NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Amarah di Balik Pintu Putar

Pukul delapan pagi berikutnya, lobi utama Vancort Tower sudah dipadati oleh ratusan karyawan yang lalu lalang memulai jam kantor. Kirei melangkah masuk melewati pintu putar kaca dengan langkah kaki yang tegas, anggun, dan berirama mantap. Gaun malam sabrina hitam dan kehangatan kabin mobil Vaxerion semalam seolah sudah menguap tanpa bekas dari tubuhnya, digantikan oleh setelan blazer kerja abu-abu gelap yang kaku, tajam, dan tidak tersentuh. Hari ini, dia kembali menjadi CEO Zhaklyn Mobile sepenuhnya.

Namun, baru lima langkah Kirei menapak di atas lantai marmer lobi, sebuah bayangan tinggi mendadak bergerak agresif memotong jalurnya.

"Kirei!"

Langkah Kirei terhenti seketika. Di depannya berdiri Reza Pratama Dirgantara. Mantan kekasih masa SMA-nya itu berdiri dengan napas yang memburu, dada naik-turun tidak teratur, dan kedua mata yang merah menyala—menyiratkan dengan jelas bahwa pria itu tidak tidur sama sekali semalaman. Kemeja kerja putihnya sedikit kusut di bagian lengan, dan rambutnya berantakan. Aura Reza yang biasanya tenang dan rapi sebagai seorang pejabat muda di kementerian kini runtuh total, digantikan oleh keputusasaan dan amarah yang siap meledak.

Beberapa karyawan yang kebetulan lewat langsung memperlambat langkah kaki mereka. Atmosfer di lobi mendadak mendingin, memicu rasa penasaran semua orang yang mulai mencium aroma skandal besar yang siap pecah di depan meja resepsionis.

"Reza," suara Kirei mengalun sangat datar, dingin, dan tanpa ekspresi sedikit pun. "Ini area privat perusahaan. Kalau kamu datang untuk urusan dinas kementerian, silakan buat janji resmi melalui Maya. Kalau tidak, silakan menyingkir dari jalur jalan saya."

"Urusan dinas?!" Reza tertawa sinis, suara tawa yang terdengar sumbang dan penuh tekanan mental. Dia melangkah maju dua langkah, memotong jarak di antara mereka hingga ujung sepatunya hampir bersentuhan dengan sepatu Kirei. "Ibu gua masuk rumah sakit semalam karena syok berat, Kirei! Rekening bank bapak gua dibekukan total, dan pagi ini jam enam subuh, tim kejaksaan sudah mendatangi rumah kami bawa surat perintah audit investigasi! Ini semua ulah lu, kan? Lu sengaja memakai kekuasaan perusahaan lu buat membalas dendam karena kejadian lima tahun lalu?!"

Kirei tidak mundur satu senti pun. Punggungnya tetap tegak lurus, menantang langsung tatapan amarah dari pria yang dulu pernah menjadi satu-satunya cahaya hangat di masa SMA-nya. Di dalam benak Kirei, ingatan tentang kotak bekal mewah yang dulu sering dibawa Reza mendadak tumpang tindih dengan bayangan wajah angkuh ibu Reza yang melempar segepok uang ke tanah becek. Luka itu perih, tapi rasa perih itu justru menguatkan topeng es di wajah cantiknya.

"Jangan berlagak amnesia dan bertingkah kayak korban, Reza," desis Kirei. Suaranya pelan, tidak berteriak, namun setiap katanya terdengar begitu tajam menembus harga diri Reza. "Ibumu yang kemarin subuh datang ke kantorku membawa hinaan lisan. Ibumu juga yang semalam suntuk mencoba melayangkan tamparan fisik di depan umum di acara gala butik. Aku tidak menghancurkan keluargamu. Keluargamu sendiri yang menyalakan sumbu apinya karena kesombongan kalian, jadi jangan pernah menangis di depanku saat sekarang rumah kalian hangus lebur jadi abu."

"Tapi lu nggak perlu sekejam ini, Kirei! Lu berubah jadi monster yang haus darah!" Reza berteriak, kehilangan seluruh kontrol emosinya. Tangan kanannya bergerak cepat, mencengkeram kuat bahu blazer Kirei, mencengkeramnya dengan jemari yang gemetar karena frustrasi. "Gua tahu gua salah karena dulu pengecut dan nggak bisa ngelindungin lu dari Ibu! Gua tahu lu sakit hati! Tapi bukan berarti lu bisa pakai jaringan bisnismu buat bikin keluarga gua hancur miskin dan tersungkur di lantai kayak gini! Kita pernah saling mencintai, Kirei!"

Sret!

Belum sempat Kirei menggerakkan tangannya untuk menepis cengkeraman tersebut, sebuah tangan besar berkulit sawo matang yang sangat kokoh tiba-kira muncul dari arah samping. Tangan itu mencengkeram pergelangan tangan Reza dengan kekuatan yang luar biasa. Hanya dengan satu sentakan searah yang penuh tenaga dewasa, cengkeraman tangan Reza di bahu Kirei terlepas paksa di udara.

Aroma parfum kayu cendana yang maskulin, bersih, dan sangat akrab seketika memenuhi udara lobi gedung yang tegang.

