⚠️ UNTUK 18TH KEATAS, BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
Caleste seorang gadis Werewolf yang terlanjur "Having Fun" dengan seorang Vampire bernama Ian, ternyata dari hubungan terlarang itu Caleste hamil. Bayi Hybrid percampuran Werewolf dan Vampire.
Bayi yang menjadi ancaman kaum Werewolf, Vampire maupun Witch. Disisi lain Ian ternyata malah jatuh cinta dengan seorang manusia i'm, Freya gadis blonde yang merupakan seorang Psikolog.
Apa yang akan terjadi pada bayi Hybrid itu?
Read more...
"I'm Fallin Love With Devil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10 | I'm Impressed.
Hari telah berlalu, kemarin Ian telah mendapat sebuah informasi penting dari Freya. Daniel ternyata memiliki seseorang yang tak pernah Ian tau sebelumnya, ia menyangka bahwa gadis ini seorang Penyihir dan Ian berusaha mencari tau hari ini.
Claire memang dekat dengan Daniel, bahkan telah dianggap adik sendiri olehnya. Kini Ian menggunakan Tommy, pemuda yang ditaksir Claire sebagai umpannya.
"Tommy kan?!" ucap Ian kini di sudut Kota sambil menemui Tommy yang baru selesai bermusik.
"Iya, apakah aku mengenal anda tuan?!" saut Tommy kemudian.
Seketika Ian melesat ke arah Tommy dan menghipnotisnya.
"Kau akan menemui Claire kini di Gereja dan menyatakan perasaan mu padanya!" tatap tajam mata Ian dengan Compulsion-nya yang bekerja.
Kemudian Tommy terdiam sejenak, tak lama ia mengambil Ponselnya dan mengirim pesan pada Claire untuk menemuinya di Gereja.
Setelah mendapat Text dari Tommy, sontak Claire tersenyum kegirangan.
"Tommy, apakah dia juga melihat ku semalam?! Aku harus ke Gereja sekarang!" ucap Claire sambil mempersiapkan dirinya.
"Tapi bagaimana kalau Daniel tau aku pergi dari sini, ia bisa marah, ah tidak mungkin aku punya kekuatan besar untuk melindungi diriku sendiri!" ucap Claire lagi setelah berfikir.
Bergegas ia menemui pemuda yang ia sukai itu.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Sesampainya di Gereja⚜️
"Hai, Tom, aku menerima pesan mu!" ucap Claire yang melihat Tommy sudah menunggunya di sana.
"Terima kasih kau bersedia datang, semalam aku melihat mu di Festival, tapi kau sudah tak ada selesai aku mengisi acara musik di sana, untung aku masih menyimpan nomor mu!" jelas Tommy padanya.
Lalu mereka pun tersenyum tertawa bersama,
"Akupun tak percaya bisa berdiri di hadapanmu sekarang!" saut Claire kemudian.
"Dari mana saja kau Claire, saat itu kau berhenti Sekolah tanpa berpamitan, dan seolah menghilang dari kota ini, dan semalam aku melihat mu, dan wow!" ucap Tommy dengan cepat saat ini dadanya bergejolak melihat Claire.
"Saat itu ada masalah penting, aku tak bisa menjelaskannya, aku hanya ingin kau tau saat aku pergi aku merindukan mu!" ucap Claire.
Kedua sejoli ini pun saling tersenyum satu sama lain.
Tak lama masuk lah Ian sang Vampire Tua ke dalam Gereja,
"Kalian berdua sangat lah serasi, hatiku sangat lah tersentuh, tapi aku harus berbicara dengan gadis kecil ini, Tommy sit here!" ucap Ian kini berjalan mendekati mereka.
Sontak Claire terkejut melihat Ian di hadapannya kini,
"Kurasa kau sudah tau aku siapa, kalau begitu langsung saja!" ucap Ian sambil berjalan perlahan mengitari Claire di sana.
"Sepertinya kau sangat dekat dengan Daniel, tapi kenapa dia mengurung mu di loteng atas Gereja Tua ini, please jangan tanya dari mana aku tau, tidak kah kau suka kebebasan?!" lanjut Ian kini pada Claire.
"Daniel tidak mengurungku, dia melindungiku, aku adalah temannya!" ucap Claire membalas.
