Felicia Antasya gadis cantik yang sangat berprestasi di sekolah nya dia mempunyai pacar yang bernama Kiano Alexander.
Mereka berpacaran sejak duduk di kelas 3 SMP.sampai sekarang mereka lulus SMA.
Tapi kisah cinta mereka tidak dapat restu dari keluarga Kiano khusus nya ibu nya.
Padahal gaya berpacaran mereka sudah sangat di luar batas normal dan sampai Felicia hamil di luar pernikahan.
Karena Felicia hanya anak dari keluarga sederhana.
Berbeda jauh dengan Kiano yang terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan.
Setiap bertemu Felicia ibu Kiano selalu menghina dan merendahkan keluarga Felicia
Bahkan ibu nya sudah mempunyai wanita lain untuk menjadi calon istri untuk Kiano.
Apakah Felicia akan bisa kembali bersama kiano walaupun Kiano telah mengingkari janjinya ?
Atau dia akan membuat keluarga Kiano hancur ??
Dengan membalaskan dendam nya kepada keluarga Kiano terutama kepada Melinda ibu dari kiano Alexander.
Dengan apa dia membalas dendam nya ???
Sampai merubah sikap felicia yang lemah lembut menjadi perempuan yang jahat tidak pedulikan perasaan orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pearlyta Hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode (10)
Melihat pakaian felicia yang sangat kusut Vania memegang baju anaknya itu.
Tapi felicia menepis tangan ibunya tersebut.
"Baju ini sangat kotor bu,aku tidak ganti baju selama di sana".
Kiano menundukkan kepalanya dan dia lebih memilih berpamitan untuk pulang.
"Bu,saya permisi pulang dulu ya.takut mama saya hawatir".
Kiano berpamitan dan salaman dengan ibu Vania.
"Iya, hati-hati di jalan ya kiano".
Kiano tidak berpamitan dengan felicia karena dia tau pasti felicia sedang panik.
Felicia meminta ijin untuk pulang ke rumah mengganti baju nya.
Karena toko kue keluarga nya dekat dengan rumah nya
"Bu,aku ganti baju dulu ya".
Vania melihat wajah anak sangat pucat kelihatan sangat cape.
"Felicia,kamu sakit nak ? kamu kelihatan lemes dan pucat sekali sebaiknya kamu istirahat saja di rumah.besok baru kamu yang menjaga toko".
Felicia langsung memegang wajah nya.
"Aku, baik-baik saja ko bu.mungkin wajah ku pucat karena aku tidak pakai lipstik saja".
Felicia langsung pergi meninggalkan toko dan menuju ke rumah nya.
Sesampainya di rumah felicia langsung masuk ke kamar dan mengganti bajunya.
"Baju ini langsung aku simpan saja.gabakalan aku cuci dulu".
Felicia memasukkan dress pink itu ke lemari paling dalam agar tidak di sentuh lagi oleh ibunya.
"Kenapa ibu langsung pegang dress aku ya ? terus ko ibu bilang wajah aku pucat".
Felicia langsung mencari cermin dan memandangi wajah nya.
"Nggak ada perubahan ko,sama saja.kiano bagaimana ya dia apa mama mulai curiga sama dia".
Felicia menunggu kabar dari kiano dan memegangi terus handphone nya.
Di kediaman kiano~
Sesampainya nya di rumah Kiano langsung di serbu pertanyaan oleh mama nya.
"Kiano kamu baru pulang sayang.bagaimana perjalanan ke Bogor nya.kamu sudah datang kampus yang kamu suka".
Kiano menjawab dengan singkat.
"Nggak ada".
Melinda yang sedang duduk santai.langsung berdiri.
"Nggak ada ? maksud kamu gimana sih".
Melinda mulai terpancing emosi dengan tingkah laku anaknya itu.
"Yaa,nggak ada yang cocok mah sama aku.aku mau cari lagi di Jakarta aja".
Kiano langsung masuk ke dalam kamar.
Dia tidak mau mendengar perkataan dari mama nya.
"Bener-bener ini anak cari universitas aja milih-milih se detail banget.aku jadi ragu apa bisa nanti dia mengelola perusahaan papa nya".
Melinda mulai berpikir jika anak nya itu kuliah
harus kuliah yang jauh agar tidak bisa bertemu dengan Felicia.
"Apa aku kuliah kan saja Kiano ke luar negeri supaya dia tidak bertemu dengan perempuan miskin itu.aku yakin dia mendekati kiano hanya ingin bisa hidup mewah Tampa ada usaha dan pengorbanan".
Melinda mengetuk pintu kamar Kiano.
"Kiano buka pintu nya mama mau bicara".
Kiano langsung membuka pintu kamar nya.
"Ada apa lagi mama.aku cape mau istirahat".
Melinda langsung masuk ke dalam kamar anaknya itu.
"Kiano bagaimana kalau kamu kuliah di luar negeri saja ?"
Kiano kaget mendengar perkataan mama itu.
"Luar negeri ??? mama becanda ya ngapain aku kuliah jauh-jauh ke luar negeri.papa aja kuliah di Indonesia dia bisa sukses ko ngapain aku harus jauh-jauh ke sana".
Melinda langsung menepuk pundak Kiano.
"Supaya kamu jauh-jauh dari perempuan miskin itu".
Melinda langsung pergi dari kamar Kiano.