Kanaya Anastasia, harus rela menikah dengan pria yang sudah beristri demi menyelamatkan panti asuhan agar tidak di gusur oleh keluarga Alexander.
Pernikahan tanpa cinta dari kedua belah pihak, Kanaya hanya di jadikan babu oleh istri pertama yang bernama Bella dan suaminya yang bernama Melvin.
Anehnya, sikap Melvin suka berubah-ubah hingga membuat Naya dilema. Jika tidak ada Bella, sikap Melvin sangat baik pada Naya dan sebaliknya, jika ada Bella maka Melvin akan bersikap jahat pada Naya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09.Jalan-jalan
Selesai makan, Naya langsung kembali sofa tempat di mana dirinya biasa tidur. Melvin menatap istrinya yang sudah terlelap tidur dengan balutan selimut tipis.
Sebenarnya, Melvin laki-laki baik. Buktinya pria ini kembali memindahkan Naya ketempat tidur dan bertukar posisi dengan wanita itu.
Malam berganti pagi, Naya yang baru saja bangun sangat terkejut ketika mendapati dirinya yang tidur di ranjang. Sedangkan Melvin masih terlelap tidur sofa.
"Apa dia memindahkan ku semalam?" batin Naya terus bertanya-tanya.
Tidak mau berpikir keras, Naya memutuskan untuk mandi. Bahkan, sampai Naya selesai mandi pun Melvin belum juga bangun. Wanita ini memutuskan untuk duduk di balkon kamar sambil menikmati indahnya pemandangan pagi dengan udara yang cukup dingin.
"Sepertinya kau sangat suka dengan udara dingin...!" tegur Melvin mengejutkan Naya.
"Kau sudah bangun...?" Naya menjadi salah tingkah.
Melvin merentangkan kedua tangannya, berdiri di pinggir balkon sambil menghirup udara segar.
"Ah,...aku lupa sesuatu!" ujar Melvin buru-buru masuk lalu mengambil ponselnya.
Melvin mencoba menghubungi Bella, namun sayang sekali ponsel wanita itu tidak aktif. Seharusnya, di jam seperti ini Bella sedang makan siang. Karena negera mereka berselisih sekitar enam jam.
"Sial...!" umpat Melvin.
Naya sudah bisa menebak apa yang terjadi pada suaminya. Namun wanita itu tidak peduli dengan apa yang di lakukan Melvin.
"Sepertinya kau sudah mandi, aku akan mandi sebentar!" kata Melvin namun Naya terlihat biasa saja.
Tak berapa lama, Melvin sudah rapi dengan pakaiannya. Mereka turun untuk sarapan pagi, sepertinya biasa Naya hanya akan mengekor di belakang suaminya.
"Kau tidak salah tempat duduk?" tanya Naya ketika Melvin duduk satu meja dengannya.
"Tidak ada larangan jika aku duduk di sini," jawab Melvin acuh.
Terserah Melvin, yang penting Naya bisa mengisi perutnya pagi ini. Selesai makan, Naya langsung beranjak dari duduknya.
"Heh, mau kemana kau?" tanya Melvin menghentikan langkah Naya.
"Kembali ke kamar!" jawab Naya singkat.
"Ikut bersama ku!" seru Melvin.
"Kemana?"
"Jalan-jalan, jika kau keluar sendiri nanti kau hilang lagi,"
"Jika aku ikut bersama mu, nanti kau akan meninggalkan ku di suatu tempat!"
"Dasar bodoh! aku tidak sejahat itu," ujar Melvin.
"Oh,....!"
Naya kembali duduk di kursinya, menunggu Melvin menghabiskan sarapannya.
"Kenapa kau makan sangat sedikit? lihat, tubuh mu kurus. Apa kau tidak pernah makan?"
"Aku makan, hanya saja kerja ku terlalu keras!"
"Kau kan hidup sendiri, kenapa harus bekerja terlalu keras hah?" tanya Melvin mulai penasaran dengan wanita yang ada di depannya.
"Ada banyak anak yang harus aku beri makan. Anak-anak panti lah yang menjadi alasan ku untuk menikah dengan mu!" jawab Naya membuat Melvin bingung. Bukannya apa-apa, perasaan selama ini keluarga Alexander lah yang menyumbang dana ke panti asuhan tersebut.
"Apa kau tidak salah bicara?" tanya Melvin bingung.
"Salah bicara yang mana?"
"Kau memberi makan anak-anak panti?"
"Apanya yang salah? yang dewasa seperti ku harus membantu memberi makan pada anak-anak panti lainnya. Sialnya aku yang terpilih untuk menikah dengan mu!"
