NovelToon NovelToon
Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:450.8k
Nilai: 4.4
Nama Author: najwa aini

Setelah lebih dua tahun menjalankan pernikahan dengan lelaki yang tak pernah mencintainya, akhirnya Sherin Mumtaza menyerah. Ia putuskan untuk membatasi kesabarannya karena menyadari bahwa cinta Alarick William—sang suami— tak akan pernah bisa,ia genggam selamanya.

Tapi di saat langkahnya mantap untuk meninggalkan segala harap yang tertuang dalam doa permohonan, Sherin dihadapkan pada sebuah kenyataan yang membuat langkahnya harus berhenti dan tetap memilih bertahan.

Quinsha Daneen—sahabat Sherin—juga mengalami kisah cinta tak jauh beda darinya. Hampir dua tahun ia menyebut nama Bayhaki Arfan dalam doanya, tapi berakhir dengan lelaki itu melabuhkan hati pada satu nama, yang bukan namanya.

Di saat bersamaan, hadir seorang Rafardhan Malik yang seolah datang sebagai penawar luka. Namun sebenarnya, artis muda terkenal itu, hanya ingin membawa Quinsha dalam pusaran luka di masa lalu yang belum selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

“Pilih saja yang kau mau!” kata Sherin saat melihat Quinsha memerhatikan deretan mobil mewah yang terparkir di halaman rumah sakit itu. Mungkin ia berpikir kalau temannya itu sedang mengagumi salah satu mobil yang ada di sana.

Quinsha tak menanggapi ucapan Sherin. Gadis cantik itu tetap tak mengalihkan atensi kedua mata dari titik fokusnya. Bahkan sesaat kemudian, Quinsha hentikan langkah, ketika netranya menangkap satu sosok di sana. Di ujung tatapannya.

“Ada apa, Sha?” tanya Sherin heran, melihat pandangan menelisik Quinsha, yang seakan tatapan seorang yang mendapatkan mangsa.

“Ikut aku, Sherin!” Bukannya menjawab,

Quinsha segera menarik tangan Sherin dan dibawanya bergegas.

“Mau kemana, Sha?”

“Ikut saja!” titah Quinsha gak bisa dibantah.

Kedua gadis itu menghampiri dua orang lelaki tampan menawan yang sedang berdiri di samping sebuah mobil lexus hitam, sedang bertelephonan. Di samping pemuda itu, berdiri seorang tampan juga, yang tangannya sibuk dengan layar pipih di tangan. Dua orang yang sama-sama sibuk dengan dunia masing-masing, tak menyadari kalau ada dua orang bidadari sedang menghampiri.

“Assalamualaikum.” Ucapan salam dari Quinsha, berhasil mengalihkan atensi kedua lelaki yang sibuk sendiri-sendiri itu, mereka sama-sama menoleh pada dua orang cantik berhijab yang tetiba saja sudah ada di hadapan mereka.

“Tuan Damaresh William!?” Quinsha tak sabar segera ajukan tanya untuk lebih memastikan, padahal ucapan salamnya masih belum dijawab dengan sempurna oleh keduanya.

“ ya,” sahut lelaki tampan itu singkat, bahkan segera memutus tatapannya dalam sekejap, beda dengan Kaivan—sahabat sekaligus executiv asistan Damares—ia menatap kedua wanita berhijab itu dengan pandangan menelisik.

“Masih ingat pada kami?” masih Quinsha yang bertanya, karena Sherin memilih tetap diam saja.

“Tidak,” jawab Damaresh singkat. Singkat dan datar, ekspresinya ini sempat membuat Sherin mencolek lengan Quinsha, memberi isyarat peringatan.

“Saya Quinsha Daneen, dan ini Sherin Mumtaza, istrinya tuan Alarick William,” tutur Quinsha. Nama terkhir yang disebut oleh Quinsha, yaitu Alarick William, berhasil membuat Damaresh memberikan tatapan terfokus pada kedua gadis berhijab tersebut.

“Kita pernah ketemu di pesantren, Darul Falah beberapa waktu yang lalu, kami ini teman2nya Aura Aneshka,” timpal Sherin dengan bahasa lebih sopan. Untuk membantu lawan bicaranya itu mendapatkan ingatan akan perjumpaan mereka beberapa saat silam.

“Oya.” Damaresh anggukkan kepalanya singkat setelah menemukan ingatan dalam benak. “Kalian teman-temannya Aura,” ujarnya lagi.

“Iya, kami ini sahabatnya Aura, mantan istri, Anda,” ucap Quinsha dengan nada tajam. Mendengar ucapan itu, terlihat Damaresh menampakkan raut tidak senang.

“Istri, bukan mantan istri,” ralat lelaki itu cepat.

“Oya, jadi Aura masih berstatus istri? Lalu mengapa, Anda yang masih berstatus suami Aura, malah bertunangan dengan wanita lain? Dan bahkan mengumumkannya di depan media?” Pertanyaan bernada sindiran dilayangkan oleh Quinsha seiring tatapan tajam.

Damaresh yang sudah bisa membaca situasinya—kalau berita tentang dirinya dengan Naila Anggara sudah menyebar—tak memberikan jawaban ia hanya menatap saja pada salah satu teman istrinya itu yang kini tengah berbicara padanya dengan semangat berapi-api.

