NovelToon NovelToon
Rahim Lima Miliar

Rahim Lima Miliar

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:19.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Rifah_Musfi

Keputusasaan yang membuat Audrey Cantika harus menandatangani perjanjian pernikahan yang dibuat secara sepihak oleh laki-laki berkuasa bernama Byakta Arsena.

"Lahirkan seorang anak untukku, sebagai tebusannya aku akan membayarmu lima miliar," ucap laki-laki itu dengan sangat arogan.

"Baik! Tapi ku mohon berikan aku uang terlebih dahulu, setelah itu aku akan melakukan apapun yang Tuan inginkan, termasuk melahirkan seorang anak," jawab Audrey putus asa.

Laki-laki itu mendengus saat Andrey meminta uang, ia berpikir semua wanita sama saja, yang mereka pikirkan hanya uang dan uang tanpa mementingkan harga dirinya.

Yuk ikuti terus!! ☺️☺️

Mohon bijak dalam memilih bacaan dan jika suka ceritanya silahkan tinggalkan like komen dan klik ♥️

Jika tidak suka bisa langsung tinggalkan, tanpa memberi komentar yang membuat penulisnya down 🙏☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifah_Musfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RLM bab 9

Hari ini dengan ditemani ibu tirinya, Audrey melangsungkan pernikahan dengan Byakta.

Tercetak wajah bahagia ibu tirinya, karena pada akhirnya ia tidak perlu repot-repot mengurus anak tirinya yang memang tidak pernah diurusnya.

Karena mulai hari ini ia akan menjadi orang kaya mendadak dengan menjual anak tirinya itu pada konglomerat.

Bayangan uang lima miliar itu seperti taburan bunga-bunga yang sengaja dijatuhkan dari atas, berhamburan dengan harum yang semerbak.

Sedangkan Audrey terus mengusap ujung matanya agar cairan bening itu tidak jatuh membasahi pipinya dan akan merusak riasan di wajahnya.

Ia terus menegaskan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja, hanya satu tahun kan? Begitu hatinya menyemangati langkahnya.

Setelah satu tahun ia akan membawa adiknya pergi meninggalkan kota kelahiran ayahnya, akan memulai hidup baru dengan uang yang akan didapat setelah berhasil melahirkan keturunan untuk suaminya.

Rencana itu sudah tersusun rapi di benaknya, biarlah hati ini untuk satu tahun kedepan ia akan menderita, tapi setelahnya ia akan bahagia hidup berdua dengan adiknya.

Apakah ia tak punya nurani untuk anak yang akan ia lahiran nanti? Tentu saja punya, hanya saja sejak awal dia tahu untuk apa dia menikah dan dia juga sadar tidak ada cinta di dalamnya, ia yakin anak itu akan bahagia bersama keluarga ayahnya.

Pernikahan akan berlangsung, Audrey duduk di tempat yang tidak jauh dari Byakta akan mengucapkan janji suci pernikahan. Ia duduk diapit dua orang wanita paruh baya, bibi Lauren dan juga Charlotte ibu tirinya.

"Apakah anda sudah siap?" tanya penghulu pada Byakta.

Byakta yang sejak tadi melamun, tersentak dengan pertanyaan Bapak penghulu tersebut.

"Apakah anda sehat? Wajah Anda terlihat pucat sekali," tanya penghulu itu lagi.

Ia merasa heran, bukan sekali ini saja ia menikahkan Byakta, ini bahkan sudah kali ke empat ia menikahkan laki-laki itu dengan wanita yang berbeda, tapi baru hari ini ia terlihat pucat seperti itu.

"Ya, aku sehat. Hanya saja aku agak capek karena akhir-akhir ini pekerjaanku sangat banyak," jelas Byakta menutupi kegugupannya.

Ia juga tidak tahu, sejak bertemu dengan Audrey di kantornya waktu itu, Byakta sering tak bisa tidur, tidak tahu hal apa yang mengganggunya, akan tetapi ia mendadak mengalami penyakit insomnia.

