PERHATIAN! INI ADALAH KISAH LANJUTAN DARI KARYAKU LOVE BY PSYCHOPATH 1, JADI BUAT KALIAN YANG AKAN MEMBACA KARYA INI LEBIH BAIK MEMBACA YANG SEASON 1 AGAR DAPAT MEMAHAMI CERITANYA.
.
.
.
.
Kau mencoba berlari, tapi semakin berlari semakin aku menginginkanmu kembali. Jika kau lihat ke belakang sebuah kisah kita akan terulang. Suatu keberuntungan bisa melihat sang Dewi berhasil aku taklukkan.
-Darrel
Ini adalah kisah cinta psychopath yang selalu mencari cara bagaimana agar bisa menyembunyikan cintanya. Cerita ini menunjukkan bagaimana seorang psychopath mencintai seseorang dengan sudut pandang berbeda. Tapi apakah ada perbedaan antara posesif dan cinta, menurut Darrel sama saja. Jika bisa membuat cintanya si Dea Mahesa berada di pelukannya, itulah cara dia mengekspresikan cintanya.
HALLO SEMUANYA!! Makasih yang udh mampir ke cerita author. Semoga kalian menikmati cerita dari awal hingga akhir. Jangan lupa dukung author dengan tinggalkan jejak di setiap babnya. Dan author hanya terbit di noveltoon ataupun mangatoon ya, selain itu author tak menerbitkan di apk manapun. terimakasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuriko Harumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 8 •LBP2• : SALING BERBICARA
Setelah mengatakan semua itu Darrel hanya tersenyum simpul, kemudian berjalan pergi dari kamar ini. Sungguh ironis Darrel tidak menganggap bahwa kedua orangtuanya menyayangi nya, sedangkan aku yang bahkan tidak tau siapa orang tua kandung ku sangat berharap aku tahu.
Aku masuk dalam bak dalam keadaan naked total. Untunglah jiwa mesum Darrel tidak keluar, sehingga aku bisa menikmati berendam sendirian.
Sungguh nyaman dengan suhu air yang pas, dam jiga aromatik dari lilin dan beberapa bunga ampuh membuat aku tenang seketika.
"Dar-rel..." ucapku sambil memikirkan apa yang dia katakan tadi sebelum keluar.
"Kenapa?" terdengar tiba-tiba jawaban Darrel dari luar.
Aku langsung memalingkan wajahku. Tidak menyangka Darrel bisa mendengarnya.
"Apakah kamu dengar apa yang aku katakan barusan?" tanyaku karena bingung.
"Iya," jawab Darrel hanya singkat.
"Peredam suaramu sungguh buruk, mengapa kau bisa mendengarku bahkan dari luar."
"Aku masih di dalam kamar mandi Dea, ingat? Kau hanya masuk di salah satu bagian kamar mandi."
Iya aku ingat, di dalam kamar mandi seperti ruang tamu. Dengan kosong bagian tengah untuk cuci muka dan sikat gigi, serta beberapa kamar lagi untuk mandi dengan shower, berendam dengan bak, bahkan ruangan khusus seperti sauna. Sungguh orang kaya.
Jika di pikir lagi benar kata Ellis, keluarga Mahesa tidak ada apa-apanya di banding keluarga Kaveleri.
"Darrel...." panggilku sambil berendam.
"Kenapa?" jawabnya lagi dengan nada datar.
"Kenapa kau memilihku? Aku bukankah orang yang cantik dan memiliki bentuk tubuh bagus, jika kau memang sekaya ini kau pasti di kelilingi oleh wanita cantik juga bukan?"
Entah kenapa aku justru bertanya seperti itu dengan Darrel. Aku hanya bingung, sungguh bingung dari sekian banyak perempuan kenapa harus aku. Bahkan sampai menculikku.
"Aku juga tidak tau mengapa harus kamu, aku sudah tidur dan berhubungan dengan banyak wanita... Tapi tetap saja aku bahkan memikirkan kamu bahkan saat berhubungan dengan mereka," jelas Darrel yang membuatku langsung menenggelamkan setengah wajahku karena malu.
Aku tidak tau jika perasaan cinta bisa seperti itu. Tapi aku salah, itu bukanlah cinta melainkan opsesi dan nafsu. Jika Darrel mencintaiku, harusnya dia membuatku nyaman bukan malah menyekap ku di sini.
"Lalu bagaimana dengan orang tuamu? Apakah benar-benar kamu tidak menyayangiku mereka?" tanyaku masih penasaran dengan apa yang Darrel katakan tadi.
"Mereka menikah karena saling menguntungkan saja. Ayahku adalah seorang anak ke tiga, kemungkinan dia tidak mendapatkan warisan utuh dari keluarganya. Sedangkan ibuku adalah anak tunggal, tapi dia perempuan tidak bisa melanjutkan usaha keluarganya" jelas Darrel.
Aku sudah melihat maksudku membaca novel-novel dimana memang ada pernikahan politik seperti itu. Tapi di kehidupan nyata, aku tidak menyangka kejadian itu benar-benar adanya.
"Jadi ibuku menikahi ayahku hanya untuk mendapatkan warisan agar tidak berpindah, sedangkan ayahku juga mendapatkan kedudukan sebanding dengan anak pertama" lanjut Darrel dengan nada datar nya.
Mendengar Darrel berbicara dengan nada sedihnya membuatku sedikit merenung. Kadang orang bisa berbuat jahat karena pandangan hidupnya, mungkin begitu juga dengan Darrel yang tidak pernah mendapat kasih sayang orang tuanya.
"Ayah ibuku berhubungan karena satu misi, membuat keturunan untuk keluarga Kaveleri. Sebenarnya ini adalah keluarga baru, tapi dengan warisan ibu dan pembagian harta ayah keluarga ini dapat masuk jejeran keluarga elite. Setelah melahirkan ku mereka bahkan tidak saling menyapa, bahkan terlihat seperti orang asing yang sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan mereka berhubungan dengan orang lain saat masih menyandang suami istri. Mereka mengatakan mereka menikah bukan karena cinta, melainkan harus untuk menjaga kedudukan mereka jadi mereka memilih pasangan sendiri setelah menikah. Kau tau semakin besar aku semakin paham apa yang mereka mau, aku sudah muak dengan kata cinta yang mereka keluarkan jadi aku putuskan untuk membunuh mereka karena tugas untuk melahirkan keturunan Kaveleri sudah di jalankan" jelas Darrel panjang.
Sungguh penjelasan yang tidak bisa diterima. Aku bahkan masih tidak percaya, apakah benar keluarga elite Kaveleri mempunyai kisah yang kelam seperti itu. Bahkan Mahesa, meski tidak sekaya keluarga Kaveleri aku tidak pernah melihat cela buruk di antara mereka.
"Kenapa kau menculikku, bahkan dua kali... Itu adalah kejahatan yang sangat besar, apakah tidak merasa takut kau menjadi penjahat sesungguhnya nanti?" tanyaku terus berusaha mengorek informasi.
"Tidak ada yang ingin menjadi penjahat Dea... Tidak ada, termasuk aku bahkan orang-orang ku. Kami memiliki pandangan berbeda, tentang kejahatan sebenarnya. Kau pikir dunia ini kau sudah melihat semua? Bahkan hal yang aku lakukan hanya sebagian kecil dari kehidupan yang sebenarnya, dimana kau masih belum melihatnya"