Luna seorang gadis remaja yang baru lulus SMA harus bekerja menjadi sorang boysitter yang mengurus tiga cowok super tampan dan harus merasakan jatuh cinta pertamanya pada cowok tampan yang super dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
bab 9
author POV
Pagi yang cerah menggantikan malam yang gelap, suara kicau burung menambah suasana indah di pagi hari.
Luna sudah mulai sibuk dengan aktifitas paginya, mulai dari membereskan rumah, membersihkan nya, mencuci baju kotor , menyiram bunga dan lain nya. Sekarang Luna sedang mempersiapan makanan untuk sarapan. Luna membuat nasi goreng kesukaan Dimas dan perkedel kesukaan Dika, untuk Danu dia lebih memilih makanan sehat jadi agak susah kalau ngurusin menu dia.
Hari ini sudah genap seminggu Luna bekerja di rumah keluarga Darma dan genap seminggu juga ibu dan pak Darma berada di Paris.
Luna yang awalnya kesusahan untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan nya. Berbeda dengan sekarang yang sudah mulai terbiasa dengan aturan rumah itu.
"pagi Luna..." sapa Dika yang sedang menuruni anak tangga yang sudah lengkap dengan seragam sekolah nya.
"Pagi juga mas Dika" jawabku dengan luna dengan menebar senyum manisnya.
'senyum Luna manis banget siih '
batin Dika.
Dika membalas senyum manis Luna dengan senyum nya yang tak kalah manis.
'Gini niih enak nya jadi boysitter cowok ganteng. pagi-pagi udah dapet rejeki nomplok dikasih senyuman manis jadi makin betah niih' ucap Luna dalam hati.
Dika pun duduk di kursi meja makan bersiap untuk sarapan dan luna pun mulai menyiapkan sarapan untuk Dika. Tak lama kemudian Dimas pun sampai di meja makan dan langsung duduk di depan Dika.
"Pagi semua ..." sapa Dimas.
"Pagi." ucap dika dan Luna bersamaan
Luna pun segera menyiapkan sarapan untuk dimas ,setelah selesai menyiapkan makanan untuk Dika dan Dimas. Luna celingingukan mencari keberadaan Danu, biasa nya Danu lah orang pertama kali sampai di meja makan.
"Mas Dimas, mas danu enggak ikut sarapan?" tanya Luna pada Dimas.
"enggak Lun, kak Danu belum pulang dari semalem" jawab Dimas.
"Mungkin ada masalah serius di perusahaan" lanjut Dimas.
"ooh " kata luna singkat.
Setelah selesai sarapan mereka pun berangkat ke tujuan mereka masing-masing dan Luna pun mulai melanjutkan aktifitasnya lagi.
pukul 9.00 pagi Luna masih disibukan dengan pekerjaan nya.
ting tong
Terdengar bel berbunyi, dengan cepat Luna berjalan kearah pintu depan dan membuka pintu itu. Saat pintu terbuka terlihat Danu bersama dengan Ferdi assistant pribadinya mereka memakai setelan jas lengka. Melihat Danu datang, Luna pun segera menunduk dan mempersilahkan mereka masuk. Luna masih terbayang tentang apa yang terjadi saat terakhir dirinya bersama Danu, pipi Luna bersemu merah, namun Danu bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun.
Ferdi terus memperhatikan Luna dari bawah sampai atas, Luna yang memakai kaos berwarna biru yang pas banget membungkus tubuhnya memperlihatkan lekukan-lekukan tubuhnya dan celana jins selutut nya yang super ketat memperlihatkan ramping nya body Luna.
"Siapin kopi hitam 2, inget jangan terlalu manis, dan bawa ke kamar ku." perintah Danu dengan tegas tanpa melihat kearah Luna dan membuat Ferdi berkedip dari tatapan nya pada Luna.
"baik mas." jawab Luna dan segera berjalan menuju dapur dan mulai menyiapkan pesanan Danu.
Danu dan Ferdi segera berjalan menuju kamarnya. sesampai nya dikamar Danu duduk di meja kerjanya sedangkan Ferdi duduk diranjang Danu.
"Dan, tadi cewek sexy dibawah ART baru?" tanya Ferdi.
"hmmm" jawab Danu singkat.
"buat gue ya... mantep tuh buat nemenin tidur" ucap Ferdi.
Danu menatap Ferdi dengan tatapan membunuh nya.
Ferdi yang melihatnya menciut, "santai bro... kalau dia milik loe gue gak bakalan nyentuh" kata Ferdi.
Danu tak menanggapi ucapan Ferdi, entah apa yang Danu pikirkan sekarang dia hanya tidak ingin kalau Luna di dilirik lelaki lain.
"mas Danu... ini kopinya" ucap luna saat berada di depan pintu kamar Danu yang terbuka.
"bawa masuk" perintah Danu dengan datar.
Luna segera membawa nampan yang berisi kopi itu kedalam kamar Danu dan meletakan nya di meja kerja Danu.
"Hai kamu ART baru disini? siapa nama kamu?" tanya Ferdi pada Luna.
"iya mas, nama saya Luna" jawab Luna.
"panggil Ferdi ajah, enggak usah pake mas-mas segala, soalnya saya buka emas tapi tembaga" ucap Ferdi yang di sambut dengan tawa Luna.
"iya mas, eh Ferdi" jawab Luna
kemudian Luna dan Ferdi pun tertawa bersama.
Danu menatap sebal pada Luna dan Ferdi. Luna yang menyadari itu langsung pamit, dia tidak ingin berlama-lama dengan tatapan mata Danu yang tidak bersahabat itu.
"saya permisi dulu mas Danu mas Ferdi ...eh Ferdi. Saya masih banyak kerjaan yang belum beres " ucap Luna.
Danu hanya menjawab.
"hmm"
Luna berlalu keluar dari kamar Danu.
'mas Danu kok gitu banget ya... apa mas Danu udah ngelupain kejadian semalem? mungkin mas Danu masih kecapean karena masalah di perusahaan jadi sikapnya kaya gitu' batin Luna.
Danu masih sibuk dengan berkas ditangannya.
Ferdi yang melihat itu memberanikan diri untuk bertanya, "loe gimana siih katanya dia punya loe, tapi kok loe nya cuek gitu... niat enggak siih? kalau enggak buat gue ajah..."
"Mending loe kelarin dulu masalah perusahaan daripada loe ngurusi sesuatu yang enggak penting" jawab Danu keras.
'huh dasar Danu bodoh. dia bener-bener gak pernah peka sama perasaan nya sendiri, apalagi sama perasaan orang lain, huuuffft sabar ya Luna ini ujian buat kamu' batin Ferdi.
....
jangan lupa jempol dan komen nya ya...😉😉
terimakasih shayy
semoga sehat selalu
ditunggu kenakalan Dimas dan bikin Winda panas dingin,hehe
makasih cerita'y menghibur👍💝
Saya suka sama alur ceritanya
Semoga makin sukses mengeluarkan novel yang bagus
Tetap semangat 💪
Love to you ♥️😍😘