Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11 - Pernikahan
Seminggu berlalu
Acara pernikahan pun akan segera di mulai, Gisel dan Brams memasuki Altar pernikahan.
Gisel yang begitu cantik dengan gaun pilihan nya dan Brams yang begitu tampan dengan balutan Jas putih, membuat semua mata terkagum melihat ke serasian pengantin.
semua mata tertuju pada pasangan yang sangat serasi dan di depan nya di tuntun putri cantik untuk memberi jalan dan menabur kan bunga pada altar yang akan di lewati ayah dan ibu nya.
Semua pun bertemu tangan dan ada yang memegang kamera untuk mengabadi kan moment yang tidak akan terjadi lagi,begitu juga dengan shasha tak ingin terlewat kan moment dimana sahabat nya melepas masa lajang nya, Shasha memegang kamera sambil tersenyum - senyum sendiri.
Setelah mengikat janji pernikahan, kini tiba saat nya penukaran cincin akan di lakukan Brams dan Gisel.
Brams tampak tenang dengan tidak ada senyuman di wajah nya, Gisel pun berharap Brams bisa tersenyum agar moment ini tidak terlewat kan dengan wajah brams yang bergitu tidak ada ekspresi.
Brams dan Gisel pun saling bertatapan dan memasuki Cincin ke jari pasangan, tapi bukan malah senyuman yang di perlihat kan brams pada Gisel malah seketika Brams mengingat kembali masa - masa dia menikah dengan Ibu nya Thalia,Air mata pun terjatuh meski brams sudah menahan nya, Gisel yang ingin melihat senyum di wajah Brams tapi malah melihat air mata jatuh di pipi nya merasa sangat kecewa, tapi masih berusaha untuk tersenyum.
Semua tamu berfikir Brams terharu pada pernikahan nya, dan mereka pun sangat kagum.
Tidak bagi Gisel dan Kedua orang tua Brams yang sudah tahu apa yang membuat Brams menangis.
Kenangan indah bersama sangat istri membuat luka di dalam hati,karena orang nya kini telah tiada.
Setelah acara pernukaran cincin,Gisel dan Brams pun masuk ke dalam kerumunan dan mulai menerima salaman dari pada teman dan tamu - tamu yang datang.
Brams pun duduk dan merasa tidak bersemangat saar mengingat kembali istri nya, Gisel yang sedang mengobrol dengan shasha dan teman teman yang lain,sambio memegang tangan thalia melihat brams begitu murung duduk di pojokan
"Sayang, thalia sama nenek dulu ya, mama mau ke sana dulu, oke" kata Gisel pada thalia
"Oke mama" balas Thalia dan segera berlari ke arah nenek dan kakek yang sedang mengobrol.
Gisel pun segera mendekati Brams yang sedang duduk melamun.
"Mas Brams gak apa - apa? Capek ya? " Tanya Gisel
"Iya, duduk sebentar nanti aku akan bergabung lagi" jawab Brams
Hari pun semakin larut,para tamu pun kini sudah mulai berpulangan.
Setelah acara selesai, Brams dan Gisel serta kedua orang tua nya makan bersama di meja makan sebelum pulang kerumah masing - masing.
sementara di luar mobil pengantin sudah menunggu Brams dan Gisel untuk mengantar Mereka ke rumah Brams yang sudah lama tidak di tepati.
"Akhir nya acara nya selesai juga ya, hampir semua tamu yang di undang datang" kata Mira
"Iya iya, mereka sangat menikmati makanan nya karena sangat enak" jawab Ayu
Semua pun mengobrol dengan bahagia xan Gisel pun tersenyum mendengar kedua orang tua mereka mengobrol, sementara Brams biasa - biasa saja dan tidak berkata atau menunjukan ekspresi bahagia.
Bersambung