NovelToon NovelToon
The Emperor’S Bunny And The Cold-Faced Wolf

The Emperor’S Bunny And The Cold-Faced Wolf

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:263.5k
Nilai: 5
Nama Author: Seojinni_

Qin Yue, agen elit paling mematikan dari dunia modern, mati dalam misi. Ia terbangun di tubuh Putri Feng Xiuying—gadis cantik, lemah lembut, dan terkenal bodoh seantero istana.

Tapi dunia akan segera tahu bahwa kelinci mungil ini kini bertaring.

Pedangnya lebih cepat dari lidah bangsawan istana, dan kelicikannya bahkan bisa mempermainkan para pejabat tua.

Hanya satu orang yang tak bisa ia taklukkan. Jenderal Han Ziyu, pria dingin berjulukan "Serigala Salju."

“Ayo bertarung!”
“Maaf, aku tak melawan kelinci,” katanya dingin.

Tapi ketika kelinci itu mulai menggoda pangeran lain, serigala itu menggeram pelan.

“Kelinci milikku... tak boleh bermain di kandang rubah lain.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seojinni_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 - Seekor Kelinci Liar Bernama Xiuying

Markas Militer, Ibukota Kekaisaran

Setelah kembali dari Mansion Bai, Han Ziyu langsung tenggelam dalam laporan wilayah barat. Tinta di atas kertas bergerak rapi di bawah jarinya, seolah setiap karakter yang ditulisnya tunduk pada tatapannya.

Sementara itu, Wei An sudah menghabiskan apel ketiganya, dan merasa kehidupannya lebih menyedihkan dari prajurit yang sedang jaga malam.

Dia menggerutu, "Aku ingin pulang. Tapi pria gila ini masih bekerja. Aku tidak berani meninggalkannya, karena aku tahu dia pendendam."

Merasa bosan. Dia akhirnya mendapat ide, melakukan satu-satunya hal yang selalu berhasil menghiburnya. Itu adalah mengganggu temannya yang menderita kelumpuhan wajah kronis.

“Temanku,” katanya sambil menggoyang-goyangkan kaki. “Kau menjawab pertanyaan seorang gadis hari ini. Apa ini... awal dari musim semi?” dia mulai menggodanya.

“Diam.” balas Han Ziyu dengan dingin.

“Ugh... Dingin sekali." ejeknya dengan pura-pura merinding. Tapi dia masih melanjutkan godaannya, "Hm… menurutmu, apakah nona dari keluarga Bai itu cantik?”

Gerakan jari Han Ziyu berhenti. Wei An terus mengawasinya beberapa detik. Siap menerkam reaksi sekecil apapun seperti kucing mencium bau ikan asin. Dia menyadari Han Ziyu terdiam beberapa detik, dan itu menunjukkan bahwa dia memperhatikannya.

“Oh-ho… jadi kau memperhatikannya kan.”

“…”

“Ck. Kau pria dingin benar-benar tidak romantis. Bahkan batu pun bisa jatuh cinta kalau ditatap gadis secantik itu.”

Sebelum ejekannya berlanjut, ketukan di pintu menyelamatkan harga diri Han Ziyu. Seorang prajurit masuk, menyerahkan surat bersegel.

“Dari Wakil Song,” gumam Han Ziyu.

“Ah, dia masih hidup rupanya.” Wei An mengangguk. “Aku pikir dia sudah mati muda. Tenggelam di lautan administrasi Wilayah.”

“Dia adalah 'putra lain' dari Jenderal Bai. Bukan secara darah. Tapi secara jiwa.” balas Han Ziyu. Tidak banyak yang tahu kalau sebenarnya, Jenderal Bai adalah idola Han Ziyu. Dulu, waktu Han Ziyu kecil, dia bahkan belajar berpedang darinya yang bahkan membuat ayahnya cemburu. Ayahnya bahkan pernah menguncinya diluar karena dia hanya melihat Bai Wenyuan.

Saat membaca surat di tangannya, senyum nyaris tak pernah terlihat melintas di wajah Han Ziyu. Wei An bahkan tersedak tehnya.

“APA ITU TADI?! Apakah aku barusan melihat SENYUM LEGENDARIS ITU?! Dunia pasti akan runtuh malam ini!”

Han Ziyu hanya mengabaikan omong kosong temannya. “Mereka menolak pemimpin baru. Mereka masih menunggu Jenderal Bai kembali.”

