NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Fadil menatap penuh emosi, dia mengepalkan tangannya mendengar ucapan Aminah yang menghinanya seperti itu, walau itu memang kebenarannya tapi bukan berarti dia berhak berkata seenaknya padanya seperti itu.

"Lagian memangnya kenapa kalau kamu bayar makanan itu kan kita pasangan kekasih, aku juga sering mentraktir mu jadi itu sudah impas". Kesalnya lagi.

Aminah menghela nafas kasar, dos terakhir yang dia bawah sudah dia simpan kedalam dan sekarang dia sudah selesai dan mengambil upah lemburan nya.

Dia berjalan mendekati lelaki menyebalkan yang sejak tadi mengganggunya itu.

"Dengar Fadil, kita memang sepasang kekasih tapi bukan berarti kamu seenaknya memanfaatkan aku setiap kali jalan bersama, kamu tidak punya harga diri?, masa iya makananmu selalu aku bayar setiap kali kita pergi".

Fadil mengeram penuh emosi, dia tidak menyangka jika Aminah akan mengungkit semua itu dihadapan teman-temannya yang hanya penjaga toko dan membuatnya malu setengah mati.

"Jangan bicara sembarangan Aminah, tidak semuanya kamu bayarkan, aku juga keluar uang setiap kali kita jalan, jadi hentikan bicara omong kosong mu". Bentak Fadil .

Dia mencengkram tangan Aminah Dnegan keras dan kasar, matanya menyala penuh amarah karena hinaan itu.

Hilang sudah topeng baiknya sejak tadi berusaha dia tampilkan dan inilah sikap asli yang dimiliknya karena dipermalukan oleh Aminah seperti ini.

Aminah meringis mendapatkan perlakuan kasar itu, dia menepis keras tangan Fadil dan menunjuknya dengan kasar.

"Lepaskan Fadil, aku tidak mau lagi bersama lelaki seperti mu, lelaki perhitungan dan hanya bisanya memanfaatkan seorang perempuan, kita putus". Bentaknya dengan suara menggelegar.

Beruntung disana sedang sepi dan hanya ada dirinya dan juga teman-teman nya yang mengawasi karena takut dirinya diperlakukan Dnegan tidak baik oleh lelaki sialan itu.

Wajah Fadil semakin memerah, dia tidak terima dihina dan diputuskan sepihak seperti itu, harga dirinya seperti diinjak-injak oleh perempuan yang harusnya tunduk kepadanya tapi nyatanya malah melawan dan bahkan menghinanya seperti ini.

"Jangan keterlaluan, sejak tadi aku berusaha mengontrol emosiku, aku tidak akan tinggal diam kamu putuskan seperti ini dasar perempuan rendahan". Bentaknya kembali mencengkram tangan Aminah dengan keras

Plak.

Sebuah tamparan keras dan berbunyi nyaring membuat suasana sunyi itu semakin mencekam, wajah Fadil terlempar kesamping dan nyaris terhuyung karena tamparan itu

Wajahnya memerah karena bekas tangan itu nampak jelas terlihat di kulit putih lelaki itu.

Dia mengepalkan tangannya, kini amarah menguasai dirinya sepenuhnya, dia hendak melayangkan tangannya tapi teman lelaki Aminah langsung mendekat dan mencengkram tangannya.

"Pergi dari sini Bro jika kamu tak mau masuk penjara, aku punya video kalian sejak tadi". Ucapnya dengan dingin dan datar

Dia memang menyaksikan semua pertengkaran mereka sejak awal untuk berjaga-jaga agar nantinya bisa dijadikan senjata jika Fadil menyakiti Aminah.

Wajah Fadil memucat, dia mengepalkan tangannya dan menatap keduanya bergantian dengan penuh amarah.

"Dengar bro jangan ganggu Aminah lagi, jika sampai kamu mengganggunya akan kubawa video ini kekantor polisi dan akan ku laporkan kamu dengan tindak kekerasan dan juga pemaksaan, kamu pasti tidak mau reputasi mu hancur kan?".

Dia sengaja mengancam lelaki ini, dia yakin jika mereka berada diluar, lelaki ini pasti akan kembali mengganggu Aminah dan berbuat kasar padanya.

