NovelToon NovelToon
Bukan Inginku Jadi MADUMU

Bukan Inginku Jadi MADUMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Single Mom
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Kamu harus tahu diri. Kamu wanita yang tidak pernah di inginkan oleh mas Yusuf. Jangan sesekali meminta perhatian darinya. ingatlah, mas yusuf menikahimu hanya ingin bertanggung jawab pada bayi itu!" tekan Nora.

"Aku tahu, Mbak. Maaf jika sikapku sudah membuat mbak nora tidak nyaman," jawab Siti hajar dengan wajah menunduk.

Kejadian yang tak terduga membuat Siti harus mengandung anak dari majikannya. Menjadi orang ketiga, dan di nikahi secara siri tidaklah membuat gadis malang itu bahagia. ia harus menerima segala hujatan dari nora istri sah Yusuf.

Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskusi bertiga

Malam itu, rumah terasa lebih sunyi dari biasanya.

Haikal sudah tidur dari jam setengah sembilan, dipeluk guling kesayangannya. Di ruang tengah, meja makan yang biasanya ramai kini hanya diisi tiga orang, dengan tiga gelas teh yang tak ada satupun tersentuh.

Yusuf duduk di ujung meja. Di kanannya Nora, dengan wajah kaku dan mata sembab. Di kirinya Siti, yang sejak tadi hanya menunduk, jemarinya meremas ujung gamisnya.

Yusuf yang akhirnya membuka suara. Tenang, tapi berat.

“Aku kumpulkan kalian di sini bukan untuk bertengkar. Bukan juga untuk cari siapa yang salah. Karena kalau mau jujur, orang yang paling salah di sini ya aku.”

Nora mendengus pelan, tapi tidak menyela.

“Malam itu... aku khilaf. Tidak ada pembenaran untuk itu. Dan dari khilafku, ada nyawa yang sekarang tumbuh di perut Siti. Anak itu tidak minta dilahirkan dalam keadaan seperti ini. Dia tidak salah. Siti juga tidak pantas menanggung semuanya sendiri.”

Siti mengangkat wajah, matanya berkaca-kaca. “Tapi Mas... saya ikhlas kalau memang harus pergi. Saya tidak mau Mbak Nora tersakiti terus. Saya juga capek, Mas... rasanya kayak jadi duri di rumah yang bukan milik saya.”

“Ini juga rumahmu sekarang,” potong Yusuf cepat. “Saat aku menikahimu, aku berjanji di depan Allah untuk menjagamu. Janjiku ke kamu, sama sucinya dengan janjiku ke Nora dulu. Aku tidak bisa ingkar.”

Nora akhirnya bersuara, suaranya bergetar menahan amarah dan sakit. “Lalu aku bagaimana, Mas? Janji Mas ke aku dulu gimana? Katanya aku satu-satunya. Katanya Mas nggak akan bagi hati. Sekarang? Aku harus nonton suamiku belain perempuan lain tiap hari?"

Yusuf menatap Nora lama. “Aku tidak pernah bagi hati, Nor. Hatiku tetap ke kamu. Ke Haikal. Ke keluarga yang sudah kita bangun dari nol. Tapi aku juga punya tanggung jawab ke Siti dan anak ini. Ini bukan soal cinta. Ini soal amanah.”

“Terus aku harus apa?” Nora menatap Siti tajam. “Aku harus pura-pura ikhlas? Pura-pura nggak sakit tiap lihat dia? Aku perempuan, Mas! Aku juga punya hati!”

Siti menunduk makin dalam. “Maafkan saya, Mbak... Sumpah demi Allah, saya nggak pernah mau semua ini terjadi. Kalau bisa saya putar waktu, saya lebih baik nggak pernah kerja di sini...”

“Dan anakmu gimana?” Nora balik bertanya, suaranya meninggi. “Kamu tega bikin dia nggak punya bapak? Atau kamu mau anakmu nanti manggil Mas Yusuf ‘Papa’ di depan anakku? Kamu mau Haikal bingung?”

Pertanyaan itu menampar Siti. Ia bungkam. Karena sejujurnya, ia sendiri tidak tahu jawabannya.

Yusuf menengahi sebelum suasana makin panas. “Cukup, Nora. Jangan. Siti sudah cukup terpukul.”

“Lalu aku? Aku nggak terpukul, Mas?!” Nora berdiri, kursi berderit kencang. Air matanya tumpah sudah. “Tiap malam aku bertanya-tanya, kurangku apa? Aku kurang cantik? Kurang nurut? Sampai Mas bisa khilaf sama perempuan yang tiap hari Mas lihat di rumah ini?”

Yusuf ikut berdiri, menahan lengan Nora lembut. “Istighfar, Nor. Kamu nggak kurang apa-apa. Kamu istri terbaik. Ibu terbaik buat Haikal. Yang kurang itu aku. Imanku, kontrolku. Makanya aku yang harus perbaiki ini. Bukan kamu, bukan Siti. Aku juga tidak tahu bahwa candaan temanku membuat sebuah masalah besar terjadi pada kita."

Ruangan hening lagi. Hanya ada suara isak Nora yang ia tahan.

