NovelToon NovelToon
Letting Go, My Husband

Letting Go, My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Bella kira hidupnya sangat sempurna, namun siapa sangka jika suaminya malah berselingkuh dengan pelayan di rumah mereka.

Bella sempat ingin mundur, namun kembali berusaha mempertahankan rumah tangga itu, apalagi saat sang suami memohon untuk kesempatan kedua.

Benarkah kami bisa bersatu? Batin Bella, saat melihat sang suami yang tertidur pulas disampingnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LGMH BAB 10 - Pan Pacific, Singapura

Mendengar nama Arnold, membuat Azam segera bergegas keluar dari dalam kamar. Rasanya kini ia ingin segera menyusul Bella dan kembali menarik istrinya itu untuk pulang.

Bella pergi semaunya sendiri, tanpa ada sedikitpun pamit. Entah kenapa, diperlakukan seperti itu, membuat Azam tidak terima.

Seolah ia tidak dianggap ada.

Padahal semalam, mereka tidur di ranjang yang sama.

Turun ke lantai 1, dan langsung berpapasan dengan sang ibu. Seketika, langkah tergesanya terhenti.

"Kamu mau kemana?" tanya Haura langsung, menatap heran pada sang anak.

Dan Azam bingung, Harus menjawab apa.

Haura, memperhatikan penampilan anaknya lekat, dari atas sampai bawah. Azam, masih menggunakan baju yang sama seperti saat makan malam semalam.

Sama seperti menantunya tadi yang tidak ganti baju.

"Kamu tidak gerah pakai baju itu terus? kamu dan Bella sama saja," ucap Haura dengan menggelengkan kepala. Ia lalu hendak berlalu dan meninggalkan Azam, namun langkahnya terhenti saat sang anak memanggil.

"Bu." panggil Azam dan Haura kembali berbalik.

"Tadi ibu bertemu dengan Bella?"

Haura, mengangguk.

"Iya, dia membangunkan ibu dan pamit pergi. Katanya dia harus buru-buru kembali ke Singapura, karena jadwal pemotretannya diubah," jelas Haura, seperti itulah pamit Bella tadi.

"Dia pergi bersama Arnold, tadi Arnold yang menjemput Bella kesini," timpal Haura.

Tanpa sadar, membuat dada sang anak terasa ada yang mengganjal.

"Kata Bella kamu sibuk, karena itulah Bella meminta Arnold untuk mengantarnya," jelas Haura lagi, saat melihat Azam yang hanya diam. Dengan raut wajah yang artinya entah.

Haura pikir itu cemburu, namun rasanya tak mungkin. Haura dan semua keluarga Malik juga tahu. Jika Azam, Bella, Zura, Arnold, Julian, Ryu dan Haruka adalah sahabat baik.

Mereka saling mendukung dan menyayangi layaknya sebuah keluarga.

"Bu, bolehkan aku bertanya?" tanya Azam akhirnya, setelah cukup lama diam dan menikmati dadanya yang terasa sesak.

"Apa Nak?" tanya Haura pula, dengan suaranya yang lembut.

"Apa ibu tidak mempermasalahkan pekerjaan Bella?" tanya Azam hati-hati.

Membuat Haura, menatap lekat pada anaknya itu. Bertanya-tanya, apa sebenarnya maksud Azam bertanya seperti itu.

"Kenapa? apa itu masalah bagimu?" Huara, menjawab dengan sebuah pertanyaan pula.

Seraya terus menatap anaknya lekat. Membuat ia, jadi memikirkan banyak hal. Mulai terpikir, jika mungkin saja, Azam tak menyukai pekerjaan istrinya itu.

"Bella, sekarang adalah istrimu Zam. Bagaimanapun dia, itu adalah tanggung jawabmu. Ibu hanya ingin kamu tahu satu hal Zam, di dunia ini, tidak ada manusia yang sempurna," jelas Haura, seraya mengelus pundak sang anak dengan sayang.

