Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9."Rumah Sewa"
...
Andrian Ramat
...
Andrian Ramatha adalah seorang putra dari pasangan Adidarma Ramatha dan Widya. Semenjak ayahnya meninggal, Andrian menjadi satu-satunya pewaris tunggal, sekaligus CEO peruahaan Adhidarma. Andrian berusia 28 tahun, dia sangat tampan hanya saja sifatnya yang dingin dan sangat susah dimengerti oleh orang lain. Tapi tetap saja, rupanya yang sangat tampan mampu menghipnotis setiap wanita yang melihatnya.
**
...Alena Wanda Amira...
Alena Wanda Amira adalah seorang gadis muda berusia 20 tahun yang sangat ceria dan mandiri. Alena adalah anak perempuan dari pasangan wisnu januar dan della. Saat umur 5 tahun, Alena sudah ditingggalkan oleh kedua orangtuanya. Orangtua alena meninggal karena kecelakaan. Hal itu membuat dia harus tinggal bersama paman, bibi dan satu kakak sepupu perempuannya. Dari kecil Alena sudah sangat bersikap mandiri, hingga sekarang dia pergi kekota lain untuk kuliah, dan bekerja untuk menghidupi biaya kehidupannya sendiri.
**
...Dhita Verissa...
Dhita verissa adalah sahabat terbaik Ale. Dia sangat cantik dan jago beladiri. Dia adalah seorang penulis komik online, walaupun kehidupannya sangat berbalik dengan Ale, tapi Dhita sangat menyayangi Ale seperti rasa sayang kakak kepada adiknya dan dia selalu mendukung apapun yang ale lakukan, selagi itu mampu membuat Ale bahagia.
**
Ale sedang berada dimejanya dan mengerjakan pekerjaanya. Tiba-tiba handphone Ale berbunyi. “Hallo bibi..”
“Sebaiknya cepat datang kerumah”
“Sekarang?” tanya Ale penasaran.
“Iya”
“Baiklah.. saya akan segera datang” jawab Ale langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan kantornya.
Setibanya dirumah, Ale sudah melihat ada bibi pemilik rumah dan satu orang laki-laki. “Iyaa, kamu hanya perlu membawa barang-barangmu, sofa, tv dan semua isi rumah ini sudah termasuk fasilitas.”
Ale sangat kaget mendengar semua itu. Dia memang telat membayar uang sewa, tapi bukan berarti pemilik rumah bisa berlaku semena-mena seperti ini? Tapi rasany Ale memang benar-benar tidak berdaya saat ini.
“Kamu dan temanmu hanya perlu memakai rumah ini, sebaiknya cepat diskusikannya bersama temanmu” ucap bibi pemilik rumah dengan pria yang akan menyewa rumahnya itu.
“Baiklah, aku akan membicrakannya bersama temanku. Kalau begitu saya permisi dulu” pamit laki-laki itu meninggalkan Ale dan pemilik rumah.
Ale menghampiri pemilik rumah “Bibi, bukankah aku masih tinggal disini? Lalu kenapa anda sudah menawarkan rumah ini?” tanya Ale memperjelas keadaannya saat ini.
“Oiya ini, lebih baik kamu lunasi dulu tunggakanmu. Ini biaya uang sewa 3 bulan, dan perbaikan pipa air yang bocor.” Ale mengambil amplop yang dierikan pemilik rumah dan membukanya.
“Kenapa mahal sekali bi? Bukankah hanya perbaikan pipa?” tanya Ale masih dengan ekspresi kesal bercampur kaget.
“salah siapa saat itu kamu tidak dirumah. Pipa air rumah ini bocor, dan air merembes sampai kebawah, jadi kamu harus menanggung kerusakan lantai juga.” Pemilik rumah menerangkan menggunakan nada tinggi tidak mau kalah.
“Bukankah aku sudah memberitahu bibi sebulan yang lalu jika pipa air memang ada kendala? Tapi bibi hanya menimpalinya bahwa itu hanya masalah sepele, dan membiarkannya?” Ale mulai kesal dan putus asa. Jika bukan tinggal disisni akan dimana Ale tinggal.
“Jadi kamu menyalahkan saya?”
kriingg... suara telfon Ale tiba-tiba berbunyi, terpampang tulisan “manusia kulkas” disana, namun Ale mematikannya karna dia memang sangat membutuhkan waktu untuk mengurus ini.
“Bukan seperti itu bi, tapi kita kan sudah kontrak, bagaimana mungkin bibi membatalkannya hanya sepihak.” Ale melanjutkan bicaraanya.
Kriiinggg... “Hallo pak Andrian..”
“Ale kamu berani mematikan telfon saya?!!” suara kesal pemilik suara disebrang telfon. “Maaf pak..”
“Temani saya bertemu dengan klien, kamu dimana?” jawab Andrian
“maaf pak saya sedang dirumah untuk mengurus sedikit masalah. Saya ambil cuti hari ini pak. Trimakasih” Ale langsung mematikan sambungan telfon mereka.
“Bibi, bisa kah kita bernegoisasi? Kita diskusikan ini dahulu.” Ale menahan tangan pemilik sewa dengan ekspresi memohon.
“Bisakah anda memberikan saya sedikit waktu? Besok.. ehh lusa.. saya akan melunasi semua tunggakan itu bi.” Ale memohon. Walaupun dia masih tidak tau bagaimana cara bertanggung jawab dengan ucapannya itu, tapi Ale hanya ingin masalah hari ini selesai dahulu.
“baiklah.. saya akan memberikan waktu. Tapi biaya sewa tidak akan semurah sekarang. kedepannya, setiap bulan biaya sewa akan naik 2%.” Ucap sang pemilik rumah dengan entengnya.
“Naik? Biaya sewa naik? Bagaimana bisa seperti itu bi?” Ale tertergun kaget.
“Iya.. jika tidak ingin, saya beri waktu satu bulan, dan pergi dari sini!!” tandas sang pemilik rumah.
“Ta..ta tapi bi..” ale masih berusaha menghentikan langkah sang pemilik rumah. TARRRRRR!!!
Ale kaget dan tertegun melihat benda apa yang jatuh. Lampu itu.. itu adalah lampu kesayangannya. “ehmmm bukankah itu hanya lampu biasa? Aku akan memotongnya dari uang sewamu.. jadi ingat itu ya,”
pemilik rumah akan keluar dari pintu namun terhalang dengan sosok pria yang muncul tiba-tiba dan masuk kerumah Ale.
.
.
.
Hallo temen" makasih sudah mengikuti ceritaku sampai ketahap ini, ini adalah gambaran visualku, jika kalian tidak suka bisa memvisualkan sesuai bias kalian masing-masing kok, jadi bebas ya.. hehehe;')
.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport
By. Nurhasanah
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
mampir juga yaa
mampir juga yaa
mampir juga yaa