Kisah cinta antara Dafa Artanegara dan Risma Anggraini, mereka di pertemukan dalam sebuah kecelakaan, karena rasa bersalah, Dafa menikahi Risma yang hanya seorang yang biasa saja.
Dari pernikahan yang di dasari rasa bersalah itulah,Dafa akhirnya benar-benar jatuh cinta dengan sosok Risma yang sederhana dan baik hati, tapi bagaimana jika Risma tahu siapa Dafa yang sesungguhnya, Apa lagi Dafa yang mempunyai sisi gelap dan tidak di ketahui oleh Risma.
Yuk mari silahkan di baca jika ingin tahu kisah cinta mereka yang penuh dengan emosi dan air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemulihan Risma
Di jakarta Dafa tampak sedikit sibuk, hingga tidak pernah memantau keadaan Risma, dan lagi di sela-sela kesibukannya dia sering menghabiskan waktu bersama Luna. Ryo mendapat tugas dari Dafa untuk mengurus urusan penting di Itali dan Jerman untuk beberapa bulan.
Hari ini adalah kedatangan orang tua Dafa dari London, walaupun rencananya hanya mommynya saja tapi ternyata kedua orang tua Dafa datang bersama-sama kembali ke Indonesia.
Kebahagiaan tampak dari raut wajah keduanya, karena sudah hampir enam bulan lebih tidak bertemu dengan anak semata wayangnya itu.
"Anak mommy makin ganteng aja setelah beberapa bulan tidak ketemu." Kata mommynya sambil memeluk Dafa penuh kerinduan.
"Mommy bisa aja." Sambut Dafa sambil melepaskan pelukan mommynya itu.
"Son." Kata Papinya yang juga memeluk anak kesayangannya itu.
"Ini pasti nak Luna?"
"Iya tante."
"Kamu makin cantik aja sayang, tidak salah penilaian tante terhadapmu." Kata mommynya Dafa sambil mencubit pipi Luna dengan gemas.
Setelah acara temu kangennya di Bandara, mereka semua menuju Rumah makan untuk makan malam bersama, suasana hangat menemani makan malam keluarga itu.
"Son, Kelihatannya kamu dan nak Luna makin akrab saja." Kata Abimanyu sambil tersenyum menatap putranya itu.
"Kami hanya berteman pi."
"Semua di awali dari pertemanan son, iya kan mommy?"
"Iya pi betul itu, dari teman bisa jadi pasangankan bagus." Kata mommynya.
Dafa dan Luna saling pandang, namun dengan artian yang berbeda, Dafa yang kepikiran bahwa sebenarnya dia sudah menikah, sedangkan Luna senang karena sebenarnya dia masih mencintai Dafa.
Kedua orang tua Dafa begitu akrab dengan Luna, bahkan mereka berniat menjodohkan Luna dengan Dafa, apa lagi Abimanyu dan istri sudah kenal dengan orang tua Luna, karena memang mereka belum mengetahui perihal pernikahan Dafa.
Dan Dafa seakan mengulur waktu untuk memberi tahu orang tuanya atau memang dia sengaja untuk menyembunyikannya, entah lah cuma dia sendiri yang tahu, apa yang sebenarnya dia inginkan saat ini.
******************
Risma yang telah selesai melakukan operasi matanya di pindahkan ke
Ruang perawatan. Serly selalu siap siaga dI samping Risma. Nando hanya menanyakan perihal operasinya Risma lewat video call. Nando dan Nadia tampak bahagia mendengar operasi Risma berjalan lancar.
"Mas, Semoga Risma segera bisa melihat indahnya dunia ini lagi ya."
"Iya sayang, itu pasti dan sebentar lagi itu akan terjadi, dan biar dia bisa beraktifitas seperti dulu, dia pasti sangat merindukan toko kuenya yang sudah lama dia tinggalkan." Kata Nando.
"Iya mas, kadang aku merasa kasihan juga dengan Chika, dia sendirian menjaga toko kue milik Risma." Kata Nadia.