Haura tak bisa menghakimi sang menantu atas pekerjaannya itu. Meskipun Bella bekerja sebagai model dengan semua hiruk pikuknya, siapa yang tahu jika mungkin saja derajatnya jauh lebih tinggi dimata Allah dibanding dia.

Haura, lalu benar-benar meninggalkan Azam di bawah tangga itu. Ia kembali masuk ke dalam kamarnya dan membangunkan sang suami.

Meninggalkan Azam yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Perihal sempurna memang bukanlah milik manusia. Bahkan manusia adalah tempatnya salah.

Mendengar jawaban sang ibu, makin membuat Azam gelisah. Seolah perbuatannya yang selalu membandingkan Bella dengan Raya membuatnya malu sendiri.

Pagi itu, Azam mengurungkan niatnya untuk menyusul Bella.

Semuanya kembali berjalan dengan sendiri-sendiri.

Hingga sebuah scandal mulai terkuak dipermukaan.

Jarangnya Bella mengekspose hubungannya dengan Azam, membuat warganet mulai bertanya-tanya.

Terlebih, mereka lebih sering melihat tuan muda Arnold yang mendampingi idolanya itu.

Desas desus perselingkuhan Bella dan Arnold pun mulai menyebar. Bahkan menjadi bahan pembicaraan hangat.

Banyak foto-foto kebersamaan keduanya yang menyebar luas.

Terlebih kini, Bella memutuskan untuk tinggal di Singapura ketimbang tinggal di Jakarta bersama suaminya.

Bella dan Arnold merasa biasa saja, karena tidak merasa melakukan hubungan terlarang itu. Bahkan keduanya sudah menjelaskan pula pada pihak keluarga.

Namun Fans Bella menuntut, Bella untuk memberikan klarifikasi.

Juga Azam, yang menjadi geram sendiri. Karena Bella, selalu berhasil mengusik hidupnya.

Seperti pagi ini. Gara-gara skandal Bella dan Arnold itu, Azam sampai dipanggil oleh sang ayah untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya.

Azam, kini duduk di hadapan sang ayah. Terhalang oleh meja kerja ayahnya itu.

"Zam, ayah sudah percaya padamu, bahkan sangat percaya jika kamu bisa melindungi Bella, istrimu," jelas Adam, memulai pembicaraan.

awalnya, Adam ingin tak peduli dengan berita diluaran sana. Namun Haura, memintanya untuk lebih memperhatikan rumah tangga sang anak.

Jika Haura sudah berucap, maka Adam hanya bisa patuh.

"Bisa sampai ada berita aneh begini tentang Bella dan Arnold itu karena kamu tidak punya waktu untuk memperhatikan istrimu," timpal Adam lagi.

Semuanya memanglah salah Azam. Karena Azam adalah kepala rumah tangga. Dia, yang mengendalikan bagaimana rumah tangga itu terjadi.

Berulang kali diperingati oleh sang ayah, Azam hanya diam. Ia tak punya pembelaan apapun.

"Susul Bella di Singapura, meskipun Bella tidak mau pulang, setidaknya buatlah berita ini mereda," titah Adam.

Dan Azam, hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Sepulang dari rumah kedua orang tuanya. Azam, langsung bergegas pergi ke Singapura.

menyelesaikan masalah ini dengan cepat adalah keputusan yang terbaik.

Menempuh perjalanan udara selama dua jam, akhirnya Azam dan Ben sampai di Singapura.

Langsung menuju apartemen dimana Bella tinggal, Pan Pacific Apartement.

Azam tahu, sore ini Bella tak ada jadwal apapun. Istrinya itu, berada di apartemen bersama sang asisten, Fhia.

Sampai di sana, Azam meminta seorang petugas kebersihan untuk menekan bell unit apartemen Bella. Azam tahu, jika Bella pasti enggan membuka pintu jika tahu ia yang datang.

Di dalam apartemen itu, Fhia mengerutkan dahinya saat melihat cctv ada seorang cleaning sevice menekan bell pintunya.