"So jadi benar dugaanku, kau bukan gadis biasa, kau adalah Penyihir kecil yang luar biasa, bagaimana jika aku tawarkan kalau aku akan melindungi mu, so ikutlah denganku!" ucap Ian bernegosiasi.
"Kau Vampire Tua yang tak tau malu!" saut Claire seketika.
"Hahahaha," tawa Ian di sana.
"Jadi bagaimana kalau aku melukai orang yang kau sayang?!" saut Ian kini mengancam sambil mendekati Tommy.
"Maka aku akan membunuhmu!" sambar Claire menatap tajam ke arah Ian.
Claire terus menatap Ian dan mengeluarkan kekuatan sihirnya hanya dengan tatapan dan mengendalikan fikiran ia mampu membuat darah Ian mendidih.
"Kau merasakannya?! Darah mu akan semakin mendidih!" ucap Claire sambil terus menatap Ian.
Tetesan keringat mengalir deras kini dari kepala Ian, ia pun kesakitan. Namun dengan cepat Ian melesat ke arah Tommy dan mencekik lehernya di sana.
"Lepaskan dia!" teriak Claire.
"Hebat sekali, tapi kau harus tau aku tak suka diperintah, lebih baik kau bersekutu denganku, karena banyak orang-orang yang tak berdosa mati dalam sebuah peperangan!" ancam Ian padanya.
Mendengar ucapan Ian kini membuat Claire menjadi marah, bagaikan bom atom yang siap meledak, Claire memiliki kekuatan yang sangat besar untuk Penyihir seusianya, ia mampu membuat seluruh Gereja bergetar sampai kaca di sana pecah karena amarahnya. Lalu ia mengarahkan kekuatannya pada Ian,
"Aaaaaa... "
Seketika Ian terpental dan terhempas ke tembok.
Namun Claire tiba-tiba pingsan, karena ia belum bisa mengendalikan sepenuhnya kekuatan yang besar itu. Ian pun kini bangkit dan membawa Tommy ke lantai atas Gereja.
Tak lama Claire tersadar, ia segera bangun dan berlari ke arah Tommy kini yang terbaring bersimbah darah di lantai Gereja. Ian melemparkannya dengan mudah dari lantai atas Gereja tadi.
"Oh No, Tommy I'm Sorry!" ucap Claire merangkul pemuda yang di sukainya itu.
"Sudah ku katakan, akan banyak orang yang tak berdosa mati dalam peperangan!" saut Ian mendekati mereka.
Claire pun menangis kini...
"Aku bisa menyembuhkannya, yang kau perlukan hanyalah meminta!" ucap Ian di sana.
Dengan terpaksa akhirnya Claire yang sudah tak ada jalan lain memohon pada Ian.
"Please!" ucap Claire sambil menangis.
Ian pun tersenyum mendengar itu, ia mengigit tangannya dan memberikan darahnya untuk diminumkan ke Tommy yang sedang sekarat.
FYI, darah Vampire bisa dengan cepat menyembuhkan luka. Tapi jika dalam 24 jam manusia mati setelah meminum darah Vampire, maka ia akan berubah menjadi Vampire juga.
"Tommy!"
Ucap Claire kini yang melihat Tommy tersadar dan darah yang mengalir di kepalanya seketika berhenti.
Kemudian Ian kembali menghipnotis Tommy yang masih terbaring di lantai.
"Kau akan melupakan semua kejadian hari ini, termasuk bertemu dengan Claire setelah kau pergi dari Gereja ini!" ucap Ian sambil menggunakan Compulsion-nya ke Tommy.
Setelah Tommy pergi Claire yang masih menangis di sana hanya bisa termenung dengan kejadian hari ini.
"Sekarang kau berhutang padaku, dan suatu saat aku akan menagihnya!" ucap Ian seketika dan pergi dari sana.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Kembali ke Bianca kini⚜️
Bianca yang sedang mencari Caleste sepanjang rumah kini tengah kebingungan karena tak menemukannya. Segera ia menghubungi Caleste lewat Ponselnya.
"Hallo, where are you?!" teriak Bianca yang cemas.
"Aku sedang di hutan sekarang, aku di kejar sekumpulan Penyihir sampai ke sini!" ucap Caleste cepat sambil mematikan Ponselnya.
"Bloody Hell, seandainya aku menerima upah atas kekacauan keluargaku!" ucap Bianca setelahnya dan bergegas ia ke hutan kini.
