di perintahkan.. Moza meminta Xiomei menunggunya di antrian, karna ia tidak kuasa menahan gejolak sakit di perutnya..

''Xiomei tunggulah disini, aku akan kembali sebentar lagi..

Xiomei pun mengaguk Sementara Moza pergi menuntaskan hasratnya..

.

.

.

Setelah Moza pergi, Xiomei dengan riang mengambil makanan untuknya dan untuk Moza.. Namun saat ia berbalik Xiomei tak sengaja menubruk Selir Chu yang ada di belakangnya..

Bugh..

Makanan itu tumpah di gaun selir chu, Xiomei melototkan matanya dan mencoba membersihkan makanan di gaun selir Chu..

Namun selir Chu menggeram marah, ia yang awalnya berniat akan menyapa para rakyat namun apa yang ia dapat malah gaun nya tertumpah sup..

''Kau.!! Tunjuk selir Chu pada Xiomei

''Apa kau tidak punya mata hah?! bentak selir Chu yang menggelegar, membuat semua orang menoleh kepadanya termasuk Kaisar dan para Pangeran maupun Putri..

Xiomei hanya bisa menunduk dan merutuki kebodohannya.. ''Maafkan hamba yang Mulia selir Chu.'' ucap Xiomei bersujud..

''Apa perkataan maaf mu, bisa merubah gaunku yang cantik ini.?! Pengawal cambuk ****** ini sampai mati..

Selir Chu melangkah menghadap Kaisar Xin Yuhuan, ''Yang Mulia hamba meminta keadilan. '' ucapnya sambil meneteskan air mata.

''Pengawal, apa yang kalian tunggu. Cepat cambuk wanita itu.?!! ucap Kaisar dengan acuh..

Xiomei di bawa oleh para pengawal menghadap Kaisar dan di paksa berlutut di tengah lapangan..

''Hamba mohon ampun yang Mulia.'' ucap Xiomei

Selir Chu melotot, ''Kau masih berani berkata, kau sudah membuat kesalahan.!! teriak selir Chu sambil menyuruh pengawal untuk mencambuknya..

CETARRR..

CETARRR..

Dua cambukan dengan rasa sakit yang Xiomei rasakan begitu pedih ke tulang tulang..

Sementara Moza yang sudah selesai, ia kembali ke aula dan mencari Xiomei.. Ia mendengar bisikan bisikan dan cemoohan mereka lontarkan kepada gadis yang sedang di cambuk.

''Ada apa.?! tanya Moza penasaran.

''Oh itu, ada seorang perempuan yang sudah berani menyiram selir Chu dengan makanan.'' jawabnya

Moza terus melangkah kedepan, ia ingin tau siapa wanita yang sedang di cambuk.. Namun alangkah terkejutnya ia melihat Xiomei sedang berlutut dan di cambuk oleh para pengawal..

Xiomei..

Moza berteriak menghampiri Xiomei yang sudah tak sadarkan diri, namun masih di cambuk oleh para pengawal..

Moza mendorong pengawal itu dan memeluk Xiomei..

''Xio bangun..'' teriak Moza menepuk nepuk pipi Xiomei berharap sadar..

Selir Chu yang melihat kesenangan nya terganggu ia berdiri dengan marah, ''Siapa kau yang telah berani, mengganggu hukuman yang di berikan oleh yang Mulia.?!! teriak selir Chu

''Apa kesalahan Xio ku.? tanya Moza yang berani menatap selir Chu dengan tajam..

Deg..

Selir Chu yang di tatap seperti itu oleh Moza, hatinya berdebar melihat pria di depannya ini begitu tampan sekaligus cantik.. namun ketika ia menatap mata Moza badannya merasa dingin seketika..

''Aku tanya sekali lagi, apa kesalahan Xio ku sehingga kalian semua mencambuknya.?!!

Sang kasim maju dan berkata. '' Pemuda, Nona itu telah menumpahkan makanan di gaun selir Chu dan dia pantas mendapatkan hukuman karna telah mempermalukan selir Chu di depan semua orang..'' ucap sang Kasim memberi tahu..