Wei An mengangguk pelan. “Benar-benar pemimpin sejati. Mereka semua setia pada Jenderal Bai.” Sebenarnya, Wakil Jenderal Song Yan adalah salah satu kandidat Jenderal utama termuda selain Han Ziyu. Hanya saja, dia terikat dengan Jenderal Bai, dan ingin membalas Budi padanya. Dia bahkan bersumpah bahwa selama Bai Wenyuan masih hidup, dia akan selalu menjadi Wakilnya. Banyak orang yang menyayangkan pilihannya, tapi bagi Song Yan, Bai Wenyuan adalah penyelamat jiwanya.

Wei An lalu melirik Han Ziyu dan menyeringai.

“Bukankah kau juga mengangguminya? Kalau begitu… kenapa tidak sekalian menikahi putrinya saja?”

Han Ziyu menatap temannya dengan tatapan menghina, membuat Wei An tersinggung.

“Han Ziyu!!! Aku lebih suka ditatap dingin daripada tatapan menghinamu itu!”

Han Ziyu kembali mengabaikannya dan lanjut membaca.

Wei An masih bergumam kesal, sedikit serius, juga setengah menahan tawa.

“Lupakam saja. Kurasa… satu-satunya makhluk di dunia ini yang bisa menjinakkan serigala dingin ini… hanya seekor kelinci liar bermata nakal bernama 'Feng Xiuying'.”

*Han Ziyu : “Kau yakin dia kelinci? bukan tupai mabuk?”*

***

Istana Permaisuri

Sementara itu, udara di Paviliun Teratai Istana Permaisuri Lan terasa dingin, sedingin kutub utara. Wu Huang sudah bersujud selama hampir dua jam. Keringatnya bercucuran deras membentuk genangan kecil di lantai. Namun, Permaisuri Lan tak bergeming, dan tetap menyesap tehnya seolah dia tak pernah ada.

Ketukan pelan terdengar. Seorang Mama tua masuk dan memberi hormat.

“Permaisuri, Putri Wu Yao telah tiba,” kata Mama Han.

“Putriku? Hm… biarkan dia masuk.”

Tak lama, Putri Wu Yao masuk. Dengan hanfu berwarna merah muda, dia terlihat anggun, namun matanya tajam, seperti pedang terbalut sutra.

Saat melihat Wu Huang masih bersujud di lantai, dia mengangkat alis dan berkata dingin, “Ibu… kau masih menampungnya?”

“Dia masih cukup berguna,” jawab Permaisuri tanpa berkedip.

“Ibu... Dia hanya pria bodoh dengan tubuh besar dan otak kosong,” gumam Wu Yao sinis.

Permaisuri tersenyum. “Putriku, jangan mengomentari bidak dalam permainan catur ibumu.”

Wu Yao mengerutkan kening. Hampir lupa jika ibunya bahkan meminum teh bersama racun setiap pagi.

Setelah beberapa basa-basi, pembicaraan mereka beralih ke hal inti. Persiapan pesta ulang tahun Ibu Suri.

“Aku ingin sesuatu yang berbeda tahun ini,” kata Wu Yao sambil memeriksa ulang daftar nama undangannya.

Permaisuri tersenyum, lalu menambahkan satu nama di bagian paling bawah.

Wu Yao tertawa kecil. “Haruskah aku mengundangnya lagi? Terakhir kali dia jatuh ke kolam dan membuat satu Istana repot.”

“Justru karena itu,” balas sang Permaisuri dengan senyum tipis.

Wu Yao mengerti maksud ibunya. “Baiklah. Mari undang... kelinci liar itu.”

***

Mansion Jenderal Bai

“PUTRIKU! Jangan korek-korek telingamu di depan umum! Itu tidak sopan!” teriak Rong Yi, nyaris pingsan karena stres menghadapi Xiuying.

Xiuying menguap malas. “Yi. Telingaku gagal. Sepertinya… seseorang sedang mengutukku?”

Rong Yi menatap langit, mengeluh dengan pasrah. "Tuhan, jika ada pilihan, lebih baik aku jadi ikan koi di kolam Istana."

Xiuying mendengar keluhannya, terkikik pelan, dan berkata, “Walau aku seekor kelinci. Kelinci juga bisa menggigit ikan, kau tahu?”

