NovelToon NovelToon
Aku Bisa Melihat Mereka 2

Aku Bisa Melihat Mereka 2

Status: tamat
Genre:Horor / Romantis / Misteri / Indigo / Tamat
Popularitas:94.6k
Nilai: 5
Nama Author: Un.Kurniasih

Aku bisa melihat mereka 2

Inara seorang gadis indigo, yang ternyata hidupnya di incar oleh seorang iblis yang menginginkannya menjadi ratu iblis.

Dapatkah Inara bisa lepas dari jerat iblis itu?

Lalu bagaimana dia menghadapi musuh lama keluarganya, yang selalu meneror dirinya dan keluarganya?

Bagaimana ceritanya? Ikuti terus ya Aku bisa melihat mereka 2.

Selamat Membaca 📖

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Un.Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Setelah menemani Dinda sampai Dinda terlelap, Inara dan Siska pamit pulang pada orang yang disana. Begitu juga Dito dan yang lainnya.

"Ra aku duluan ya soalnya aku di suruh cepat pulang. Kamu pulang sendiri gak apa-apa kan?" tanya Siska. Inara mengangguk.

"Gak apa-apa kok sis, nanti aku di jemput kakakku." jawab Inara.

"Kakak kamu yang berondong itu?" tanya Siska. Inara mengangguk dan tersenyum.

"Ya udah aku duluan ya."

"Hati-hati sis." Siska mengangguk dan dia langsung naik angkot. Lalu Dito dan teman-temannya menghampiri Inara.

"Aku anter!"

"Aku mau di jemput kakak aku." ucap Inara.

"Aku temenin ya." Inara tak menjawab.

"Bro kalian pulang sana!" ucapnya mengusir teman-temannya.

"Huuuhhh.. rese loe." ucap salah satu dari mereka.

Inara tersenyum, lalu Dito memarkirkan motornya didekat warung.

"Ra, kita tunggu disini aja, biar kamu gak pegel." Inara mengangguk.

Inara dan Dito duduk didekat warung, lalu Dito memesan minuman untuknya dan Inara.

"Makasih!" ucap Inara sembari tersenyum.

Melihat Inara tersenyum seperti itu jantung Dito berdebar kencang, dan rasa bahagia membuncah di hatinya. Bahkan Dito curi-curi pandang dan cari alasan untuk bisa memegang tangan Inara. Tapi setiap mau memegang tangan Inara, tangan Inara bergerak menjauh. Dito tak menyerah, dia terus berusaha mencari kesempatan.

"Dito, habis pulang dari sini kamu jangan pergi kemana-mana ya, diem di rumah aja." ucap Inara.

"Emang kenapa Ra?" tanya Dito.

Tiba-tiba Inara memberi kan ponselnya. Dito mengernyit heran.

"Save no kamu, nanti aku hubungi." ucap Inara. Dito tak menyangka Inara akan meminta nomor ponselnya. Dengan senang hati Dito memberikannya, sepertinya dia mendapatkan lampu hijau dari Inara, pikirnya.

Setelah menuliskan nomer di ponsel Inara. Inara pamit pulang.

"Aku pamit pulang ya. Kayaknya kakak aku gak jadi jemput." ucap Inara.

"Aku anter ya." Inara menggeleng.

"Gak usah, aku duluan ya." Dito mengangguk. Dia sangat senang hari ini bisa duduk berdua dan mengobrol berdua dengan Inara, ditambah Inara meminta nomer ponselnya. Dito menatap kepergian Inara yang sudah menaiki angkot.

Begitu juga Inara dia menatap ke arah Dito, tapi di dekat Dito ada sosok mamangnya Dinda sedang berdiri menatap ke arahnya. Inara mengalihkan pandangannya.

Perasaan Inara tidak enak, dia masih kepikiran soal kejadian dalam pikirannya, meski dia berusaha menepisnya tapi hatinya tidak merasa tenang. Terpaksa dia meminta nomer telpon Dito, agar dia bisa mencegah Dito keluar saat sore hari. Semoga aja itu bisa membantu Dito. Meski Inara belum tau kapan kejadiannya, dia hanya tau waktunya.

Inara menghela nafas panjang, dia bersender dan menengadahkan wajahnya sambil memejamkan matanya.