Moza mengepalkan tangannya, ''Apa gaun mu begitu berharga dari pada nyawa manusia.? tanya Moza berteriak.. ''Apa kau sudah mendapatkan keadilan untuk ini.? tanya Moza sekali lagi..

''Ya.'' jawab selir Chu dengan angkuh..

Moza menatap Kaisar Xin.''Yang Mulia, selir anda sudah mendapatkan keadilan dan sekarang giliranku meminta keadilan kepadamu..'' ucap Moza.

''Lancang.!!

Teriak selir Zhaojun berdiri menatap Moza dengan sengit..

''Siapa kau, pemuda rendahan yang berani meminta keadilan untuk orang yang bersalah.'' teriaknya lagi.

Namun ketika ia memandangi wajah Moza, ia begitu terkesima dengan ketampanan yang ia kira seorang pria.. Moza memang berpakaian seperti lelaki dan siapapun yang melihatnya akan terpesona oleh wajah tampan sekaligus cantik itu..

''Aku hanyalah rakyat biasa yang meminta keadilan untuk sodariku.'' ucapnya

Kaisar Xin hanya terdiam, ia sedang menelisik pemuda di hadapannya ini.. Hatinya berkata jika ia pernah melihat pria ini namun ia bingung dimana..

''Kau meminta keadilan kepada Zhèn.? tanya Kaisar Xin. '' Zhèn akan mengabulkan permohonan mu, jika kau memenangkan pertandingan berburu besok..

Moza menatap Kaisar dengan tatapan benci.

'' Lancang.!! turunkan pandanganmu.!! teriak Kasim kepada Moza

''Diam kau kasim sialan dan yaa, aku akan memenangkan pertandingan itu dan menuntut keadilan untuk sodariku.! teriaknya

Moza lalu menggendong Xiomei dan pergi dari sana..

.

.

.

...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

...JANGAN LUPA YAA...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

keren di Moza...