Padahal ia dan Bella tidak meminta bantuan apapun.

"Ada perlu apa Pak?" tanya Fhia, suaranya langsung terdengar di luar sana. Meski pintu itu masih terkunci rapat.

"Maaf Nona, ada sebuah kiriman paket untuk Nona Bella," jawab cleaning service itu, bohong. Namun ia menunjukkan sebuah kotak berwarna coklat ke arah kamera cctv.

Tanpa curiga sedikitpun, Fhia langsung membuka pintu itu. Berpikir jika paket itu pasti dari salah satu penggemar Bella.

Namun alangkah terkejutnya Fhia, saat ia melihat tak hanya ada cleaning service didepab pintu apartemennya. Namun juga ada Azam dan Ben.

Secepat kilat Fhia hendak kembali menutup pintu. Namun dengan cepat pula, Ben menahannya.

"Untuk apa datang kesini? hah!" bentak Fhia pada Azam.

Bukannya menjawab, Azam malah memerintahkan Ben untuk menyingkirkan Fhia dari ambang pintu agar ia bisa masuk.

Ben, langsung menuruti perintah tuannya. Menarik Fhia keluar dan membiarkan tuannya masuk.

Ben, mencekal tubuh kecil Fhia dengan kuat.

Fhia memberontak, namun ia kalah tenaga. Lalu melihat pintu apartemennya tertutup, saat Azam sudah masuk kesana.

"Brengsek!" teriak Fhia, namun Azam tidak mampu mendengarnya lagi.

1
Rahmi Mamimima
Rebut ajalah. Drpd bella sm laki2 plin plan
Rahmi Mamimima
Bel, bel. Ngapain berharap sm org yg sdh menorehkn bnyk luka di hatimu
si kece
masalahnya yg meminggal itu bkn sodara, bkn siapa2, hanya mantan pekerja, kecuali dlu dia pernah nyelametin nyawa lo atau ngasih sebelah ginjalnya, baru deh msh masuk akal alasan lo bela2in ke bandung dan mengabaikan istri lo zam.
si kece
cm demi rusli yg bukan siapa2, km mengorbankan banyak hal zam ckckck
si kece
lu emang jahat. lu org dewasa, bkn anak2 yg gampang kehasut. mikir..
si kece
puassss bgt. dr awal gk ada rasa kasihan gw sm si raya.
si kece
telaaatttttt.. makanya jd laki kudu tau prioritas. udh tau bela msh sensitif soal raya, malah maksa ttp pergi, mau gmn pun mereka org lain, kan bs nyuruh si ben aja yg wakilin takziah.
si kece
alhhh basiiiiii
si kece
nih kelakuan cewek yg lu anggap lebih baik dr bella LOL 🤪🤪
si kece
maaf dah gw mah gk ada kasian2nya sm si raya. dia tau resiki berhubungan sm suami org. mau dipaksa gmn pun sm si azzam, klo dia pnya harga diri, jgn mau lah disuruh nunggu. jd apa yg dia rasain sendiri adalah penyakit yg dia bikin sendiri.
si kece
sengaja. biar azzam simpatik sm dia
si kece
sama bel. gw jg benci bgt. mau secinta apapun, namanya laki2 udh beristri, kita sbg perempuan baik2 ya hrs tau diri. menjauh, bkn malah mau2 aja diajak bertahan. manusia diberi akal, gunanya agar berfikir atas segala sesuatu.
si kece
sundari: sundal tidak tau diri 🤣🤣
si kece
sok perfect sih lo jd manusia. merasa paling tak berdosa
si kece
najis. munafik
si kece
gw paling benci sm org sok suci, dan menganggap org lain ahli neraka, hanya krn casing luarnya
si kece
makanya jgn suuzon sm org.
si kece
yg jelas derajat bela jauh lbh baik dr wanita yg hadir jd org ketiga, bahkan Nabi aja gk mau ksh safaat bagi perusak rumahtangga org.
si kece
dihhh
si kece
naik lg air mata gw 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!