NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patroli Ke Tepi Sungai

Hujan turun dengan rintik. Tanah menjadi becek.

Empat puluh warga berdiri melingkar. Obor menyala di tangan, dan juga lampu senter yqng terus menyala, serta mandau (golok) yang siap menebaskan sosok yang sedang mereka cari.

Damang Jaya terlihat gemetar. "Berasnya sangat hitam. Artinya dia baru saja lewat dari sini. Dari aromanya menuju ke arah sungai." ucapnya dengan tatapan yang nanar.

Pak RT langsung maju. "KITA BAGI MENJADI TIGA TIM! TIM SATU IKUT SAYA KE HULU! TIM DUA KE HILIR! TIM TIGA JAGA KAMPUNG!"

Arkan yang sudah siap dengan kamera masih menyala. "Pak, saya ikut Tim satu."

Pak Taslim yang mendengarnya langsung menyahut. "Hati-hati, Kan. Itu bukan manusia." pesannya.

Arkan terdiam sejenak, tetapi rasa penasaran membuat ia tak bisa menghentikan rasa keingintahuannya.

***

Waktu memperlihatkan pukul sepuluh malam. Tepian Sungai Mahakam terasa sangat sepi, gelap, dan juga licin.

Rintik hujan memadamkan obor yang mereka bawa. Tinggal senter yang masih bertahan.

Kabut frontal turun cukup tebal, membuat suasana semakin gelap dan pekat.

Terlihat air sungai tampak meluap, dan oara warga mencari sembari menggigil kedinginan karena basah oleh hujan.

Sepuluh orang pria berjalan beriringan, dengan senter menyorot tetesan air.

"Auuuuunnng...."

Suara anjing kampung terdengar melolong dari kejauhan.

Saat bersamaan, Pak RT melihat sesuatu yang terang sedang melayang. "LIHAT! ADA CAHAYA!" tunjuknya ke arah di tengah sungai, sekitar lima puluh meter.

Satu sosok bola api merah yang terbang melayang rendah, sembari berputar-putar.

"ITU DIA! KEJAR!" teriak warga serempak, saat melihat sosok yang sedang mereka cari.

Mereka berlari di pematang sungai yang licin, dan mengejar sosok tersebut.

Pak Karim yang terlihat bersemangat akhirnya terpeleset. "ADUH!" ia jatuh ke lumpur.

"TOLONGIN!" teriak Pak Sahlan, memanggil yang lainnya.

"JANGAN PANIK! JAGA BARISAN!" Arkan mengingatkan.

Ia menyorot senter. Bola apinya semakin jelas terlihat. Ada rambut panjang yang menjuntai.

WUUUSH!

Bola api itu melesat dengan cepat ke arah hilir.

Tim satu berteriak. "Kejar!"

Mereka berlari dengan nafas yang tersengal. Sedangkan Pak Karim ikut mengejar dengan pakaiannya yang masih bersalut lumpur.

Sementara itu, waktu memperlihatkan pukul sebelas malam. Warga tiba di hilir dan di dekat rumput bambu yang tumbuh dengan subur.

Bola api itu berhenti di atas permukaan air. Kemudian berputar dan membuat riak air yang membentuk pusaran.

Pak RT dan yang lainnya berhenti. Lalu menyorit bersamaan ke arah sosok tersebut.

"KEPUNG! JANGAN BIARKAN IA LARI!" teriak Pak RT.

Siluet cahaya yang memperlihatkan kepala manusia, tanpa tubuh, membawa organ dalam. Rambut panjangnya menutup wajah. Kedua matanya merah menyala.

Heerrrggh....!"

Suara tertawa yang pelan. Tetapi terdengar menusuk.

Warga tersentak kaget. "ALLAHU AKBAR!" ucap takbir secara serentak.

Mereka mengambil apa saja yang ada di dekat mereka. Lalu melempar batu kerikil, melemparkan obor yang sudah padam akibat hujan, secara bersamaan.

PLUUUNG! PLUUUNG!

Bola api itu mendesis.

HISSS!

Tiba-tiba saja ia menyelam ke dalam air.

Mendadak semua terdiam.

"DIA MENGHILANG?!" seru Pak Taslim.