2024-05-16

0

syafa

syafa

wah kerenn

2023-01-24

1

mama yuhu

mama yuhu

mantap thor ceritanya 😁👍🏽😍

2023-01-22

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1. Pindah dimensi
2 Part 2. Kehidupan kedua
3 Part 3. Bertemu namun tak kenal
4 Visualnya
5 Part 4. Berburu
6 Part 5. Berburu II
7 Part 6. Menolak permintaan
8 Part 7. Selir Chu
9 Part 8. Penolakan
10 Part 9. Kabur.
11 Part 10. Berjudi
12 Part 11. Pertengkaran kecil
13 Part 12. Pria misterius
14 Part 13. Kaisar pemaksa
15 Part 14. Ibu suri menolak
16 Part 15. berkunjung
17 Part 16. Kabur
18 Part 17. Pergi ke Kerajaan HAN
19 Part 18. Kerjaan HAN.
20 Part 19. Musibah
21 Part 20. Kehilangan
22 Part 21. Mengintainya
23 Part 22. Target selanjutnya
24 Part 23. Hangus terbakar
25 BAB 24
26 Pria di pemandian
27 BAB 26
28 FLASHBACK
29 28
30 Perjalanan
31 Sampai
32 Moza mengetahui
33 Berdebar
34 Kembali ke istana
35 Kembali ke istana II
36 Permaisuri yang sombong.
37 Pengakuan
38 Nasib Kaisar Wei
39 Dibantai
40 Kaku
41 Pernikahan
42 Malam Yang
43 Bergulat di pemandian
44 Angkuh
45 Tak ingin jauh
46 Kunjungan
47 Nasib Shuwan
48 Kabar duka & membosankan
49 Jalan Jalan
50 Terkejut
51 Bertanding
52 Bertemu
53 Tak bisa menolak
54 Nasib Kaisar Xin
55 Perjamuan teh
56 PK : Permaisuri selalu benar!
57 Kota Sun Ya
58 Para bandit
59 Eksekusi
60 Mencintainya
61 .......
62 Perjamuan makan malam
63 Membosankan
64 Belajar etika
65 Belajar Etika II
66 Gosip hangat
67 Kepergok
68 Berangkat.
69 Perjamuan.
70 Cemburu
71 Pertikaian
72 Pertikaian
73 Yuan..
74 Apakah....
75 Kabar bahagia
76 Menjahili.
77 Nasib para pelayan.
78 Kaisar Jing Hui
79 LORD sesungguhnya
80 Perang
81 The baby will come out
82 Dua pangeran kecil
83 Kehidupan
84 Keluarga bahagia
85 Bonus cap 1
86 Bonus cap 2
87 Bonus cap 3
88 Bonus cap 4 Sn 2
89 Bonus cap Sn 2
90 Bonus cap Sn 2. malam pengantin
91 Bonus cap Sn 2. Alicia dan Han Mo
92 Bonus cap Sn 2. Pernikahan
93 Kuy merapat
94 KARYA BARU
95 A Grandmother's Time Trevel.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Part 1. Pindah dimensi
2
Part 2. Kehidupan kedua
3
Part 3. Bertemu namun tak kenal
4
Visualnya
5
Part 4. Berburu
6
Part 5. Berburu II
7
Part 6. Menolak permintaan
8
Part 7. Selir Chu
9
Part 8. Penolakan
10
Part 9. Kabur.
11
Part 10. Berjudi
12
Part 11. Pertengkaran kecil
13
Part 12. Pria misterius
14
Part 13. Kaisar pemaksa
15
Part 14. Ibu suri menolak
16
Part 15. berkunjung
17
Part 16. Kabur
18
Part 17. Pergi ke Kerajaan HAN
19
Part 18. Kerjaan HAN.
20
Part 19. Musibah
21
Part 20. Kehilangan
22
Part 21. Mengintainya
23
Part 22. Target selanjutnya
24
Part 23. Hangus terbakar
25
BAB 24
26
Pria di pemandian
27
BAB 26
28
FLASHBACK
29
28
30
Perjalanan
31
Sampai
32
Moza mengetahui
33
Berdebar
34
Kembali ke istana
35
Kembali ke istana II
36
Permaisuri yang sombong.
37
Pengakuan
38
Nasib Kaisar Wei
39
Dibantai
40
Kaku
41
Pernikahan
42
Malam Yang
43
Bergulat di pemandian
44
Angkuh
45
Tak ingin jauh
46
Kunjungan
47
Nasib Shuwan
48
Kabar duka & membosankan
49
Jalan Jalan
50
Terkejut
51
Bertanding
52
Bertemu
53
Tak bisa menolak
54
Nasib Kaisar Xin
55
Perjamuan teh
56
PK : Permaisuri selalu benar!
57
Kota Sun Ya
58
Para bandit
59
Eksekusi
60
Mencintainya
61
.......
62
Perjamuan makan malam
63
Membosankan
64
Belajar etika
65
Belajar Etika II
66
Gosip hangat
67
Kepergok
68
Berangkat.
69
Perjamuan.
70
Cemburu
71
Pertikaian
72
Pertikaian
73
Yuan..
74
Apakah....
75
Kabar bahagia
76
Menjahili.
77
Nasib para pelayan.
78
Kaisar Jing Hui
79
LORD sesungguhnya
80
Perang
81
The baby will come out
82
Dua pangeran kecil
83
Kehidupan
84
Keluarga bahagia
85
Bonus cap 1
86
Bonus cap 2
87
Bonus cap 3
88
Bonus cap 4 Sn 2
89
Bonus cap Sn 2
90
Bonus cap Sn 2. malam pengantin
91
Bonus cap Sn 2. Alicia dan Han Mo
92
Bonus cap Sn 2. Pernikahan
93
Kuy merapat
94
KARYA BARU
95
A Grandmother's Time Trevel.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!