NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir Tokoh Utama

Mengubah Takdir Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:136.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

BUDAYAKAN BACA SKRIPSI DULU. TYPO, MAKSUDNYA DESKRIPSI!!

WARNING☇☇
DILARANG BOOM LIKE (SPAM LIKE). KASIH JEDA WAKTU MINIMAL 1 atau 2 MENIT!!!

Apa yang akan kamu lakukan ketika kamu masuk ke Dunia Novel dan tidak bisa kembali ke Dunia nyata?

Adinda yang notabene seorang sekretaris, ia adalah orang yang tidak mudah menangis dan percaya diri, tiba-tiba keluar dari dunianya dan masuk ke dunia novel yang ia baca.

Adinda terkejut saat membuka mata, ia bergumam, "Dimana aku?". Adinda semakin terkejut dengan rasa tidak percayanya melihat lingkungan sekitar dan tubuhnya bukanlah dirinya sendiri melainkan tokoh utama dari novel tersebut yang mana ia adalah korban bullying.

Bersusah payah kembali ke dunia asalnya, ia akhirnya memutuskan untuk menetap dan mengubah takdir sang tokoh utama. Apakah ia berhasil mengubah takdir tokoh utama dari novel tersebut dan bisa kembali ke dunia nyata? Ataukah ia akan gagal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Larina Butuh Hp

Jam istirahat pun tiba. Larina yang merasa lapar segera menuju ke kantin Sekolah sendirian.

"Ke kantin?" tanya Bella.

"Iya. Kenapa?"

"Ayo ke kantin bersama." ajak Bella.

"Emm, maaf ya. Aku sedang ingin sendiri saat ini."

"Sedang malas bersama dengan orang yang bermuka dua." batin Larina

"Ada masalah kah? Kenapa kau terus menghindar dariku? Apa aku punya salah?" Bellla berdiri

"Ada, tapi ya sudahlah. Aku sedang malas membahasnya. Aku ingin sendiri dulu. Duluan ya," Larina melangkah keluar dari kelas menuju Kantin Sekolah.

"Emmmm sudah lama rasanya aku tidak makan bakso. Terakhir makan Bakso itu saat aku akan ada rapat bersama si bos saat aku masih di Duniaku." gumamnya sambil terus melangkah

☘ Di Kantin Sekolah☘

"Bu, bakso 1 porsi. Baksonya 2 biji saja, banyakin sayur hijau sama tougenya."

"Siap."

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya makanan yang dipesan Larina sudah datang.

"Terimakasih," ucap Larina ramah, kemudian ia duduk di salah satu bangku yang kosong.

Larina tersenyum sambil menghirup aroma kuah bakso panas di depannya.

"Dengan begini, aku tetap bisa makan bakso walaupun hanya 2 biji." ucapnya sambil menyeruput kuahnya.

"Hemm, aku kurang suka sayur.  Tapi demi menghilangkan lemak bandel di tubuh ini, aku harus makan sayur." lanjutnya.

Asik menikmati makanannya, Safina, Lila serta Nana datang menghampiri Larina. Masing-masing dari mereka membawa botol minuman.

Larina menghela nafas kasar.

"Ada perlu?" tanya Larina saat mereka bertiga duduk di meja yang sama dengan Larina

"Lah, memangnya ini kantin milikmu? Suka-suka kami dong mau duduk dimana." bela Nana

"Hem. Terserah lah." Larina melanjutkan makannya.

Larina melirik ke arah Nana yang duduk di hadapannya dan mendapati Nana menatapnya datar. Instingnya mengatakan ia akan membuat ulah. Larina memandangi mereka bertiga yang duduk di bangku dengan posisi berhadapan dengan Larina, ia menyadari sesuatu.

Larina melirik ke arah bawah dan melihat kaki Nana sedikit lagi akan mencapai kursi yang ia duduki.

"Haaacchiiihhh!" (Suara bersin)

Larina pura-pura bersin dan di arahkan pada kaki Nana yang ada dibawah,

"Iyuuuuuuwww" dengan wajah jijik Nana menarik kakinya.