Bahkan bayangan penyiksaan masa lalu yang dilakukan ibunya menjadi lebih sering muncul bahkan saat ia sadar sekalipun.

Kegugupan yang tak bisa ia tutupi semakin terlihat saat keringat mulai mengalir di keningnya.

Sehingga ijab Qabul harus diulang sampai tiga kali, hanya karena Byakta selalu salah mengucapkan nama Audrey.

Pak penghulu meminta Byakta untuk istirahat beberapa saat untuk menetralisir kegugupannya dan disetujui oleh Byakta dan keluarga.

Bibi Lauren mempersilahkan Audrey untuk istirahat juga di sebuah kamar tamu bersama dengan ibu tirinya.

Setelah itu bibi Lauren menghampiri Byakta yang sedang mencari udara segar di halaman belakang rumahnya.

"Bagaimana, sudah lebih baik?" Bibi Lauren penepuk pundak Byakta.

Byakta hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawabannya.

"Lakukan dengan hati, By! Bibi yakin semua akan kau lewati dengan mudah," kata bibi Lauren menasehati.

Byakta diam tidak menanggapi ucapan bibi Lauren. Bagaimana melakukannya dengan hati, sedangkan pernikahan ini hanyalah pernikahan saling menguntungkan, bukan pernikahan karena saling mencintai.

"Perasaan bibi mengatakan dia adalah gadis yang akan mengubah hidupmu nanti. Jadi, sekali ini lakukan dengan hatimu, terima dia sebagai istrimu, bukan hanya wanita yang kau bayar untuk melahirkan benihmu," nasehat bibi Lauren panjang lebar.

Belum ada jawaban dari Byakta, ia hanya diam mendengarkan semua ucapan bibi Lauren, hingga seorang pelayan datang dan mengatakan jika pak penghulu memintanya segera kembali dan melakukan ijab qobul lagi.

Semua orang kembali berkumpul di tempat yang digunakan melakukan ijab qobul, tidak banyak karena hanya mengundang keluarga inti dan dua orang saksi saja.

Byakta kembali merasakan kegugupan, namun kali ini dia tidak mau kalah, dia harus bisa, kalau tidak pernikahan akan gagal.

Hingga para saksi mengucapkan kata sah, Byakta bernafas lega, akhirnya semua berlalu dan kini Audrey telah sah menjadi istri sementaranya.

Audrey tak henti meneteskan air mata, bukan air mata bahagia, namun air mata pilu, karena dia sudah berhasil menjual rahimnya kepada laki-laki yang baru saja menyebut namanya di dalam ijab qobul.

Rasa sedih dan hina menjalar di hati Audrey, tidak menyangka hanya untuk bertahan hidup ia harus menjual rahimnya sendiri.

'Tuhan, semoga engkau mengampuni aku' Gumamnya dalam hati.

Pak penghulu meminta kedua pengantin baru itu untuk menyematkan cincin pernikahan, setelah itu pak penghulu juga meminta Audrey untuk mencium tangan Byakta sebagai suami dan minta Byakta mencium kening Audrey sebagai istri.

Ketika Audrey mencium tangan Byakta, jantung laki-laki itu berdegup kencang, dan ketika ia mencium kening Audrey, jantungnya semakin tak karuan merasakan hangatnya kening gadis itu.

Byakta pun merasa heran, empat kali is menikahi wanita, baru kali ini ia merasakan hal aneh bahkan dari pertama melihat gadis ini memang ada yang aneh dengan hatinya.

Setelah acara pernikahan selesai, bibi Lauren meminta Audrey istirahat di kamar Byakta, ia mengantarkan langsung menantunya itu.

Di saat berada di kamar, bibi Lauren menutup pintu kamar dan mengajak Audrey untuk bicara.

"Nak, bibi tahu kamu melakukan ini karena terdesak perihal ekonomi. Tapi, bisakah bibi meminta sesuatu padamu?"

"Apa itu, Bi?" tanya Audrey penasaran.

