NovelToon NovelToon
Wanita Pengganti

Wanita Pengganti

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Sandra terpaksa menikah dengan calon suami kakaknya saat sang kakak memilih kabur bersama pria yang katanya lebih mapan di banding kekasihnya di hari pernikahannya.

Dapatkan Sandra menjalani pernikahannya dengan baik? Apakah pernikahan itu akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

"Ini kamar nona Sandra!" ucap Abimanyu sambil mempersilahkan Sandra masuk.

"Jadi aku di sini sendiri?" tanya Sandra dan Abimanyu mengerutkan keningnya.

"Maksudku, kan aku akan menikah jadi sudah pasti ada keluargaku atau_!"

"Tuan Gara sudah mengatakan jika akan melepaskan orang tuan nona Sandra di hari pernikahan nanti!"

"Kan tinggal ngitung jam saja!" Sandra masih dnegan argumennya.

"Silahkan istirahat nona!" Abimanyu lebih memilih tidak menanggapi, ia segera menutup kembali pintu kamar Sandra dan meninggalkan Sandra sendiri di dalam kamarnya.

"Astaghfirullah hal azim, yang benar saja!" gerutu Sandra sambil mengedarkan pandangannya.

Berada di kamar mewah sendiri di saat yang sangat tidak tepat. Seandainya saja suasana beda mungkin Sandra akan berjingkrak di atas tempat tidur yang empuk itu. Tapi saat ini, untuk menikmati keadaan itu benar-benar membuatnya kesal.

Sandra pun akhirnya memutuskan untuk merebahkan tubuhnya yang sudah terasa begitu remuk.

***

Akhirnya tiga hari itu tiba juga hari ini, pagi-pagi kamar Sandra sudah di datangi beberapa orang lengkap dengan peralatannya.

"Saya mandi dulu!" ucap Sandra beralasan. Ia sengaja mengulur-ulur waktu. Rasanya belum siap saja jika harus secepat ini menikah, apalagi dengan pria calon suami kakaknya.

"Baik nona!"

Sandra pun segera melesat ke kamar mandi, ia mencelupkan dirinya ke dalam bathtub.

"Sandra, susah banget di ajak bersyukur!" gerutunya pada diri sendiri. "Ingat kata kakek, kalau mau mudah tetap syukuri apa yang ada. Yah siapa tahu dengan begini aku bisa bebas dari keluarga yang toxic!"

"Hihhhhhhh!" sekali lagi ia kembali menyesali ucapannya sendiri.

Setelah beberapa kali mendapat ketukan dari luar, dan juga panggialn orang-orang yang berada dalam kamarnya, Sandra terpaksa menyudahi mandinya. Jika di hitung dari sekarang, acaranya akan di mulai dua jam lagi.

"Nona, acaranya sudah alak di mulai!" gerutu salah satu dari mereka, "Bagaimana kalau sampai pernikahannya gagal katanya nona tidak keluar-keluar dari kamar mandi!?"

Sandra nyengir, memang itu yang aku inginkan ...

Mereka pun segera membawa Sandra untuk duduk di kursi depan meja rias dan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

"Gimana kalau aku kabur aja!?" ucapnya tiba-tiba membuat mereka yang tengah sibuk bekerja menghentikan kegiatannya dan menatap Sandra tidak percaya.

"Nona jangan becanda!" ucap salah satu dari mereka. Tidaklah mungkin ada wanita yang tidak menginginkan menikah dengan pewaris utama finityGroup, selain berkuasa dia juga tampan.

Hehhhhhh ....

Sandra hanya bisa menghela nafas panjang, siapa yang akan bisa mengerti dengan perasaannya saat ini.

Tapi tiba-tiba Sandra menangis tersedu membuat semuanya bingung.

"Nona Sandra kenapa?" tanya wanita yang memang sepertinya ketua MUA itu tapi Sandra hanya menggelengkan kepalanya membuat mereka semakin bingung.