"Jangan ikut campur, ini bukan urusanmu, ini urusanku Dnegan perempuan rendahan tidak tahu malu ini, dia harusnya bersyukur mendapatkan lelaki tampan dan mapan seperti ku, dia hanya pelayan rendahan yang beruntung". Ucapnya menghina .

Dia menatap Aminah Dnegan tatapan remeh dan merendahkan

Aminah mengepalkan tangannya, hatinya sakit karena lelaki yang dia cintai ternyata hanya lelaki busuk dan suka merendahkan orang lain.

"Tidak apa-apa menjadi pelayan yang rendahan menurutmu, dibandingkan lelaki tidak punya malu yang selalu memanfaatkan perempuan yang katanya pelayan ini, bahkan untuk makan saja masih mengandalkannya, harusnya anda bercermin tuan Fadil, siapa disini yang memalukan". Balasnya dengan tenang

Tapi setiap katanya terdengar sangat tajam dan penuh dengan hantaman keras bagi harga diri seorang Fadil.

Tangan Fadil mengepal, dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan akan menghajar wanita yang berani menghinanya ini.

"Sekali lagi kamu menghinaku, akan kurobek mulutmu Aminah, dasar perempuan tidak tahu diuntung".

Aminah hanya terkekeh pelan menatap Fadil Dnegan tatapan tidak peduli dan congkak.

"Tapi itu kenyatannya tuan Fadil, aku bahkan masih menyimpan setiap bill ditempat kita makan, apa perlu melemparkan di hadapanmu sampai semua orang tahu betapa pelitnya dan juga serakahnya lelaki yang katanya mapan ini?". Ejeknya sengaja membuat Fadil emosi.

"Kurang ajar" .

Dia mendekati Aminah dan akan menghajarnya tapi terhalang teman Aminah yang kini menatapnya tajam.

"Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti teman kami dan membuat keonaran ditempat kerja kami, jangan sampai aku benar-benar menelpon polisi sekarang juga karena kamu sudah membuat keributan disini". Ucapnya menghempaskan Fadil yang sejak tadi berusaha mendekati Aminah.

Wajah Fadil memucat, tangannya mengepal erat, matanya menyala dan urat-urat dilehernya menyembul.

"Ini belum selesai Aminah, aku pasti akan memberikan kamu pelajaran". Teriaknya .

Sahabat Aminah bernama Rama itu kini mendekati Fadil dengan penuh emosi.

"Coba saja kamu menyentuhnya seujung kuku saja, aku pastikan video ini akan sampai di kantor mu besok pagi, kamu pasti tahu apa yang terjadi pada karier mu bukan?". Ancamnya Dnegan tajam

Mata Fadil memerah menahan amarah, dia tentu saja tidak mau jika kariernya hancur karena semua ini, dia hanya bisa menelan ludah penuh amarah dan berbalik meninggalkan mereka dengan penuh emosi.

Dia tidak akan berhubungan dengan Aminah lagi , dia yakin lelaki itu tidak main-main dengan perkataannya, jika itu terjadi maka kariernya akan Habis apalagi bosnya adalah seorang perempuan yang tentu saja dia yakin akan membela perempuan juga.

"Dasar sialan, aku pasti membalas mu Aminah, lihat saja nanti". Sungutnya sambil berjalan menjauhi mereka.

Aminah yang melihat kepergian Fadil hanya bisa bernafas lega, dia menatap sahabatnya yang kini mendekati dirinya dengan langkah tenang.

"Kamu baik-baik saja Aminah?". Tanyanya pelan.

Aminah mengangguk kemudian tersenyum ramah.

"Makasih yah Rama, aku tidak tahu apa jadinya aku kalau kamu tidak datang tepat waktu, laki-laki itu sudah gila kayaknya". Sungut Aminah dengan kesal.

Rama tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya karena perkataan sahabatnya itu

"Sudahlah, tidak usah pikirkan orang itu, kamu pulang saja sama putri setelah ini, biar ada yang menemani kamu dijalan, takutnya dia menunggu kamu dijalan sana untuk memberi pelajaran".

Aminah mengangguk kemudian menggandeng putri yang sejak tadi duduk menyaksikan pertengkaran itu.

"aku yakin dia tidak akan menyerah setelah ini". Cicitnya dalam hati

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!