AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Ren tidak menjawab kata-kata dari kucingnya. Seolah-olah tidak mendengarkan, membuat sang kucing menatap jenuh. Kemudian kembali berpura-pura mengeong.
Pertarungan antara manusia memang membosankan, kucing putih yang menatap ke arah Kelvin. Ada layar transparan yang tidak dapat dilihat oleh manusia biasa. Tapi tuannya dan dirinya dapat melihatnya.
"Sesuatu yang dapat meningkatkan energi pengguna tanpa memerlukan usaha. Semuanya memiliki batasan, sesuatu yang instan meningkatkan kemampuan tubuh penggunanya. Tapi sama sekali tidak meningkatkan kemampuan mentalnya." Gumam Ren dengan suara kecil.
Sarah menembak ke arah Kelvin beberapa kali, tapi seperti dugaannya Kelvin dapat menghindarinya.
"Seperti ini..." ucap Ren dengan suara kecil, menyentuh tanah.
Tanpa disadarinya, rantai yang bagaikan hidup bergerak di bawah tanah. Terulur memegangi kaki Kelvin.
Brak!
Pria itu terjatuh tersungkur, sebelum sempat menebas Sarah.
Sarah dengan cepat mengarahkan senjatanya pada kepala Kelvin."Sepertinya keberuntungan kali ini berada di pihakku." Gumamnya.
Kelvin yang merasa tersandung sesuatu, melirik ke bagian bawah kakinya. Sialnya tidak ada apapun di sana, lalu apa sebenarnya yang menjerat kakinya tadi.
"Wah! Kelvin berlutut meminta maaf kepada Sarah. Kak Kelvin memang pandai dalam bertata krama." ucapkan penuh senyuman.
"Diam kau! Kau adalah sumber masalah di tempat ini! Brengsek!" bentak Kelvin.
Ren bagaikan ketakutan, bersembunyi di belakang tubuh Sarah."Jangan bunuh aku, jangan apa-apa kan aku. Nona Sarah, Kelvin sepertinya membenciku. Aku takut, apa harus pergi saja?"
"Tidak, aku kemari untuk berpisah dengannya. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan jatah makanan, hanya satu butir biskuit sehari." Sarah mengangkat sebelah alisnya."Bahkan kamu yang memberikan daging untukku, jauh lebih berguna dibandingkan sampah ini."
"Kamu bilang apa!?" bentak Kelvin hendak bangkit.
"Bangun! Maka kepalamu akan aku tembak, kamu dapat bangkit kembali, tapi pasti akan mengalami banyak kerugian bukan?" pertanyaan penuh senyuman menyeringai dari Sarah.
"Apa maumu?" Kelvin menatap sengit.
"Bagaimanapun bangkar itu dibeli dengan menggunakan uang kedua orang tuaku, aku berhak tinggal di tempat itu. Selain itu, Aku tidak membutuhkan jatah makanan darimu lagi. Karena itu, bagaimana jika kita cabut status kita sebagai suami istri. Kamu dapat mengangkat istri sebanyak-banyaknya tanpa perlu aku larang atau meminta izin padaku. Aku juga dapat hidup bebas." Sarah berucap begitu pelan, syukurlah Kelvin terjatuh saat hendak menyerangnya. Tempramen pria ini tidak pernah mau kalah, terlalu berbahaya. Apalagi memiliki kekuatan yang kuat, kekuatan yang didapatkan oleh orang yang salah.
"Hanya itu? Baik...aku setuju pernikahan ini berakhir." Kelvin tersenyum ringan mulai bangkit, lagi pula dirinya tidak perlu susah-susah lagi untuk meminta izin pada Sarah. Dirinya dapat membawa wanita sebanyak apapun yang dia mau.
"Ya, hanya itu saja, kita sudah sepakat pernikahan ini berakhir." Itulah yang diucapkan oleh Sarah, lagi pula buku nikah mereka, bahkan tempat catatan sipil atau pengadilan pun sudah tidak ada.
Sarah kemudian kembali memasukkan senjatanya, hendak kembali ke bunker yang dihuni oleh Kelvin.
"Tunggu! Apa alasanmu meminta perpisahan adalah karena dia?" pertanyaan yang diucapkan Kelvin tersenyum menghina.
"Bukan, karena melihatmu bercinta di setiap sudut ruangan itu menjijikan. Bagaimana ketika sebuah pusaka baru dimasukkan ke satu tempat, dimasukkan ke tempat lainnya lagi. Apalagi kamu ketagihan terhadap susu, ya aku rasa mereka dapat memuaskanmu... itu menjijikan." Sarah mengangkat salah satu alisnya.