Air mendadak tenang lagi. Tak ada riak yang terlihat. Seolah-olah tak ada kejadian yang berarti.

Arkan melangkah maju. Lalu mengarahkan senter miliknya ke air. "Pak... gak ada apa-apa." ia merasa air cukup tenang.

Damang Jaya datang dari belakang. Nafasnya tersengal, dan menatap air tersebut.

"Dia masuk ke sarangnya. Di bawah air." ucap Damang dengan dadanya yang bergemuruh.

"SARANGNYA DIMANA, TOK?" tanya Pak RT dan ikut menyorot ke arah air.

"Di lubang pohon yang tenggelam. Dalamnya tujuh meter di bawah. Tempat itu angker sejak jaman Belanda." jawab Damang dengan wajah pucat.

"TERUS GIMANA? APAKAH KITA HARUS MENYELAM?" tanya warga lainnya.

Damang Jaya menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Gak bisa. Sekarang sedang purnama. Kekuatannya paling kuat. Kalau kita memaksa, kita yang akan mati."

Mendadak semuanya terdiam. Mereka saling pandang satu sama lainnya.

Hujan turun semakin deras. Sedangkan mereka sudah menggigil kedinginan.

"Sebaiknya kita pulang saja," Pak RT memberikan perintah. Dan itu mendapat anggukan dari warga.

***

Warga berjalan pulang. Saat bersamaan, mereka bertemu dengan Tim dua yang datang dari arah hilir.

"Dapat gak Kuyangnya?" tanya Pak Imran dengan wajah pucat karena kedinginan.

"Hilang ke dalam air." jawab Pak RT, sembari menggelengkan kepalanya.

"LAH KOK BISA HILANG KE AIR? KAN DIA API!" tanya Pak Imran dengan nada bingung.

"API JUGA BISA PADAM KALAU KECEMPLUNG!" sahut Pak Sahlan, dengan tubuh yang menggigil.

Tiba-tiba saja....

WUUUSH!

"KUYANG!!!" teriak warga secara bersamaan, lalu melempar obor ke semak.

Ternyata yang mereka lempar segerombolan babi hutan yang sedang mencari makan.

Pak RT menepuk keningnya. "SUDAH! KITA PULANG! MALU SAMA BABI HUTAN!" ucapnya, dan ia juga tak kalah menggigil.

Akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan pulang.

Sepanjang jalan menuju pulang, suasana terasa sunyi. Hanya suara jangkrik dan deru nafas mereka yang terasa memburu, disertai hujan yang turun dengan rintik-rintik.

Saat ini, warga merasa sangat kecewa. Sebab apa yang mereka buru tidak juga di dapatkan. Semuanya bercampur dengan rasa takut. Takut jika ada korban selanjutnya.

Arkan berjalan paling belakang. Ia melihat hasil rekaman di kamera yang tampak sangat buram, hanya cahaya merah yang terlihat blur.

"Sial. Gak jelas banget!" umpatnya dengan nada kesal.

"Kan, kamu lihat wajahnya gak?" tanya Pak Taslim pada Arkan.

"Gak lihat Pak. Wajahnya tertutup sama rambut," jawabnya dengan nada bergetar menahan rasa dingin.

Akan tetapi, dalam hatinya ia berguman. "Rambutnya mirip.... Mirip dengan Dayang Sari,"

Akan tetapi, ia merasa itu tidak mungkin, lalu menepis semua praduganya.

 *****

Sementara itu, waktu memperlihatkan pukul dua belas malam.

Kediaman rumah Budi masih cukup ramai.

Sebagaian warga berjaga untuk menghindari adanya teror Kuyang lagi. Sebab Intan masih dalam masa nifas.

Kuyang akan mengincar darah nifas dan juga darah orang menstruasi. Maka hal itu membuat mereka bersikap waspada.

Intan masih kritis, dan dalam kondisi di infus. Placentanya sudah berhasil di keluarkan.

Budi sudah membersihkannya, dan berniat menguburkannya di samping rumah.

"Pendarahannya sudah berhenti. Tetapi beliau masih shock. Harus di rujuk ke RS kota." ucap bidan medis dengan menegaskan.