Siti akhirnya mengangkat kepala. Dengan suara paling tenang yang ia bisa kumpulkan, ia berkata

“Mbak... kalau Mbak ngizinin, saya mau tetap di sini sampai anak ini lahir. Setelah itu... saya pergi. Saya janji nggak akan nuntut apa-apa. Mas Yusuf cukup nafkahi anaknya aja. Saya nggak mau hak Mbak sebagai istri keambil. Saya tahu diri, Mbak. Saya cuma pembantu yang...”

Kalimat “cuma pembantu” itu justru bikin dada Nora semakin sesak. Karena ia tahu, Siti selama ini tulus kerja. Tidak pernah kurang ajar. Tidak pernah genit. Haikal sayang padanya. Bahkan dirinya sendiri, sebelum semua ini, nyaman dengan Siti.

Yusuf menggeleng. “Tidak ada yang pergi. Dengarkan aku baik-baik. Kita tiga-tiganya korban di sini. Jadi kita tiga-tiganya juga yang harus selesaikan. Aku tidak akan ceraikan Nora. Aku juga tidak akan menelantarkan Siti dan anakku. Kalau kalian izinkan, kita jalani ini pelan-pelan. Bukan sebagai istri yang bersaing, tapi sebagai dua perempuan yang sama-sama aku dzalimi dan sekarang harus aku jaga.”

Nora menatap Yusuf, lalu menatap perut Siti yang masih rata. Bayangan Haikal tadi siang terlintas lagi. _Nanti siapa yang bikin susu vanila buat Haikal?_

Dengan suara serak, Nora akhirnya bicara, “Aku nggak janji bisa ikhlas, Mas. Sakitnya nggak bisa hilang dalam semalam. Tapi... aku juga nggak mau Haikal kehilangan Siti. Dan aku... aku nggak mau anak yang nggak berdosa itu lahir tanpa bapaknya.”

Siti terkejut. Ia menatap Nora dengan mata berkaca-kaca. “Mbak...”

“Tapi ada syaratnya, Mas,” lanjut Nora, menatap Yusuf lekat. “Mulai malam ini, nggak ada lagi rahasia. Kalau Mas mau ke kamar Siti, bilang ke aku. Kalau mau ajak Siti periksa, aku ikut. Aku nggak mau jadi istri yang nggak tahu apa-apa lagi. Kalau memang harus berbagi, aku mau tahu semuanya. Adilnya dari situ dulu.”

Yusuf mengangguk pelan. Lega sekaligus berat. “InsyaAllah, Nor. Demi Allah aku janji. Tidak ada yang aku sembunyikan lagi.”

Malam itu tidak berakhir dengan pelukan. Tidak ada tawa. Hanya tiga orang yang sepakat untuk bertahan, dengan luka masing-masing yang masih menganga.

Siti kembali ke kamar dengan perasaan campur aduk. Ia batal pergi. Tapi ia tahu, perang batinnya baru saja dimulai.

Nora masuk ke kamar, menatap Haikal yang tidur pulas. Ia kecup kening anaknya, lalu berbisik, “Mama kuat demi kamu, Nak...”

Dan Yusuf, di beranda rumah, menatap langit malam. Berat. Tapi untuk pertama kalinya sejak kasus ini meledak, ia merasa ada setitik cahaya Kecil.

Bersambung....

1
Naufal Affiq
istrimu di tempat selingkuhan nya yusuf
Jetva
si Siti ga kerja..??
Jetva
Lah Siti ogeb....ga pux harga diri....
Dewi Habibah
endingnya sudah bisa di tebak🤭
Dewi Habibah
gimana Nora tidak mencari kebahagiaannya sendiri , suami yg di cintai si Yusuf itu memendam cita pada Siti dan Nora di abaikan , lebih baik Nora cari kebahagiaan sendiri la
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
lanjut kak 👍
Naufal Affiq
kasihan aku lihat kamu yusuf,masih saja kau pikir kan perasaan istrimu yang tukang selingkuh di belakang mu
Tri Hastuti
mudah2an mereka bersatu,, nora tinggalin j
Naufal Affiq
nikahin siti yusuf,karena istri mu sudah selingkuh di belakang mu
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
mau lihat reaksi nora gimana nanti 🤧
Suanti
nora sdh selingkuh yusuf tinggal cerai kan nora baru nikah lgi sm siti 🤭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤: gampang sekali ya kak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sasikarin Sasikarin
bolak balik g up juga... kecewa sangat
❀∂я 𝗗𝗘𝗪𝗜 𝗥⒋ⷨ͢⚤ : Bentar ya kak, lagi nulis🤗
total 1 replies
Naufal Affiq
yusuf berusaha kuat lagi untuk mencari siti dan dafa,mereka ada di Kalimantan lho
Tri Hastuti
biarin j nora selingkuh, nti siti sama yusuf j 😂
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
tapi kabar buruk dari ibumu Haikal , dia selingkuh 😭😭😭😅
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ini ada maunya raka 🙄
Suanti
semoga secpt nya yusuf ketemu siti dan daffa
untung nora semoga aja ank nya haikal sendri yg nampak mama nya selingkuh sm raka 🤣🤣🤣
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
salah jalan kamu nora pelampiasan sama suami orang 🙄🤧
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ujungnya jadi selingkuh kalian 🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!