NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 - Baju Couple

Wanqing bangun pagi itu dengan perasaan yang gundah dan penuh kecemasan. Sudah tiga hari berlalu, Ibu Mei bilang suaminya akan kembali hari ini untuk menjemputnya menghadiri penjamuan pertunangan yang spesial. Wanqing bulak-balik memastikan gaun yang ia jahit sekaligus jas kemeja yang ia siapkan untuk suaminya.

Ibu Mei datang masuk setelah mengetuk pintu lembut. "Wow indah sekali pakaian set ini Wanqing." Ujar Ibu Mei yang asyik melihat setiap detail gaun yang Wanqing buat.

"Wanqing.. Sebaiknya Kau jahitkan juga nanti beberapa pakaian couple untukku dan suamiku ya, Aku akan bantu promosikan dan Kau bisa mulai bisnis butik, bagaimana?" Tawar Ibu Mei.

"Tapi Ibu, Aku kan harus menemani Jenderal.."

"Tenanglah Wanqing, bawa saja bersamamu beberapa alat menjahit dan seluruh perlengkapan mu ini, nanti Aku akan mengirimkannya setelah kalian sampai di sana, kain-kain dan detail ukurannya juga akan Aku berikan."

Wanqing mengangguk lembut. "Ibu Mei memang wanita yang sangat pantas bersanding dengan Jenderal Tua Lu, bagaimana tidak? Kecerdasan, kebaikan, dan ketulusan Ibu dalam mengurus, menata, merancang masa depan tidak dapat diragukan lagi." Puji Wanqing.

Ibu Mei tertawa kecil. Mereka berdua seketika mendengar deru mobil dari arah halaman depan. "Nah, suamimu sudah pulang, ayo sambut dia."

Wanqing mengangguk, pertama kalinya hatinya terasa sangat tidak karuan, deg degan dan cemas. Wanqing terus berusaha menahan panas di pipinya karena rasa cemas dan malu akhirnya bisa bertemu lagi dengan suaminya setelah beberapa hari.

Pintu itu terbuka bertepatan dengan Wanqing dan Ibu Mei yang sudah berdiri di anak tangga terakhir. Jenderal Lu Jingyuan terlihat masih sangat gagah, tubuhnya bahkan terlihat lebih kekar daripada sebelumnya. Ia melirik Ibu Mei dan Wanqing sambil mengangguk singkat. Tatapannya masih sama dinginnya seperti biasanya.

Wanqing berjalan mendekat menghampiri suaminya, "Apa Jenderal sudah makan? Aku dan Ibu Mei tadi belum sempat masak jadi.."

"Sudah."

Jenderal Lu Jingyuan langsung memotong perkataan Wanqing dan berjalan pergi menuju halaman belakang. Ibu Mei menatap kepergian anaknya itu dengan sayu. "Kenapa dia selalu berperilaku dingin dengan siapapun ya?" Gumamnya lagi sambil menghela napasnya kencang.

Ibu Mei membimbing Wanqing menuju dapur. "Ayo nak, masak sesuatu yang segar dan hangat, nanti Kau coba bawakan dan makan bersamanya, mungkin dia akan luluh." Wanqing mengangguk dan mengikuti Ibu Mei menuju dapur.

Wanqing akhirnya selesai masak daging kecap dan tumis labu kesukaan dirinya, ia masih belum paham apa kesukaan suaminya, apalagi Ibu Mei. Ibu Mei selalu bilang kalau Jingyuan tidak pernah makan di rumah maupun sarapan selain secangkir kopi di pagi hari untuk laporan dengan Jenderal Tua Lu atau sekedar berbicara santai dengan beberapa ajudannya mengenai pekerjaan.

Wanqing datang membawakan beberapa makanan dan meja makan serta dua kursi ke halaman belakang dibantu beberapa pelayan yang mulai menyusun tempat makan itu. Wanqing menghampiri Jenderal Lu yang terlihat sibuk mencabuti rumput liar di dekat pohon oak yang tumbuh tinggi dan besar subur di halaman belakang rumahnya.

"Jenderal.. Ada makanan buatanku, mari makan bersama?" Ujar Wanqing memberanikan dirinya.

Jenderal Lu tak bergeming, tetap dalam posisinya dan sibuk mengurus halaman belakang. Wanqing yang gelisah dan takut makanannya jadi dingin akhirnya menuangkan satu porsi daging babi kecap dan nasi serta tumis labu itu dalam satu mangkuk kecil. Ia berjalan mendekati sang Jenderal dan jongkok kecil di sampingnya.