Vaxerion Mahendra sudah berdiri di sana. Pria itu menyisip dengan sempurna di antara tubuh Kirei dan Reza, bertindak bak benteng baja raksasa yang tidak akan bisa ditembus oleh badai apa pun. Vaxerion mengenakan setelan jas tiga potong (three-piece suit) berwarna abu-abu gelap khas konglomerat old money. Wajah tegasnya tidak memancarkan luapan emosi kemarahan yang meledak-ledak, namun tatapan matanya yang sedingin es kutub langsung mengunci mati manik mata Reza, memancarkan aura dominasi yang mencekik leher.

"Lepaskan tangan kotormu dari tubuhnya, Tuan Dirgantara," suara berat Vaxerion berdesis sangat rendah, namun gaungnya terdengar begitu pekat dan penuh ancaman mematikan di tengah keheningan lobi yang mendadak senyap total. Semua karyawan menahan napas mereka.

Reza yang merasakan pergelangan tangannya seperti sedang dijepit oleh tang besi hidrolik, meringis menahan sakit yang luar biasa. Wajahnya memucat, namun sisa egonya menolak untuk tunduk. "Vaxerion Mahendra... jangan mentang-mentang lu pewaris tunggal Mahendra Motors, lu bisa seenaknya ikut campur urusan masa lalu gua sama Kirei! Lu nggak tahu apa-apa soal kami!"

Vaxerion tidak melepaskan cengkeramannya sedikit pun. Dia justru memajukan tubuh tegapnya yang lebih tinggi, menatap Reza dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan yang sangat telak—sejenis tatapan mata yang sanggup membuat pria mana pun merasa kerdil dalam sekejap.

"Masa lalumu dengannya sudah mati, membusuk, dan terkubur lima tahun lalu karena ketidakmampuanmu menjadi seorang pria," kata Vaxerion, suaranya sangat tenang, teratur, namun sarat akan wibawa berat yang menekan dada Reza hingga sesak. "Tapi masa depannya... mulai detik ini ada di dalam genggaman tanganku. Dan siapa pun yang berani membuat calon istriku merasa tidak nyaman atau gemetar di dalam gedungnya sendiri, artinya sedang menantang seluruh jaringan finansial global keluarga Mahendra untuk menghapus nama keluargamu dari peta bisnis kota ini sebelum matahari terbenam."

Vaxerion menghempaskan pergelangan tangan Reza dengan satu gerakan kasar ke arah luar. Tubuh Reza yang lemas langsung terhuyung mundur beberapa langkah, hampir menabrak pilar marmer lobi sebelum akhirnya berhasil menyeimbangkan tubuhnya dengan wajah yang merah padam menahan malu yang teramat sangat. Pembalasan yang begitu kejam tanpa perlu melayangkan satu pukulan pun.

Vaxerion sama sekali tidak melirik Reza lagi, menganggap pria itu seolah-olah sudah tidak ada di sana. Dia memutar tubuh tegapnya sepenuhnya menghadap Kirei. Dalam sekejap mata, tatapan elangnya yang mematikan langsung mencair, berubah menjadi begitu teduh, dalam, dan dipenuhi binar perhatian romantis yang sangat pekat.

Pria dewasa itu merogoh saku jasnya, mengeluarkan sehelai sapu tangan sutra putih yang bersih dan wangi. Dengan gerakan yang sangat lembut, penuh ketelatenan, dan perhatian yang mendalam, Vaxerion mengusap bagian bahu blazer abu-abu Kirei yang tadi sempat dicengkeram oleh Reza—seolah-olah tangan Reza baru saja meninggalkan noda debu yang menjijikkan di sana.

"Kamu nggak apa-apa, Kirei? Maaf aku terlambat beberapa menit menjemputmu," tanya Vaxerion lembut, suaranya mengalun hangat, begitu romantis di tengah sisa ketegangan lobi.

Kirei menatap wajah dewasa Vaxerion yang berada sangat dekat di depannya. Aroma kayu cendana dari tubuh pria itu merasuki dadanya, seketika menghapus sisa-sisa getaran amarah yang tadi sempat menumpuk. Jantung Kirei kembali berdegup gila, bukan karena takut pada Reza, melainkan karena getaran haru yang teramat sangat atas perlindungan pria ini. Di saat dunia luar selalu menuntutnya untuk tampil tangguh tanpa cela, Vaxerion adalah satu-satunya manusia nyata yang selalu pasang badan, menjaganya tanpa pernah merendahkan harga dirinya sebagai wanita mandiri.

"Aku nggak apa-apa, Vaxerion," jawab Kirei jujur, matanya menatap lurus ke dalam manik mata jernih Vaxerion yang mampu membuat hatinya yang beku meleleh seutuhnya pagi ini.

Vaxerion tersenyum tipis, sebuah senyuman menawan yang sangat mematikan di wajah tegasnya. Dia menurunkan tangannya, lalu dengan gerakan yang sangat alami, menyelusupkan jemarinya di antara jemari Kirei yang sempat mendingin. Vaxerion menggandeng erat tangan Kirei di depan ratusan pasang mata karyawan yang menonton dengan takjub, menuntun Ratu Es-nya berjalan bersama menuju lift pribadi.

Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!