“Ngomong-ngomong ini punya kamu?” Arsen meraih kain kaca mata berwarna merah muda dengan hiasan pita dan renda-renda. “Aku jadi bisa menebak seberapa ukuran aslinya.”
“Kembalikan,” teriakku berusaha merebutnya dari Arsen.
Namun, Arsen malah mengangkat tangannya ke atas. Tentu saja, aku tak bisa menggapai benda berhargaku itu, walau aku berusaha melompat untuk meraihnya.
“Arsen kembalikan!” Aku masih terus melompat untuk mengambilnya. Namun, saat mendarat, kakiku menginjak salah satu kaki Arsen. Detik kemudian, aku terjatuh menimpa tubuh Arsen yang terjatuh lebih dulu, dan aku berada tepat di atas Arsen.
Aku dan Arsen saling menatap, bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat. Aku merasakan jantungku berdegup kencang. Wajah Arsen begitu dekat, sangat dekat. Pandangan mata kami saling terkunci.
“Empuk ternyata,” kata Arsen lalu memeluk tubuhku.
“Lepas Arsen, lepas!” Aku berusaha berontak untuk melepaskan diri dari Arsen.
“Sebentar aja, aku mau intip sedikit yang empuk-empuk ini,” kata Arsen yang matanya fokus pada dadaku.
“Arsen jangan mesum.” Aku memukul dada bidang Arsen.
“Aku cuma lihat dikit yang menyembul itu, dan jangan gerak-gerak nanti ada yang bangun,” kata Arsen.
Aku sedikit bingung dengan kata-kata Arsen. Apa maksudnya ada yang bangun.l
“Lepaskan tangan kamu aku mau bangun!”
Arsen akhirnya mau melepaskan pelukannya. Aku segera bangun dari tubuh Arsen.
“Hari ini cukup merasakan sama ngintip dikit, siapa tahu besok-besok bisa pegang livenya,” kata Arsen sambil bangun dari posisinya.
“Dasar mesum! Keluar sana!”
“Mau aku bantuin lagi nggak?” tanyanya.
“Keluar!” teriakku dengan kesal.
Untung saja semua baju yang ku keluarkan sudah masuk ke koper.
...❤❤❤M.A.S🚙🚙🚙...
Aku terbangun setelah mendengar pintu kamarku diketuk berkali-kali. Dengan malas aku memilih turun dari ranjang empuk, dan berjalan menuju pintu.
Aku membuka pintu lalu menguap karena sisa kantuk. Ku lihat Arsen tengah tersenyum tampan di hadapanku.
“Ada apa?” tanyaku sambil menguap.
“Buruan mandi, hari ini kita pindah,” kata Arsen.
“Berisik.” Aku menutup pintu kamarku, lalu meninggalkan Arsen.
Usai mandi, aku turun ke bawah untuk sarapan. Sudah ada papa dan kakakku di meja makan, tapi Arsen kemana?
“Pagi,” sapaku lalu menarik kursi untuk duduk.
“Pagi juga Adek,” kata Kak Dareen lalu mengusap lembut rambut kepalaku.
“Kimmora suami kamu mana?” tanya papa setelah menyeruput kopinya.
“Mana ku tahu. Dia itu suami paksaan Papa,” jawabku sambil mengoles selai di roti.
“Kalau makan, cari suami kamu dulu baru kamu makan.” Papa menasehatiku lagi.
“Pa, please deh, Papa ribet banget sih sama hidupku.” Aku menanggapinya dengan malas.
“Jangan begitu Kim, Arsen itu suami kamu loh.” Kak Dareen malah ikut-ikutan papa.
Aku benar-benar tak mengerti, kenapa semua orang begitu peduli pada Arsen. Sedangkan aku yang anak kandung di rumah ini, malah seperti anak pungut.
“Kakak tahu nggak sih, aku tu korban di sini. Aku nggak mau nikah sama Arsen, aku nggak mau jadi istrinya,” ucapku kesal.
Aku bangkit dan meninggalkan ruang makan, Mendadak perutku menjadi kenyang hanya dengan makan sepotong roti, ditambah nasehat papa dan Kak Dareen yang membuat nafsu makanku hilang.
Aku ke dapur untuk menemui Bi Sri. Dulu setiap kali aku kesal dengan papa aku selalu mengadu pada Bi Sri jika Kak Dareen tidak di rumah. Sekarang, Kak Dareen berpihak pada papa dan aku jadi sungkan dengan Bi Sri yang kini menjadi mertuaku.
“Ada apa Non Kimmy?” tanya Bi Sri yang tengah membersihkan dapur.
“Nggak ada apa-apa kok Bi,” jawabku.
“Ayam kecapnya nggak enak ya Non, kok Non Kimmy nggak makan?” Bi Sri menghentikan aktivitasnya da mendekatiku.
“Aku belum icip Bi, aku cuma makan roti tadi.” Aku hanya tersenyum tipis. “Aku lapar sih Bi, masih ada nggak nasi sama ayamnya?”
“Ada, sini aku suapin.”
Aku menoleh ke belakang, kulihat Arsen membawa sepiring nasi di tangannya.
🌹🌹🌹
Aduh, aku juga mau disuapin Bang Arsen 😍😍😍
Ngomong-ngomong, apa ya yang empuk-empuk semalem Bang?
Gengs, mohon maaf ya, hari ini Noveltoon lagi eror, jadi update babnya nggak lolos-lolos. Tapi, kalian tetep tinggalin jejak like dan komen ya biar aku tetep semangat ngetiknya. Oke See U again Gengs sayangnya Kimmy-Arsen.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 242 Episodes
Comments
Zieya🖤
aduh aduh aduh bikin baper bang..😂😂😍
kenapa suami aku gak kayak gini sih 😂😂😂
2024-05-11
1
Zieya🖤
😂😂😂😂
2024-05-11
0
Desy Rs Azuz
Boleh aku juga ♥️♥️♥️
2023-09-10
0