Dia lalu menoleh pada Rong Yi. “Yi. Ambilkan pena arang. Kita akan memulai sesuatu.”

Rong Yi mendesah. “Putriku… apa lagi yang akan kau lakukan?”

“Ayo berbelanja,” balas Xiuying.

“…Lagi? Apa lagi yang akan kau pilih kali ini?” tanyanya, pasrah.

Xiuying tersenyum manis dan berbisik. “Memilih musuh. Kita akan memilih siapa yang ingin kupecundangi duluan di pesta nanti.”

***

Mansion Bai malam hari

Di malam hari, saat semua orang sudah tertidur pulas, Xiuying masih menatap coretan diatas kertas minyak di atas meja. Tangannya kotor, hitam oleh arang, rambutnya berantakan, tapi matanya menyala dengan terang.

“Ayahku menghilang. Kakakku patah semangat. Dan aku? Aku baru saja bangkit dari kematian. Keluarga baruku berada di ujung jurang.” gumam Xiuying.

Dia menepuk pipinya dengan keras.

“Baiklah, Feng Xiuying. Dulu mereka menghinamu sebagai parasit di keluarga Bai. Lahir dari kesalahan dan perselingkuhan. Sekarang? Kau akan jadi mimpi buruk mereka..”

Di sudut meja, sehelai undangan pesta Kekaisaran tergeletak. Di sudut kanan bawah, nama Xiuying tercetak rapi—namun malah terlihat seperti lelucon.

Xiuying menyeringai kecil.

“Baiklah. Pesta musim semi kan? Kedengarannya... menyenangkan.”

1
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Atoen Bumz Bums
biasanya m c-nya nggak ada yang bisa diam
baru ini nemu MC yang pemalas🤣
Atoen Bumz Bums
aku terhura🫠
>AY<
dua kata gak sii
>AY<
lah, dia menyesal begitu saja kah?
>AY<
jadi ayah kandung nona bai siapa?
>AY<
🤣🤣🤣
>AY<
ya ampun, kocak 🤣🤣
>AY<
ya setuju
Ai
iyakan pewaris sifat xuiying si bungsu taotao plek ketiplek ibunya🤣🤣🤣sekalinya Up mlh tamat.. gmn klo aku kangen xuiying thor sepanjang Novel author yg aku baca plng suka karakter xuiying, santuy, nyeleneh tapi hebat apalagi soal menjatuhkan mental lawan lewat kata2, bahh tiada bandingannya 🤣🤣🤣xuiying the beat dan jendral han beruntung memilikinya🤣🤣🤣🤣...pengen nya masih lanjut trs ini thor/Sob/
Ai: /Sob//Sob//Sob/author aku blm ikhlas pisah sama xuiying😀ditunggu next novel my thor😍 klo bisa dilanjutin itu kisahnya 3 bocil keramat 🤭😄
total 2 replies
Ai
disaat banyak bawang tiba2 3 bocil keramat datang.... sptnya taoto adlh reinkarnasinya xuiying 🤣🤣🤣mereka plek ketiplek sama 😄
Ai
kok mengandung bawang semua sch thor/Sob//Sob//Sob//Sob/msh berharap mereka masih hidup disuatu tempat berdua dan bahagia sampai waktunya bisa bertemu Bay xuiying.. hny author yg bisa mengabulkannya 🤭
Ai
akhirnya Bay xuiying muncul lagi tp ada bawangnya 😄aku kira ibunya msh hidup dan bisa kumpul bareng xuiying dan ketemu para bocil keramat 🤭
Machsunatul Istianah
selalu kangen Bai xiuying dan Han ziyu, trimakasih Thor untuk cerita yang bagus 👍👍👍
Evi Marena
novel yg luar biasa,walau jarang up tapi selalu q tggu 😘 semangat authorrr semoga ada ada novel baru yg tak kalah bagus dari ini
😘😘
Retno Palupi
cerita nya bagus dan menghibur
Retno Palupi
terima kasih othor cerita nya bagus, semangat buat cerita baru, pengen ada cerita dari ibu xuying dan ayah angkatnya
Retno Palupi
semoga jendral bahagia
Retno Palupi
akhirnya xu Ying tau wajah ibunya
Fransiska Husun
si kembar tidak di berikan tambahan saudara Thor /Cry/
q tak rela pisan cepat' am xiuying Thor....
sehat2 ya, semangat selalu dalam berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!