Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8 DEMI AMANAH GURU
"Kakek, orang ini jelas datang hanya untuk bikin onar saja, cepat usir dia keluar saja kek!" ujar Dania.
Kakek Sanjaya kemudian meminta Dania untuk tetap tenang. Ini adalah acara ulang tahunnya, dan merupakan hari bahagianya, jangan sampai merusak suasana hatinya hanya karena pria asing di hadapannya.
"Namamu Ivan bukan, bocah, hari ini sebenarnya kamu datang untuk apa?" tanya kakek Sanjaya mau memastikan tujuannya yang sebenarnya.
"Kakek Sanjaya, waktu itu guruku menolak semua pemberian uang darimu, tapi kamu malah tetapkan, perjodohan dengannya," jawab Ivan.
"Aku juga hanya mematuhi guruku, hari ini aku datang untuk menikah," sambung Ivan.
"Aku tidak menyangka ternyata keluarga Sanjaya memiliki perjanjian pernikahan seperti ini, lalu bagaimana dengan keluarga Darmawan?" ujar salah seorang di sana.
"Bocah ini mana bisa di bandingkan dengan keluarga Darmawan, dia orang kampung, sedangkan tuan Bastian Darmawan adalah keluarga kaya raya kota Neo," ujar orang yang lain.
"Entah benar atau tidak, tapi bocah ini sama saja telah menyinggung tuan Bastian yang sudah lama mengejar nona Dania, tuan Bastian pasti tidak akan melepaskannya," ujar orang yang lain lagi.
Dania juga tampak terkejut dan bingung mendengarnya. Dirinya sama sekali tidak mengetahui tentang perjanjian pernikahan ini.
"Kakek, apakah perjodohan ini benar?" tanya Dania terlihat panik kepada kakeknya.
Pernikahan adalah masa depan nya, mana mungkin dia menikah begitu saja dengan seorang pria yang entah dari mana asalnya. Namun kakek Sanjaya justru terlihat hanya diam saja mendapatkan pertanyaan dari Dania cucunya.
"Aku tidak percaya ini benar, kakek sangat menyayangiku, mana mungkin menjodohkan ku dengan orang sepertimu, menurutku kamu hanya seorang penipu," marah Dania kepada Ivan.
Saat ini Dania masih memandang Ivan dengan setengah mata. Dania tidak akan pernah menyangka bahwa kelak dirinya lah yang akan tergila-gila dengan Ivan.
"Percaya atau tidak, semuanya tertulis jelas di sini," ujar Ivan.
Ivan mengeluarkan selembar kertas peninggalan dari kakek tua dan memperlihatkannya kepada semua orang. Terlihat isi dari kertas tersebut tentang perjanjian pernikahan antara dirinya dan Dania Sanjaya.
"Semua tertulis di sini, apa kalian mau ingkar janji?" sambung Ivan.
"Ternyata bocah ini memiliki buktinya, dia benar-benar di jodohkan dengan nona Dania, pantas saja dia begitu ngotot," ujar salah seorang di sana.
"Beruntung sekali bocah bernama Ivan ini, dia akan menikahi dewi kota Neo ini," ujar orang yang lain.
Semua orang juga telah mengetahui bahwa ternyata kakek Sanjaya benar-benar telah membuat perjanjian pernikahan untuk cucunya.
"Kakek, ini bagaimana...?" Dania menjadi panik seolah tidak percaya.
Kakek Sanjaya meminta Dania untuk tetap tenang dan menyerahkan masalah ini kepada dirinya.
"Sudahlah bocah, mengingat kakek gurumu telah menyelamatkan nyawaku, aku tidak akan mempermasalahkan keributan saat ini, perjodohan ini kita batalkan, pergilah!" kakek Sanjaya dengan tebal muka mengusir Ivan.
Kakek Sanjaya mana mungkin menikahkan cucu kesayangan dengan bocah bernama Ivan. Lagi pula dirinya saat ini merasa begitu sehat sekali, dan tidak ada tanda-tanda penyakitnya yang dahulu akan kambuh, jadi dirinya mengambil keputusan ini membatalkan perjodohan.
"Pak tua, kamu benar-benar mau ingkar janji, sungguh tidak tahu malu," balas Ivan.
"Bukan begitu, keluarga Sanjaya akan memberikanmu kompensasi asal kamu setuju membatalkan perjodohan ini, aku akan memberimu 300 juta," ujar kakek Sanjaya.
"300 juta..." ulang Ivan.
"Kamu pikir aku datang kemari untuk mengemis?" sambung Ivan.
Ivan kini memiliki 5 milyar yang di berikan oleh Yola sebelumnya. Di tambah lagi Ivan telah memiliki kekuatan mata dewa, 300 juta sungguh tidak berharga baginya. Dengan mata dewa, kelak dirinya akan mendapatkan banyak uang dengan mudah, pikirnya.
"Kalau begitu kamu mau berapa?" tanya kakek Sanjaya.
"Tapi aku katakan lebih dahulu, jangan mengambil kesempatan dalam keuntungan," sambung kakek Sanjaya.
Di sini dapat di lihat bahwa kakek Sanjaya adalah orang yang picik. Orang yang tidak mau rugi dan selalu berpikir tentang keuntungan.
"Aku tidak mau uang sepersen pun, kalau aku terima uang kalian, itu sama saja mempermalukan guruku," balas Ivan dengan tegas.