"Semoga setelah Risma sudah di ijinkan pulang dia bisa segera mengurus kembali toko kuenya."
"Iya mas."
Keduanya nampak asyik ngobrol dengan di temani teh hangat dan biskuit di meja. Bapak Wisnu yang melihat keduanya merasa sangat bahagia, dan tidak dapat di pungkiri bahwa dia juga sangat merindukan anak bungsunya yang kini sedang menjalani pengobatan di Singapore.
Setelah sepuluh hari di Singapore, keadaan Risma semakin membaik, dia hanya perlu menunggu perban di matanya di buka oleh Dokter, di dalam ruangannya Risma hanya duduk di ranjang Rumah sakit sambil mendengarkan lagu kesukaannya.
Dan Serly menunggu di sofa dekat ranjang itu, sambil sesekali melihat ke arah Risma. Baru kali ini Serly mendapat majikan yang begitu baik, dan memperlakukannya seperti keluarga sendiri. Bahkan Serly merasa bahwa Risma seperti kakak kandungnya sendiri, sehingga dia begitu tulus menjaga Risma.
'Nona begitu baik, tuan muda sangat beruntung kalau dia tahu betapa berharganya berlian yang dia dapatkan sekarang ini, tapi sayang tuan muda belum menyadari betapa bernilainya berlian itu.' Batin Serly.
"Serly," Panggil Risma.
"Ya nona, apa nona muda membutuh kan sesuatu?" Kata Serly dengan sigap dan berjalan mendekati Risma.
"Aku tiba-tiba kepingin makan gado-gado, bisa carikan untukku?" Tanya Risma pada Serly.
"Dengan senang hati nona muda, saya akan keluar sebentar membelikannya."
"Makasih Serly."
"Sama-sama nona, saya permisi dulu."
"Hati-hati Serly, karena kita di negeri orang."
"Baik nona muda."
Serly pun keluar untuk mencari gado-gado permintaan Risma. Sayup-sayup Risma mendengar suara berita di televisi, beberapa ada berita kriminal yang dia dengar.
"Ternyata angka kejahatan masih tinggi juga." Gumamnya.
Sambil menunggu Serly datang membawakan pesanannya, Risma berbaring di ranjangnya kembali. Pikirannya melayang entah kemana.
Tiba-tiba dia teringat dengan Dafa yang sampai sekarang belum ada menghubunginya. Padahal ini sudah sepuluh hari semenjak dia ke Singapore untuk pengobatan matanya.
"Sudah lupakah mas dafa dengan ku?.. sehingga tidak pernah menanyakan kabarku?." Gumam Risma sedih.
Tidak lama berselang Serly datang membawakan pesanan Risma yaitu gado-gado, Serly menyiapkannya di sebuah piring dan menyuapi majikannya dengan pelan dan lembut. Sesekali mengambilkan minum untuknya, Risma merasa sangat bahagia ada Serly yang selalu siap siaga membantu Risma.
Selama melakukan pengobatan di Rumah sakit Singapore, di kota S kondisi ayahnya ( pak Wisnu ) semakin memburuk, penyakit komplikasi diabetes dan ginjal yang di deritanya membuat pak Wisnu bolak balik ke Rumah sakit.
Sebenarnya Nando berusaha memberi kabar pada Dafa, namun Hp Dafa selalu di luar jangkauan bahkan terkadang tidak aktif, mungkin dia sibuk begitulah yang ada di pikiran Nando tentang adik iparnya tersebut.
Dan Karena tidak ingin Risma khawatir dengan keadaan sang ayah, Nando tidak menceritakannya pada Risma, karena dia mau adik kesayangannya tenang selama menjalani pengobatannya di Singapore.
☆Bersambung☆
Jangan lupa vote, Like komennya ya..
Semoga suka.
Happy reading..
Author bingung nich kapan Dafa sadarnya.. padahal bininya sudah baik begitu.
kebetulan baru baca di hari senin, langsung kasih vote 👍🏻🤭