NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cerai
Popularitas:302.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: wiyanti

Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimana Aku ?

"Dimana aku..?" Gumam seorang wanita,jari pucatnya memijit pelipisnya.

"Pakaian ini ? ini bukan milikku." Luna baru menyadari jika baju yang di kenakannya,bukan pakaian yang terahir kali di pakainya.

Kedua mata Luna menyapu seluruh ruangan dimana tempat dia berada saat ini,terahir kali dia menginggatnya.Sedang berlari di pinggir jalan.Luna menyibak selimut tebal yang menutupi tubuh mungilnya,mata sayunya menelisik seluruh badannya.Dari ujung kaki hingga rambut.

Betapa terkejutnya wanita itu,bahkan bukan hanya pakaiannya yang berbeda.Luka-lukanya sudah terbalut rapi,siapa yang menganti pakaiannya dan siapa yang mengobati luka-lukanya ? siapa yang membawanya kesini ? dan dimana dia berada.Apakah Mas Rama ? tidak ! ini jelas bukan kamar miliknya,begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala wanita itu.

"Kau sudah bangun...?" Tanya seorang pria,melangkah membawa nampan makanan dan obat di tangannya.

"Ka Kau..?" Luna terkejut melihat pria yang ada di depannya ini.Bagaimana bisa pria ini bisa disini ?,tunggu apakah pria arogan ini yang membawanya kesini.

Luna mematung,otak nya tidak bisa mencerna semua ini dengan cepat.Matanya membulat menatap pria arogan,pria yang sama ingin sekali di jauhi Luna sebelumnya.

Melihat Luna terkejut dan kebingungan,mau tidak mau Alan menjelaskannya.Dia merasa sedikit prihatin dengan masalah yang di alami wanita ini.Saat itu,setelah Alan bicara dengan asistennya.Entah mengapa di otak Alan hanya memikirkan Luna dengan perasaan gelisah.

Pria itu melajukan mobilnya menuju tempat dimana dia mengantarkan Luna.Alan juga tidak tau mengapa dia bisa menuju kesana,Alan pun engan memikirkan.Namun apa yang dilihatnya setelah sampai disana ? Alan melihat Luna berlari tanpa alas kaki,dengan keadaan yang menyedihkan.

Melihatnya Alan ingin sekali menghampirinya dan memarahinya,tapi apa daya egonya terlalu besar.Pada ahirnya pria itu hanya mengikuti kemana wanita itu berlari,saat Luna berhenti di bawah pohon.Alan pun tau jika wanita itu telah kehabisan tenaganya,tepat Luna hampir ambruk tak sadarkan diri.Alan berlari dan menangkap tubuh mungil tak berdaya itu.

"Aku yang membawamu kesini..Aku tidak sengaja menemukanmu di pinggir jalan." Jelas Alan datar.

"I itu artinya...Kau yang menganti pakaianku ?" Luna memberanikan diri bertanya.Jika iya ? maka betapa bodohnya dia,Luna adalah istri dari seorang pria.Apa yang akan terjadi jika suaminya tau,ada pria lain yang menganti pakaiannya ? memikirkannya membuat hati Luna ketakutan.

Luna menyenderkan tubuh lelahnya di ranjang,menutup kedua matanya dan membuang nafas kasar.

"Dokter wanita yang menganti pakaianmu." Alan memberitau.

Alan tau seperti apa wanita di depannya ini,di balik semua masalah di kehidupannya.Wanita ini tidak akan mungkin menodai harga dirinya sebagai seorang istri.Itu sebabnya saat melihatnya tak sadarkan diri, Alan tidak membawanya ke Masion miliknya.Namun justru membawanya ke salah satu rumah milik Paman Danu.

Rumah itu tidak terlalu mewah,rumah itu jarang di tempati Pamannya.Alan sengaja membawa Luna kesini,untuk membiarkan Luna menenangkan dirinya sejenak.Dia tau masalah yang di hadapi wanita ini tidak sesederhana yang terlihat.

Mendengar penjelasan dari pria arogan itu membuat Luna bernafas lega,wajah sembabnya sedikit terlihat cerah.Bibirnya tersenyum,menatap Alan.

Deg---

Melihat senyuman di wajah Luna,jantung Alan berdetak kencang.Alan bisa merasakan sesuatu di hatinya.Tapi dengan cepat Alan menolaknya,dia bertekad di dalam hati.

"Tidak Alan...Kau hanya mencintai Tania.Ya ! hanya Tania saja." Batin Alan.

"Makanlah.." Titah Alan,dengan exspresi datarnya,Alan memang sangat pandai menyembunyikan exspresinya kan.

Walaupun ada banyak hal yang ingin Luna tanyakan,tapi dia berusaha memendamnya.Luna memakan apa yang ada di nampan pemberian dari pria arogan itu.Sejak kemarin dia memang belum makan apapun.

"Ssssttt..."Desis Luna,wanita itu meringis memeganggi perutnya.