"Jangan sok bermartabat, kamu juga jangan bermimpi untuk menikah denganku," sela Dania.
"Dengan 300 juta kamu belum tentu bisa mendapatkan dalam waktu satu tahun," sambung Dania.
"Kamu pikir keluarga Sanjaya itu apa, harga diriku Ivan tidak perlu kalian yang tentukan," Ivan juga mulai emosi.
Keluarga Sanjaya benar-benar telah merendahkan dirinya, jika buka karena dirinya menghargai pesan dari gurunya, sesungguhnya dirinya begitu malas ribut di tempat ini, pikirnya.
"Bocah, awalnya aku mau beri kelonggaran demi jasa gurumu, tapi karena kamu tidak tahu diri, aku juga tidak perlu ragu lagi," ujar kakek Sanjaya.
"Penjaga, usir dia keluar!" sambung kakek Sanjaya.
Seketika dua orang penjaga dengan tubuh besar berotot langsung mengepung Ivan. Dua penjaga tersebut terlihat membawa tongkat besi berwarna hitam.
"Kakek Sanjaya, menjalin hubungan dengan keluarga Sanjaya itu keputusan guruku, hari ini mau nikah atau tidak, tetap harus nikah," tegas Ivan sama sekali tidak takut.
Suasana juga semakin memanas dimana Ivan tetap bersikukuh untuk menikah demi memenuhi pesan dari gurunya. Gurunya telah membantunya membagikan mata dewa, jadi Ivan merasa ini adalah balasan untuk dirinya.
Sedangkan kakek Sanjaya tetap dengan keputusannya untuk membatalkan perjodohan ini. Pertama, Ivan bukanlah siapa, dan yang kedua Dania adalah cucu kesayangannya.
"Tuan Bastian datang," teriak penjaga pintu rumah.
"Bocah dari mana ini, berani sekali sok hebat, sampai mau rebut wanitaku?" ucap Bastian yang muncul di sana.
Bastian datang dengan setelan jas berwarna hitam. Walaupun wajahnya tidak setampan Ivan, namun barang-barang yang akan di kenakannya adalah barang mahal dan bermerek.
Sementara itu, 6 orang pria juga menggunakan setelan jas berwarna hitam juga ikut berjalan di belakang Bastian. Ke enam orang merupakan bawahan dari Bastian.
"Tuan Bastian sudah datang, bocah itu telah terang-terangan merebut wanita yang telah lama tuan Bastian incar, aku rasa sebentar lagi dia akan tamat," ujar salah seorang di sana.
"Semua orang juga tahu bahwa tuan Bastian sedang mengejar nona Dania, bocah ini berani ikut campur, dalam hal apa mereka bisa di bandingkan?" ujar orang yang lain.
"Aku dengar bawahan tuan Bastian semua berasal dari mantan pasukan khusus, tampaknya bocah ini benar-benar akan habis," ujar orang yang lain lagi.
Melihat Bastian telah datang, kakek Sanjaya juga segera menghampirinya dan menyambutnya dengan senyuman. Sedangkan Dania sendiri terlihat biasa saja melihat Bastian.
"Tuan Bastian, akhirnya anda datang," ujar kakek Sanjaya begitu ramah.
Akan tetapi Bastian melewati kakek Sanjaya begitu saja dan menghampiri Dania yang berada di sana.
"Dania, kamu cantik sekali hari ini," puji Bastian.
Bastian begitu terpesona dengan kecantikan Dania dan hendak membelai rambutnya, tapi Dania langsung menghindarinya. Terlihat bahwa Dania tampaknya tidak menyukai Bastian.
"Sial, setelah sekian lama, kamu masih mengacuhkan ku juga," ucap Bastian dalam hati.
"Hei, jika kamu berani sembarang menyentuh wanitaku, aku juga tidak akan sungkan," ujar Ivan kepada Bastian memperingatkannya.
"Omong kosong, siapa yang wanitamu," sela Dania tidak terima.
Bastian kemudian mengangkat tangan kanannya, seketika terlihat sebuah jam tangan yang berkilau dan indah.
"Itu adalah jam tangan rolex, aku pernah melihatnya di televisi," ujar seseorang.
"Aku dengar di seluruh dunia jumlahnya hanya terbatas, aku dengar harganya tidak kurang dari 10 milyar," ujar orang yang lain.
Bastian kemudian memasukkan kedua tangannya ke sakunya dan mendatangi Ivan.
"Aku dengar kamu memiliki perjanjian pernikahan dengan Dania," ujar Bastian kepada Ivan.
Kakek Sanjaya yang mendengar ini juga langsung menjadi panik. Kakek Sanjaya segera menjelaskan kepada Bastian bahwa ini adalah salah paham.
"Keluarga Sanjaya hanya menyetujui tuan Bastian sebagai menantu, sekarang juga aku suruh penjaga untuk mengusir nya," ujar kakek Sanjaya.
Tujuan kakek Sanjaya ingin menikahkan Dania dengan Bastian cuma karena harta. Keluarga Bastian Darmawan adalah keluarga kaya raya di kota Neo, dengan begitu keluarga Sanjaya juga akan naik statusnya.
Dania sendiri sebenarnya tidak setuju dengan kakeknya yang ingin dirinya bersama dengan Bastian. Dania tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Bastian. Tapi saat ini grup Sanjaya memang membutuhkan bantuan dana untuk dapat keluar dari krisis yang sedang di hadapi.