Gadis itu tahu, meski Byakta terlihat dingin dan arogan, tapi Bibi Lauren terlihat baik, ia bersyukur karena mendapatkan mertua yang baik, walaupun tidak tahu sebaik apa wanita di hadapannya ini, ia berharap tidak seperti ibu tirinya yang penuh kepalsuan.

"Sebenarnya dia adalah laki-laki baik, hanya saja hatinya menjadi dingin karena kekerasan fisik di waktu kecil. Bibi ingin kamu mencairkan hatinya dengan kelembutan kamu, jika kamu enggan melakukannya demi dia, setidaknya lakukan demi wanita tua ini,"

Bibi Lauren berkata sambil berkaca-kaca, membuat Audrey iba melihatnya, "Bi, aku tidak bisa menjanjikan apapun untuk Bibi." Audrey meraih kedua tangan Bibi Lauren "Karena kita sama-sama tahu, seperti apa pernikahan ini sebenarnya. Tapi, aku minta restu dari bibi, agar semua berjalan sebagaimana mestinya." Audrey tersenyum di akhir kalimatnya.

"Kamu harapan bibi, Nak! Karena bibi melihat ketulusan di matamu, bibi yakin kamu wanita yang baik." Bibi Lauren mengusap kedua pundak Audrey.

Setelah itu ia berpamitan keluar dari kamar, meninggalkan Audrey yang kembali menangisi nasibnya sendiri.

Sedangkan Byakta berada di ruang kerjanya bersama Bastian, ia menceritakan keanehan yang ia alami sejak bertemu dengan Audrey.

"Bisa jadi itu getaran cinta," kata Bastian menebak-nebak.

"Omong kosong! Aku nggak percaya hal seperti itu," sangkal Byakta.

Keduanya berbincang bukan antara direktur dan asistennya, tapi sebagai sahabat.

"Cinta pada pandangan pertama," goda Bastian.

Ia langsung mendapatkan tatapan membunuh dari Byakta, "kalau kau mau naik ambulance, maka teruslah berkata omong kosong di depanku," ancam Byakta yang di sambut gelak tawa oleh Bastian.

"Kita lihat saja nanti, jangan terlalu membenci, karena saat kau jatuh cinta, kau akan mempermalukan dirimu sendiri," ucap Bastian sebelum menghilang dari balik pintu.

Lebih baik kabur duluan sebelum ia benar-benar naik ambulance dan masuk ruang ICU karena menggoda Byakta yang sudah seperti singa kehilangan mahkota.

1
Farida Wahyuni
bagus bgt
Mei Saroha
Luar biasa
Borahe 🍉🧡
pernah baca tapi lupa jln ceritanya
Inar@narrr💫
org ketiga dlm rmh tangga
filis 12
Luar biasa
filis 12
Lumayan
Nophet 24
Luar biasa
Suriyahlasminah Sari
sudah berph bln baru up lagi 🥰 ampir lupa jalan cerita nya 😁
Rifah_Musfi: maafin ya kak 🙏 sibuk di real life aku tuh
total 1 replies
Rhmad Flash
visaual ya tor
anak orang
Luar biasa
Lily Miu
perlu waktu untuk menyembuhkan
Lily Miu
kak hebat cara nulisnya
Lily Miu
wah hebat kak bisa buat percakapan yg kita langsung tau ini flashback dr rekaman
Jeanne Malonda
alur ceritanya bagus lanjut
Noor Sukabumi
keren
Noor Sukabumi
g kebayang j pas tante wina masuk nanya dia msh dodunia p enggaknya😂😂😂😂
Noor Sukabumi
c melusa sekarang jadi Garda plng terdepan buat hubungan audrey Sama byakta
Noor Sukabumi
hadeeeuh itu pilihanmu nenek c Roland yg udah bikin audrey keguguran sadar nek sadar km g tau gmn masa lalu yg dialami Sama audrey Dan byakta gara2 c roland
Noor Sukabumi
yah digantung
Noor Sukabumi
nenek yg bnr j mau nikahin audrey Sama laki2 lain terus menurutmu itu laki2 yg cocok buat nenek tp sayang nenek terlalu egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!