“Anda tidak tau apa yang terjadi pada Aura saat melihat berita itu? Dia syok, dia pingsan dan harus dirawat di rumah sakit ini sekarang,” terang Quinsha lagi tetap dengan nada tajam, yang segera mendapat teguran dari Sheriin.

Ekspresi tenang dan santai yang ditampakkan Damaresh dari awal, kini telah tergusur hilang, setelah mendengar penuturan Quinsha sekarang. Tak pernah terbersit dalam pikirannya, kalau Aura akan berada di kota ini. “Jadi, dia ada di sini?”

Kaivan, yang semula hanya jadi pendengar pembicaraan sang atasan pun kini, juga ikut memerhatikan dengan seksama, bahkan segera meletakkan ponsel ke dalam saku bajunya.

“Ya.” Sahut Quinsha singkat.

“Di mana dia dirawat?” tanya Damaresh cepat. Hasratnya langsung memuncak untuk dapat segera bertemu dengan Aura.

“Untuk apa, Anda tau? Untuk memintanya mengucapkan selamat?” tandas Quinsha. Damaresh diam, baginya tak guna melawan ucapan tajam Quinsha yang sedang meluapkan kemarahan pada Damaresh, atas nama Aura. Lelaki itu segera mengulang pertanyaannya.

“Di mana dia dirawat?”

“Di lantai 3, ruangan anggrek.” Sherin yang mengambil alih memberikan jawaban. “Mari ikuti kami! Kami juga akan ke sana,” ajak wanita itu lagi.

Dalam ruang rawat anggrek lantai 3 yang dimaksud. Lukman duduk sendiri di samping bed hospital dengan pandangan tak lepas dari wajah pucat sang putri yang memejam rapat. Berkali Lukman meraih tangan Aura dan mengusap-usapnya lalu berakhir dengan helaan napas berat. Dari sejak semalam tatapannya seakan enggan beralih dari sang putri tunggal, dengan susunan doa dan harapan-harapan untuk kembalinya Aura Aneshka ke pangkuan.

Pintu ruang terbuka dari luar, namun tak segera ada yang memasuki ruangan. Membuat Lukman memutar kepalanya untuk melihat siapa yang datang. Sepasang mata tua Lukman menjadi terkesima melihat lelaki tampan berdiri di tengah pintu ruang yang terbuka, dengan tatapan sepenuhnya terarah pada Aura.

1
Rahmawati Putri Harsap
masya allah suka ceritanya kak dari kisah Aura dan Arres tdk perna bosan baca dari awal sampai akhir🥰🥰🥰
Rahmawati Putri Harsap
suka ceritanya 🥰🥰🥰🥰🥰
YuWie
istri imitasi..heheh
Deuis Lina
selalu ada pelajaran yg baik dan harus d ambil d setiap bab dan d setiap novel yg kak nazwa tulis terimakasih pencerahannya ,,,terus berkarya dan sehat teruus
Najwa Aini: Amiin Ya Rabb..
Hanya dua kata utk semua kebaikan hati kakak...
Terima kasihh...🥰🥰🥰
total 1 replies
Deuis Lina
wow sweet banget aku gak bosen baca novel ini berkali kali aku ulang2 v tetep aja bikin guemes sama pasangan ini,,,
Deuis Lina
sama rafardhan Tante quinshanya
Isti Qomah
kak, knpa novel yg brjudul Bertaruh Cinta Diatas Takdir blm up lg,,
msh stia menunggu kisan Meidina & Irfan Arafka Wafdan,, Davinna & Ra Fattan..
Isti Qomah
wah jangan2 nanti jodoh ny Quinsha anak ny Alarick lg,, kalau Alarick aja adik mertuanya Aura..
kurnia rahayu
Luar biasa
Ayudisa Mecca
tor, itu novel judul dia bukan surgaku kenapa di hapus..
aq nunggu kelanjutanya lho
Ayudisa Mecca: aq tunggu ya..
semangat💪
total 2 replies
Zahwa Putri Bunda
aku bantu promosikan kak...ayo semua yg baca novel ini baca ya... bertaruh cinta di atas takdir..cerita tentang Irfan arafka wafdan...sangat...sangat ..bangus ceritanya....di jamin gak bakalan kecewa ..👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah.. Terima kasih banyak ya kk
total 1 replies
Zahwa Putri Bunda
aku suka dengan karakter Raffa kak...terkesan slenggekan,cuek,tapi menghanyutkan...😄😄
Zahwa Putri Bunda
saya heran deh...novelnya kak Najwa itu bagus² Lo..tapi kenapa komennya selalu dikit ya..ayo kak..tetep semangat...aku dukung semua novel kak Najwa...👍🏻👍🏻👍🏻
Najwa Aini: Alhamdulillah kak..sudah menilai novelku bagus2..
mungkin rejekinya aku di NT hanya sebatas ini kak..yg like dan yg komen dikit..
Dan terima kasih banyak utk kakak atas dukungannya ya
total 1 replies
Rissa Reviana
Luar biasa
Risa Aprilia
ceritanya bgus,, tp bnyk typo di tanda baca di beberapa part,,lumayan bikin rada puyeng bacanya,,
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
meleleh thor
Rubiyanti
Kecewa
Rubiyanti
bagus banyak ilmunya
Wahidah Husni
Biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!