NovelToon NovelToon
Antagonis Couple

Antagonis Couple

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Antagonis / Antagonis Jahat / Cintapertama
Popularitas:55.7k
Nilai: 5
Nama Author: ka nvi

Stella seorang pegawai pajak, tiba-tiba terbangun di sebuah novel berjudul "love Anastasya", dia tak percaya namun sedetik kemudian rasa senang melingkupi hati nya.
akhir nya impian nya masuk ke dunia fiksi bisa terwujud.

Namun kesenangan itu berubah menjadi keresahan ketika mengetahui dia masuk ke tubuh antagonis anak tunggal kaya raya, yang berakhir mengenaskan.

Stella pun mengambil langkah berani, dengan keluar dari alur, dan menjalani kehidupan nya sendiri, namun akan kah semudah itu?.

Apalagi ketika tanpa sadar terlibat dengan antagonis pria, yang paling berkuasa di dunia novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ka nvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

antagonis

Stella kini berada di dalam mobil bersama Damian, mereka di antar supir, keadaan mobil itu hening sekali, Damian menatap lurus ke depan, dan Stella yang menatap jendela dari samping.

Mereka duduk bersebelahan tapi seperti orang asing, tak ada percakapan apapun, berbeda dengan Stella yang pikiran nya sudah di penuhi banyak rencana.

"Sistem apakah Damian sudah bertemu dengan protagonis, Anna?"

"Sudah Nona, ingat ini pertengahan cerita."

"Kalau begitu, em..apakah sudah sampai di mana Anna menolong Damian dari keroyokan geng sekolah lain?"

Tanya stella, mengingat ingat kalau tak salah itu sudah berada di bab 40 ke atas. "Benar nona, sudah terjadi satu hari sebelum anda ke dunia ini."

Stella merasa putus asa mendengar nya, sudah di tahap itu, yang berarti kematian nya di bab 81 akan segera terjadi, butuh empat puluh bab lagi.

"Apakah mereka sudah sedekat itu sekarang?"

"Kalau tentang hal itu cari tahu sendiri, itu tugas anda."

"Ck kau ini, kita kan terikat, kerjasama dong."

"Memang, tapi ada batas nya, kalau saya kasih tahu semua, tugas anda itu apa dong."

Stella menghela nafas menekan kekeselan yang mulai merambat, sembari bersedekah dada memejamkan mata nya.

Sedangkan Damian menatap ke samping dimana Stella yang hanya hening, beberapa hari ini Stella berubah seperti bukan yang seharus nya, walau masih banyak kesamaan tapi ada juga yang berubah.

Mobil pun sampai di parkiran sekolah, Damian hendak turun, namun suara Stella menghentikan nya.

"Tunggu! mau kemana hah?"

"Turun."

"Ya tau, ck bawain tas gue. "

Seru Stella melemparkan tas kecil nya pada Damian yang langsung di tangkap, Stella keluar mobil lebih dulu, namun tak langsung pergi.

Melihat Damian yang tak keluar keluar Stella pun mengetuk kaca mobil.

tok

tok

tok

"Damian! ngapain lo ck lama amat, buruan... "

Damian pun keluar dari mobil itu, dengan wajah tanpa ekspresi namun hanya menundukan kepala nya.

"Ngapain lo lama banget, mancing emosi aja bisa nya! " pekik Stella.

"Naaf, kata nya Stella gak suka kalau ada yang tau kita satu mobil."

Mendengar itu Stella mengerjap, benarkah kapan dia, ah apa dulu Stella yang mengucapkan nya.

"Yaa itu kan udah lama juga, gue juga nyuruh lo bawa tas gue, langsung turun lah! "

Melihat Damian yang hanya diam Stella memutuskan untuk menghentikan aksi nya, "ehm..ayo ke kelas kalau lelet awas aja!"

Stella pun melangkah dengan petantang petenteng persis Stella dalam novel nya, sebetulnya berperan menjadi Stella itu bukan hal sulit, banyak sekali kesamaan dengan nya, namun beda nya empati nya masih ada.

Kalau Stella dalam novel tak ada empati, dia tak peduli, bagi nya hanya Dava yang terpenting. Begitu lah karakter antagonis bulol kan, banyak di novel karakter seperti itu jadi tak heran.

Namun menjadi karakter seperti itu menyebalkan bukan, apalagi Stella tak bisa keluar dari alur. Kecuali Damian sendiri yang bertindak, namun lupakan, bahkan Sistem pun tidak tahu cara nya.

Di perjalanan menuju kelas nya Stella mengumpat dalam hati sial sial sialll, dia berpas pasan dengan Dava and the geng, bersama Anna cahaya bulan nya.

Stella berharap tak ada yang menotice nya, dengan wajah angkuh nya Stella berjalan tak peduli siapapun lagian siapa mereka, hanya tokoh fiksi. Walau pun sekarang dia juga tokoh fiksi. Tapi memang keberuntungan nya karena menjadi Putri konglomerat.

Hingga tak ada siapapun yang berani mengusik nya, "Wah....mak Lampir ke sini."

" Ya kan apa gue bilang, masa mundur gitu aja, liat Dava pangeran nya itu ya oleng lagi lah."

