NovelToon NovelToon
22.23

22.23

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Balas Dendam / Contest / Tamat
Popularitas:223.1k
Nilai: 5
Nama Author: Okta Diana

"Kamu pahlawanku. Kamu cinta pertamaku. Kamu teman terbaikku. Tapi siapa sangka jika selama ini, kamu adalah anak dari pembunuh Ayahku." ~Pinky~

Dari pengkhianatan seorang pacar membuat Pinky Arkananta tak sengaja bertemu kembali dengan Arion.

Reyhan, Ayah tiri Pinky melarang keras Arion untuk mendekati anak-anaknya. Seperti merpati yang baik akan tau jalan pulang, ya begitulah kisah cinta mereka. Sekuat apapun Rey menjauhkan sepertinya akan percuma. Tapi, jika Pinky mengetahui kenyataan sebenarnya apakah cinta mereka akan tetap sama?

"Jika aku bisa memilih siapa orang tuaku, aku pasti tidak akan memilihnya sebagai Ayahku. ~Arion~

Ada juga Aero, adik Pinky yang menjadi rebutan tiga teman wanitanya!

Area 21+

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okta Diana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Mama

Di keheningan mereka tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Arion. Dia tersenyum pada Pinky kemudian mengambil ponsel di saku celananya. Pinky menatapnya sembari meneguk air mineral di depannya.

"Halo Ma ... iya bentar lagi aku kesana!" ucapnya di telepon itu. Lalu dia menutup teleponnya dan menaruhnya di saku kembali.

"Kamu anak Mama banget, ditelepon Mama terus dari kemarin," ledek Pinky.

Arion terkekeh, "Aku sayang banget sama Mama, cuma dia orang tuaku." Wajahnya berubah sendu.

"Maaf ya!" Arion berusaha tersenyum. "Papamu ....?" tanya Pinky ragu.

"Udah gak ada kata Mama."

"Oouh ...."

"Ya udah aku balik dulu ya Kak!"

Pinky mengangguk, "Hati-hati ya! Makasih untuk tadi." Terpampang senyum di wajah mereka.

Arion berdiri dan Pinky pun juga ikut berdiri. Dia mengantarnya sampai luar berjalan berdampingan. Arion memakai helm full face-nya menatap tajam si pemilik restoran itu dengan terus menarik garis senyum bibirnya.

"Jangan nangis lagi!" serunya dengan menyalakan motor. Laki-laki itu melambaikan tangan dan Pinky membalasnya. Secepat kilat dia memutar gas motornya.

Sepanjang perjalanan Arion di ikuti mobil hitam. Dia terlalu menikmati perjalanannya sampai tak sadar akan hal itu.

Sesampainya di jalan yang sepi mobil itu menyalip dan langsung menghadang. Seketika dia mengerem mendadak motor yang dia tumpangi. Bunyi rem itu pun sangat nyaring di telinga. Dia hampir terjatuh bersama motornya.

Pemilik mobil itu pun turun dengan membanting pintu mobilnya. Arion tau siapa dia. Laki-laki yang telah menghadangnya itu berjalan mendekatinya dengan wajah berapi-api.

Arion membuka helmnya dan menaruh di atas motor. Dahinya berkerut, tangannya mengepal. "Apa maksud lo? Pengen ngebunuh gue?"

"Ya."

Arion memberikan senyum setengahnya kemudian membuang mukanya. "Kenapa lo? Cemburu?"

"Gue tau lo bukan pacar Pinky. Gue kenal Pinky udah lama, gue tau semua sifatnya. Jadi lo gak usah lagi ikut campur urusan gue sama Pinky!" Gino mendorong dada Arion.

Arion membalas mendorong dada Gino. "Urusan Pinky urusan gue juga. Karena gue pacarny, lo jauh-jauh sana!" Dia mununjuk-nunjuk mata laki-laki pengkhianat itu.

Tangan Gino mengepal, wajahnya memerah dia seketika memukul wajah Arion hingga membuatnya tersungkur di aspal jalan panas yang kini hanya satu dua mobil yang melewatinya.

Arion mengerutkan keningnya, pembuluh darah nampak tegang di lehernya, ekspresi wajahnya pun mengeras. Dia langsung berdiri dan memukul Gino tiga kali tepat di wajahnya.

"Lo laki-laki pengkhianat pantas dapetin ini!" Arion memukul perutnya tiga kali. Gino meringis kesakitan.

Dia mencoba berdiri dengan memegangi perutnya. "Apa maksud lo?" tanyanya dengan geram. Laki-laki itu sedikit kaget dengan ucapan Arion.

Arion meludahkan gusar sedikit darah yang keluar dari bibirnya. "Gak usah sok bingung lo! Udah berapa lama lo khianatin Pinky? Jangan-jangan dari awal pacaran ya?"

"Heh ... jangan asal ngomong ya!" Gino mengepalkan tangannya dan siap mendarat ke wajah Arion. Namun Arion menahannya dan memukul kembali wajah Gino hingga dia tersungkur. Itu balasan yang cukup memuaskan bagi Arion. Nampak sudut mulutnya muncul.

Tanpa membuang waktu lama, Arion mengambil helm dan memakainya. Dia menaiki motornya langsung pergi begitu saja dari sana. Gino seperti tak terima. Dia menjambak gusar rambutnya. "Gue gak akan tinggal diam!" Laki-laki seperti tak mau begitu saja melepas Pinky. Lalu untuk apa selama ini dia bermain belakang dengan wanita lain? Satu kata untuknya 'egois'.

1
falea sezi
anak Kinan Rey bukannya Jr kok jd pinky aero/Shame/
Susi Andriani
pinky terlalu bodoh
Susi Andriani
anak si Kevin temen rey
Susi Andriani
halo kakak aku datang nih
Husnul Kholil
bagus
Devy
Aero dan pinky itu adiknya JR...?
Okta Diana: bukan. ini beda cerita
total 1 replies
Ayook--
😭😭😭g bisa brkata ap" thor, bab in sungguh mengandung banyak bawah....
fa_zhra
umur segitu msh labil.mengedepankan emosi drpd logika
V_nee ' wife Siwonchoi ' 🇰🇷
Udah baca dan tabur bunga dan ngopi disitu taaa 💃
Anindya Hamdan Syabani
sambil nunggu babang shaka aku mampir kesini,makasih ya thor udah bikin karya2 yg bagus,ttp semangat ya thor semoga author okta ttp sehat
NurIla Rahmatiah
duhh kata2nya Pinky ke papa Rey kejam syekaliii 😭😭😭
NurIla Rahmatiah
hmmm... tetep ga suka sih kalo kaya gini caranya pinky terkesan murah🤦✌️..
padahal ciuman aja belum pernah..eh ini sampe ngasih keperawanan.. terlalu sihh, syeremmm
itttti ajahh 🆘❀⃟⃟✵
otw ta🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀
Astuti Puji VaNolzky
lah nikahin aero donk thor..ga kasihan ya
Ririn Satkwantono
yaa... nama kinan nyelip...hihi
Ririn Satkwantono
mmpir.... nih aq thor.... ni br smpt bc....
Nenk Leela Poetrie Mawar
yahh kok sudah End gak tunggu Aero nikah dulu ke
Nenk Leela Poetrie Mawar
yahhhhhh
Nenk Leela Poetrie Mawar
pinky😭😭
Nenk Leela Poetrie Mawar
rumit sekali hidup mu pinky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!