"Jorok banget, sih!" Safina berdiri di ikuti Nana.

Kesal dengan apa yang dilakukan oleh Larina, Nana berniat menendang meja agar bakso Larina tumpah. Nana mengangkat kakinya dan bersiap menendang meja, namun sayangnya Larina telah siap menghadangnya. Kaki mereka beradu namun dengan tenaga Larina yang lebih besar.

"Awwww!"

"Kenapa, Na?" Tanya Safina yang melihat Nana meringis kesakitan

"Tidak ada. Ayo pergi dari sini. Muak aku liat wajah cewek buluk."

"Hu'um, ayo." sahut Lila.

Larina menjulurkan lidah pada mereka bertiga, setelah mereka keluar dari kantin, Larina tertawa kecil.

☘☘☘

Sore hari. Pukul 16:00

Larina mengikat tali sepatunya sambil duduk di teras rumah. Setelah selesai ia melakukan gerakan-gerakan pemanasan. Setelah dirasa cukup ia berlari-lari kecil di tempat sampai dirasa tubuhnya memanas. Dilanjut dengan Larina jogging mengitari rumahnya.

"Eh, lagi olahraga ya?" tanya tetangga yang lewat di samping rumahnya.

"Iya, nih. Mampir dulu, Bu?" dengan senyuman ramah.

Senyum Larina memudar saat mendengar perkataan tetangganya itu.

"Heheh enggak deh makasih. Lucu ya kamu, lari-lari begitu pipinya mental sana-sini."

"Oh, iya. Makasih, Bu. Pipi saya memang menggemaskan, beda sama yang kempong-kempong tenggelam gitu."

Tetangganya yang mendengar itu langsung menyentuh pipinya sendiri yang sudah tidak lagi berisi.

"Nih, kalau pipi tembem berisi itu gemoy, kenyal-kenyal, menggemaskan," Larina menoel pipinya sendiri.

"Kurang ajar ya kamu itu. Gendut banyak tingkah, tidak punya sopan santun sama yang lebih tua"

"Jangan karena anda lebih tua dari saya, jadi anda bisa seenaknya berkata ini itu. Orang itu kalau mau di hargai ya menghargai dulu. Sepertinya juga Anda ini selalu mencibir hal-hal yang ada di sekitar anda, memangnya mau di musuhin tetangga yang lain kah?"

Tetangganya itu mendengus sebal, ia membuang muka lalu melangkah pergi.

"Lah?" Larina terkekeh

Larina melanjutkan joggingnya hingga matahari mulai terbenam. Setelah selesai ia segera membersihkan diri dan membantu Ibunya untuk menyiapkan makan malam.

Malam hari, pukul 20:00

Selesai membaca buku materi besok pagi, Larina membuka lemari dan mencari sesuatu.

"Hemm, seingatku Larina menyimpan Hp-nya yang rusak di dalam lemari sih." sambil mengangkat beberapa pakaian dan dikeluarkan dari lemari

"Eemmm baju putih, rak paling bawah, paling pojok." ia mengangkat beberapa pakaian lagi

"Nah!" Seperti menemukan harta karun, ia girang menemukan Hp Larina asli.

Larina mengambil Hp nya yang telah mati itu dan kembali meletakkan pakaiannya ke dalam rak lemari dengan rapi. Larina duduk di tempat tidur sambil memperhatikan Hp di tangannya itu.

"Apa bisa ku perbaiki ya?" gumamnya.

Larina mencoba menekan tombol power Hp-nya namun tidak menyala. Ia membuka backdoornya (tutup belakang hp) lalu mencopot pasang baterainya, namun kembali Hp di tangannya tetap tidak bisa menyala. Larina menghela nafas lalu beranjak dari kasur untuk mencharger Hp-nya.

"Astaga, mati total? Haiihh." Larina menghela nafas saat Hp-nya tidak kunjung menyala bahkan saat di charger pun tidak bereaksi.

"Bagaimana ya? Aku juga butuh Hp pula."

Larina merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memandangi langit-langit kamarnya.

