[Drop]
Menceritakan tentang dua orang pemuda kakak beradik yang bekerja sebagai pembunuh bayaran.
Disaat akan menjalankan aksi mereka sang kakak yang mempunyai nama samaran Dragon merasa sedikit khawatir dengan misi kali ini.
Dan sang adik yang mempunyai nama samaran Shadow meyakinkan kakak nya jika mereka akan berhasil.
Tapi kecurigaan Dragon benar terhadap misi kalini, mereka telah dijebak oleh musuh mereka dan akan dibunuh untuk mengurangi para pembunuh bayaran yang berkeliaran di dunia.
Penasaran dengan kelanjutan nya, maka ikuti terus perjalanan hidup kakak beradik ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jal_Jul35, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Penjelasan Zen, Makan Malam Dan Janji
Ditaman Istana terdapat tiga sosok, satu orang pria tampan dan dua orang Wanita, pria itu tidak lain adalah Zen dan dua Wanita itu adalah Putri Pertama dan Putri Kedua Kerajaan Petir.
Putri Sisi memimpin jalan menuju kamar tamu milik Ryu, karena Zen memintanya untuk mengantarkan dirinya kekamar yang ditempati oleh Ryu.
Putri Pertama teringat jika dia belum memperkenalkan diri.
"Maaf jika terlambat, Namaku adalah Tokisaki Mitsuki, kamu bisa memanggil ku Mitsuki!" Kata Mitsuki memperkenalkan diri dengan wajah mera dan sedikit malu.
Zen yang mendengar itu juga langsung memperkenalkan dirinya.
"Aku juga minta maaf karena belum memperlihatkan diri, Namaku adalah Zen Masamune, kamu bisa memanggil ku Zen!" Balas Zen dengan memperkenalkan diri.
"Ano, Zen aku minta maaf karena tadi menyerang mu!" Mitsuki meminta maaf kepada Zen, karena tadi dia menyerang Zen.
"Tidak apa-apa, jika aku jadi kamu aku juga akan melakukan hal yang sama. Balas Zen dengan senyuman yang ramah.
Putri Mitsuki dan Putri Sisi yang melihat senyuman Zen hanya terdiam, karena pesona milik Zen wajah mereka menjadi merah tomat.
Mereka bertiga tidak ada yang berbicara saat perjalanan, karena kedua Wanita itu terdiam dan wajahnya masih memerah karena senyuman milik Zen.
Setelah kurang dari sepuluh menit mereka sampai dikamar milik Ryu, didalam kamar milik Ryu juga ada Sang Raja yang menunggu kedatangan Zen.
Saat Zen dan lainnya sampai, pandangan Sang Raja tertuju kepada Zen yang tidak mengenakan Topeng.
'apakah itu wajah asli milik zen' guma Raja didalam hati.
'lebih baik aku tanyakan kepada Mitsuki dan Sisi' ucap Raja didalam hati.
Zen yang melihat itu bisa tau jika Sang Raja penasaran dengan dirinya, tapi Zen memilih untuk diam dan membiarkan Kedua Putri itu menjelaskan.
"Mitsuki, Sisi siapa pemuda itu?" Tanya Sang Raja kepada Kedua Putrinya.
"Apa Ayah tidak tau, dia adalah Zen Masamune kakak dari Ryu!" Jawab Putri Sisi.
"Yang dikatakan Putri memang benar, aku adalah Zen, karena kejadian tidak terduga Topeng milik ku dihancurkan!" Tambah Zen sambil melirik kearah Putri Mitsuki.
Putri Mitsuki tidak sadar jika dia dilirik oleh Zen, Sang Raja yang tau dengan maksud Zen hanya bisa menghela nafas.
"Maafkan Putriku jika telah menghancurkan Topeng milik Tuan Zen!" Ucap Sang Raja meminta maaf sambil menatap Putri Pertamanya.
"Ba...ba...bagaimana Ayah tau jika aku yang menghancurkan Topeng milik Zen!" Balas Putri Mitsuki dengan sedikit gugup.
Sisi yang tidak tau apa yang dimaksud mereka hanya diam dan mulai berbicara.
"Kak Zen bagaimana keadaan dari Ryu?" Tanya Putri Sisi kepada Zen dengan kekhawatiran.
"Ternyata dugaan ku benar, kalian memang saling suka sejak pandangan pertama!" Jawab Zen yang membuat Putri Sisi terkejut.
Zen yang memang telah tau resiko dari Skil recovery milik Ryu, karena saat ditengah hutan dia sempat diberi tahu oleh Ryu, jika dia melanggar aturan dari penggunaan Skil ini maka dia akan tidak sadarkan diri semala satu hari penuh.
