NovelToon NovelToon
Noda Hitam Perkawinan

Noda Hitam Perkawinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Obsesi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Cincin Berlian

Saking asiknya bercumbu dengan Casandra , Bagas sampai lupa jika dia ada janji akan makan malam dengan Suzan. Sementara jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam.

"Babby, aku harus pulang sekarang. Ini sudah malam, dan Suzan pasti menungguku..." Bagas bangun dari tempat tidur dan segera mengenakan pakaiannya.

Sementara itu Casandra yang masih dalam keadaan polos dan hanya selembar kain selimut yang menutup tubuhnya,terlihat cemberut karena akan ditinggal oleh Bagas.

"Besok aku ke sini lagi..." Bagas mencium kening Casandra lalu segera meninggalkan apartemennya.

Pukul sembilan malam Bagas sampai di rumah, karena jalanan macet. Dengan langkah tergesa Bagas masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke ruang makan. Namun di ruang makan dia tidak menemukan siapapun di sana. Di atas meja makan juga Bagas tidak menemukan makanan.

"Selamat malam tuan..." ucap Marti yang baru tahu bahwa majikannya sudah pulang.

"Marti, istri saya di mana...?'' tanya Bagas.

"Nyonya sedang berada di kamar den Alvaro, tuan..." jawab Marti.

Lalu Marti memberitahu Bagas bahwa tadi Suzan dan Alvaro menunggunya untuk makan malam. Tapi berhubung Bagas tidak kunjung pulang dan juga tidak bisa dihubungi, Suzan dan Alvaro makan malam lebih dulu, dan setelah itu mereka naik ke lantai dua menuju kamar Alvaro.

Bagas menghela nafas merasa bersalah pada istri dan anaknya karena tidak pulang tepat waktu.

"Tuan , apa mau saya siapkan makan malam...?'' tanya Marti.

"Tidak usah, saya sudah kenyang..." jawab Bagas sambil melangkah naik ke lantai dua.

Iya, tentu saja Bagas sudah kenyang. Dia sudah makan di apartemen Casandra karena dia sudah memasak makanan kesukaan Bagas. Sebenarnya Bagas sudah membatalkan janjinya dengan Casandra, namun karena Casandra ngambek, dan tidak mau mengangkat telpon dari Bagas, dia pun akhirnya pergi ke apartemen Casandra.

Dan tentu saja Bagas tidak hanya makan di sana. Setelah selesai makan mereka melakukan aktivitas panas di atas ranjang hingga beberapa ronde dan keduanya puas.

Sampai di tengah- tengah anak tangga, Bagas menghentikan langkahnya. Sepertinya dia baru ingat sesuatu.

"Marti..." panggil Bagas sambil berjalan menuju dapur.

"Iya tuan..." jawab Marti yang sedang membereskan dapur bersama dengan Siti.

"Sini kamu..." ucap Bagas sambil berlalu ke ruang makan.

Dengan perasaan was- was, karena takut Bagas akan memarahinya, Marti mengikuti sang majikan.

"Apa kamu menemukan sesuatu di saku celanaku saat kamu mau mencuci baju...?'' tanya Bagas.

"I..iya tuan..." jawab Marti.

Iya, tentu saja Marti paham jika sesuatu yang dimaksud oleh Bagas adalah kotak perhiasan yang berisi cincin berlian.

Marti lalu mengatakan pada Bagas bahwa dia sudah meletakkan kotak tersebut di laci meja rias.

"Apa...? Apa istri saya tahu soal itu...?'' Bagas nampak cemas jika Suzan mengetahui bahwa dirinya telah membeli cincin.

"Tuan tenang saja, nyonya tidak tahu soal cincin itu..." jawab Marti sesuai dengan arahan Suzan.

Lalu Marti memberitahu Bagas bahwa dia tidak memberitahu Suzan soal cincin tersebut agar Suzan tidak tahu kalau Bagas akan memberikan kejutan padanya.

"Kalau saya kasih tahu nyonya, namanya bukan kejutan lagi dong tuan..." ucap Marti sambil tersenyum.

"Kotak cincinnya sudah saya taruh di laci paling dalam tuan..."sambung Marti.

"Oh, jadi beneran Suzan tidak tahu soal cincin itu...?'' tanya Bagas.

"Tidak tuan. Tuan tenang saja kejutan tuan tidak akan diketahui oleh nyonya. Sebaiknya tuan kasih cincinnya ke nyonya sekarang saja. Pasti nyonya bahagia. Soalnya tadi nyonya terlihat kecewa saat tuan tidak pulang tepat waktu..." jawab Marti.