"Jangan nangis nona, nanti make up-nya luntur loh kalau nona terus menangis seperti itu!" ucap wanita itu lagi, ia tengah mengkhawatirkan kerja kerasnya. Jika sampai Sandra keluar dengan make up berantakan bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada kelanjutan pekerjaannya.

"Tidak peduli, terserah!" Sandra masih dengan keras kepalanya.

"Tapi nona, kalau tuan Gara tahu dia pasti akan marah!"

"Memang aku pikirin!"

Mengkhawatirkan hal itu, wanita itu pun akhrinya memutuskan untuk menghubungi Abimanyu. Ia tahu tidak mungkin bisa bicara langsung dengan tuaj muda Gara, tapi dengan tangan kanannya bisa.

"Apa ada masalah?" tanya pria yang ada di seberang sana.

"Ini tuan Abi. Nona Sandra terus menangis, saya takut jika terus begini, make up nona Sandra akan rusak!"

"Baiklah! Saya akan ke sana!"

Abimanyu mematikan sambungan telponnya secara sepihak sebelum wanita di seberang sana kembali bicara.

Gara yang tengah berdiri di depan cermin dengan memakai setelan khas pengantin itu tampak memicingkan matanya melihat wajah sahabatnya tampak terganggu akan sesuatu,

"Apa ada masalah?" tanya Gara pada pria yang berdiri di belakangnya hingga Gara tidak perlu berbalik untuk menatap ekspresi wajah pria itu karena ada pantulan dirinya di dalam cermin besar dihadapannya.

"Nona Sandra!"

"Berulah apa lagi dia?" wajah Gara yang dingin semakin terlihat kesal.

***

Ceklek

Pintu terbuka dari luar membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu menoleh ke arah pintu kecuali gadis yang tengah duduk menangis di tempatnya.

Tiga orang itu segara menunduk hormat melihat siapa yang datang, meskipun begitu mereka tengah dilanda ketakutan melihat sekilas ekspresi pria itu.

"Kalian boleh keluar!" ucapnya pada orang-orang itu, tapi tatapannya kini tengah tertuju pada gadis dengan gaun pengantin itu.

"Baik tuan!"

Mereka pun segera meninggalkan kamar itu.

"Tutup pintunya!" perintahnya lagi sebelum mereka benar-benar meninggalkan kamar itu.

"Baik!"

Mereka pun segera menutup pintu dari luar dengan perasaan was-was.

"Apa yang bakal terjadi di dalam, jangan-jangan mereka akan_!" ucap wanita bertubuh langsing itu sambil menutup mulutnya, ia takut karena ketahuan bergosip.

"Jangan Sampek, kalau benar begitu. Bisa-bisa kita di suruh cari baju pengantin baru, acara tinggal beberapa menit lagi mulai!" tampak wanita yang bertubuh sintal itu.

Gara berjalan mendekati Sandra,

Srekkk

Dengan kasar menarik lengan atas Sandra hingga membuat tubuh gadis itu terangkat ke atas.

"Aughhhh, sakit tahu!" keluhnya, ia tengah meringis menahan sakit. "Lepas!"

Bukannya melepaskan genggamannya, Gara malah mendorong tubuh Sandra ke dinding samping peka rias dan mengungkungnya dengan tubuh kekarnya.

Seketika Sandra terdiam, ia benar-benar takut jika pria di depannya itu melakukan sesuatu padanya, Sandra dengan cepat memalingkan wajahnya.

Tapi terlambat, karena tangan Gara lebih cepat, ia menarik dagu Sandra seperti yang di lakukan beberapa kali padanya,

"Kucing kecil, bisa kan bersikap manis sedikit? Jangan sampai kamu membuat malu nanti!"

"Nggak mau!" ucap Sandra dengan lantang.

Berani sekali dia ..., melihat Sandra yang tidak punya rasa takut padanya, Gara pun hendak mendekatkan bibirnya ke bibir Sandra tapi ....

