NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kau Abaikan

Cinta Yang Kau Abaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa
Popularitas:74.9k
Nilai: 5
Nama Author: h.alwiah putri

8 Tahun pernikahan dan di karuniai seorang putri cantik,nyatanya tak mampu meluluhkan hati aldric pada Eveline sang istri.

Pernikahan mereka terjadi karena perjodohan keluarga, Aldric yang mencintai wanita lain namun tak mendapatkan restu dari orang tuanya,dan di desak untuk menerima perjodohan itu akhirnya menerima,namun tak pernah menganggap ada sang istri.

Selama bertahun tahun juga Eveline mengejar cinta Aldric, karena memang dia mencintai laki laki itu sedari lama. Segala cara dia lakukan,bahkan dengan memberikan keturunan bagi Aldric yang dia kira akan membuat laki laki itu menatap ke arah nya.

Namun nyatanya tidak, Aldric tetap sama bahkan setelah ada buah hati di antara mereka. Hingga akhirnya Eveline menyerah mengejar cinta sang suami dan hanya bertahan demi putri mereka mendapatkan figur seorang ayah, walaupun nyatanya tidak Aldric berikan pada putri mereka.

Akankah Eveline benar benar menyerah dan pergi meninggalkan Aldric? atau Aldric akan luluh dan mulai menerima Eve?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon h.alwiah putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8.pengakuan Eveline

Restoran mewah itu tampak kontras dengan suasana sunyi rumah sakit yang baru saja ditinggalkan Rion. Denting gelas kristal, tawa renyah orang orang disana, dan aroma hidangan mahal memenuhi ruangan. Di tengah kerumunan itu, Aldric duduk di kursi dengan kemeja slim-fit yang rapi, dengan kaki kanan yang dia tumpukan di kaki kirinya,tangan sebelah memegang gelas sampanye,dan satu tangan lagi mengapit sebatang rokok yang berulang kali dia sesap.

 Di depannya, sebuah kue ulang tahun besar bertuliskan “Happy Birthday, Mr. Aldric” baru saja ditiup apinya.

Wajahnya tetap sama datar,dan dingin. Namun beberapa kali dia tersenyum tipis,kala mendengar lelucon dari teman-temannya. Wajahnya tampak biasa,seolah menikmati perayaan ini. Tanpa berpikir kejadian apa yang telah menimpa keluarganya di rumah.

Tanpa permisi, Rion melangkah lebar menembus kerumunan. Wajahnya merah padam, tangannya mengepal hingga buku-buku jarinya memutih.

"Aldric!" suara Rion menggelegar, memotong tawa yang sedang membumbung.

Aldric menoleh, sedikit terkejut namun masih sempat tersenyum tipis. Dia berdiri seolah menyambut kedatangan sahabat nya itu. "Rion? Wah, lu dateng juga akhirnya. Sini, gabung—"

BUGH!

Satu pukulan mentah mendarat telak di rahang kiri Aldric hingga pria itu tersungkur menabrak meja kue. Gelas sampanye pecah berkeping-keping. Ruangan seketika hening.

"Rion! Apa-apaan lu?!" bentak Aldric sambil mengusap darah di sudut bibirnya. Dia berusaha berdiri, wajahnya penuh amarah.

"Lu yang apa-apaan anj*g."Rion maju satu langkah lagi, mencengkeram kerah baju Aldric dengan kasar.

"Anak lu sekarat di rumah sakit,lu malah asik ngerayain ulang tahun lu. Mikir bang*at."

Aldric tertegun sejenak, namun egonya masih terlalu tinggi. "Sera cuma demam biasa, Eve aja yang berlebihan. Gue punya hak buat ngerayain ulang tahun gue—"

"Demam biasa?" Rion tertawa getir, matanya berkaca-kaca karena marah. "Dia kena pneumonia parah! Dia masuk fase kritis karena paparan asap rokok yang lu embuskan di depannya tiap hari! Sementara lu di sini ketawa-tawa, tiup lilin, dan ngerasa jadi raja, anak lu lagi dipasangin oksigen cuma buat bertahan hidup!"