Sesampainya di Hutan...
"Aaaark!"
Caleste tengah menghajar beberapa kawanan Penyihir yang mengejarnya. Ternyata wanita Werewolf yang sedang mengandung ini juga mahir berkelahi.
"I'm impressed!" ucap Bianca yang baru tiba di sana pada Caleste.
"Untunglah kau datang!" saut Caleste.
"Masih banyak dibelakang sana mengejar, RUN!" tegas Bianca pada Caleste kini.
Sebelum orang-orang yang mengejar Caleste itu datang, Bianca segera menelfon Ian.
"Hallo Ian, Caleste tidak ada di rumah, kemarin ia bilang akan memeriksakan kandungannya dan barusan ia menelfon ku sedang berada di hutan dikejar kawanan Penyihir, bergegaslah!" ucap Bianca lalu mematikan telfonnya.
Kemudian Bianca menghajar 4 orang Penyihir yang mendekat itu sampai tewas. Setelahnya ia berlari mencari Caleste lagi dan menemukannya selamat di tengah Hutan.
"Bagaimana kau bisa selamat?!" ucap Bianca terheran melihat banyak sekali tumpukan mayat berserakan di depan Caleste yang sendiri itu.
"Tadi ada Serigala yang menolongku, setelah sekian lama aku menemukan lagi Serigala yang telah lama menghilang dari sini?!" jelas Caleste padanya.
"Lalu kemana Serigala itu?!" saut Bianca.
"Dia langsung pergi!"
Tak lama Ian sampai di sana...
"Sepertinya aku terlambat menebas kepala para Penyihir itu, sudah ku katakan kaum Penyihir memang tak bisa dipercaya, akan ku habisi Davina!" ucap Ian begitu sampai di sana.
"Itu bukan Davina, itu Agnes!" jelas Caleste.
"Tetap saja itu kelompok Penyihir, baik Agnes maupun Davina aku akan membantai mereka!" ucap Ian yang kesal.
"Tidak sampai Gillbert kembali kepada kita, itu yang ia ucapkan!" sambar Bianca seketika.
"What?!"
Ian dan Caleste menatap Bianca bersamaan, mengingat Gillbert sudah tak kembali beberapa hari ini.
"Dia berkomunikasi denganku dalam mimpi, dan dia mempunyai rencana sendiri, dia juga menitipkan kami untuk menjaga mu!" jelas Bianca sambil menatap Caleste.
Nampak senyuman di wajah Caleste kini. Ian yang melihat itu sekilas lalu memalingkan wajahnya.
"Aku ingin pulang dan beristirahat!"
Ucap Caleste yang sudah sangat lelah itu, ia berjalan menuju mobil Ian namun seketika ia terkulai lemas.
"Aku akan membawa mu!" saut Ian dengan sigap sambil menggendong Caleste di sana dan membawanya pulang.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Sesampainya di Rumah⚜️
Ian merebahkan tubuh wanita yang kini mengandung anaknya itu ke ranjang kamarnya. Ian pun merapikan selimut dan duduk di sebelah Caleste yang berbaring kini.
"Kau belum lama mengenalnya, lalu apa yang membuat mu begitu tertarik dengannya?!" ucap Ian seketika dengan Caleste.
"Maksud mu?!" tanya Caleste di sana.
Lantas Ian tersenyum kecil...
"Jangan katakan aku tak memperhatikan mu, kau menyukai Gill bukan?!" saut Ian tiba-tiba.
Caleste pun menatapnya kini,
"Apa itu menjadi masalah untuk mu?!" tanya Caleste balik.
Namun Ian hanya diam saja, kemudian ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Caleste.
"Dia bijaksana dan baik padaku!" ucap Caleste kini.
Ian seketika menghentikan langkahnya, dan tak mengatakan apa pun.
"Hei, aku punya berita yang akan membuat mu terkejut, I think the baby is a girl!" ucap Caleste.
Dalam diamnya kini Ian pun tersenyum mendengar kabar dari Caleste. Tanpa menatap Caleste ia segera pergi meninggalkan kamar dengan senyuman yang ia sembunyikan itu.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Lanjut di Next Bab⚜️
tak bisa berkata-kata 😎
apa talinya kendor ya...??🙄🙄