Larangan dari penggunaan Skil Recovery adalah pengguna nya hanya bisa menggunakan skil ini satu hari sekali, jika melanggar maka dia tidak sadarkan diri.
"Kamu jangan khawatir dia hanya kelelahan, dia akan tidur selama satu hari penuh!" Jawab Zen.
"Benarkah itu kak Zen?" Tanya Putri Sisi denga sedikit khawatir.
"Iya, itu benar!" Balas Zen dengan singkat.
Raja yang melihat tingakh Putri nya itu memasang senyuman, Zen yang tau maksud dari raja langsung berkata.
"Jika Raja ingin mengambil keputusan, Raja harus menunggu Ryu bangun, karena aku tidak bisa membantu anda dalam masalah ini!" Kata Zen yang membuat kaget Sang Raja.
Kedua Putri itu hanya saling pandang, karena tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Zen.
"Maaf jika kata-kata ku lancang kepada Raja sejak awal bertemu!" Zen meminta maaf kepada Sang Raja.
"Itu tidak masalah, aku malah senang dengan orang yang tidak terlalu formal saat berbicara dengan ku!" Balas Raja dengan perkataan Zen.
"Jika seperti itu aku ingin istirahat, karena aku satu hari ini belum istirahat!" Kata Zen.
"Jika seperti itu, Mitsuki antar Zen ke kamar tamu!" Ucap Raja kepada Putri Pertama nya.
"Kenapa aku?" Tanya Mitsuki dengan milirikkan matanya kearah adiknya.
"Aku disini menjaga Ryu!" Balas Putri Sisi, karena dia tau jika kakaknya tidak mau.
"Apa kamu mau membantah perintah ayah?" Tanya Raja kepada Putri Pertama nya.
Mitsuki yang mendengar itu hanya terdiam dan mau tidak mau dia harus melakukan perintah Ayahnya.
"Baik, aku akan mengantar Zen ke kamar tamu!" Jawab Putri Mitsuki dengan terpaksa.
Mitsuki dan Zen berjalan keluar dari kamar, tapi langkahnya terkhenti karena sangat Raja mengajak makan malam bersama.
Zen yang mendengar itu langsung berhenti dan menanggapi perkataan Sang Raja.
"Apakah tuan Zen mau ikut makan malam bersama dengan keluarga kerajaan?" Tanya Sang Raja dengan sedikit khawatir jika Zen menolaknya.
"Jika seperti itu aku tidak bisa menolak, karena ini adalah ajakan langsung dari Sang Raja!" Balas Zen dengan nada dingin.
"Aku senang jika Tuan Zen mau ikut bergabung dalam makan malam nanti!" Jawab Raja dengan senang karena tawarannya diterima.
Setelah Zen menerima tawaran makan malam dengan Keluarga Kerajaan, dia langsung keluar dari kamar yang ditempati oleh Ryu.
Zen tidak berbicara dengan Putri Mitsuki, begitu juga dengan sebaliknya, mereka reka berjalan semala satu menit supaya bisa sampai ke kamar tamu.
Saat sampai didepan kamar tamu Zen mulai membuka pembicaraan.
"Jika kamu ingin mencoba mengalahkan ku, kamu masih belum mampu!" Kata Zen dangan sedikit mengejek.
Putri Mitsuki yang mendengar dirinya diejek langsung marah.
"Kau hanya beruntung, nanti setelah makan malam aku akan menemui mu!" Balas Putri Mitsuki.
"Akan ku nantikan, jadi sampai jumpa nantimalam!" Balas Zen yang masuk kedalam kamar tamu dengan memasang senyuman, senyuman Zen sukses membuat wajah Putri Mitsuki memerah.
Setelah Putri Mitsuki melihat Zen masuk dia langsung meninggalkan kamar milik Zen, sedangkan Zen yang berada di dalam kamar dia mengecek status nya karena dia belum sempat mengecek nya disaat sampai di Kerajaan Petir.
"Baik saatnya mengecek status!" Kata Zen.
"Open status!" Kata Zen.
...[Status]...
...⟩Nama :Zen Masamune...
...⟩Umur :19 tahun...
...⟩Kelamin : laki-laki...
...⟩Level : 64...
...⟩Poin pengalaman : 5.000/64.000...
...⟩HP : 225.700...
...⟩MP : 215.600...
...⟩STR : 10.775...
...⟩DEF : 11.677...
...⟩AGI : 9.893...
...⟩VIT : 7.569...
...⟩INT : 8.788...
...⟩Job : -Assassin, Dual sword...
...⟩Skil/Keterampilan :...
...-Storage (peringkat S)...
