NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Teman Ranjang

Bukan Sekedar Teman Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dokter / Pernikahan rahasia
Popularitas:116.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Lestary

Xavier, dokter obgyn yang dingin, dan Luna, pelukis dengan sifat cerianya. Terjebak dalam hubungan sahabat dengan kesepakatan tanpa ikatan. Namun, ketika batas-batas itu mulai memudar, keduanya harus menghadapi pertanyaan besar: apakah mereka akan tetap nyaman dalam zona abu-abu atau berani melangkah ke arah yang penuh risiko?

Tinggal dibawah atap yang sama, keduanya tak punya batasan dalam segala hal. Bagi Xavier, Luna adalah tempat untuk dia pulang. Lalu, sampai kapan Xavier bisa menyembunyikan hubungan persahabatannya yang tak wajar dari kekasihnya, Zora!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Between Us

Xavier kembali ke apartemen dengan langkah berat. Pandangannya langsung tertuju pada Luna yang sedang menonton televisi di ruang tengah. Suasana apartemen terasa hangat, dan suara acara yang diputar mengisi keheningan di ruangan itu.

Tanpa banyak kata, Xavier menghampiri Luna, meletakkan jas putihnya di atas sandaran sofa, lalu merebahkan tubuhnya di sofa panjang. Ia meletakkan kepalanya di atas paha Luna, seperti sudah menjadi kebiasaannya ketika merasa lelah. Raut wajahnya terlihat kusut, matanya terpejam, dan lengan kirinya diletakkan di atas kening. Napasnya terdengar berat, mencerminkan hari panjang yang baru saja ia lewati.

Luna tersenyum tipis, mengerti betul bahasa tubuh sahabatnya itu. Beginilah Xavier. Amarah atau frustrasinya tidak pernah bertahan lama, terutama ketika mereka berada dalam ruang yang sama. Ia perlahan mengelus rambut Xavier, sebuah gerakan yang menenangkan bagi mereka berdua.

“Pasti ada operasi berat hari ini,” tebak Luna dengan nada lembut.

Xavier hanya mengangguk pelan, tidak langsung menjawab. Setelah beberapa detik, ia akhirnya berkata, “Aku harus menyelamatkan antara ibu dan bayinya. Dan itu... pilihan yang sulit.”

Luna menghentikan elusannya sejenak, lalu menatap Xavier dengan penuh perhatian. “Lalu, siapa yang akhirnya kau selamatkan?” tanyanya hati-hati.

“Keduanya,” jawab Xavier tanpa membuka matanya. Suaranya rendah dan nyaris berbisik. “Aku berhasil melakukannya.”

Ada nada bangga dalam suaranya, meskipun lelahnya masih terasa jelas. Luna tersenyum lagi, kali ini lebih lebar. “Kau hebat, Dok. Aku tahu kau selalu bisa diandalkan.”

Xavier menghela napas panjang, seolah ingin melepaskan sisa tekanan yang masih menggantung di dadanya. Tapi pertanyaan Luna berikutnya membuatnya terdiam.

“Lalu, jika itu aku? Siapa yang akan kau selamatkan?” tanya Luna sambil terus mengelus rambutnya.

Xavier membuka matanya perlahan, menatap wajah Luna yang penuh rasa ingin tahu. Ia menatapnya cukup lama, seolah mencari jawaban yang tepat. Setelah beberapa saat, ia berkata dengan nada ringan, “Tentu saja, bayimu. Dia harus melihat betapa indahnya dunia ini.”

Luna mengernyit mendengar jawaban Xavier yang terkesan asal-asalan. “Oh, jadi aku tidak penting?” balas Luna dengan nada setengah bercanda, meskipun ada secuil rasa penasaran di dalamnya.

Xavier tersenyum tipis, lalu duduk tegak. Ia menatap Luna dengan serius kali ini. “Kau tahu, Luna, jika itu kau, aku akan melakukan segalanya untuk menyelamatkan kalian berdua. Aku tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu terjadi tanpa aku berjuang sampai akhir.”

Kata-kata itu membuat Luna tertegun. Ia tidak tahu harus merespons apa. Ada sesuatu dalam nada suara Xavier yang terasa begitu tulus dan dalam. Tapi, seperti biasa, Luna memilih untuk mengalihkan suasana yang mulai terasa canggung.