Mendengar perkataan Marti, Bagas nampak canggung.

"Ba...baiklah... Terima kasih karena kamu sudah merahasiakan tentang cincin itu dari istriku..." ucap Bagas. Marti pun mengangguk sopan.

Bagas langsung menuju kamar Alvaro. Namun baru juga sampai di depan pintu dan hendak membuka pintu, Bagas tersentak karena pintu terbuka dari dalam. Dan Suzan keluar dari kamar Alvaro.

"Sa...sayang..." ucap Bagas terlihat gugup.

Suzan menatap wajah sang suami beberapa saat. Dan tentu saja hal itu membuat Bagas semakin gugup.

"Kenapa kamu baru pulang dan nggak bisa dihubungi...?'' tanya Suzan sambil menatap sang suami.

"Maaf sayang tadi... Aku ketemu sama klien, di cafe, kami ngomongin kerjaan dan nggak tahunya sampai kemalaman. Maaf ya..." Bagas merasa bersalah.

"Ketemu klien...?" tanya Suzan.

Bagas mengangguk.

"Tapi tadi sore aku telpon Fikri katanya dari kantor kamu langsung pulang..." sambung Suzan sambil menelisik wajah Bagas yang terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Ehm... Begini sayang. Ja...jadi begini ...tadi aku nggak sengaja ketemu klien di jalan. Dan dia ngajak ke cafe buat ngopi sambil ngomongin kerjaan. Sebenarnya aku ingin menolak ta...tapi aku nggak enak..." sahut Bagas mencari alasan agar Suzan percaya padanya.

"Lalu kenapa kamu nggak bisa dihubungi...?'' tanya Suzan.

"I..iya tadi ponselku lowbat. Maaf ya sayang..." lagi- lagi Bagas memasang wajah menyesal.

Suzan hanya diam sambil menatap sang suami.

"Aku sama Alvaro nungguin kamu lho..." ucap Suzan begitu kecewa pada Bagas.

"Sayang... Tolong maafkan aku ya..." Bagas memegang kedua pundak Suzan.

Suzan kembali menghela nafas.

"Maafkan aku..." Bagas menangkupkan kedua tangan di depan dada dengan wajah memelas.

"Iya..." jawab Suzan walaupun sebenarnya dia masih kecewa pada sang suami.

"Aku janji, aku nggak akan mengulangi ini lagi..." ucap Bagas.

Suzan mengangguk.

"Makasih sayang..." Bagas memeluk Suzan.

"Ya udah aku mau istirahat, kamu juga mandi sana , dan ganti pakaian gih... Badan kamu lengket..." ucap Suzan sambil melepaskan pelukan Bagas.

"Iya sayang..." jawab Bagas sambil mencolek hidung Suzan.

Suzan lalu melangkah ke dalam kamarnya. Sedangkan Bagas masih berdiri di depan pintu kamar Alvaro sambil menatap Suzan yang masuk ke kamar.

Bagas menghela nafas, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Tak lama kemudian Bagas menyusul Suzan masuk ke kamarnya.

Dan di dalam kamar Suzan langsung merebahkan tubuhnya di kasur bersiap untuk tidur. Sedangkan Bagas segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah sekitar lima belas menit di kamar mandi, Bagas pun keluar. Dan Suzan terlihat sudah tidur pulas.

Bagas perlahan berjalan ke arah tempat tidur dan duduk di samping Suzan. Bagas menatap wajah Suzan. Melihat Suzan yang tertidur lelap, tiba- tiba hati Bagas dihinggapi rasa bersalah. Perlahan tangan Bagas mengusap kepala Suzan dengan lembut.

"Maafkan aku sayang..." ucap Bagas dalam hati.

Bagas lalu merebahkan badannya di samping Suzan dan memeluk erat tubuhnya.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Pagi harinya, Suzan dan Bagas telah rapi menggunakan pakaian kantor.

"Sayang... Nanti siang kita makan siang bersama ya..." ucap Bagas memeluk Suzan dari belakang saat Suzan sedang menyisir rambutnya di cermin meja rias.

Iya, Bagas sengaja mengajak makan siang Suzan untuk membayar rasa bersalahnya karena tadi malam dia pulang terlambat dan batal makan malam bersama.

"Makan siang di mana...?'' tanya Suzan sambil menatap wajah Bagas dari pantulan cermin.

"Di restauran favorit kita..." jawab Bagas sambil meletakkan dagunya di pundak Suzan.

"Iya...sayang..." jawab Suzan.