...-Perubahan Bentuk Tubuh Naga (efek dapat merubah beberapa anggota tubuh yang di inginkan menjadi bagian tubuh naga) (MP cost 10/detik) (peringakt A++)...
...-Full Control Elemen (dapat membuat serangan hanya dengan mengunakan imajinasi pemilik elemen) (peringkat S+)...
...-Auto Regen (memulihkan 100 HP/detik) (efek berlangsung sampai HP pengguna penuh) (MP cost 100/detik) (peringkat A+)...
...-Shadow Stap (kecepatan pergerakan dan serangan pengguna akan meningkat 50%) (MP cost 10.000) (peringkat A)...
...-One Hit One Kill (hanya berlaku pada orang yang berlevel sama dengan pengguna) (memberikan 200% criti6 serangan tunggal ke 1 musuh) (MP cost 10.000) (peringkat A++)...
...⟩Elemen :...
...-Magma Dan Es...
...⟩Senjata/perlengkapan...
...-Belati Kegelapan (peringkat A+)...
...-Belati Suci (peringkat A+)...
...-Cincon Penyimpanan (peringkat B)...
...⟩Shop poin : 150.000...
...⟩Mata uang...
...⟩Shop Sistem...
...⟩Srorage...
'sepertinya level ku naik dengan cepat saat di hutan' guma Zen dalam hati.
"Sebaiknya aku mencari senjata untuk pertarungan jarak dekat!" Kata Zen.
"Sistem buka Shop Sistem!" Ucap Zen.
...⟩Shop Sistem...
...-Skil...
...-Senjata...
...-Material...
...-Gacha...
...-Random Skil Book...
"Sistem bisakah kamu mencarikan dua buah senjata sejenis katana yang memiliki efek yang berbeda, dan kekuatan keduanya sama?" Tanya Zen dangan ragu.
[Bisa]
"Jika seperti itu, tolong Carikan ya, kalau bisa senjata pedang katana!" Ucap Zen dengan perasaan sedikit senang.
[Baik mohon di tunggu karena Sistem membutuhkan waktu untuk senjata yang cocok dengan tuan]
Balas sistem kepada Zen, Zen yang mendengar itu langsung menunggu dengan sabar.
Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya Sistem menemukan dua buah senjata yang cocok dengan Zen.
[Tuan Sistem sudah mendapatkan senjata yang cocok untuk anda]
[Katana Petir Hitam dan Katana Angin Biru]
Zen yang mendengar kedua Nama senjata itu langsung bertanya kepada sistem.
"Apa efek serangan dari kedua senjata ini?" Tanya Zen kepada Sistem.
[-Katana Petir Hitam (efek serangan, dapat mengeluarkan petri hutam dalam setiap tebasan dan jika petir dari tebasan terkena langsung dengan lawan yang levelnya lebih renda dari tuan lawan itu akan langsung mati) (senjata peringkat SS)
-Katana Angin Biru (efek serangan dapat menebas pohon dalam jarak 100 meter dengan sekali tebas dan jika digunakan untuk menghalau serangan sihir dari lawan katana ini sangat cocok untuk menghalau serangan musuh) (senjata peringkat SS)]
Jelas Sistem kepada Zen dengan jelas.
"Jadi berapa total harganya?" Tanya Zen kepada Sistem.
[Karena dalam pembelian pertama Tuan menyuruh Sistem untuk mencarikan senjata, maka Tuan akan mendapat potongan harga sebesar 90%]
[Harga awla 1.000.000 Shop Poin menjadi 100.000 Shop Poin]
Zen yang mendengar itu mereasa begitu beruntung, karena dia tidak gegabah.
'untung saja aku meminta bantuan Sistem, jika tidak aku tidak bisa membeli senjata baru' guma Zen dalam hati dengan perasaan sedikit senang.
"Baik beli senjatanya!" Ucap Zen.
[Selamat Tuan telah mendapatkan senjata baru]
[Senjata Tuan telah berada di Storage]
Setelah mendapatkan senjata Baru Zen merasa sedikit senang, karen pengantin Topeng nya yang hancur.
Zen kemudian mengambil kedua pedang barunya, disaat dia mengeluarkan pedang itu Zen melihat pedang katana Petir Hitam berwarna ungu kehitaman, sedangkan Katana Angin Biru berwarna biru keputihan.
"Kedua senjata yang saling bertolak belakang!" Ucap Zen.
Setelah itu Zen membersihkan dirinya dan menganti pakaiannya. Waktu juga menunjukkan jam makan malam, Zen yang berjalan membuka pintu kamar dikejutkan dengan kedatangan Putri Mitsuki yang ingin mengetuk pintu.