“Kau ini selalu terlalu serius,” ujarnya sambil tertawa kecil. “Aku cuma bercanda tadi.”

Xavier hanya menggeleng pelan, lalu kembali merebahkan dirinya di sofa, menutup matanya lagi. “Lanjutkan elusanmu tadi. Aku masih butuh itu untuk menghilangkan rasa lelah ini.”

Luna tertawa kecil, lalu kembali mengusap rambut Xavier.

"Apa kau sudah menyelesaikan semua gambarmu?" tanya Xavier akhirnya, memecah keheningan di antara mereka.

"Belum," jawab Luna sambil menghela napas panjang. "Tampaknya aku harus bergadang beberapa hari ini."

Ia berhenti sejenak, lalu menoleh pada Xavier dengan ekspresi antusias. "Dan kau tahu apa yang paling mengejutkan?"

"Apa?" tanya Xavier singkat, tanpa mengalihkan pandangannya darinya.

"Zora! Dia asisten klienku. Dan kami akan bekerja sama untuk proyek ini," ucap Luna dengan nada penuh semangat.

"Benarkah?" Xavier menatap Luna sekilas, pura-pura terkejut, meskipun ia sudah tahu semuanya. "Itu kabar menarik."

Namun, di balik kepura-puraannya, hatinya terasa sedikit tertusuk. Tidak mudah menyembunyikan apa yang ia rasakan, terutama ketika mendengar nama Zora disebut dengan begitu riang oleh Luna.

Xavier kembali melanjutkan kalimatnya dengan nada yang lembut namun tegas, "Ingat, untuk tetap menjaga kesehatanmu."

Luna mengangguk kecil, senyuman tipis masih terukir di bibirnya. "Aku tahu," jawabnya, tanpa menoleh. Tatapannya kembali terarah pada layar televisi, seolah menghindari tatapan pria itu.

Xavier bangkit dari rebahannya dengan gerakan lambat, matanya memperhatikan Luna sejenak sebelum berkata, "Dan sekarang, waktunya kau tidur."

Tanpa menunggu persetujuan, Xavier meraih remote dan mematikan televisi. Ruangan yang tadi diterangi cahaya layar kini redup, hanya menyisakan lampu meja kecil yang temaram. Luna menatap Xavier dengan sedikit protes, tapi pria itu sudah meraih tangannya dengan lembut, membimbingnya berdiri dari sofa.

"Hei! Aku belum selesai menonton, dan ... bukankah sudah aku katakan aku harus bergadang untuk menyelesaikan lukisanku." ujar Luna setengah protes, tapi suaranya terdengar lemah, lebih seperti keluhan ringan daripada penolakan serius.

"Tidak ada tawar-menawar, kau bisa melakukannya malam besok." balas Xavier, senyumnya tipis namun otoritas dalam suaranya tidak bisa diabaikan.

Ia membimbing Luna menuju kamar tidurnya, langkah mereka lambat namun terasa intim. Begitu masuk ke kamar, Xavier menyalakan lampu tidur yang memancarkan cahaya hangat. Luna berdiri di dekat tempat tidur, menatap Xavier yang tampak sibuk merapikan selimut di sisi tempat tidur.

"Xavier, kau tidak perlu—"

"Tidurlah," potong Xavier lembut, ia berbaring, lalu menepuk sisi tempat tidur.

Luna menghela napas panjang, tapi akhirnya ia menurut pada perintah Xavier. Begitu ia berbaring, Xavier tersenyum tipis dan langsung mendaratkan ciuman dibibir Luna, tangannya terulur menyentuh wajah Luna dengan lembut.

Luna mendorong dada Xavier, memberi jarak untuk ciuman mereka yang semakin dalam. "Bukankah katamu aku harus tidur."

"Tentu," balas Xavier dengan nada rendah dan serak, senyum tipis menggantung di bibirnya. "Tapi setelah ini." Xavier kembali melumat bibir ranum Luna. Tangannya masuk kedalam baju tidur Luna yang longgar. Sentuhannya terasa hangat di kulit dingin Luna, deru napas mereka semakin tak beraturan.