Wanqing asyik memperhatikan kegiatan Jenderal Lu sembari mengunyah makanannya yang penuh di mulut mungilnya. Sesekali Wanqing membantu kegiatan mencabut rumput itu sambil terus menyuapkan makanannya dan meletakkan mangkuknya di sembarang tempat. Jenderal Lu yang tampaknya mulai heran dengan perilaku Wanqing akhirnya pasrah. Ia bangkit dan berjalan menuju meja makan itu, sementara Wanqing masih melanjutkan kegiatan makannya di lantai sembari mencabuti rumput.

Wanqing tersenyum melihat Jenderal Lu melakukan hal yang sama dengannya, Ia melanjutkan mencabut rumput sambil terus menyuap makanannya tanpa perlu duduk di atas meja makan.

Wanqing tersenyum bahagia ketika melihat Jenderal Lu mengambil satu porsi lagi. Melihat kesempatan itu Wanqing mencoba untuk terus fokus membantu merapihkan tanaman sambil menemani Jenderal Lu menghabiskan makanannya dan menyelesaikan pekerjaannya.

Satu setengah jam berlalu, halaman itu telah bersih dan rapih, begitu juga dengan makanan yang Wanqing bawa. Semula Wanqing hanya melihat dua porsi makanan yang dimakan oleh Jenderal Lu, namun lama kelamaan satu panci makanan yang ia bawa habis tak bersisa beserta sayur dan nasinya. Wanqing terkejut melihat banyaknya porsi makan suaminya itu.

Ketika Wanqing membersihkan makanannya, Ibu Mei yang sedari tadi sibuk memperhatikan mereka menghampirinya. "Wan-Wan!! Hebat sekali, bagaimana bisa Kau meyakinkan dirinya untuk makan di rumah dan makan sebanyak itu?!"

Wanqing tersipu malu.

...****************...

Sore itu Wanqing menunggu Suaminya selesai mandi dengan satu set jas yang sudah khusus ia jahitkan untuk suaminya. Ia pun telah siap dengan dandanan simple dan rambut yang ia sanggul kebelakang disertai gaun se lututnya yang berwarna senada dengan corak kemeja suaminya yaitu biru muda.

Jingyuan keluar dari kamar mandi masih mengenakan handuk. Ia menatap istrinya berdiri di depan kamar mandi dengan gaun yang indah dan tampilan yang sangat cantik serta anggun. Wanqing tersenyum menatap Jingyuan sambil menyerahkan kemeja jas itu. "Ayo pakai pakaian couple." Ujarnya

Masih dengan wajah datarnya, Jingyuan menatap kemeja jas itu dan gaun yang dikenakan Wanqing di hadapannya. Ada sedikit perubahan ekspresi yang tidak begitu kentara di wajah pria itu. Namun, Wanqing merasakan bahwa pria itu puas dengan pakaian yang ia buatkan.

Tak lama mereka telah siap dan sudah menuruni anak tangga bersama menuju ruang tamu. Ibu Mei yang juga sudah siap untuk pergi dengan Tuan Lu Tua menatap kedatangan kedua pasangan serasi yang terlihat sangat tampan dan cantik itu.

Wajah Ibu Mei berseri senang. "WAH CANTIK DAN TAMPANNYAA ANAK ANAKKU!!" Ujarnya setengah berteriak. Wanqing tersipu malu, sementara Jingyuan hanya menanggapi dengan wajah datarnya tanpa ekspresi.

Sebelum mereka menaiki mobil yang akan membawa keluarga besar mereka menghadiri penjamuan yang istimewa itu, Ibu Mei langsung meminta mereka berpose di depan gerbang untuk mengabadikan momen pakaian indah dan kebersamaan mereka berdua itu.

"Ayo cepat bergaya!" Ujarnya bossy sembari terus tersenyum lebar melihat keduanya.

"Cantik dan tampannya.." Gumamnya terus.

Mobil itu pun melaju bersamaan dengan beberapa barang yang sudah disiapkan untuk dibawa langsung ke kantor atau barak yang akan menjadi tempat Wanqing menemani suaminya dinas nanti.

*BERSAMBUNG*

Semuanya mohon vote, like, subscribe, dan komen yahhh! Terima kasihhh

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!