"Perahunya gak ada, Bu. Dan juga hujan. Takut terjadi sesuatu di perjalanan. Jelas Budi.

Ia merasa sangat bersalah, sebab belum mampu membahagiakan sang istri.

Bagi para warga, memiliki sampan motor adalah hal yang mutlak, dan merupakan moda transportasi yang sangat vital. Layaknya di darat adalah motor.

Bidan Kampung yang mendengarnya langsung angkat bicara. "Minumkan air kunyit ini, dan kamu bisa tempelkan daun bajakah di perutnya." wanita paruh baya iti menyerahkan nampan berisi ramuan.

Sedangkan Damang Jaya sudah pulang kerumah. Ia duduk di sudut kamar, dan tubuhnya yang basah menggigil, sehingga membuat giginya bergemeretak.

****

1
Siti Yatmi
aduh..pas tegang..eh udahan....
neni nuraeni
semoga Arkan tidak ketauan dan segera mndptkn 2 minyak,,, 💪💪 Arkan 💪💪💪pula buat kak thornya biar upnya dbnykin🤭,lnjutt
FiaNasa
semangat Arkan kau pasti bisa
tati st🌼🌼
ayo semangat arka kamu pasti berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Arkan berhasil,semangat Arkan,, semngt juga buat kak thor nya
Siti Yatmi
ayo arkan semangat kamu pasti bisa..💪 author cantik juga yg semangat yah up nya...😍
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuttt
neni nuraeni: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
FiaNasa
baguslah sudah ada titik terang untuk bisa melepaskan kutukan itu
tati st🌼🌼
🧡🧡🧡🧡🧡
tati st🌼🌼
katanya dlm sebulan gak bakal.minta tumbal dulu,dasar iblis janji palsu
neni nuraeni
iiihhh sllu deh bikin aku pnsrn Bae kak thor mah🤭🤭,, lnjuttt lahhh
FiaNasa
klau cuma ngomong aja mau cari jalan kluar tanpa bertindak mana bisa Arkan,,dr awal cuma ngomong terus tp gak ada tindakan
FiaNasa: udah tak siapin gayung ni thor buat getok si arkan😅😅😅
total 2 replies
neni nuraeni
kuyang oh kuyang kau meresahkan sekali,,, pengen tak bakar kau kasian dayang
neni nuraeni: betul itu kak 😂😂tapi jijay juga kali kak😁😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Damang Jaya meninggal?

Semoga Dayang Sari dan Arkan menemukan cara agar bisa memutus mata rantai kutukan itu..

Kasihan kan Dayang Sari kalau harus jadi Kuyang terus 😭
neni nuraeni
ih tatut.. semoga mereka bisa menemukn cara agar dayang terlepas dr kutukan itu
Anggita.🤗
Syng sekali, gadis ko jd kuyang😫, mungkin kh ilmu hitam itu diturunkan dri kakek buyutnya ya.
Secara ilmu hitam itu katanya turun temurun, dan harus punya pewaris, isshh geri juga ya. 😫
Anggita.🤗
Saya dulu juga pernah diganggu kuyang thor, saat ber 2 sm ank ku yg waktu itu msh balita drumah.
Sumpah deh takut bngt, waktu itu aku lg haid, pas waktu hampir tengah malem diganggu.
Nafas nya berat dan nyaring,😫persis diatas atap dikamarku.

Saking takut nya aku baca ayat kursi, Allhamdulillah dia pergi juga, dan trdengar dia jatuh.
Anggita.🤗: betul bngt.
total 2 replies
Anggita.🤗
Wahh ada bahasa daerah nya, atau bahasa Banjar🤭thor, kalimantan selatan merupakan suku Banjar.
Sya sendiri punya suami orang Banjar, tetapi saya asli suku Dayak, salam persahabatan dan salam sehat thor ku. ☺
Anggita.🤗: oh gitu🤭
total 2 replies
V3
smg Arkan menemukan cara nya untuk memutuskan kutukan itu 🤗
V3
hmmmm ..... Damang Jaya pdhal di percaya sbgi panutan warga tp mlh Dia sndri yg JD Kuyang nya 😔😱😱😱😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!