NovelToon NovelToon
Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Duda / Tamat
Popularitas:16.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Einaz Ajjah

Rinjani Analita (Riri) mahasiswa fakultas keguruan yang merangkap sebagai guru honorer di sebuah sekolah SMP negeri bertemu dengan Abel anak muridnya yang punya seorang ayah berstatus duda anak satu. Abel yang rindu sosok seorang ibu yang meninggalkannya selama 4 tahun berharap sang guru menjadi ibunya. Abel selalu berusaha menjodohkan guru kesayangannya itu dengan Ervan papa nya, sedangkan Ervan punya kekasih dan mereka menjalin hubungan selama 2 tahun.

Apakah Abel berhasil membujuk Riri bersama Ervan atau kah Ervan menolak keinginan abel?

SEASON 2

kisah rumit antara Abelia, Davin dan juga Nolan. Kisah cinta segitiga dua bersaudara yang mencinta satu wanita yang sama.

Davin seorang dirut yang dikenal dengan kebiasaannya sering berganti pasangan. Sedangkan Nolan mahasiswa dingin yang punya jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama.

siapa yang akan mendapatkan cinta Abel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 Misi Kedua

Pagi tadi seperti biasa Riri mengajar disekolah dan semua berjalan normal. Hari ini tidak ada jadwal kuliah tapi ada jadwal mengajar di rumah Abel.

Dirumah Riri.

Riri menyempatkan mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyetrika baju kerjanya dan membantu Ibunya memasak makan malam.

"Sebentar lagi kamu lulus kuliah nak," kata Ibunya membuka pembicaraan sambil memasak.

"Insyaallah Bu, doain ya biar cepat lulus." Balas Riri.

"Nanti malam ngajar les lagi, gimana anaknya sama orang tuanya gimana, baik?"

"Baik Bu, Riri kadang sampai sungkan Pak Ervan duda tapi masih muda Bu. Kayak bukan bapak-bapak Bu."

"Jadi dia duda, kalau dia naksir kamu gimana?"

"Nggak lah Bu, dia kan orang kaya Bu milih-milih juga kalau cari cewek."

"Siapa tau aja dapat mantu orang kaya, gak apa-apa biar duda." Canda Ibunya menggoda Riri.

"Apaan sih Bu. Tadi Ibu ke pasar?" Kata Riri mengalihkan pembicaraan.

"Nggak Bapakmu aja yang kepasar." Balas Ibu nya.

Pekerjaan Bapak Riri adalah berjualan bahan pokok meneruskan bisnis kakeknya setelah keluar dari perkerjaan sebagai karyawan di salah satu perusahaan di kota B.

*****

Abel menceritakan semua kejadian waktu weekend kepada Rena, Rena kebetulan hari ini menginap di rumah Abel karena besok ada ulangan harian fisika dia ingin ikut belajar.

"Jadi apa rencana berikut nya." Sambung Abel setelah bercerita.

"Buat om Ervan sama Bu Riri waktu berdua" ujar Rena.

"Caranya??"

"Kita kempesin ban motor Bu Riri jadi nanti biar Oom Ervan yang antar Bu Riri pulang, jadi kan mereka bisa berduaan." Rena begitu bersemangat.

"Jahat banget Rena. Kan kasian Bu Riri. Kalau dia nggak mau di antar pulang gimana?" Abel sedikit ragu.

"Itu nggak mungkin. Mana ada tukang tambal ban malam - malam. Udah percaya aja sama aku." Kata Rena menyakinkan.

Rena memberi tahu Abel kalo yang nanti akan mengempeskan ban motor Bu Riri adalah kakeknya, Pak Amin.

Tak lama kemudian yang di tunggu datang. Riri di sambut Bi Mina dan menyuruh menunggu di ruang tengah. Abel dan Rena turun dari kamar menemui Riri.

"Ada Rena juga?" Kata Riri.

"Ya Bu. nanti kalau Rena mau belajar bisa kan Bu kita berdua les." Kata Abel.

"Bisa dong." Riri merasa tidak keberatan karena biaya les yang di transfer oleh Ervan melebihi apa yang di sepakati.

"Rena cucu Pak Amin sama Bi Mina Bu," kata Abel lagi.

"Oh ya?" Riri juga sudah mulai mengenal orang di rumah Abel.

Riri merasa kagum keluarga Ervan tidak memberi jarak kepada asisten rumah tangga.

Les berjalan seperti biasa. Setelah waktu menunjukkan hampir pukul 9 Riri mengakhir les nya dan berpamitan pulang tanpa melihat dari tadi sosok Papa Abel.

"Papa gak ada Bel. Ibu mau pamit."

"Ada Bu masih di kamar. Nanti Abel aja yang bilang ke Papa" balas Abel tersenyum tidak sabar melihat misi nya nanti.