Aldric langsung membeku sesaat setelah Rion mengatakan hal itu. Rion melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar hingga Aldric terhuyung. Rion mengeluarkan ponselnya dan membantingnya ke atas meja yang masih tersisa makanan. Di sana terlihat foto Sera yang pucat pasi dengan selang di hidungnya.

"Liat foto itu, Dric. Liat baik-baik!" teriak Rion. "Lu bukan cuma suami yang buruk buat Eveline, tapi lu adalah pembunuh buat anak lu sendiri secara perlahan. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Sera, gue sendiri yang bakal seret lu ke penjara."

Aldric memandang foto itu dengan tatapan tak percaya. Benarkah itu sera? Putri nya tengah berjuang dengan selang oksigen itu.

"Jangan pernah injakkan kaki lu ke ruangan Sera kalau lu cuma mau bawa sial," ucap Rion dengan nada rendah yang mengancam. "Eveline mungkin terlalu sabar buat lu, tapi gue enggak."

Rion berbalik, tidak peduli lagi pada Aldric yang terpaku diam menatap foto anaknya di layar ponsel.

Kembali ke ruangan Sera yang sunyi, suara mesin pendeteksi jantung menjadi satu-satunya melodi yang menemani Eveline. Ia masih menggenggam jemari kecil Sera yang terasa dingin, hingga suara derap langkah terburu-buru memecah keheningan.

Pintu terbuka, menampakkan kedua mertua Eveline—Tuan dan Nyonya Lucien. Wajah mereka menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.

"Eveline! Bagaimana keadaan cucu Mama?" Nyonya lucien langsung menghampiri ranjang, matanya berkaca-kaca melihat Sera yang terpasang berbagai selang.

Tuan Lucien berdiri di sisi lain, wajahnya mengeras. "Kenapa bisa sampai seperti ini, Eve? Dan di mana Aldric? Kenapa dia tidak ada di sini menjaga anaknya?"

Pertanyaan itu seperti meruntuhkan bendungan yang selama ini menahan sesak di dada Eveline. Bahunya bergetar hebat. Nyonya lucien yang melihat menantunya hancur, segera menarik Eveline ke dalam pelukannya. Di sanalah, tangis Eveline pecah—tangis yang bukan lagi sekadar sedih, tapi juga lelah yang luar biasa.

"Ma...Sera terkena pneumonia."Bisik Eveline di sela Isak tangisnya.

Kedua mertua Eveline pun kaget mendengar penuturan menantunya.

"Kenapa bisa?"tanya tuan Lucien.

"dia terpapar asap rokok terlalu banyak," bisik Eveline di sela isaknya.

Tuan Pratama mengernyitkan dahi. "Asap rokok? Bukankah Aldric tahu Sera punya alergi pernapasan sejak kecil?"

Belum sempat Eveline menjawab, asisten pribadi Tuan Lucien yang menunggu di luar mengetuk pintu pelan dan membisikkan sesuatu sambil menunjukkan sebuah laporan di tabletnya. Wajah Tuan Pratama seketika merah padam.

"Pesta? Di saat anaknya meregang nyawa, dia sedang merayakan ulang tahun di restoran?" suara Tuan Lucien meninggi, penuh kemarahan yang tertahan.

Eveline mendongak, matanya yang bengkak menatap mertuanya dengan tatapan kosong.

"Sayang kamu tau suami kamu mengadakan pesta ini?"tanya nyonya lucien di balas anggukan kepala oleh Eveline.

"Kenapa kamu hanya diam saja nak? Apakah aldric tau jika Sera masuk rumah sakit?" Lagi dan lagi Eveline menganggukkan kepalanya.

"Saat Sera mulai sesak napas dan saya meneleponnya sambil menangis, Mas Aldric bilang jangan mengganggu kesenangannya hanya karena urusan sepele."

