...🐉Happy reading ziyeng 🐉...
.
Pada keesokan pagi, semua rakyat sudah berkumpul di kursinya masing masing dan menunggu kehadiran Kaisar dan para petinggi lainnya..
Gong pun di pukul beberapa kali tanda di mulainya acara, sang Kasim memeriaki kedatangan Kaisar dan para Pangeran mau pun Putri bersama yang lainnya yang sudah siap untuk mengikuti pertandingan berburu hari ini..
Sang kasim mengatakan jika mereka akan berburu di hutan ilusi di sebelah barat yang masih milik kekaisaran Xin..
Para Pangeran dan Putri Mahkota sudah bersiap dengan kuda dan panah mereka, ketika sang kasim akan berteriak memulai acara seseorang datang dengan gagahnya menaiki kuda hitam..
Thak..
Thak..
Thak..
Ihiiiiii_____
Kuda berhenti di depan para Pangeran dan putri mau pun nona muda bangsawan, yang hadir mengapresiasi pertandingan dan ajang pamer ini kekuatan..
Semua nona muda Bangsawan kekaisaran dan Putri Mahkota dari beberapa kekaisaran yang hadir begitu antusiasi melihat Moza datang..
''Oh lihatlah dia tampan sekali..
''Ya benar, dia tampan sekaliii jika boleh aku ingin menjadi pemdpingnya..
''Ya dewa, kenapa ketampanan nya mengalahkan semua Pangeran..
Dan masih banyak bisikan bisikan yang terdengar di aula yang luas ini, para rakyat pun dengan gembira menyambut Moza namun ada juga yang mencibirnya dan meremehkan Moza..
Moza turun dari Kudanya yang semalam ia beli dengan bahan taruhan di tempat judi, ia berjalan mengarah kepada sang Kaisar Xin yang sedang mengamatinya tanpa berkedip..
''Salam Yang Mulia, semoga yang Mulia di beri umur panjang. '' ucap Moza namun tak berlutut..
Prinsipnya ia sedari dulu pertama datang ke jaman kuno ini, ia tak akan tunduk pada siapapun termasuk Kaisar mana pun..
Ia ikut berburu kesini, hanya ingin membalaskan perbuatan salah satu selir sang Kaisar yang menurutnya berlebihan..
''Lancang.. Dimana rasa hormat mu kepada yang Mu__
Sang kasim tak meneruskan bicaranya karna Kaisar Xin memberikan ia isyarat agar diam..
''Pemuda kau datang.?! tanya Kaisar Xin..
''Menjawab yang mulia, sesuai janji hamba kemarin ingin hamba meminta keadilan untuk sodari saya jika hamba berhasil memenangkan perlombaan..
Kaisar Xin tersenyum, ''Bagus Zhèn suka kau yang begitu gigih, siapa namamu.?!.
''Menjawab yang Mulia, nama hamba Mozang Lee yang biasa di panggil Lee..
''Baiklah, kasim segera mulai acaranya..'' perintah sang Kaisar.
Kasim pun memulai acaranya dengan membacakan peraturan peraturan yang harus di patuh oleh peserta, dan siapa yang paling banyak membawa hewan buruan ia adalah pemenangnya.. Mereka di beri waktu tiga hari di dalam hutan ilusi yang luas untuk mengumpulkan hewan buruan.
Para Pangeran dan Putri kekaisaran susah bersiap menaiki kuda, tak lupa Para nona bangsawan kekaisaran Xin pun ikut andil dalam acara dan sedang bersiap..
Moza mengelus kuda hitam miliknya, ''Apa kau percaya padaku.? berjanjilah kau akan baik baik saja.!! ucap Moza berbicara dengan kudanya..
Kaisar Wu Wanghilin dari Kekaisaran Wu memandang Moza dengan pandangan sulit di artikan, ia bisa mencium harum tubuh Moza seperti harum wanita..
Mereka semua pun menaiki kuda, lalu segera melajukan kudanya dengan cepat..
.
..........
.
Tak lama mereka semua sudah ada di depan hutan ilusi yang luasnya tak bisa di ukur, konon katanya hutan ini penuh dengan binatang buas yang sangat besar dan ganas. Sebab itulah tak ada rakyat desa mau pun rakyat kekaisan yang masuk ke dalam hutan untuk berburu, hutan ini khusus untuk mereka yang ahli bela diri dan mempunyai tenaga dalam..