Riri menuju halaman mulai memutar motornya entah kenapa terasa sangat berat. Kemudian dia memilih melihat apa yang terjadi dengan motornya.

"Astaghfrullah." Riri kaget kedua ban motornya kempes.

Sementara kedua bocah saling tos melihat ekspresi Riri.

"Kenapa Bu? Ada masalah." Abel dan Rena menghampiri Riri dan pura-pura bodoh.

"Ban motor ibu tiba-tiba kempes." Kata Riri binggung nggak mungkin dia dorong sampai ketemu tukang tambal ban malam seperti ini.

"Papa!" Abel berteriak masuk kerumah memanggil Ervan. Selang beberapa detik Abel sudah muncul mengandeng Ervan dan berdiri didepan Riri yang masih frustrasi.

"Papa ban motor Bu Riri kempes. Papa antar Bu Riri pulang ya ini kan sudah malam." Rengek Abel.

JLEB! Riri sangat terkejut dengan apa yang didengarnya.

"Tidak perlu Pak, saya titip motor saya saja disini. Nanti saya bisa naik ojek online." Riri langsung refleks mendapat solusi.

"Pa, bahaya kan Ibu Riri perempuan malam-malam naik Ojol nanti kalau kenapa-kenapa gimana." Abel berusaha meyakinkan.

"Abel benar Bu. Sebaiknya saya antar Ibu Riri pulang. Biar motor Bu Riri nanti pak Amin yang urus." Kata Ervan entah kenapa merasa senang.

"Saya jadi merepotkan Bapak. Mungkin sebaiknya saya naik taksi online saja Pak ." Balas Riri lagi mencari alasan karena dia merasa tidak enak.

"Tolong jangan Bu. Saya yang akan mengantar Ibu pulang. Ibu tunggu sebentar saya ambil kunci mobil."

Ervan kembali kedalam rumah tapi beberapa menit kemudian muncul dan terdengar mobil berbunyi menandakan mobil sudah tidak terkunci.

Abel membukakan pintu mobil di kursi depan untuk Riri, Riri masuk dan sudah duduk di dalam mobil disusul Ervan yang masuk ke kursi kemudi. Jantung Riri mulai berdetak lebih kencang dari biasanya badan terasa canggung.

Disisi lain dua bocah saling tos dan mengempalkan tangan berkata "yes!!" berbarengan.

Ervan menatap Riri kemudian mendekatkan wajah, tangannya melewati tubuh Riri seperti akan mengambil sesuatu. Jjantung Riri berdetak tak kalah kencangnya.

Kenapa dia sedekat ini. Tangannya, kenapa tangannya hampir seperti merangkul begini. Mau diapakan aku, belum juga dijalan. Batin Riri.

"Pakai seat belt Bu. Mobil saya baru bisa nyala." Ervan mengambil seat belt di dekat Riri dan membantu mengaitkan nya.

Riri merasa sangat lega karena dia sudah berpikir yang aneh-aneh.

next...

1
Hasni Jus
Buruk
Emma Ratna
Luar biasa
Emma Ratna
krg cocok visualnya ah thor.. 😁 yg ada dibayangan aq lbh ganteng dr ini soalnya.. hihihi
Fabian Adelard
Luar biasa
Diah Utoyo
bagus
Rini Kurniawati
ini gak salah ervan suka sama yg begitu,sama anak kmu aja gk nunjukin sayang nya pdahal bukan nya kmu nyari ibu buat adel....
Rini Kurniawati
aku nebak Riri bakal ktm Tiara sama cowok lain alias selingkuh
Rini Kurniawati
aku bru baca. aku suka nih cowoknya gak judes,biasanya cowok nya suka kasar
innoi nurazizah
Luar biasa
Sisi Tarsun San'ngisa
perempuan sakit jiwa dipacarin
Sisi Tarsun San'ngisa
kamupun harus mengakhiri, jangan mau ditekan, itu cewek ga bener
Sisi Tarsun San'ngisa
betul suarakan pendapat mu Abel, sudah tua kok pacaran mulu contoh buruk buat anak
Sisi Tarsun San'ngisa
mencintai tapi masih pacaran sama yang lain
Sisi Tarsun San'ngisa
cewek kayak soang nyosor melu
Sisi Tarsun San'ngisa
muna lu Ervan, laki-laki ga tegas
Sisi Tarsun San'ngisa
Anaknya pinter papanya blo'on
Sisi Tarsun San'ngisa
tuch dengerin ceramahnya ustadz, Duda cemen
Sisi Tarsun San'ngisa
lah emang bener kok, baru pacar bisa bebas keluar masuk rumah orang
Sisi Tarsun San'ngisa
idih sapa lu kok cemburu, suami bukan pacar juga bukan
Sisi Tarsun San'ngisa
Ervan juga cemen ga bisa jujur, Riri jauhin laki-laki begitu ngeselin aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!