Sedangkan Kelvin hanya menatap ke arah punggungnya. Pria yang mengikuti Sarah, tersenyum begitu cerah kepada mantan istrinya. Tapi kala sedikit melirik ke arahnya, wajah itu tersenyum mengerikan, bagaikan senyuman yang menampakan kegilaan.
Entahlah, dirinya merasa ada yang aneh dengan orang ini.
Membuka layar transparan, Kelvin menatap ke arah layar sistem miliknya.
"Sistem, berikan profil orang itu!" perintah Kelvin.
Layar tersebut menunjukkan, tentang pemuda bernama Ren.
Nama: Ren Shiro
Power: 21
Speed: 35
Technical: 45
Shield: 20
Kemampuan Khusus:-
"Benar-benar pria biasa yang lemah. Bahkan lebih lemah dari pria dewasa pada umumnya. Tapi, tadi benar-benar ada sengatan listrik, apa hanya perasaanku saja?" gumam Kelvin menatap ke arah jemari tangannya sendiri, yang sempat berjabatan dengan Ren Shiro.
"Kelvin, kamu sudah berhasil mengalahkan monster Level A, Bagaimana jika nanti malam kita membuka sebotol Wine. Lalu bersenang-senang bertiga di bawah api unggun." Usulan dari Sofia.
"Benar! Lagi pula kamu tidak perlu memberikan jatah makanan kepada Sarah dan keluarganya lagi. Bukankah itu sesuatu yang patut dirayakan?" tanya Rani padanya."Kita keluarkan stok daging ya?"
"Ayu yang akan memasak untuk Kelvin, nanti kita buat daging panggang. Sebagai istri yang baik harus dapat memasak untuk suaminya bukan?" kalimat yang diucapkan oleh Ayu.
Tiga orang wanita yang menempel pada Kelvin. Istilah lainnya, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan.
"Ya... kenyataannya kalian ribuan kali lipat lebih baik dari Sarah." Ucap Kelvin penuh senyuman. Seakan melupakan, bagaimana dirinya mendapatkan pertolongan dari keluarga Sarah, di dunia sebelum kiamat terjadi.
Pria yang tersenyum, menghela nafas kasar, mungkin ada baiknya dunia ini kiamat. Sarah dan keluarganya tunduk di bawah kakinya. Dirinya tidak merasa menjadi menantu tidak berguna lagi. Para wanita menghormatinya, bahkan menempel padanya karena hanya dirinya yang dapat diandalkan di dunia ini.
Ya... itulah hidup. Hidup yang ingin dijalani olehnya.
"Nanti malam kita akan bersenang-senang." Ucap Kelvin.
Sekarang memang siang, tapi bagaikan tidak ada cahaya matahari sama sekali. Hanya benar-benar wajah samar terlihat, bagaikan menjelang pagi atau menjelang malam. Saat malam hari bahkan lebih gelap lagi.
***
Sarah memasukkan stok daging beruang mentah ke dalam lemari pendingin. Sementara dirinya dan Ren membuka daging yang telah matang, daging yang sebelumnya dimasak dengan cara dibungkus daun kemudian dibungkus dengan tanah liat, barulah dipanggang di bawah api.
Benar-benar menggugah selera, terlihat matang sempurna.
"Nona Sarah sudah memiliki bunker sendiri. Kenapa masih kemari?" pertanyaan dari Ren penuh rasa penasaran.
"Rahasia..." Sarah mengedipkan sebelah matanya.
Tidak mungkin dirinya berkata pada Ren, untuk menemukan final boss, mengatasinya sebelum memusnahkan seluruh umat manusia yang tersisa.
Karena di akhir cerita novel, barulah Kelvin akan bertemu dengan final boss. Villain dari segala villain, membenci manusia karena membuat peperangan yang merusak alam.
Dapat dikatakan, final bos memiliki kemampuan seperti dewa. Kelvin masih selamat di bagian ending, karena diselamatkan oleh 9 istrinya, dan juga bantuan sistemnya.
Kelvin dan kesembilan istrinya membangun kelompok kecil. Hidup bahagia... hanya sampai sana, tidak ada pembahasan lebih lanjut tentang final boss yang masih hidup.
"Nona Sarah lebih menyukai langit yang terang atau gelap?" sebuah pertanyaan aneh dari Ren.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...