Setelah beberapa saat Inara sampai di jalan menuju rumahnya. Inara turun dari angkot lalu memberikan ongkosnya.

Dia berjalan menuju rumahnya, tapi dia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Saat Inara berjalan dia mendengar suara langkah kaki di belakangnya, saat Inara berhenti suara langkah kaki itu pun berhenti. Tapi saat dia menengok kebelakang tidak ada siapa-siapa.

Inara berjalan dengan cepat, orang itupun berjalan dengan cepat. Akhirnya Inara menuju rumah Argan, karena lebih dekat dari pada rumahnya.

Sesampainya di rumah Argan, Inara mengetuk pintu. Tak lama seseorang membukakan pintu.

"Dedek!"

"Kak Rafa!"

Rafael mengajak masuk Inara. Inara menoleh ke belakang tapi tidak ada siapa-siapa.

"Ada apa sih dek? Kok kayaknya panik gitu?" Inara menggeleng.

"Kakak kapan pulang?" tanya Inara.

"Tadi malam. Dedek baru pulang sekolah? Kenapa masih pakai seragam?"

"Iya tadi Inar habis ngelayat dulu kak, kerumah temen." jawab Inara.

"Kakak anterin Inar pulang."

"Dedek tunggu di sini aja dulu, di rumah juga gak ada siapa-siapa, bunda sama mama lagi ke rumah mama Shina." ucap Rafael. Inara mengangguk.

"Kak Arvi mana?"

"Dia lagi ngerjain tugas di rumah temennya. Ya udah kakak masih ada tugas, dedek kalo mau makan ambil sendiri ya." Inara mengangguk.

Inara mengambil ponselnya. Dia harus menghubungi Dito agar tidak keluar rumah. Tapi saat dia menelpon Dito nomer Dito malah diluar jangkauan terus. Inara panik, dia takut terjadi apa-apa dengan Dito. Dia terus menghubungi Dito bahkan dia mengirim pesan tapi tidak bisa tersambung.

Akhirnya Inara menunggu, semoga nanti ponsel Dito aktif dan dia menelpon balik. Tak terasa Inara menunggu sampai dia terlelap di sofa.

Rafael yang melihat Inara terlelap hanya menggelengkan kepalanya, dia mengambil selimut di kamarnya lalu menyelimuti bagian pinggang sampai kakinya Inara.

Lalu Rafael membawa laptopnya dan mengerjakan tugas diruang tengah bersama Inara.

***

Inara terbangun saat ada yang menepuk-nepuk pipinya.

"Bangun dek udah sore!" ucap Rafael. Inara beranjak dan menggeliat.

"Bunda belum datang kak?"

"Belum, udah dedek mandi dulu terus makan," Inara mengangguk. Dia beranjak ke kamar mandi lalu mandi. Untung saja di rumah itu masih tersimpan pakaian Inka dulu, Inara memakainya.

Selesai mandi dia ke meja makan, Rafael masih berkutat dengan laptopnya di ruang tengah. Inara mengambil makanan di piring lalu menghampiri Rafael dan makan didekat Rafael.

Inara makan sambil terus memperhatikan Rafael, yang sedang fokus dengan laptopnya. Inara tersenyum melihat Rafael.

Selesai makan dia menaruh dan mencuci piringnya. Saat itu Rafael ke dapur untuk mengambil minum, tapi tiba-tiba ada seekor cicak yang jatuh ke dekat Inara.

"Aaaaa.." teriak Inara. Rafael kaget, Inara langsung berbalik dan memeluk Rafael.

"Kakak takut ada cicak." pekik Inara sambil mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di dada Rafael.

Rafael tertawa dan itu membuat Inara sebal.

"Dedek masih aja takut sama cicak! Cicaknya udah gak ada dek." ucap Rafael.

"Bohong!" Inara masih tidak mau melepaskan pelukannya.

"Liat dulu dek, beneran gak ada!" Inara menoleh tapi masih memeluk tubuh Rafael.

"Bener kan gak ada?" Inara mengangguk. Lalu dia berbalik dan menatap Rafael.

Deg!

Jantung Inara tiba-tiba gak karuan saat menatap Rafael. Bahkan Rafael pun menatap mata Inara lekat. Untuk beberapa saat mereka saling menatap dan saling mengunci pandangannya. Inara masih memeluk tubuh Rafael.