Luna yang semakin bergairah, tak lagi hanya diam. Jarinya meraih dan membuka satu persatu kancing kemeja Xavier. Tidak butuh waktu lama hingga keduanya menanggalkan pakaian mereka.

Xavier mengangkat tubuh mungil Luna, menempatkannya di atas tubuhnya.

Luna memasukkan benda yang sudah sedari tadi mengeras itu dengan perlahan, membuat Xavier mengigit bibir bawahnya, matanya terpejam seakan menikmati setiap kehangatan dibawah sana.

Tangannya tergerak untuk meremas dua benda kenyal milik Luna. Sedangkan Luna, bermain pelan di atas sana, menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan menekannya dalam-dalam. Menatap wajah Xavier yang tampak begitu menikmatinya.

"Faster Luna... " Lirih Xavier kemudian, tangannya beralih ke pinggul Luna, menuntut Luna untuk mempercepat permainannya.

"Ah," desahan lolos dari bibir Luna yang terkatup. "Xavier ... " Luna mencengkram tangan kekar Xavier yang masih meremas pinggulnya. Menghentakkannya dengan kuat hingga menciptakan bunyi yang semakin membuat mereka bergairah.

"Xavier aku mau keluar," Luna menggeliat nikmat. Membuat Xavier semakin mempercepat hentakannya, hingga akhirnya spe*rmanya menembak hangat bersamaan dengan puncak klima*ks yang dirasakan Luna.

Luna terbaring lemas namun puas, tangan Xavier masih memeluknya, "Terima kasih untuk malam ini, Luna." Xavier mendaratkan ciuman di kening Luna.

Luna memejamkan matanya, senyuman terulas dari bibirnya. "Apa aku bisa tidur sekarang?" suaranya nyaris tak terdengar.

"Tentu, selamat tidur, Luna." Xavier sekali lagi mengecup puncak kepala Luna, meraih selimut dan menutupi tubuh Luna dan juga dirinya, setelahnya ia ikut memejamkan mata.

To Be Continued>>>

1
Lilik24
kok gak ada lanjutnya ya Thor
Ela Laelasari
lanjut Thor...seruu banget
Yunita Asep
jadi mereka tu blum menikah y, kok satu apartemen
Yunita Asep
masih menyimak..
Yunita Asep
lanjut..
Yunita Asep
mampir y thorr...
Bekti Cah Ceriwiz
di tunggu kelanjutannya thorrr
tari
lanjut thor
Ayu_Lestary: siappp 💪💪💪
total 1 replies
Lilik24
semoga itu semua hanya mimpi kapan luna seneng ya isinya penuh kesedihan sampe akhir masak hrs sedih terus
Nengsih Irawati
Berharap nya itu hanya mimpi,,,, kasihan Luna kalo kenyataannya harus seperti itu 🥺
inchieungill
Maaf, tdnya saya suka novelnya, tapi jujur sekarang jadi males bacanya. Masa bayinya mati, rahim diangkat, tragis amat. Sekalian aja Lunanya mati. Maaf ya thor, saya mundur dr novel ini.
Nengsih Irawati
Ka jangan bikin mereka kenapa2,,,ga tega banget deh baru juga bahagia 🥺
Mouse
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Mouse
awal yang sangat menarik😍
Nengsih Irawati
Ku kira Zora dipenjara ternyata cuma direhabilitasi,,,,dan ternyata dia masih saja sama,,,tidak berubah dan masih tetap berambisi untuk bisa mendapatkan Xavier😔 apalagi akan ada orang yang membantunya
Nengsih Irawati
Makasih ka up nya 🥰 semangat
Nengsih Irawati
Xavier sejauh ini sudah bucin k sama Luna tapi tidak yg berlebihan,,, cerita nya sangat menarik.🥰
Ayu_Lestary: Terima kasih 🤗🤗🤗
total 1 replies
La Good
Luar biasa 😍😍😍
Nengsih Irawati
Sedikit rumit tapi kalo dijelaskan dengan jujur,,, Xavier pasti ngerti Luna🥰
Nengsih Irawati
Siapa pria misterius itu 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!