"Baca! dan tanda tangani!".Pria dingin itu melempar map kearahku.
Kubuka dan kubaca isi dari lembaran kertas yang begitu detail dan rinci.
"Kontrak Pernikahan?"aku menatap pria itu menanyakan maksud dirinya memberikan aku dokumen tersebut.
"Kau Bodoh atau Idiot! Dengarkan Baik-baik, Kau tandatangani Kontrak Pernikahan itu. Kita menikahan 100 hari, setelah itu kau akan kuceraikan!"Pria dingin itu mengcengkram daguku dengan begitu keras dan mengakitkan.
"Apakah hutang keluargaku akan lunas jika aku menyetujuinya?"aku memastikan hal itu walaupun sakit dihatiku terhadap kelakuan keluargaku yang menjualku.
"Dasar gadis sampah! Kau dan keluargamu memang rendahan! Baiklah aku akan menganggap lunas hutang itu jika kau mau menandatanganinya dan menuruti semua keinginanku.Mengerti!"Pria dingin itu berteriak sambil mencengkram bahuku dan melemparku dengan kasar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Hari Pertama
Keysha bangun pagi dengan perasaan bahagia.
Tentu hal ini dikarenakan hari pertamanya memulai sebagai Sekretaris Pribadi Tuan Muda.
Keysha bangun lebih pagi dari biasanya karena menjalankan kewajibannya menyiapkan keperluan Tuan Muda untuk kekantor.
Selepas Shalat Subuh Keysha sudah berada di dapur menyiapkan sarapan pagi bagi Tuan Muda.
Setelahnya Keysha menyiapkan air hangat untuk mandi Tuan Muda, Menyiapkan pakaian kerja Tuan Muda dan membangunkan Tuan Muda.
"Tuan Muda, bangun, sudah pagi."Keysha bersuara tanpa menyentuhnya.
3 kali Keysha membangunkan namun Tuan Muda tidak kunjung bangun.
Keysha akhirnya mengguncang lengan Tuan Muda dan kembali memanggil Tuan Muda.
"Tuan Muda, bangun. Tuan Muda, bangun."Keysha menggerakkan lengan Tuan Muda.
Abimanyu memegang tangan Keysha yang berada dilengannya.
Keysha terkejut, ia tak siap hingga terjatuh menimpa badan Tuan Muda.
Posisi tubuh Keysha bersandar didada Tuan Muda.
Tuan Muda tersenyum sejenak menatap Keysha dan menahan Keysha tetap dalam posisi tersebut.
Keysha kemudian dengan cepat bangun dan kembali berdiri ditepi ranjang.
"Saya sudah siapkan semua keperluan Tuan Muda. Saya permisi mau siap-siap berangkat ke kantor."Keysha segera keluar kamar.
"Semakin hari kenapa semakin cantik?"Abimanyu bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Keysha begitu gembira. Keysha mematut diri dan berdandan.
"Wah senangnya bisa merasakan menjadi pegawai kantoran." Keysha memulas lipstik di bibir menyempurnakan penampilannya.
"Barang-barang ini mahal sekali harganya, Tuan Muda benar-benar kaya. Tapi apakah aku pantas menerimanya?" Keysha memperhatikan semua belanjaan yang diberikan Tuan Muda kepadanya.
"Aku akan bekerja sebaik mungkin agar Tuan Muda tidak menyesal dengan keputusannya memberikan izin kepadaku."Keysha membulatkan tekadnya dalam hati.
Keysha menuju keluar kamar disaat bersamaan Abimanyu juga keluar dari kamarnya.
Abimanyi melihat tampilan Keysha. Dilihatnya dari ujung kepala hingga kaki.
"Kenapa cantik sekali dia? Mau pesta atau kekantor?"Abimanyu terlihat begitu kesal dengan penampilan Kesyha hari ini.
Keysha takut melihat tatapan tajam Abimanyu kepadanya. Keysha memilih menunduk kikuk dengan momen tersebut.
"Mulai hari ini setiap hari pakaikan dasi untukku." Abimanyu memberikan dasi kepada Keysha untuk dipakaikan.
"Baik, Tuan Muda." Keysha mendekat ke arah Abimanyu.
Tubub Keysha kesulitan menjangkau leher Abimanyu karena perbedaan tinggi badan keduanya.
Abimanyu melihat Keysha yang berjinjit-jinjit tersenyum dengan situasi saat itu.
"Makanya punya kaki jangan seperti bebek, begitu saja tidak sampai."Abimanyu meledek Keysha dan ia menunduk mensejajarkan dengan tinggi Keysha.
Wajah keduanya kini berdekatan.
Keduanya merasakan kecanggungan.
Ada perasaan berdesir dalam hati.
Keysha mengalihkan pandangannya melanjutkan memakaikan dasi.
Abimanyu melihat Keysha tampak malu membuatnya tersenyum.
"Bibir itu mengapa begitu menggemaskan." Abimanyu melihat bibir Keysha yang menantang membuatnya ingin merasakan.
"Kau sengaja mau menggoda dengan dandananmu?" Abimanyu berkata ketus pada Kesyha.
"Tidak Tuan Muda."Keysha kesal dikritik Tuan Muda.
"Bekerja yang baik! Aku butuh Sekretaris yang kompeten, bukan hanya pintar dandan!"Abimanyu ketus dan berlalu melewati Keysha.
Keysha kesel bukan main.
"Baik, aku akan buktikan Tuan Muda, aku akan jadi Sekretarismu yang Handal!"Keysha membulatkan tekadnya.
Abimanyu menikmati sarapannya di meja makan.
Keysha hendak menuju dapur untuk sarapan disana.
"Duduk disini, temani aku makan! Kau Sekretarisku maka salah satu tugasmu menemani dan melayaniku makan."Abimanyu dengan tatapan masih kesal melihat penampilan Keysha.
Tanpa protes dan demi ketentraman hari pertamanya kerja Keysha mengikuti perintah Abimanyu.
"Sabar Sha, Sudah biasa kan menghadapi beruang kutub."batin Keysha.
...****************...