Mereka tersadar saat ada seseorang yang membuka pintu. Inara langsung melepaskan pelukannya, Rafael dan Inara jadi salah tingkah.

Mereka kembali ke ruang tengah, ternyata Arvi yang datang. Inara langsung menghampiri Arvi yang sedang duduk disofa ruang tamu.

"Kakak anterin Inar pulang." ucap Inara.

"Ya ampun dek, kakak baru pulang. Capek!" sahut Arvi.

"Ayo kak.." Inara menarik tangan Arvi.

"Sama kak Rafa aja."

"Kak Rafa lagi ngerjain tugas, ayo kak.." balas Inara sambil menarik-narik tangan Arvi.

"Iya iya bawel, kakak mau ganti baju dulu." Inara mengangguk.

Inara menunggu di sofa dia mengatur nafasnya dan berusaha melupakan kejadian tadi.

Inara dan Arvi pulang, bahkan saat Inara pamit pada Rafael, dia hanya mengangguk dan mengucapkan hati-hati tanpa menoleh ke Inara.

Inara menyesali perbuatannya itu, kenapa juga dia harus memeluk Rafael, sekarang dia jadi canggung saat bertemu Rafael.

Sepanjang jalan Inara tak banyak bicara, dan itu membuat Arvi heran. Tumben gak bawel, pikirnya.

Saat melewati rumah pak Yus. Inara melihat sosok tuyul itu lagi. Dia sedang bermain entah main apa?

Inara berhenti dan menatap tuyul itu. Arvi bingung melihat Inara tiba-tiba berhenti. Dia menatap ke mana arah Inara menatap. Tentu saja dia tak melihat apapun.

Inara masih menatap tuyul itu, membuat tuyul itu menoleh karena merasa di awasi. Tuyul itu kaget saat melihat Inara, tiba-tiba saja dia lari ke arah belakang rumah.

Inara tersenyum aneh saat melihat tuyul itu lari. Suhu badannya terasa panas, padahal cuaca saat itu dingin. Inara terus melihat ke arah di mana tuyul tadi lari.

Tiba-tiba suara teriakan kesakitan terdengar. Inara tersenyum lalu dia berlalu meninggalkan rumah pak Yus.

Bersambung..

1
Ima Kristina
nyimak Thor
Zeety Zola
akirnya deh mereka ketemu...jodoh tak kmn🤭
Zeety Zola
harusnya naufal thor yg nikah sm inara😭
Zeety Zola
ahh rumit...ternyata marvel itu penjahatnya
Nawir Aja
lanjut in dong ceritanya smpe falin dan Naura nkh
senja
kl udah makan biasanya gk bs balik kan
senja
seolah cuman Inara yg sakti ya
senja
gak ada yg bisa dilakukan ya? ortu kuat tp anaknya mentalnya gak dibikin kuat, sed
Nina Wardani
kok pak kyai nya gk nolongin yaa...
Nina Wardani
kapan sih kebongkarnya, jgn muter" di tempat ya thor...
Eneng Ratnaningsih
baru mampir,,,,seruu banget ceritanya,,,bikin dag dig dug seeeerrr,,,semangat terus buat author💪💪
Nur
arvi itu cewek apa cowok ya kak
Un Kurniasih: cowok kak.. 😂😂
total 1 replies
Lina Erlina
hah,,mewek laaahh q
Vina Muh
lanjut cerita inara aja thor
Un Kurniasih: Gak tau kak, gimana entar. Sekarang mau fokus cerita baru.

Kalo udah ada ide insya Allah di lanjut.

Mampir juga kak di cerita baru. Insya Allah bisa menghibur juga.. 😊😊
total 1 replies
Yani Suryani
kangen banget thor,alhamdulillah klo thornya sehat berarti pasti sering² up nih
Un Kurniasih: Insya Allah up setiap hari kalo gak ada halangan kak.. 😊
total 1 replies
Vina Muh
istri pertama marvel pasti dara sepupu inka, yang sama2 py dendam
Vina Muh
marvel nikah sm dara lalu melanjutkan misinya buat balas sendam
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sad🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aduhhh...... kenapa Marvel jadii jahat yaa padahalkan aku suka sama marvell😌😌😌
Vera wati
season 3 nya blm up ya ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!