Melvin melipat kedua tangannya, pria ini semakin bingung dengan pernyataan Naya. Melvin berusaha mencari kebohongan di sudut mata Naya, namun pria tersebut tidak menemukannya.
Sekali lagi, sebelum pergi jalan-jalan Melvin mencoba menghubungi Bella lagi. Namun tetap saja ponsel istri pertamanya itu tidak aktif.
"Ayo pergi....!" ajak Melvin yang benar-benar kesal dengan Bella.
Naya mengekor begitu saja, kemana pun langkah Melvin pergi Naya terus mengikutinya. Melvin dapat melihat dengan jelas jika istrinya ini sangat senang di ajak keluar.
Melvin mengajak Naya masuk kedalam outlet yang menjual pakaian tebal. Pria ini juga beberapa untuk istrinya.
"Sekarang musim dingin, gunakan pakaian tebal jika keluar. Jangan menggunakan kaos seperti ini, kau akan mati kedinginan,"
"Terimakasih. Maaf, aku cuma memiliki pakaian seperti ini," ucap Naya membuat Melvin terdiam.
Naya sangat berbeda dengan Bella.Tak sekali pun Melvin melihat Naya mengenakan pakaian bagus apa lagi mahal. Bahkan, sejak tadi berputar Naya tak sekali pun membeli barang.
Makan siang, Melvin mencari tempat makan yang makanannya sesuai dengan selera Naya. Entah kenapa sejak beberapa hari bersama Naya tanpa Bella, sikap Melvin sangat baik pada istri keduanya ini meskipun terkadang ucapan Melvin masih suka menyakiti Naya.
Selesai makan siang, Melvin kembali mengajak Naya pergi ke tempat wisata terkenal lainnya. Sejak tadi, Melvin memperhatikan Naya yang sama sekali tidak memotret apa pun dan selama hidup bersama Naya pun tak sekali pria ini melihat Naya memegang ponsel.
"Orang-orang sibuk mengambil gambar, kenapa kau tidak?" tanya Melvin benar-benar penasaran.
"Aku tidak memiliki ponsel. Jadi, cukup mata dan hati ku saja yang akan menyimpan kenangan ini," jawab Naya membuat Melvin terdiam sejenak.
"Berdiri di sana....!" titah Melvin.
"Mau apa kau?" tanya Naya curiga, "apa kau akan mendorong ku dari atas jembatan ini?"
"Gila apa? aku bukan psikopat. Aku akan mengambil gambar mu!"
"Tidak usah, aku malu!" tolak Naya.
"Kenapa harus malu, kau lihat di sekeliling mu. Mereka semua sibuk mengambil gambar!"
"Aku tidak pernah berfoto seperti mereka. Jadi, wajar saja jika aku merasa malu," Naya berterus terang.
Melvin menatap miris pada wanita yang ada di depannya ini. Zaman sekarang masih ada perempuan yang tidak mengikuti perkembangan zaman seperti ini.
Tiba-tiba saja Melvin merangkul pundak Naya lalu mengambil gambar bersama. Tentu saja hal ini membuat Naya terkejut, tubuh wanita ini langsung kaku.
"Senyum....!" ujar Melvin mau tidak mau Naya langsung tersenyum tipis malu-malu.
Beberapa kali Melvin mengambil gambar mereka berdua. laki-laki ini seakan lupa pada Bella yang jauh di sana. Tidak hanya di satu tempat, Melvin dan Naya pergi ke tempat yang berbeda. Banyak foto yang mereka ambil, meskipun Naya masih malu-malu namun Melvin terus memaksanya.
Menjelang sore, mereka mencari makan malam terlebih dahulu sebelum kembali ke hotel. Hari ini, Melvin sangat baik pada Naya, mereka tampak akrab dari biasanya.
Di sela makan malam, Melvin mencoba menghubungi Bella kembali namun tetap saja ponsel wanita ini tidak aktif sejak Melvin pergi liburan.
"Kemana dia, apa mamah mengancam Bella untuk tidak menghubungi ku?" Melvin bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Tunggu disini, aku harus menelpon mamah sebentar!" kata Melvin langsung di iyakan oleh Naya.
Melvin keluar, pria ini menghubungi sang mamah. Sudah pasti akan ada perdebatan di sana. Beberapa kali Margareta menegaskan jika dirinya tidak mengancam Bella. Malahan Margareta berbalik marah pada Melvin.
Toorrr ayo mangaat dilanjut lagi, seru lhoo ini ceritanya !!!
Forgive but no forget ! 😝