Hai semua..kisah tentang penari dan pemain biola yang romantis.Wajib baca ok,ceritanya seru loh..
Devina Belia prayoga seorang gadis berusia 22 tahun dengan badan yang cukup tinggi,baik dan juga ramah..dia sangat menyukai tari..tapi karena sesuatu dia memendam hobinya
Altaf Huzain Santoso pria tampan dan cool dengan kulit putih dan tinggi dia seorang pemain biola yang sangat handal....
bagaimana kisah selanjutnya...ikuti terus kisahnya...
selamat membaca
keduanya bertemu tanpa sengaja saat ada acara pesta ulang tahun kerabat Altaf...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09 HARI YANG DITUNGGU TUNGGU
Hari H pernikahan Devina dan Ardi telah tiba..semua orang sudah sibuk dengan tugas mereka masing-masing...mama devina sudah menyewa seorang MUA profesional untuk merias Devina.Erlita ingin hari ini putrinya terlihat cantik bak putri dalam dongeng..papa Devina menghampiri Erlita.
"Ma..kamu lihat Devina... apa sudah siap..."ujar Papa Devina..
"Ya pa..."Erlita berjalan menuju kekamar Devina.
"Bagaimana mbak..apa Devina sudah selesai.."ujar Erlita pada MUA..
"Sebentar lagi bu...tinggal sedikit lagi.."ujar MUA..
"Oh..ya sudah nanti saya kesini lagi.."
"Ada apa ma..."tanya Devina
"Tidak ada apa-apa..mama cuma mau ngecek kamu sudah selesai apa belum.."ujar Erlita..
"Sayang kamu begitu cantik hari ini..."ujar Erlita sambil menitikkan air mata..
"Mama...kenapa mama menangis.."ujar Devina sambil mengusap air mata mamanya yang mengalir disisi pipinya.
"Mama..mama hanya tidak menyangka hari ini akan tiba...dimana kamu akan menjadi milik orang lain...Ardi akan menggantikan mama dan papa untuk menjagamu..."ujar Erlita..
Devina jadi terharu melihat mamanya menangis.
"Mama harap pernikahanmu ini akan sampai kakek nenek...mama juga berharap kamu akan bahagia selamanya.."ujar Erlita.Devina memeluk mamanya..
"pengantin pria sudah datang.."ujar salah satu kerabat Devina..
"Ya sudah sayang...mama mau menemui para tamu.."ujar Erlita berlalu pergi setelah memeluk Devina sekali lagi.
Devina kembali duduk dimeja rias.Devina melihat dirinya dibalik pantulan cermin.
"Aku tidak menyangka hari ini aku akan menikah dengan seorang sahabatku sendiri...."ujar Devina dalam hati..
"Apakah pengantin wanitanya sudah siap..."tanya pak penghulu.
"Sudah pak.."ujar Erlita
Erlita memberi kode pada seseorang untuk menjemput Devina.
Tak lama kemudian pengantin wanita keluar dengan empat orang bridesmide.Mereka berjalan dengan begitu anggun,semua mata tertuju pada pengantin wanita yang terlihat elegan.Devina memakai penutup kepala sehingga semua orang tidak bisa melihat wajah Devina.
Ardi dan keluarganya pun juga ikut terpana dengan keanggunan Devina.
Devina duduk disamping Ardi dan acara akad akan segera dimulai.
Ardi mengucapkan janji suci dengan begitu lancar dan tegas.Kini Devina sudah sah menjadi istri dari seorang Ardi Bagaskara dan menjadi nyonya Bagaskara.Devina mencium tangan Ardi.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri,Semoga pernikahan kalian langgeng.."ujar Penghulu.
Ardi dan Devina meminta restu pada kedua orang tua masing-masing,mereka semua nampak bahagia.
Setelah acara selesai..Ardi dan Devina memasuki kamar mereka,mereka akan bersiap untuk acara resepsi nanti malam..
ddrrtt..ddrrtt..
ponsel Ardi berdering..komandan Ardi yang menelfon..
"Halo ndan..."ujar Ardi
"Siap ndan.."ujar Ardi lagi..
"Devina...aku harus ngomong sama kamu dan orang tua kita..."ujar Ardi..
"Ada apa.."ujar Devina khawatir..
"Nanti dulu,tunggu orang tua kita dulu.."ujar Ardi dan sudah menyuruh seseorang untuk memanggil kedua orang tua mereka.
Setelah beberapa saat orang tua Devina dan Ardi datang..
"Ada apa sayang...kenapa kamu memanggil kita semua"Ujar mama Ardi.
"Begini ma..pa...tadi Ardi ditelfon oleh komandan Ardi dan Ardi dibutuhkan besok...jadi nanti setelah acara resepsi Ardi akan langsung berangkat ke perbatasan...Ardi akan dijemput oleh pesawat militer nanti malam.."ujar Ardi menjelaskan pada orang tuanya,mertua dan juga Devina..
"Tapi Di....kamu kan baru nikah...masa istrimu sudah mau kamu tinggalkan..."ujar Rahayu, mama Ardi.
"Ya mau gimana lagi ma...ini sudah jadi resiko punya suami seorang abdi negara.."ujar Papa Ardi.
"Bagaimana dengan kamu vin.."ujar Erlita..
"Vina nurut aja ma...kalau vina suruh ikut ya vina ikut kalau g usah ya vina diam disini dulu nunggu Ardi pulang..."ujar Devina..
"Bagaimana nak Ardi...apakah Devina perlu ikut.."tanya Erlita pada Ardi..
"Mm...disana kan daerah konflik ma...jadi lebih baik Devina g usah ikut dulu...nanti kalau kondisinya sudah lebih aman...Ardi yang akan menjemput Devina..."ujar Ardi menjelaskan..
Semuanya terdiam sejenak..
"Vin..kamu g apa-apa kan saya tinggal untuk sementara.."ujar Ardi pada Devina..
"Ya g apa-apa..yang penting kamu jaga diri baik-baik disana.."ujar Devina menerima keputusan Ardi dengan lapang dada.
"Untuk sementara Devina biar tinggal dirumah mama Erlita dulu.."ujar Ardi kemudian..
Semua orang mengangguk setuju.
***
Malam resepsi sudah tiba,para tamu undangan juga sudah berdatangan tak terkecuali keluarga Santoso.Rudi,papa Devina menghampiri keluarga Santoso..
"Halo tuan Irvan..."ujar Rudi menyapa Irvan, papa Altaf.
"Halo tuan Rudi...selamat ya atas pernikahan anakmu.."ujar Irvan.
"Ya..ya terima kasih...
Terima kasih sudah mau hadir diacara resepsi anak kami..."ujar Rudi..
Rudi memperkenalkan Beni,papa Ardi kepada keluarga Santoso..semua saling berjabat tangan..
"Ini Altaf Ben...orang yang akan mengisi diacara resepsi anak-anak kita...dia akan bermain biola..Dia ini seorang maestronya biola..."ujar Rudi membanggakan bakat Altaf.Altaf hanya tersenyum simpul..
"Ya sudah Altaf...kamu bersiap saja ditempat kamu.."ujar Renita mama Altaf..
"Maaf om...dimana saya harus perform.."
"Oh ya..ya..mari ikut saya.."Rudi mengantar Altaf keatas panggung samping panggung pengantin..Altaf berbisik pada Rudi,dia bertanya kamar mandi pada Rudi dan Rudi mengarahkan kesebelah kanan ruangan.
Altaf pergi menuju tempat yang diberi tahu papa Devina..