"Biasanya aku menghilangkan penat pikiran dengan melihat video-video lucu. Nah, sekarang?" Larina memejamkan mata sambil terus memikirkan bagaimana caranya ia bisa memiliki Hp di Dunia barunya ini.

Setelah pusing memikirkan cara, Larina akhirnya menemukan titik terang.

"Minta saja pada Ayah, hihi." Larina bangkit dari tempat tidur dan segera keluar dari kamar. Ia berjalan santai menuju Ayahnya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton Televisi.

"Ayah," panggil Larina, lalu ia duduk di lantai disamping Ayahnya.

"Iya, Nak? Kenapa kamu duduk di bawah?"

"Heheheh, tidak ada apa-apa. Ayah capek tidak? Mau Larina pijit kakinya?" Sambil tersenyum

Ayah Larina tersenyum.

"Mau minta apa?"

"Wow! Peka!" batin Larina

"Begini, HP Larina rusak, Yah. Itu mati total. Larina butuh Hp sebagai penunjang belajar dan untuk menjadi sarana ketika Larina stress."

"Uang terus!" Ibu Larina datang dan duduk di samping Ayah Larina.

"Bu, kan itu bukan untuk main-main." bela Ayah Larina dan disambut anggukan dari Larina.

"Hem, boros tau."

"Jadi bagaimana, Yah?" tanya Larina yang mengabaikan Ibunya.

"Kapan butuhnya?"

"Kapanpun bisa. Tapi Larina harap secepatnya."

"Besok, ya."

Mata Larina berbinar.

"Serius?" tanya Larina tidak percaya

"Iya. Besok Ayah ambil di ATM dulu."

"Waaaahh! Terimakasih banyak!" Larina spontan memeluk kaki Ayahnya.

"Sama-sama." Ayah Larina mengelus kepala Larina

"Hem, di manja terus." protes Ibu Larina

"Iri bilang dong," batin Larina.

1
Anne Rukpaida
ok Kaka
larasatiayu
smangattt
KAITO KID
ya ampun gua ikutan ngakak ketika baca ini teks/Facepalm/
Hanum Anindya
lanjut kak. tetap semngat ya menulisnya🥰
Lina Octavianti
Luar biasa
Hanum Anindya
Sandrina bakalan kalah, bukan lawannya anak SMA lawan adinda 😂😂😂😂, lanjutkan kak. pokoknya jangan pernah berhenti menulis novel ini kak, biarpun ada typo nya juga😂😂😂semangat
Anindya K Setiawan
ceritanya bagus, lanjutkan kak. aku nyakin Adinda bakalan kembLi keduania atau bisa saja mereka ketemu disini 😂😂😂cuma ide saja kak.
semangat ya, pokoknya aku tunggu kelanjutannya jangan pernah berhenti. kecuali menulis langsung terbitkan oke💕
Anindya K Setiawan: siap ditunggu novelnya yang baru💕.
total 2 replies
Hanum Anindya
lanjut kak😊. aku kira larina bakalan jadi andinda.
aisarah silma
Luar biasa
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Maaf ya temen², aku habis bergelut sama kehidupan di RL dan baru bisa update lagi😊 Makasih ya udah meluangkan waktunya untuk baca karyaku!
Dwi Istiani
kak ini nggak ada lanjutannya tah?
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓 : ada kak, tunggu ya!😊
total 1 replies
Ibuk'e Denia
aq mampir thor semoga ceritanya bagus
Buke Chika
lanjutan nya mana thor gantung
Buke Chika
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/Kasihan tu adik kelas
Buke Chika
kayak nya bumbu2 cinta bersemi anak dpt anaknya bpk dpt ibunya boleh tu/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Srie Sifa
bagus,menarik,seru LG. tp nanggung
Srie Sifa
y ampuun sedih banget,padahal ceritanya lagi seru-serunya nih. kok udah tamat aja.
Buke Chika
Luar biasa
Buke Chika
istri kaya itu dipelihara sudah selingkuh lg
Buke Chika
cerai kan saja ngapa istri macam itu dipelihara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!