"Apakah kamu sudah lama disini?" Tanya Zen dengan ramah.
"Tidak, aku baru sampai!" Balas Putri Mitsuki dengan sedikit gugup karena melihat penampilan Zen.
"Ayo ikut aku ke ruang makan, semuanya sudah menunggu!" Ajak Putri Mitsuki.
"Baik!" Balas Zen singkat.
Mereka berdua berjalan sejajar dan selama perjalanan tidak ada yang berbicara, mereka berjalan selama beberapa menit kemudian sampai di ruang makan.
Di ruang makan sudah ada Sang Raja dan juga Sang Ratu, Raja dan Ratu yang melihat kedatangan Putri Pertama mereka dan kedatangan Zen, pandangan mereka berdua tidak bisa lepas memandang Zen.
"Apakah Raja dan Ratu sudah lama menunggu?" Tanya Zen dengan sopan.
"Sudah ku bilang jangan terlalu formal tuan Zen!" Balas Sang Raja.
"Jika seperti itu, tolong jangan panggil aku Tuan, aku sedikit tidak nyaman mendapatkan panggilan Tuan!" Balas Zen.
Mereka semua akhirnya memulai makan malam, Raja beberapa kali bertanya kepada Zen, Raja bertanya dari asal mereka dan mau kemana tujuan mereka.
Zen yang mendapatkan pertanyaan itu menjawab dengan kebohongan, jika dia menjawab dengan jujur maka dia dan Ryu akan mendapatkan masalah.
Makan malam telah selesai, Zen telah berada di taman depan istana dekat dengan pohon beringin, yang dimana tempat hancurnya Topeng milik Zen.
Zen juga membawa katana miliknya, karena Zen merasakan hawa keberadaan Iblis, tapi Zen tidak tau pasti itu benar Iblis atau tidak.
Zen menunggu Putri Mitsuki dengan bersandar di pohon beringin dengan melihat kearah bulan, Putri Mitsuki yang melihat itu dari kejauhan mukanya nampak mulai memerah.
Zen sebenarnya sudah mengetahui keberadaan Putri Mitsuki, tapi Zen memilih pura-pura tidak tahu.
Putri Mitsuki berjalan mendekati Zen, disaat jarak mereka empat meter, Zen mulai berbicara.
"Akhirnya kamu datang Putri Mitsuki!" Kata Zen yang mengatakan Putri Mitsuki.
'bagaimana dia tau, padahal aku suda menyembunyikan hawa keberadaan ku' kata Putri Mitsuki didalam hati.
"Jangan kaget hanya karena aku mengetahui hawa keberadaan mu, meski kamu menyembunyikan nya aku masih bisa merasakan nya!" Jawab Zen.
"Sudah tidak ada gunanya berdebat dengan mu!" Jawab Putri Mitsuki.
"Baik, aku akan langsung ke inti pembicaraan!" Jawab Zen dengan berjalan mendekati Putri Mitsuki.
Setelah jarak mereka sudah dekat, Zen membisikkan sesuatu kepada Putri Mitsuki.
"Aku sebenarnya benci memberitahukan ini, tapi mau bagaimana lagi!" Ucap Zen.
"Pertama aku akan minta maaf kepadamu!" Jawab Zen yang membuat Mitsuki binggung.
"Kamu minta maaf kenapa?" Tanya Mitsuki.
"Aku tau jika kamu menyukaiku sejak pertama bertemu!" Kata Zen.
"Aku tidak bisa berjanji karena aturan keluargaku, jika adik ku bertunangan dengan adik mu, maka kita tidak bisa bersama!" Jelas Zen kepada Mitsuki.
Mitsuki yang melihat itu hanya terdiam, memikirkan perkataan dari Zen.
"Jadi aku ingin kamu berjanji!" Kata Zen sambil membelakangi Mitsuki dan memandang bulan.
"Kamu mau aku berjanji apa?" Tanya Mitsuki.
"Aku hanya ingin kamu berjanji menganggap ku sebagai teman, sahabat atau kakak, dan tidak lebih dari itu!" Kata Zen.
"Dan aku juga tidak ingin kebahagiaan adik ku hancur karena ke egoisan ku!" Lanjut Zen.
Mitsuki yang mendengar itu menjadi sedih dan kecewa, tapi apa yang dikatakan oleh Zen memang benar.
"Baik aku akan berjanji, dan aku akan menganggap mu sebagai kakak ku!" Jawab Mitsuki dengan kecewa.
'ini demi kebahagiaan adik ku, aku sudah banyak mengambil kebahagiaan nya' kata Mitsuki didalam hati.
"Bagus jika seperti itu!" Kata Zen.