Kekaisan Xin mempunyai dua hutan di kerjaannya, hutan Mora dan hutan ilusi. Hutan Mora adalah hutan yang kecil hanya untuk penduduk yang mencari kayu bakar dan lain lain, sementara hutan ilusi adalah hutan yang luas dan menyeramkan..
Mereka semua saling pandang satu sama lain, Moza dari arah belakang langsung masuk begitu saja meninggalkan para Pangeran dan yang lainnya..
Hiyak__
Hiyak__
Moza terus memacu kudanya hingga masuk ke dalam dan berhenti, ia dan kudanya berjalan pelan mencari hewan buruan.. Dari arah belakang terdengar suara kuda menghampiri dan saling berpencar..
Moza diam saat ia mendengar suara di balik semak semak, ia pun mengambil anak panah yang berada di punggungnya..
Syuutt__
Jleb..
Moza turun dari kuda dan memeriksa hewan yang sudah ia panah..
''Wow lumayan seekor kijang..
Moza pun mengikat Kijang itu di belakang dan segera mencari hewan yang lainnya..
Namun indra pendengaran Moza mendengar dentuman pedang saling beradu satu sama lain.. Ia pun melihat siapa yang sedang bertarung..
Ia melihat Pria bertopeng sedang di serang oleh tiga orang yang memakai baju serba hitam..
''Bukankah itu Pangeran Mahkota Wu Wanghilin?! gumam Moza
''Ish untuk apa aku melihat ini. lebih baik aku berburu kembali agar aku bisa memenangkan pertandingan ini.. ''Ucap Moza beranjak pergi.
Namun ketika ia berbalik, sebuah belati yang hampir saja mengenai kepalanya melesat dan menancab di pohon..
Thaakk__
Moza kaget bukan main, jika belati itu terkena kepalanya, mungkin kepalanya sudah bocor saat ini..
''Sialan, hampir saja.!!
Moza mencabut belati itu dan menghampiri orang yang sedang bertarung..
''Hai kalian,, Siapa pemilik belati ini.'' tanya Moza yang mana membuat semua menoleh kepadanya..
''Jangan ikut campur, itu milikku dan pergilah. '' ucap pembunuh itu..
''Ouh jadi ini milikmu..''
Thak..
Aahhkk__
Moza melemparkan belati itu ke arah mata sang pembunuh bayaran hingga membuat semua kaget..
''Hai berani beraninya kau ganggu teman kami, apa kau ingin mati.?! sentak pembunuh yang satunya lagi dan langsung menyerang Moza..
Bugh..
Bughh..
thak..
Srekkk..
Moza bersama Putra Mahkota Wanghilin bekerja sama untuk mengalahkan pembunuh bayaran ini.. pertarungan yang sangat seimbang walau tiga lawan dua, Moza dengan gencar membalas setiap pukulan dan tendangan yang mereka berikan..
Putra Mahkota Wanghilin yang melihat cara beladiri Lee/Moza yang sangat berbeda dengannya hanya menatap kagum..
Tak berapa lama, para pembunuh bayaran itu kabur, karna melihat teman mereka sudah mati di tangan Moza..
''Tuan Lee, terima kasih sudah menolong hamba.'' ucap Putra Mahkota Wanghilin dengan senyuman manis di wajahnya..
Moza yang melihat pria di hadapannya ini sedang tersenyum kepadanya merasa kikuk karna jika di lihat Putra Mahkota Wanghilin begitu tampan..
''Haisss,, ayolah jangan menatapku seperti itu. membuat aku jijik!! gumam Moza dalam hati..
Moza berdehem lalu pergi, tanpa mau menghiraukan seorang Putra Mahkota yang saat ini mengikutinya dari belakang..
''Tuan Lee apa kita bisa berburu bersama.?
''Maaf yang Mulia, sepertinya tidak bisa.!
Walau Moza sudah melarang, namun Putra Mahkota Wanghilin terus saja mengikutinya dari belakang..
.
.
.
...SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ZIYENG...
...JANGAB LUPA TINGGALKAN JEJAK JEMPOL KALIAN YAA...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sandisalbiah
satu lagi calon fans fanatik Moza nih..
2024-05-16
0
lily
Moza ganti suara jadi suara cowo gak sih?
2024-04-26
0
🌸 Airyein 🌸
Bisa kikuk juga elu za
2024-02-13
0