Nyonya Lucien menutup mulutnya, tak percaya putra yang dia besarkan bisa menjadi begitu kejam.

"Nak...."tuan Lucien menatap tak percaya pada Eveline.

"Bukankah hubungan kalian selama ini baik baik saja? Kenapa bisa seperti ini sayang?"tanya nyonya Lucien.

Eveline menghela nafasnya dalam dalam. Dalam pikirannya, mungkin ini sudah saatnya dia berkata jujur pada kedua mertua nya.

Eveline menceritakan,selama delapan tahun pernikahan mereka tak pernah benar benar baik baik saja. Apa yang mereka lihat, mereka dengar tentang rumah tangga dirinya dan aldric itu hanyalah sandiwara di depan publik.

Tak ada yang baik baik saja,di kehidupan rumah tangga nya dengan aldric. Bahkan aldric sudah jarang pulang kerumah,sikap nya yang baik seperti seorang ayah yang menyayangi putri nya pun hanyalah sebuah sandiwara.

Sejak Sera lahir aldric tak pernah benar benar menyayangi Sera. Kini tak ada lagi yang Eveline tutup tutupi di hadapan kedua mertuanya.

Setelah selama ini dia memasang topeng kebahagiaan, akhir nya dia pun lelah juga dia membuka nya di hadapan kedua mertua dia.

Eveline menggenggam tangan mertuanya dengan gemetar. "Bolehkah... bolehkah kali ini eve menyerah? Eve ingin berhenti dari pernikahan ini. Eve tidak mau kehilangan Sera hanya karena eve memaksakan diri bertahan dengan laki-laki yang bahkan tidak peduli apakah anaknya masih bernapas atau tidak."

Hening sejenak. Nyonya Lucien hanya bisa menangis pilu, sementara Tuan Lucien mengepalkan tangannya kuat-kuat, merasa gagal mendidik Aldric.

Akhirnya gaysss setelah hampir 4 bulan aku gak update nih cerita,bisa up lagi. makasih yang udah setia menunggu. Semoga suka sama ceritanya nya. Thanks for reading.

See you bye bye

1
Supri Yanti
satu kata buat Evelyn, bodoh ngorbanin anak yg lucu huh,
Supri Yanti
lagian laki kayak gitu masih aja di pertahanin, orang mah pergi kek, jadi greget sama perempuannya jadinayka n anak jd korban bego
Siti M Akil
lanjut thor
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs bangeeeeet ku bcnya asyik klw sekarang krn Evelyn dah membalas sakit hatinya selama 5 th biar si Aldric merasakan gmn sakitnya di acuhkan semangat Evelyen ,meskipun dlm berumah tangga itu ngga boleh kecuali dah perjanjian ....hehehe ko ku ngenes ya Thor pdhal tuh cuma ceritra ....ok
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Nur Anna
bagus
nn
next
Syifa
ko engga up sih tour udah lama nunggunya
Uthie
Kayanya bakalan Gol proyek nya sehabis ini nanti 😁👍
Nia nurhayati
mongho sing wareg mas aldric😂😂😂
Uthie
Semoga segera launching proyek adik baru nya Sera 👍😁
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
Uthie
ikut senyum-senyum juga bacanya 😁👍👍
Uthie
Lanjuuttttt 😁👍
Daulat Pasaribu
selamat sera mommy dan daddymu lagi buat kan kamu adik🤣
smoga segera launching adikmu
Yeni Wahyu Widiasih
umur balita cadel wajar lah ini udah 7 thn
Dewi Yanti
aku setuju dengan tasya, bertahan demi anak tp malah anak nya yg menderita jg bodoh itu
Syifa
aaah udah engga sabar nunggu lonceng adeknya sera 🤩
Daulat Pasaribu
akhhh cepetan dong gak sabar kalau sera punya adik pasti lucu 😍
Uthie
Nahh....buruan dehhh bikin nya 🤩😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!