"Ada apa ?" Panik Alan,sebelumnya dia diam-diam mengamati Luna yang tengah menyantap makanan yang di berikannya.

"A Aku baik-baik saja." Jawab Luna terbata,perutnya terasa sangat sakit.Keringat di pelipisnya mulai mengalir.

"Ada apa Luna...Apa perutmu sakit." Bentak Alan,dia sangat geram dengan wanita keras kepala itu.Jelas-jelas kesakitan namun masih saja tidak mengaku.

Alan meletakan nampan ke atas nakas sebelah ranjang,pria itu mendekati Luna yang masih menahan sakit.

"Asam lambung.." Jawab Luna lirih,tangannya meremas perutnya.Sakit sekali,jika bisa dia ingin berteriak seperti ini sekarang.

Semenjak remaja Luna memang mempunyai riwayat asam lambung,penyakitnya akan kambuh saat dia mengabaikan waktu makannya.Dan ahir-ahir ini entah mengapa penyakit yang di deritanya,sering kambuh.Luna akan menangis saat sakit itu mulai menyerangnya.

"Dasar bodoh."Kesal Alan,mengapa wanita ini ceroboh sekali.Menjaga dirinya saja tidak bisa.

Dengan sigap Alan mencari kotak obat di laci nakas ,mengobrak-abrik isi di dalam kotak itu.Tanganya berhenti saat menemukan apa yang di carinya.

"Apa kau alergi dengan obat tertentu ?" Tanyanya pada Luna,dia memastikan jika Luna tidak akan alergi dengan obat yang akan di berikannya.

Luna hanya mengelengkan pelan kepalanya,saat ini dia tidak ingin bicara apapun.Sakit yang di rasanya,membuatnya tidak berdaya.

Alan membantu Luna meminum satu pil di tangannya,dia berharap obat ini dapat menghilangkan rasa sakitnya.Luna tidak menolaknya,mengenal pria ini selama dua minggu membuat Luna sedikit mempercayai pria ini.Terlepas betapa menyebalkannya dia,tapi ada sisi baik dari pria arogan ini.

Alan bernafas lega saat Luna berhasil meminum obat itu,saat ingin beranjak dari sisi ranjang.Alan berhenti,merasa lengannya di tarik seseorang,tangan Alan di cengkeram Luna.Entah sadar atau tidak wanita ini melakukannya,tapi Alan tau jika Luna melakukannya untuk menguranggi rasa sakitnya.Dan Alan tidak keberatan untuk itu.

Luna berbaring dan memejamkan kedua matanya,sesekali air matanya menetes dari ujung mata tertutupnya.Melihatnya membuat Alan memandang iba,dia mengerutkan giginya.

Beberapa menit berlalu,cengkraman di lengan Alan terasa semakin mengendur.Itu artinya wanita ini sudah tertidur,Alan lega melihatnya.Perlahan dia menarik tangannya,bekas cengkraman itu memerah dan lecet.Tapi Alan sama sekali tidak menghiraukannya,pria arogan itu membenarkan posisi tubuh wanita itu dengan hati-hati.Lalu menyelimutinya dengan selimut,pria kekar itu berdiri di sisi ranjang.Mengamati Luna dengan tatapan sendu,tatapan yang sulit di artikan.

"Luna..." Gumam Alan,tanpa sadar pria itu mengumankan nama Luna.

***

Sesaat setelah Rama berlari keluar mengejar istrinya,dan tidak mendapati istrinya.Rama kembali masuk ke dalam rumah,dengan frustasi Rama melempar semua barang-barang di sekelilingnya.Dan meneriaki nama istrinya.

Perasaan marah tidak bisa di kendalikannya,beraninya Luna melarikan diri darinya.Kemana dia akan pergi ?, dalam hatinya yakin jika istrinya pasti akan kembali.Lagi pun istrinya tidak mempunyai siapa pun selain dirinya kan.Kemana lagi dia akan terus berlari,pada ahirnya istrinya akan kembali padanya pikir Rama.

" Rama...Ada apa ini ?"

TBC

1
Emmy Gultom
selesainya ko gantung.😆
Bzaa
aya Luna bukti kan tanpa Rama kamu bs
Bzaa
jgn jdi kemah Luna, ayo balass
Bzaa
pisah ajalah ngapain bertahan dgn suami bgtu
Bzaa
kagetin lun, biar mereka tau kl kamu liat
Bzaa
semangat luna
Bzaa
kykny otaknya udah di cuci si Rama eama
Bzaa
duhhhh si Rama
Bzaa
semangat terus ya tor
Bzaa
hadirr
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Lumayan
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
luar biasa
Wie_Wie
👍
☠ᴷⁱⁿᵃⁿᵈ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔❁︎⃞⃟ʂ
semangat
♀️
penolakan Luna sangat mengganggu anton
Sty_Fa
namanya angel kelakuan kayak devil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!