Srekkkk

Tiba-tiba Sandra beralih memegang kendali, ia menarik tangan Gara saat lemah dan menguncinya di belakang punggung, bergantian memghimpitkan tubuh Gara ke dinding.

"Aughhhh!" keluh Gara dan Sandra memicingkan senyumnya

Untung aku pernah belajar taekwondo, walaupun nggak lulus tapi ada gunanya juga ...., senyum Sandra penuh kemenangan.

"Berani sekali kau!" ucap Gara begitu geram.

"Baru tahu! asal kamu tahu ya, saya punya nama, jadi jangan pernah memanggilku kucing kecil dan kasih tahu aku di mana mama sama papa?"

Sepertinya Sandra salah, Gara tidak benar-benar kalah, ia sengaja mengalah untuk sesaat. Dengan mudah Gara bisa membalik tubuh Sandra dengan satu tangannya saja hingga kini Sandra berada dalam ngengaman Gara,

"Tidak semudah itu!" bisik Gara di telinga Sandra membuat sesuatu berdesis di sana. Sandra hanya bisa berusaha melepaskan diri tapi percuma karena tenaga Gara jelas lebih kuat darinya.

Hanya dengan satu tangan saja, kini tubuh Sandra berada dalam pelukan Gara.

"Apa sih maumu?" akhirnya Sandra menyerah, ia benar-benar tidak nyaman berada di posisi seperti itu dengan pria itu.

"Senyum dan tunjukkan wajah bahagia, kalau tidak aku akan membuat orang tuamu masuk kembali ke dalam penjara!"

"Terserah!"

Gara pun melepaskan pelukannya dengan sedikit mendorong tubuh sandar hingga wanita itu terhuyung dan perutnya menghantam meja.

Gara keluar dengan tanpa rasa bersalah meskipun saat ini Sandra tengah meringis kesakitan.

Saat Gara kembali menbuka pintu, tiga orang yang berada di depan pintu tiba-tiba pura-pura sibuk.

"Segera perbaiki make up-nya!" perintah Gara sambil berlalu begitu saja.

"Baik tuan!"

Pernikahan seharusnya menjadi moment indah bagi para pengantin baru tapi nyatanya tidak bagi Gara dan Sandra. Bagi Garapernikahan ini menjadi moment balas dendam dan penebusan atas dosa yang tidak pernah di perbuat bagi Kasandra.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy Reading 🥰🥰🥰...

1
Dewi Sari
mister bukan master y
Marhaban ya Nur17
drama banget se Sandra wkwkkw ah authornya kebanyakan nonton sinetron
Marhaban ya Nur17
gw emessyyy ama gara 😄 ngapa diem bae woooyyu
Marhaban ya Nur17
taruhannya jabatan y pak gara yg kaya eyang
Marhaban ya Nur17
yes oroknya jd wkwkwk
Marhaban ya Nur17
pasti salah paam wkwwk
Marhaban ya Nur17
abimanyu g jujur tuh 😄 aril adeknya n mantan e gara
Marhaban ya Nur17
nyaplok
Marhaban ya Nur17
ibu nya Sandra kah
Marhaban ya Nur17
typo nya banyak kali
Marhaban ya Nur17
negatif golongan darahnya
Marhaban ya Nur17
ea se naya emang naksir sama abimanyu wkwkkw
Marhaban ya Nur17
kocak San wkwkkwk boleh jg se buat arya terjun
Marhaban ya Nur17
2x klo gtu 😁
Marhaban ya Nur17
kocak y Sandra wkwk
Marhaban ya Nur17
lama" jg nemfel
Marhaban ya Nur17
gara liat arya selingkuh kali atau ngomong yg tidak" wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
kasihan se emang sama gara soal e dri kecil emang udh di tuntut jd perfec
Marhaban ya Nur17
gara udh mulai naksir tp msh oon 😁
Marhaban ya Nur17
gw kira gara bakal kejebak jg wkkwkw pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!