Stella mendengar itu geram memang yah dedemit itu tak bisa apa mulut nya itu diam saja, setidak nya setelah dia pergi lah.

"Eh kembaran tuyul diem ya lo berdua, mau gue sambit hah! "

"Buset Neng, galak bener."

"Apa hah! berani nya ngomong di belakang, pengen gue pites. "

"Stella."

Seketika Stella menoleh menatap dava yang memanggil nya,sembari mengernyitkan alis nya seolah bertanya.

"Apa sih ah gaje, lo ajarin ya tuyul tuyul lo ini, lemes amat tu mulut. "

"Stella jangan gitu gak sopan, mereka juga temen kamu. "

Seru Anna dengan wajah lugu nya, Stella bergidik karna langsung bertemu dengan karakter seperti ini, dulu dia hanya sekedar membaca saja, di dunia nyata juga tak ada yang seperti ini.

"Alah bacot, diem lo lembek, mau gue pites juga. "

"Stella! lo apaan sih, jadi kasar gini,anna takut. " seru Dava emosi.

"Apa?,gak suka! serah gue! denger ya lo pada, mulai hari ini gue gak mau berurusan dengan kalian, jadi out dari hadapan gue!"

Setelah mengucapkan itu Stella pergi, namun berhenti sejenak menoleh ke belakang. "Damian! ngapain lo di situ cepet ke sini. "

Ujar Stella karena melihat Damian yang diam saja, apa jangan jangan Damian kasihan lagi dengan si Anna itu, begitulah pikir Stella.

Namun Damian dengan tergesa-gesa menghampiri Stella, "Nah, bagus jangan ngelunjak oke." ucap Stella berjinjit mengusap kepala Damian dua kali.

Setelah itu berjalan lagi dengan Damian yang terdiam kaku, menatap Stella dari belakang, Stella mengelus nya. Mengusap rambut nya, Damian menyentuh kepala yang di sentuh Stella tadi.

Semburat merah tipis muncul, namun segera menghampiri Stella yang sudah cukup jauh.

...

"Raisa duduk bareng gue lagi lah, gue bosen ga ada temen ngobrol." seru Stella di dalam kelas.

"Ada Damian, ajak ngobrol lah."

"Loa tahu sendiri, dia kaya gimana ckk udah lah pindah biarin si Damian sama ja_met_a."

"Janeta bukan Jameta. " seru Raisa.

" Ah iya itu lah pokok nya, "

Stella pun kembali ke meja nya membangunkan Damian yang menelungkupkan kepala nya.

"Bangun."

Stella menepuk punggung itu dua kali, dan Damian mendongak kan kepala nya.

"Stella" lirih Damian.

"Hm bangun, mulai hari ini lo pindah duduk sama si jamet_Janeta itu, Raisa di sini. "

Damian menegakan badan nya menatap Stella, "Kenapa?"

"Ga kenapa kenapa, ck udah lah, berdiri Raisa mau ke sini. "

"Kenapa, bukan nya Stella biar lebih mudah suruh suruh Damian." seru Damian.

"Lo gak asik, ga bisa di ajak ngobrol. "

Damian mengerjap, Stella mendengus menarik Damian. "Ayo Nona yang kenceng tarik nya, biar ada kesan menyakiti."

Stella memutar mata nya malas mendengar hal itu, "Nah, lo pindah ke tempat Raisa, eh kalau gak salah lo dulu juga duduk sama si Jameta kan."

"Jameta" lirih Damian.

"Ck Janeta maksud nya, udah ah."

Akhir nya Stella duduk bersama Raisa, mereka mengobrol banyak hal, baru Stella sadari ternyata mengobrol dengan Raisa bisa nyambung juga.

...****************...

1
ega wanty
'Enyah' maksudnya ya kak?
ega wanty
ini jagoh nya Stella itu serba salah...dijahatin ending nya mati ama Damian, gk dijahatin mati lagi oleh sistem, si Damian ikut2an lagi kayaknya😑🙄
falea sezi
males pake ada sistem segala jd ngatur 😒 skip lah
Kevandra
.
unabana cristal
sweater ya sweaterrrr bukan switer
Indo Pride
lanjutkan thor... suka banget ceritanya
lexxa
butuhhh lebihh banyakkkkkkkkkk
lexxa
up banyak² thorrr,,,,semangatt!!!!
RAhayu
mana bisa, aku aja kalau baca novel saking seriusnya sampai ke bawa mimpi
lexxa
bibit obsesi nihh
Ran Z
lanjut kan kak😄 plisss🙏
khzaa
kapan lanjut thorrrrr

semnagattt💪😍😍😍
khzaa
BAGUS BETTTT
Fahreziy
nexk
Hikam Sairi
saya juga pusing yg baca 🫵🫵🫵🫵🫵🫵🫵🫵😂😂😂
Alissia
😭😭🤣🤣
Alissia
damian modus sama ayang🤭🤣
Alissia
🤣🤣
Alissia
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Syarifah Norafisam
semoga bersambung cerita ini.saya suka membacanya banyak kali kerana saya suku karakter yang terdapat dalam cerita ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!