Bagas tersenyum senang karena Suzan mau diajak makan siang, yang artinya dia sudah tidak marah padanya. Bagas pun lalu mencium pipi Suzan dengan lembut.

"Ayo kita sarapan dulu..." ucap Suzan.

"Nanti dong sayang, aku masih ingin bermesraan dengan istriku yang paling cantik ini..." jawab Bagas kembali menciumi pipi Suzan.

"iiihh....sayang, nanti bedakku luntur..." ucap Suzan karena Bagas terus menciumi pipinya.

Bagas pun tertawa lalu mengeratkan pelukannya.

Setelah puas memeluk dan mencium sang istri, Bagas pun mengajak Suzan turun ke bawah untuk sarapan karena mereka sudah ditunggu oleh tuan dan nyonya Hartanto dan juga Alvaro yang sudah siap dengan seragam sekolah.

🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇

Mami... Papi.." panggil Alvaro yang sedang makan ditemeni oma dan opanya.

"Hai sayang..." sahut Suzan lalu mencium kening Alvaro.

"Wah Alvaro pinter ya sudah berani makan sayur..." ucap Suzan saat melihat di piring sang putra ada beberapa jenis sayur yang sedang dia makan.

"Iya dong mi, kata opa, Varo harus makan sayur biar pintar. Kalau Varo pintar, nanti Varo bisa membantu opa mengurus pekerjaan di perusahaan..." jawab Alvaro dengan polos.

"Pintar anak mami..." sahut Suzan sambil mengusap kepala Alvaro.

Sedangkan Bagas hanya tersenyum mendengar ucapan sang putra.

"Makan sayang..." Suzan mengambilkan nasi dan lauk untuk sang suami.

"Makasih sayang..." ucap Bagas sambil tersenyum pada Suzan.

Bagas lalu mulai memakan sarapannya. Namun baru beberapa suap, Bagas menghentikan aktifitasnya.

"Sayang... Aku balik ke kamar dulu ya, ada sesuatu yang ketinggalan..." ucap Bagas.

"Apa sayang, biar aku saja yang ambilkan..." ujar Suzan.

"Oh tidak usah biar aku saja. Kamu lanjutkan saja sarapannya..." sahut Bagas lalu bangun dari duduknya dan segera melangkah ke arah tangga menuju ke kamarnya.

Suzan dan yang lainnya lalu melanjutkan sarapannya.

"Suzan... Minggu depan ulang tahun pernikahan kamu dan Bagas kan...? Apa kamu sudah mempersiapkan acaranya...?'' tanya nyonya Hartanto.

"Oh ya ampun... Susan lupa mah, untung mama ingatkan...'' sahut Suzan.

"Kamu ini gimana sih, sama ulang tahun pernikahan sendiri saja lupa... Makanya jangan pekerjaan terus yang diurusi, urusi juga dong keluargamu..." sahut nyonya Hartanto dengan nada jutek.

"I...iya mah maaf..." sahut Suzan merasa bersalah.

Sedangkan tuan Hartanto hanya melirik sekilas ke arah sang istri. Dan bersamaan dengan itu Bagas yang sudah kembali dari kamar, kembali duduk di samping Suzan.

"Sayang... Minggu depan ulang tahun pernikahan kita, dan aku belum mempersiapkan apapun..." ucap Suzan pada Bagas.

"Memang mau bikin acara...?'' tanya Bagas.

"Ya iya dong Bagas, kamu ini gimana sih, bikin acara lah seperti biasa..." jawab nyonya Hartanto.

"Ya udah kamu tinggal hubungi orang- orang yang biasa membantu acara di rumah kita..." sahut Bagas.

"Iya sayang, tapi baju pesta juga aku belum memesannya, gimana dong,.." ucap Suzan.

"Kamu nggak usah khawatir, masalah gaun biar mama yang atur. Nanti mama pesen di butik langganan mama..." sahut nyonya Hartanto.

"Memang bisa mah, kan waktunya mepet...?'' tanya Suzan.

"Udah tenang saja, mama yang akan urus..." jawab nyonya Hartanto.

"Makasih mah..." ucap Suzan.

Setelah selesai sarapan, mereka bersiap berangkat ke kantor.

"Sayang, kita berangkat bareng ya, sekalian antar Alvaro ke sekolah..." ucap Suzan.

"Yeee... Asik diantar mami papi..." sahut Alvaro senang.

"Ehm... Kayaknya aku nggak bisa deh, sayang... aku harus menemui klien lima belas menit lagi. Kamu aja ya yang antar Varo..." sahut Bagas.

Mendengar sang papa tidak bisa ikut mengantar, Alvaro pun memanyunkan bibirnya.

"Maaf ya sayang, Varo diantar mama dulu ,papa janji ,lain kali papi ikut antar..." Bagas mengusap kepala Alvaro.

"Iya papi..." jawab Alvaro.

"Nggak papa yang sayang, berangkat sama mama dulu..." ucap Suzan.

"Iya mami..." jawab Alvaro.

"Sayang...aku berangkat dulu ya..." Bagas bangun dari duduknya.

"Iya..." jawab Suzan.

Saat Bagas berdiri di depannya Suzan melihat sesuatu di saku celananya. Tentu saja Suzan tidak asing dengan benda yang ada di dalam saku celana tersebut. Iya, itu adalah kotak cincin berbentuk hati yang waktu itu ditemukan oleh bi Marti. Ternyata barang yang tadi ketinggalan di kamar adalah kotak cincin tersebut.

Suzan pun tersenyum bahagia. Suzan yakin Bagas akan memberikan cincin tersebut padanya saat makan siang nanti.

"Kenapa sayang, kok kamu senyum- senyum gitu...?'' tanya Bagas merasa heran.

"Nggak sayang... Ya sudah kamu berangkat dulu sana..." jawab Suzan.

"Baiklah...aku berangkat ya..." Bagas mencium kening dan bibir Suzan.

Bersambung...

1
Sri Darmayanti
jelg selingkuh semua,,, ketahuan semua busuknya... sisan pergi ya
Mommy Almira: Keluarga selingkuh 🤭
total 1 replies
Asmara
lanjut thor
Wang
Ceritanya menarik 😍
Salsa
Suami kurang ajar 🤬🤬🤬🤬
Asmara
Semoga Suzan cepet tahu siapa selingkuhan Bagas, lalu gugat cerai, trus CLBK deh sama di Bintang 😍😍
Mommy Almira: Semoga ya kak 🥰🥰
total 1 replies
Asmara
Siapa kira" pacarnya Sonia...?
Dini Anggraini
Kak kapankah bagas dan Cassandra ketahuan selingkuh kak enak banget papanya bagas suruh2 Suzan harus dapat proyek besar terus kerjanya bagas apa dong kak enak2 kan saja. Dan Suzan bila suatu saat nanti kamu akhirnya keluar dari perusahaan itu bangunlah perusahaanmu sendiri tanpa bantuan siapapun aku mau lihat apa perusahaan keluarga bagas masih bisa berdiri tegak saat Suzan sudah pergi? 🥰
Mommy Almira: Nanti ya kak, masih proses... kan Bagas anak nggak guna, nggak bisa kerja 😄🤭
total 1 replies
Asmara
.Keren🥰🥰🥰🥰
Asmara
Suzan bloon bgt sumpah.... Bagas gila, semoga cepat ktahuan , biar dicerai sama Suzan, 😡😡
Asmara
Sonia selingkuhannya siapa ya..
Dini Anggraini
Bagus susan aku dukung kamu kalau perlu video saat bagas dan casandra melakukannya agar di pengadilan nanti bisa jadi bukti nyata buat mereka berdua malu karena telah menyelingkuhi kamu. Apalagi casandra punya butik terkenal di kalangan sosialita pasti pelanggan langsung kabur begitu skandalnya viral di media sosial. Zaman sekarang ini butuh bukti nyata dan di viralkan agar orang lain ikut menghujat perbuatannya.Bila bagas nanti minta maaf jangan pernah maafkan tetap gugat cerai dia. 🥰🥰
Dini Anggraini: sama2 Kak ceritanya bagus kok 👍👍🥰🥰🥰
total 2 replies
Asmara
Hah...? jadi mamannya Bagas juga selingkuh... astogeee... 😄
araaself
lanjutttt kakk
Mommy Almira: Besok ya kak, sehari 1 bab 😁
total 1 replies
Asmara
Gila..gila...gilaaa... Ya ampun Thor , ngueas emosi bgt ceritanya... Lanjut,.
Asmara
Suamimu dah kenyang Suzan... 😅
Asmara
Ya ampun Suzan, oon jg kmu ya, suamimu LG digoda pelakor kok nggak nyadar
Asmara
Ih nyebelin bgt sumpah si Bagas 😡
Asmara
Palingan cincin buat pelakor
Asmara
Hadeeh... parah ini , disuruh ngurus perusahaan malah berbagi peluh tiap hari di hotel . parah...parah..
Asmara
Baru bab 2 udah bikin emosi Thor, Bagas suami kurang ajar 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!